KITA HARUS SALING MENGASIHI, SEPERTI YESUS TELAH MENGASIHI KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Jumat, 19 Mei 2017)

Keluarga Fransiskan Kapusin: Peringatan S. Kripinus dr Viterbo, Bruder 

Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku  tidak menyebut  kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang terhadap yang lain. (Yoh 15:12-17)

Bacaan Pertama: Kis 15:22-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 57:8-12

Pada waktu Yesus memerintahkan kita untuk saling mengasihi seperti Dia telah mengasihi kita (Yoh 15:12), maka Yesus sebenarnya menggunakan kata “kasih” itu secara lebih spesifik daripada yang kita suka gunakan sehari-hari.  Apa yang dimaksud oleh Yesus dengan kasih?

Kasih yang Yesus bicarakan mempunyai makna yang melampaui sekadar perasaan dan emosi. Meskipun melibatkan emosi-emosi, pada intinya kasih sedemikian adalah suatu keputusan untuk mencari kebaikan dalam diri orang lain. Mengasihi seperti Yesus berarti mengasihi setiap orang tanpa syarat. Ingatlah bahwa Yesus begitu mengasihi ciptaan Bapa, sampai-sampai dia memberikan nyawa-Nya sendiri, sehingga kita semua dapat direkonsiliasikan dengan Allah, artinya hubungan kita-manusia dengan Allah yang sudah rusak dapat dipulihkan kembali dan dibebaskan dari dosa dan kematian.

Setiap hari, kita harus merenungkan kasih yang terdapat pada inti pengorbanan Yesus, karena itulah sumber kemampuan kita untuk mengasihi Allah dan saling mengasihi di antara kita. Kita juga harus membawa kepada Tuhan segala dalih dan argumentasi mengapa kita memandang diri kita tidak mungkin untuk mengasihi orang-orang tertentu. Dengan begitu kita dapat menerima dari Allah terang belas kasih-Nya dan kemurahan hati-Nya. Yesus yang dikhianati, disiksa dan ditolak demi kita tentu saja akan memberikan kasih-Nya sendiri untuk disyeringkan dengan orang-orang lain, ……… asal kita mau melakukannya.

Bagaimana dengan diri kita? Marilah kita periksa kasih yang ada pada diri kita hari ini, dan kita juga mencari jalan untuk bertindak berdasarkan perintah Yesus: mengasihi seperti Dia mengasihi. Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri: Bagaimana aku mengungkapkan kasihku bagi orang-orang dalam kehidupanku – teristimewa mereka yang  kupandang sulit untuk dikasihi? Apakah yang aku dapat lakukan hari ini yang membantu diriku menjadi sedikit lebih serupa lagi dengan Yesus bagi mereka? Apakah ada tindakan-tindakan pelayanan yang aku dapat lakukan? Apakah ada sakit hati yang dapat   kuampuni? Kebaikan-kebaikan apa saja yang dapat kulakukan bagi mereka hari ini?

Jangan menyerah!!! Tetap dekatlah pada Tuhan Yesus dan bertekunlah dalam mematuhi panggilan atau perintah-Nya untuk mengasihi. Percayalah bahwa upaya anda, kerja keras anda akan berubah menjadi sukacita!!!!! Halleluya!

DOA: Bapa di surga, Allah Mahapengasih dan Mahapenyayang. Aku berterima kasih penuh syukur dan memuji Engkau untuk Putera-Mu Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku yang tinggal berdiam dalam diriku dan memenuhi diriku dengan kasih akan Dikau dan bagi siapa saja di sekelilingku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:12-17), bacalah tulisan yang berjudul “PERINTAH YESUS KEPADA PARA SAHABAT-NYA” (bacaan tanggal 19-5-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2010) 

Cilandak, 17 Mei 2017 [Peringatan S. Paskalis Baylon] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS