AKU TELAH MENGALAHKAN DUNIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Senin, 29 Mei 2017)

OFS: Peringatan S. Maria Ana dr Paredes, Perawan Ordo III Sekular

 

Kata murid-murid-Nya, “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya akan datang, bahkan sudah datang, ketika kamu akan diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh 16:29-33) 

Bacaan Pertama: Kis 19:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 68:2-7 

Yesus mencoba mempersiapkan para murid-Nya untuk suatu peristiwa yang akan terjadi tidak lama lagi, yaitu sengsara dan kematian-Nya di atas kayu salib (Yoh 16:4). Para murid mengungkapkan keyakinan mereka bahwa Yesus sungguh datang dari Allah, namun mereka masih belum juga mampu memahami sepenuhnya makna pesan Yesus tentang penderitaan sengsara dan kematian-Nya di atas kayu salib. Yesus mengatakan kepada para murid-Nya bahwa mereka akan menderita karena kesalahpahaman orang-orang, mereka juga akan menderita kepedihan dan penolakan dari banyak orang. Namun demikian, di sisi lain para murid juga akan memperoleh sukacita karena Yesus akan melihat mereka lagi (Yoh 16:22) dan Bapa surgawi akan memberikan apa saja yang diminta para murid dalam nama Yesus (Yoh 16:23). Yesus juga meramalkan tentang “pengkhianatan” para murid terhadap diri-Nya (Yoh 16:32).

Injil Yohanes mempunyai suatu cara yang unik dalam menyampaikan pesan yang memberikan pertanda dan pada saat yang sama mengungkapkan pengharapan. Pengharapan itu mencakup kenyataan bahwa Bapa menyertai Yesus (Yoh 16:32), oleh karena itu Yesus telah mengalahkan dunia: “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33).

Bagaimana kiranya Kristus mengalahkan dunia? Melalui karya salib-Nya. Melalui salib Kristus, dosa, Iblis dan dunia telah dikalahkan. Oleh penderitaan sengsara, kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus telah menundukkan segala kuasa kejahatan dan kegelapan di bawah otoritas-Nya. Allah tidak pernah membuat kita membuang kebebasan kita. Oleh karena itu, walaupun Yesus telah menang, kita masih dapat memilih kejahatan dan kegelapan dalam keputusan-keputusan dan relasi-relasi kita. Akan tetapi, bilamana kita bersatu dengan Yesus – sebuah persatuan yang dimulai sejak saat kita dibaptis dan bertumbuh melalui kehidupan iman – maka kita pun dapat mengenal dan mengalami kemenangan.

Inilah pengharapan kita sebagai umat Kristiani; dalam Kristus kita berkemenangan. Kalau kita bersatu dengan Yesus Kristus, kita dapat mengalahkan rasa takut, penolakan, penganiayaan dan segala hal yang dari dunia ini yang akan merampas dari kita damai sejahtera, sukacita dan cintakasih. Selagi kita memperhatikan dengan penuh kasih segenap anggota keluarga kita, melakukan pekerjaan kita, melayani Tuhan dalam berbagai kegiatan kerasulan, menolong anggota keluarga, teman-sahabat dan komunitas di dalam mana kita adalah anggotanya, maka baiklah kita mohon kepada Roh Kudus untuk memberikan kepada kita karunia ketabahan agar kita dapat dengan tekun dalam iman dan dalam kegiatan pelayanan kita kepada Allah dan sesama kita.

DOA: Datanglah ya Roh Kudus dan berikanlah kepada kami karunia ketabahan. Jagalah jiwa kami pada saat-saat yang sulit dan berbahaya, jagalah juga segala upaya kami dalam mengejar kekudusan serta kuatkanlah kami agar dapat mengatasi kelemahan-kelemahan kami. Berikanlah kepada kami keberanian untuk melawan serangan-serangan dari para musuh kami, yaitu Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya, agar kami tidak akan pernah dapat dikalahkan oleh mereka dan dipisahkan dari-Mu, ya Roh Kudus Allah kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 19:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “SUDAHKAH KAMU MENERIMA ROH KUDUS?” tanggal 29 Mei 2017 dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2011) 

Cilandak, 26 Mei 2017 [Peringatan S. Filipus Neri, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements