ROH KUDUS MASIH BEKERJA DI TENGAH-TENGAH UMAT ALLAH

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Rabu, 10 Mei 2017)

Sementara itu, firman Allah makin tersebar dan makin banyak didengar orang. Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus. Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirena, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.

Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus, “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka. Lalu mereka berpuasa dan berdoa dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. Setibanya di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka (Kis 12:24-13:5).

Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3,5,6,8; Bacaan Injil: Yoh 12:44-50.

Paulus dan Barnabas. Di bagian pertama ‘Kisah para Rasul’, nama Saulus/Paulus jarang muncul terlepas dari teman baiknya yang bernama Barnabas. Pada kenyataannya, baik Gereja di Yerusalem  maupun di Antiokhia mengakui berbagai karunia hebat dari kedua orang ini, juga persahabatan erat antara keduanya. Mereka mengutus keduanya untuk berkarya bersama dalam misi-misi yang sensitif.

Meskipun Paulus sudah dikenal sebagai “Rasul kepada orang bukan Yahudi” Barnabas bersatu secara lengkap dengan Paulus dalam visi Gereja yang mendunia. Sampai titik tertentu, sebenarnya Paulus berutang banyak pada Barnabas, karena rasul yang tidak banyak bicara/dikenal inilah yang mencari Paulus, dan dialah yang melicinkan jalan untuk diterimanya Paulus (oleh para rasul) di Yerusalem. Dialah juga yang membawa Paulus ke Antiokhia untuk membantunya memimpin Gereja di sana (Kis 11:21-26).

Gereja Antiokhia. Selagi mereka berpuasa dan berdoa bersama, para tua-tua Gereja Antiokhia mendengar Roh Kudus mengatakan kepada mereka sesuatu yang baru dan berbeda. Mereka harus mengutus beberapa anggota jemaat sebagai misionaris untuk menyebar-luaskan Injil. Ini adalah sebuah arahan baru untuk keseluruhan Gereja. Para tua-tua tidak lagi cukup berharap dan menaruh kepercayaan bahwa Injil akan menyebar sejalan dengan pergerakan orang-orang. Sekarang, mandat untuk mewartakan Injil jauh lebih bertujuan. Bayangkanlah, karena para tua-tua jemaat ini berpuasa dan berdoa, mereka mampu menerima pangarahan dari Roh Kudus. Tetapi, mengapa selagi berpuasa? Mengapa bukan pada waktu-waktu yang lain?

Makna Puasa. Tuhan selalu dapat mencapai umat-Nya. Akan tetapi, kadang-kadang kita menjadi begitu disibukkan dengan tugas-tugas kita sehari-hari dan lupa untuk membuka hati kita terhadap dorongan-dorongan lemah-lembut dari Roh Kudus. Puasa menolong kita untuk menenangkan hati dan pikiran kita. Apakah yang dimaksudkan dengan puasa sebenarnya? Tidak makan dan minum? Kadang-kadang memang itu maksudnya. Namun puasa juga dapat diartikan sebagai berbagai kegiatan untuk mengurangi distraksi (pelanturan), untuk menenangkan hati, misalnya tidak menonton televisi selama satu malam, atau tidak mendengarkan siaran radio favorit kita agar kita dapat merefleksikan kehendak Allah dalam kehidupan kita.

Puasa dan doa tidak dapat dipisahkan. Penting untuk kita ingat-ingat selalu, bahwa puasa harus selalu disertai doa-doa, sebagai suatu cara menyerahkan hati kita kepada Tuhan sehingga Dia dapat membentuk kita dan memberdayakan kita. Doa dan puasa menolong kita untuk memisahkan diri kita dari pemikiran-pemikiran dan tugas-tugas duniawi kita, sehingga kita dapat datang ke hadapan hadirat Allah dengan lebih siap dan mengakui siapa Dia dan siapa kita yang berada di hadapan-Nya.

Selama puasa dan doa kita, kita menjadi lebih terbuka untuk mendengar suara Roh Kudus yang lemah-lembut itu. Barangkali Dia akan membuka diri kita bagi suatu pekerjaan baru dan istimewa yang diinginkannya untuk kita laksanakan. HARI INI PUN ROH KUDUS MASIH BEKERJA DI TENGAH-TENGAH UMAT ALLAH. Selagi kita membuat jiwa kita tenang dan memberikan hati kita lebih banyak lagi kepada Tuhan, maka Dia akan mengisi kehidupan kita dengan karunia-karunia (anugerah-anugerah)-Nya dan buah Roh.

DOA: Roh Kudus Allah, hanya Engkau yang dapat membimbing kami dalam jalan-jalan Allah. Kami ingin membuka diri kami kepada-Mu sehingga rencana Bapa surgawi dapat dicapai lewat diri kami. Berikanlah kepada kami kekuatan untuk melakukan puasa – untuk membuat diri kami tenang sepenuhnya – sehingga kami dapat menjadi instrumen-instrumen kehendak Bapa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 12:44-50), bacalah tulisan yang berjudul “IA DATANG SEBAGAI TERANG” (bacaan tanggal 10-5-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.worpress.com; kategori: 17-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2017.

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2010)

Cilandak, 8 Mei 2017

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS