TETAP TEGUH DALAM MENGHADAPI GODAAN-GODAAN IBLIS

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PRAPASKAH I [Tahun A], 5 Maret 2017)

 christ_in_the_wilderness_-_ivan_kramskoy_-_google_cultural_institute

Lalu Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si penggoda dan berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan dia di puncak Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menerima Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.” Yesus berkata kepadanya, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Setelah itu Iblis membawa-Nya ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya, “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Lalu berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis!” Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Sesudah itu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. (Mat 4:1-11) 

Bacaan Pertama: Kej 2:7-9; 3:1-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-6,12-14,17; Bacaan Kedua: Rm 5:12-19

Apa saja kiranya kemerosotan-kemerosotan yang selama ini terjadi dalam masyarakat? Hilangnya kerendahan hati dan kejujuran? Sibuk dalam mengejar kekuasaan? Hasrat tak terbendungkan akan kemuliaan-diri? Cinta uang? Suka bersandiwara/bertopeng? Dll. Dsb.

Dari awal-awal Kita Kejadian kita sudah dapat membaca bagaimana manusia mengalami kejatuhan karena berbagai godaan seperti disebutkan di atas. Adam dan Hawa jatuh, hidup mereka pun berubah sedemikian rupa sehingga mereka tidak dapat memperbaikinya hanya dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Hanya Allah – dalam diri Yesus Kristus – yang mampu melakukan restorasi atau pemulihan yang mereka damba-dambakan. Bagaimana? Untuk menyelamatkan kita, dengan penuh belarasa dan kasih, Ia menanggung derita, memikul salib dan mati di kayu salib untuk kita. Sebuah hukuman yang sebenarnya pantas kita terima.

Kita barangkali sering berpikir bahwa semua ini terjadi pada saat Yesus mati di kayu salib. Dalam artian tertentu hal ini benar. Namun juga benar apabila dikatakan bahwa keseluruhan hidup Yesus adalah kebalikan dari cerita tentang Adam.

Bacaan Injil hari ini tentang Yesus yang puasa 40 hari/malam dan digoda Iblis secara istimewa merupakan gambaran yang memiliki kuat-kuasa tentang Yesus yang tetap teguh dalam menghadapi godaan-godaan Iblis yang sebelumnya telah menjatuhkan Adam. Adam runtuh, namun Yesus tetap teguh. Yang lebih menakjubkan lagi adalah fakta bahwa Yesus melakukan semua itu bukan untuk diri-Nya sendiri. Sebagaimana Dia membawa kita bersama-Nya kepada salib, demikian pula Dia membawa kita bersama-Nya ke padang gurun, sehingga dengan demikian kita dapat ikut ambil bagian dalam kemenangan-Nya atas Iblis.

Sebagaimana Yesus dapat mengalahkan godaan Iblis melalui keakraban/keintiman-Nya dengan Bapa surgawi, maka kita pun dapat melakukan hal serupa, bahkan sama. Mazmur 23 menceritakan kepada kita bahwa Bapa surgawi adalah juga Gembala umat-Nya. Mazmur itu menceritakan kepada kita, bahwa jika kita mengikuti sang Gembala dan mau dibimbing oleh-Nya, maka kebaikanlah yang kita terima. Sang Pemazmur berkata: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku” (Mzm 23:4). Sekali lagi: Mengapa tidak takut? Karena Allah beserta kita dan Ia siap menolong kita, dan memberikan kepada kita kebaikan-Nya serta belas kasih-Nya.

Saudari dan Saudaraku, percayalah bahwa Yesus ada di pihak kita. Dialah pembela kita, dan tidak usah kita ramai-ramai berdemonstrasi untuk membela-Nya. Yesus telah memberikan Roh Kudus kepada kita untuk mengajar kita bagaimana seharusnya kita mengandalkan sepenuhnya hidup kita kepada Bapa surgawi. Yesus tidak akan tinggal diam sambil berpangku tangan ketika melihat kita jatuh/gagal. Ia ada di samping kita masing-masing, siap untuk menolong kita dengan kuat-kuasa-Nya yang dahsyat, keakraban/keintiman-Nya, dan kasih-Nya. Bersama dengan Yesus, kita akan sungguh mengenal apa artinya kemenangan atas Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau senantiasa ada di sampingku. Engkau adalah Imanuel. Terima kasih juga, ya Tuhan, Engkau tidak pernah membuang atau mencampakkan diriku pada saat aku gagal hidup sebagai murid-Mu yang setia. Oleh Roh Kudus-Mu, tolonglah aku untuk senantiasa terbuka terhadap keakraban dengan Bapa surgawi dan mengandalkan diri sepenuhnya kepada Dia, sehingga dengan demikian aku dapat tetap teguh dalam menghadapi berbagai godaan. Terpujilah Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa dan Putera dan Roh Kudus, sekarang dan selama-lamanya. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 4:1-11), bacalah tulisan yang berjudul “KITA HARUS MELAWAN TIPU DAYA IBLIS DENGAN KEBENARAN” (bacaan tanggal 5-3-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2017. 

Cilandak, 3 Maret 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements