PERCAYALAH KEPADA ALLAH, PERCAYALAH JUGA KEPADA-KU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Jumat, 12 Mei 2017)

Keluarga  Besar Fransiskan: Pesta/Peringatan S. Leopoldus Mandic, Imam Ordo I

OSF: Hari Raya Margaretha Bloching, Pendiri Tarekat – Perawan

 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Apabila aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:1-6) 

Bacaan Pertama: Kis 13:26-33; Mazmur Tanggapan: Mzm 2:6-11

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yoh 14:1)

Yesus baru saja mengatakan kepada para murid-Nya, bahwa salah seorang dari mereka akan berkhianat (lihat Yoh 13:21). Disaksikan oleh para murid yang lain, Yesus juga memperingati Petrus, bahwa murid-Nya itu akan menyangkal diri-Nya sampai tiga kali (lihat Yoh 13:38). Sebelumnya, Dia juga mengatakan akan pergi meninggalkan murid-murid-Nya. Sesudah sekian lama segalang-segulung dengan sang Rabi dari Nazaret itu, bagaimana hati para murid-Nya tidak gelisah? Mereka telah menaruh segala pengharapan mereka pada diri Yesus, dan sekarang rasa kepercayaan mereka kepada-Nya serasa salah sasaran, serasa musnah. Kita semua tentunya mempunyai pengalaman yang akan membantu memahami bagaimana kiranya perasaan yang melanda para murid dalam situasi yang mereka sedang hadapi itu. Dalam situasi seperti itu Yesus menyemangati mereka: “Janganlah gelisah hatimu……” (Yoh 14:1).

Untuk memperburuk atau mempersuram gambaran situasi yang dihadapi para murid Yesus, kita dapat mempertimbangkan bahwa mereka hidup di tengah situasi menegangkan di bawah pendudukan Romawi yang kejam di kota Yerusalem. Setiap hari mereka menghadapi ancaman diseret ke dalam penjara oleh para tua-tua dan pemuka agama Israel. Bahkan beberapa dari murid Yesus itu mengharap-harapkan terjadinya suatu revolusi politik yang akan membuat Yesus raja bangsa Israel. Sekarang, Yesus ini, yang telah menjadi pemimpin spiritual mereka dan yang telah sekian lama mereka ikuti, memberitahukan kepada mereka bahwa Dia akan pergi meninggalkan mereka. Mana boleh tahan???

Para murid Yesus yang telah diangkat menjadi rasul itu telah meninggalkan segalanya untuk mengikuti Yesus. Barangkali keluarga-keluarga mereka mempunyai pemikiran lain tentang stabilitas mental mereka. Sekarang mereka mendengar bahwa Yesus akan pergi meninggalkan mereka – bahwa Dia akan dibunuh. Betapa sukar untuk menggambarkan situasi mereka dengan kata-kata kita yang penuh keterbatasan ini! Yesus menceritakan berita yang menghancur-luluhkan hati ini karena Dia mengetahui bahwa di kemudian hari mereka akan sampai kepada pemahaman tentang kepenuhan hidup yang dibawa-Nya ke dalam dunia.

Yesus datang ke dunia untuk “membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis” (lihat 1Yoh 3:8). Orang-orang yang percaya kepada-Nya dan memiliki iman akan diselamatkan. Dengan demikian kita tidak perlu sedemikian tertekannya oleh karena keadaan dunia yang tidak begitu cerah-menggembirakan. Sukacita, damai sejahtera dan kasih yang kita rindukan dalam kita temukan dalam diri Yesus. Jalan ke surga bukanlah suatu metode atau prosedur yang harus dipahami betul-betul dan dijalankan. Bukan begitu, Saudari dan Saudaraku! Jalan ke surga adalah Yesus sendiri, yang akan menolong kita dalam setiap langkah kita. Dia telah menebus kita dan mendirikan sebuah tempat di surga bagi semua orang yang memilih mengikuti-Nya.

Inilah Kabar Baik-Nya. Oleh karena itu janganlah kita sampai kehilangan semangat. Penderitaan hari ini bersifat sementara saja; sukacita dan kemuliaan yang akan datang adalah untuk selama-lamanya! Apapun yang sedang anda derita sekarang, Allah mempunyai komitmen terhadap anda. Jadi, marilah kita menyerahkan diri dengan penuh kasih kepada Allah dan saksikanlah Dia membawa kepada kita hal-hal baik, bahkan dalam situasi yang paling berat sekalipun. Marilah kita memperkenankan Roh-Nya membentuk anda secara lebih lengkap lagi sehingga menjadi semakin serupa dengan Yesus, yang adalah kepenuhan hidup.

DOA: Tuhan Yesus, kami sedang menanti-nantikan kedatangan-Mu kembali. Terangilah pikiran kami agar kami dapat mewartakan Kabar Baik-Mu. Nyalakanlah api cinta-Mu dalam hati kami masing-masing sehingga yang kami ucapkan adalah kata-kata yang menyembuhkan. Berdayakanlah kami juga agar mampu mengusir Iblis dan roh-roh jahat dalam nama-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DATANG KEPADA BAPA, KALAU TIDAK MELALUI AKU” (bacaan tanggal 12-5-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011)

Cilandak, 10 Mei 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements