YESUS MASIH TERUS BERKARYA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI KAMIS DALAM OKTAF PASKAH – 20 April 2017) 

Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. Ketika Petrus melihat hal itu, ia berkata kepada orang banyak itu, “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-oleh kami membuat orang itu berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus memutuskan untuk melepaskan Dia. Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh untuk diberikan kepada kamu. Kamu telah membunuh Perintis Kehidupan, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Karena kepercayaan kepada Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di hadapan kamu semua. Nah, Saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena tidak tahu apa yang kamu lakukan, sama seperti semua pemimpin kamu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang sejak semula ditetapkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi bahwa setiap orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibinasakan dari tengah-tengah umat. Lagi pula, semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan yang datang sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Melalui keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan membuat kamu masing-masing berbalik dari segala kejahatanmu.” (Kis 3:11-26) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 8:2,5-9; Bacaan Injil: Luk 24:35-48

Setelah baru saja menyembuhkan seorang lumpuh “dalam nama Yesus”, kepada orang banyak yang sedang mendengarkan khotbahnya Petrus melontarkan sebuah pertanyaan yang sederhana namun membingungkan: “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang itu berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?” (Kis 3:12). Jelas, bahwa bagi Petrus bukanlah hal yang luarbiasa bagi Yesus untuk membuat mukjizat, bahkan setelah Ia naik ke surga. Biar bagaimanapun juga, sebelum itu Petrus telah seringkali menyaksikan kuasa penyembuhan Yesus diwujudkan di depan matanya sendiri. Dia juga tahu sekali bahwa Yesus masih hidup sebagai Tuhan yang bangkit. Bukankah dengan demikian logika menuntut bahwa Yesus akan terus menyembuhkan? Jawaban Petrus terhadap pertanyaan ini adalah sebuah “YA” yang pasti!

Pertanyaan Petrus kepada orang Israel di atas juga dapat ditujukan kepada kita yang hidup pada abad ke-21 ini. Mengherankankah apabila Yesus menyembuhkan sakit-penyakit pada hari ini melalui doa dan pelayanan orang-orang Kristiani (pengikut-pengikut Kristus)? Samasekali tidak mengherankan! Yesus memang masih terus menyembuhkan dan melakukan banyak mukjizat dan “tanda heran” lainnya. Sebaliknya, sebagai umat Kristiani, pantaslah kita merasa heran apabila mendengar bahwa Yesus telah berhenti menyembuhkan dan membuat mukjizat dan “tanda heran” lainnya.

Pada masa Paskah ini, ketika anda membaca “Kisah para Rasul”, catatlah berapa sering para murid-Nya mengalami kuasa dan kehadiran Tuhan Yesus. Ia mengasihi para murid-Nya, dan Ia telah berjanji untuk senantiasa ada bersama mereka. Hal ini benar, bahkan pada hari ini juga. Yesus adalah Imanuel (Allah yang menyertai kita; lihat Mat 28:20), dan Ia mengasihi kita. Kita dapat memohon kepada-Nya untuk menyembuhkan dan melakukan intervensi pada hari ini dengan penuh keajaiban. Yesus memiliki kuasa dan otoritas – juga hasrat – untuk melakukan hal-hal yang baik ini. Seperti apa yang dilakukan Yesus pada masa Gereja awal (perdana) lewat iman-kepercayaan para murid-Nya, maka melalui doa-doa dan pelayanan para murid-Nya, Yesus tetap dapat melakukan karya-Nya. Pernyataan ini berlaku bagi kita semua: anda dan saya!

Dalam pekan-pekan mendatang ini, kita dapat memohon kepada Yesus untuk menunjukkan kepada kita bagaimana Dia bekerja dalam kehidupan orang-orang di sekeliling kita. Kita mohon kepada-Nya agar memberikan suatu visi yang lebih luas berkenan dengan jalan yang ingin Ia gunakan terhadap kita masing-masing sebagai seorang pelayan-Nya di bidang penyembuhan berbagai sakit-penyakit. Marilah kita mencoba untuk melakukan doa-doa syafaat (doa-doa untuk orang-orang lain) bagi mereka yang sedang berada dalam situasi-situasi sulit, dengan rasa percaya mendalam akan janji-janji-Nya. Janganlah kita cepat menyerah. Kita harus menaruh kepercayaan pada kebaikan dan belas kasihan-Nya. Ingatlah bahwa Yesus mengasihi setiap orang dan Ia sungguh ingin menolong. Yesus juga mengasihi kita dan ingin bekerja melalui kita masing-masing untuk menolong orang-orang lain.  Janganlah kita menjadi kaget dan terkejut ketika berhadapan dengan kenyataan bahwa Yesus sungguh-sungguh hadir dan melakukan penyembuhan dan/atau membuat mukjizat serta tanda heran lainnya, bahkan pada hari ini juga. Yesus itu Tuhan dan Juruselamat kita, dan Ia adalah Mahasetia.

DOA: Tuhan Yesus, tolonglah orang-orang yang sudah hampir kehilangan pengharapan. Bukalah mata mereka agar dapat melihat realitas kebangkitan-Mu dari dunia orang mati, dan kuasa-Mu yang dapat mengalir ke dalam kehidupan mereka dari kebangkitan-Mu itu. Tunjukkanlah kepada mereka betapa Engkau ingin bekerja dalam kehidupan mereka setiap saat. Terima kasih, ya Tuhan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 24:35-48), bacalah tulisan yang berjudul “MULAI DARI YERUSALEM” (bacaan tanggal 20-4-17), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH  APRIL 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011)

Cilandak, 18 April 2017 [HARI SELASA DALAM OKTAF PASKAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements