DI KALA ROH-ROH JAHAT PEMBOHONG MENGATAKAN KEBENARAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa II – Kamis, 19 Januari 2017)

(Hari Kedua Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani) 

c3606b07eb3e0f92bb5bfe8287005989Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya, juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon. Mereka semua datang kepada-Nya, karena mendengar segala hal yang dilakukan-Nya. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menyentuh-Nya. Setiap kali roh-roh jahat melihat Dia, mereka sujud di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.  (Mrk 3:7-12)

Bacaan Pertama: Ibr 7:25-8:6; Mazmur Tanggapan: Mzm 40:7-10,17 

Roh-roh jahat tersungkur sujud di hadapan Yesus dan berseru, “Engkaulah Anak Allah” (Mrk 3:11). Yesus menyuruh mereka diam. Apa salahnya menyatakan Yesus Anak Allah? Kedudukan Yesus sebagai Anak Allah adalah titik puncak Injil Markus. Injil ini diawali  dengan pernyataan sebagai berikut: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah” (Mrk 1:1). Sekarang, baiklah kita baca kata-kata kepala pasukan di dekat salib Yesus yang ada padaa bagian akhir Injil itu: “Sungguh, orang ini Anak Allah” (Mrk 15:39).

Pemberian kesaksian bahwa  Yesus adalah Anak Allah juga adalah salah satu dari butir-butir terpenting dalam Syahadat (Credo). Roh jahat yang diusir oleh Yesus telah membeberkan kebenaran, kebenaran Injil. Bahkan roh jahat itu mengatakan inti sari Credo yang dirumuskan di kemudian hari. Lalu apa sebab Yesus tetap”melarang mereka dengan keras agar tidak mewartakan siapakah Dia?” (Mrk 3:12).

Iblis adalah “pembunuh manusia sejak semua dan tidak hidup dalam kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata dari diri sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa pendusta” (Yoh 8:44). Bala tentara si Iblis adalah roh-roh jahat. Mereka juga adalah pembohong-pembohong. Dengan demikian, mudah saja untuk Iblis dan roh-roh jahatnya membuat kebohongan dengan menceritakan kebenaran pada saat dan situasi ketika kebenaran itu mudah disalahartikan. Iblis senantiasa mencoba untuk mengkaitkan antara ke-Allahan Yesus dengan penyembuhan dan mukjizt. Dengan cara ini akan terjadi penyesatan yang sungguh berbahaya.

Yesus menghendaki agar kedudukan-Nya sebagai Anak Allah selalu dikaitkan dengan SALIB (Mrk 15:39). Hanya di kayu saliblah pribadi dan karya Yesus dapat dipahami dengan benar. Kita semua jangan sampai percaya akan kebohongan Iblis tentang Yesus, walaupun kebohongan itu terasa nyata dan benar. Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, Paulus menulis: “… aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (1Kor 2:2). Yesus tidak pernah dapat dipisahkan dari salib-Nya.

DOA: Bapa surgawi, berilah daku keberanian untuk mengatakan kebenaran, terutamaa pada waktu dan situasi yang tepat. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 3:7-12), bacalah tulisan yang berjudul “PUTERA ALLAH YANG BERNAMA YESUS” (bacaan tanggal 19-1-17), dalam situs/blog PAX ET BONUM  http://catatanseorangofs.wordpress.com; 17-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2017. 

Cilandak, 17 Januari 2016 [Peringatan para Promartir Ordo S. Fransiskus] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

 

Advertisements