JIKA KITA BERBUAH BANYAK, BAPA PUN DIMULIAKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Rabu, 17 Mei 2017)

Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Paskalis Baylon, Bruder Fransiskan Observanti tak berkasut

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:1-8)

Bacaan Pertama: Kis 15:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-5

Dalam Perjanjian Lama, Israel seringkali diibaratkan sebagai pohon anggur. Allah menanam pohon anggur itu dan memeliharanya, namun pohon anggur itu menjadi jelek dan akhirnya diinjak-injak: “Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar!” (Yer 2:21). Sebagai perbandingan, bacalah juga Mzm 80:8-15; Yes 5:1-7; Yeh 19:10-14.

Yesus menyatakan diri-Nya bahwa Dialah “pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya” (Yoh 15:1). Dalam diri Yesus dan para pengikut-Nya, Bapa akan menemukan jenis buah anggur yang dihasrati-Nya. Tugas kita adalah untuk tetap terhubungkan dengan pokok anggur yang merupakan sumber makanan dari Kristus sendiri. Adalah tugas Bapa surgawi untuk memelihara pokok anggur agar dapat berbuah banyak. Pernyataan ini terdengar begitu eksplisit sehingga kita dapat luput melihat kebesaran dari tantangan dan janji yang diberikannya.

Dalam mengikuti Kristus, kecenderungan kita adalah mengambil tindakan yang bersifat pre-emptive terhadap pekerjaan Allah dengan mengambil gunting besar pemotong tangkai anggur dan melakukan pengguntingan sendiri; dengan demikian kita menggantikan pekerjaan ilahi-Nya dengan sesuatu yang kita rancang berdasarkan pemikiran kita sendiri. Kita merancang proyek-proyek menolong diri-sendiri (self-help projects) yang cenderung memusatkan perhatian pada kekurangan-kekurangan dalam kehidupan pribadi yang memalukan kita (dilihat dari mata dunia). Jadi, kita tidak pernah sampai kepada perubahan hati yang lebih mendalam yang Allah inginkan bekerja dalam diri kita. Ini adalah justru perubahan-perubahan yang kita perlukan guna mengalami kehidupan baru; sebagai buah tindakan Allah dan kerja sama kita, tidak sekadar tindakan kita sendiri.

Apabila Allah bekerja dalam kehidupan seseorang, maka orang tersebut bercahaya seperti sebuah bintang di tengah-tengah dunia yang semakin menggelap ini. Dengan menggunakan kata-kata Paulus: “anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah orang yang jahat dan sesat ini, sehingga …… bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Flp 2:15). Pada kenyataannya kita kadang-kadang dapat menghadapi berbagai pencobaan dan kesulitan hidup yang disebabkan oleh keterlekatan-keterlekatan pada hal-hal yang bukan berasal dari Allah; namun apabila semuanya itu diserahkan ke dalam tangan Allah, maka kelekatan-kelekatan ini dapat dipangkas sehingga kita dapat berbuah. Tidak ada upaya berdasarkan kekuatan sendiri, juga studi atau devosi yang dapat di bandingkan dengan sentuhan-pangkasan halus dari Allah sendiri.

Jesus berjanji bahwa Bapa surgawi sendirilah yang akan memangkas setiap ranting pohon anggur yang tidak berbuah dan membersihkan setiap ranting yang berbuah, agar pohon anggur itu berbuah lebih banyak lagi. Apabila kita mengakui kebenaran ini, maka kita pun memiliki keyakinan yang luarbiasa besarnya. Siapa lagi yang lebih dapat diandalkan, lebih sabar, lebih mengasihi dan lebih memiliki hasrat akan pertumbuhan kita daripada Bapa kita sendiri yang begitu mengasihi kita, anak-anak-Nya?

DOA: Bapa surgawi, pangkaslah dari diri kami carang-carang kelekatan duniawi kami dan kuatkanlah kami agar dapat menghasilkan panen berlimpah. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 15:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “BERBUAH BANYAK” (bacaan tanggal 17-5-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2017.

(Tulisan bersumberkan pada sebuah tulisan saya di tahun 2011)

Cilandak, 15 Mei 2017

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS