MINTA KEPADA BAPA DALAM NAMA YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Sabtu, 27 Mei 2017)

 

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Tidak Aku katakan kepadamu bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” (Yoh 16:23b-28).

Bacaan Pertama: Kis 18:9-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3,8-10

 “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.” (Yoh 16:23b). 

Ini adalah sebuah janji besar dari Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita! Janji ini seharusnya membuat kita semua berlutut dan memanjatkan permohonan kepada Bapa surgawi untuk semua ujud yang ada dalam pikiran kita. Akan tetapi, marilah kita sejenak melakukan permenungan apakah memang kita memahami apakah yang dimaksudkan dengan berdoa “dalam nama Yesus” itu.

Berdoa dalam nama Yesus bukanlah sebuah rumusan ajaib (magic formula). Berdoa dalam nama Yesus bukanlah seperti seseorang  yang mendekati pintu rumah terkunci rapat-rapat, lalu dia berseru dengan suara keras: “Sim salabim, terbukalah hai pintu!” Berdoa dalam nama Yesus adalah berdoa dengan cara yang sama seperti Yesus sendiri melakukannya:  berdoa dengan iman yang sama, kasih yang sama kepada Bapa surgawi, dan semangat yang sama dengan semangat Yesus sendiri (lihat Luk 6:12). Berdoa dalam nama Yesus berarti kita terbenam dalam kehidupan Yesus sendiri. Doa sedemikian mencerminkan hasrat kita untuk ambil bagian dalam persatuan antara Yesus dan Bapa-Nya di surga, dengan demikian kita memiliki rasa percaya yang mutlak bahwa Bapa surgawi mendengar dan akan menjawab doa-doa kita – bahkan apabila kita tidak melihat hasilnya secara langsung.

Berdoa dalam nama Yesus menyangkut sebuah komitmen untuk mencontoh kehidupan Yesus, yang menghasrati ketaatan kepada Bapa surgawi dalam segala hal, seperti halnya Yesus. Hal itu berarti menghaturkan permohonon kepada Roh Kudus untuk menolong kita “menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Flp 2:5), sehingga dengan demikian ujud-ujud doa kita kepada Bapa surgawi menyerupai intensi-intensi yang dipersembahkan Yesus ketika Dia masih hidup di dunia ini, dan sekarang tetap dilakukannya di dalam surga (lihat Ibr 8:6 dll.).

Kita akan melihat bahwa doa-doa kita diperlebar untuk mencakup permohonan-permohonan bahwa semua orang  akan sampai ke iman kepada Yesus, bahwa kuasa-kuasa kegelapan akan dijauhkan, bahwa Gereja akan dipersatukan sebagai sebuah terang bagi mereka yang berjalan dalam kegelapan. Doa-doa kita akan menjadi lebih daripada sekadar permohonan-permohonan untuk mendapatkan pertolongan, misalnya agar supaya dapat lulus ujian, atau berhasil dalam karir, agar cepat mendapat cucu dlsb. Tentu Tuhan memperhatikan detil-detil kehidupan kita yang paling intim sekalipun; Ia sungguh mendengar dan menjawab doa-doa yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan kita. Namun demikian, dalam kesempatan ini kita harus memperhatikan tulisan Yakobus yang mengingatkan kita untuk memanjatkan doa permohonan tanpa hasrat hati untuk mementingkan diri sendiri: “Kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu” (Yak 4:3).

DOA: Bapa surgawi, Allah, khalik langit dan bumi. Dikuduskanlah nama-Mu. Kami mohon, ya Bapa, agar Kaupenuhi hasrat-hasrat hati kami. Semoga hati kami masing-masing bertumbuh dalam persatuan dan kesatuan dengan Yesus Kristus agar hasrat-hasrat kami mencerminkan juga hasrat-hasrat Yesus Kristus sendiri. Kami percaya Engkau akan mengabulkan doa kami ini karena kami memanjatkannya dalam nama Yesus, Putera-Mu terkasih, yang hidup dan meraja bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami perikop Injil hari ini (Yoh 16:23b-28), bacalah tulisan yang berjudul “BAPA SENDIRI MENGASIHI KAMU” tanggal 27 Mei 2017 dalam blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2011) 

Cilandak, 24 Mei  2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

 

Advertisements