MARILAH KITA MENGOYAKKAN HATI KITA MASING-MASING

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI RABU ABU – 1 Maret 2017)

 ash-wednesday1

“Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN (YHWH), “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada YHWH, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi YHWH, Allahmu.

Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanloah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya; baiklah para imam, pelayan-pelayan YHWH, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: “Sayangilah, ya YHWH, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: di mana Allah mereka?”

YHWH menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya. (Yl 2:12-18) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-6,12-14,17; Bacaan Kedua: 2Kor 5:20-6:2; Bacaan Injil: Mat 6:1-6,16-18

Dengan hari Rabu Abu ini Gereja mengawali masa Prapaskah. Pada masa yang istimewa ini kita dapat berupaya membuat diri kita semakin dekat dengan Allah, mengenal Dia semakin mendalam dan menjadi semakin menyerupai Dia. Tuhan sangat menginginkan agar kita semakin dekat dengan diri-Nya. Seperti difirmankan-Nya kepada umat Israel di zaman dahulu, Dia pun berfirman kepada kita pada hari ini: “Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu” (Yl 2:12).

Nabi Yoel mengumumkan kepada orang-orang Israel,  bahwa pertobatan, puasa dan doa adalah jalan atau cara-cara yang diperlukan untuk kembali kepada Allah.  Namun kita melakukan praktek-praktek pertobatan, puasa dan doa selama masa Prapaskah ini bukan sekadar untuk pendisiplinan diri, atau untuk perbaikan diri kita. Kalau begitu halnya, maka kita sekadar “mengoyakkan pakaian kita” saja dan bukan hati kita (lihat Yl 2:13). Allah menyerukan kita untuk melakukan hal-hal ini karena dapat menolong kita membuka hati kita bagi kasih-Nya.

Allah sungguh rindu agar kita masuk ke dalam suatu relasi cintakasih dengan-Nya sehingga Dia dapat memberkati kita. Orang-orang Israel telah melupakan kasih mereka kepada Allah dan  justru mencintai berkat-berkat dari tanah yang telah diberikan kepada mereka. Nabi Yoel menggambarkan “tulah belalang” yang dikirim YHWH guna mengoreksi sikap mereka ini (lihat Yl 1:1-13). Belalang-belalang merupakan sebuah peringatan dini  mengenai Hari Tuhan yang malah jauh lebih dahsyat (digambarkan dengan lebih jelas dalam Yl 2:28-32), pada saat mana orang-orang tidak lagi mempunyai kesempatan untuk bertobat. Pada saat itu orang-orang yang hatinya menyenangkan Allah akan menerima Roh Kudus yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi para nabi dan penglihat. Hati yang tetap belum bertobat akan mengalami pengadilan akhir. Tuhan ingin “menyelamatkan” mereka dari kehancuran akhir dan ingin agar mereka memperoleh warisan mulia yang telah disediakan bagi mereka.

Pada masa Prapaskah ini, marilah kita melaksanakan apa yang diserukan oleh nabi Yoel, yaitu untuk “mengoyakkan hati kita” (Yl 2:13) di hadapan Tuhan. Dalam doa, puasa, dan pemberian-diri kita, marilah kita meninggalkan hal-hal yang dapat dengan mudah membuat kita melenceng dari fokus yang seharusnya. Marilah kita menyediakan ruangan bagi Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sementara kita membuka hati kita kepada Tuhan, maka kita akan mengalami berkat Roh-Nya yang akan datang ke dalam hati kita dengan lebih penuh kuat-kuasa, memenuhi diri kita dengan cintakasih bagi-Nya dan membentuk karakter/watak Yesus dalam diri kita.

DOA: Datanglah Roh Kudus, dan gerakkanlah kami untuk membuka hati kami bagi Yesus dalam masa Prapaskah ini. Melalui setiap tindakan yang Kauinspirasikan kepada kami untuk mengambilnya, semoga kami menjadi semakin dekat kepada Bapa surgawi, mengenal dan mengalami kasih-Nya, sehingga pada gilirannya kami pun mengasihi-Nya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 6:1-6,16-18), bacalah tulisan yang berjudul “BAPAMU YANG MELIHAT YANG TERSEMBUNYI AKAN MEMBALASNYA KEPADAMU” (bacaan tanggal 1-3-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 27 Februari 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements