YANG ALLAH INGINKAN KITA LAKUKAN HANYALAH SEBAGIAN DARI SESUATU YANG JAUH LEBIH BESAR

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah Selasa, 30 Mei 2017)

Ordo Santa Clara: B. Baptista Varani, Perawan Ordo II

 

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata, “Bapa, telah tiba saatnya; muliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai Yesus Kristus yang  telah Engkau utus. Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. Dan sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari Engkau. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan  kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari Engkau dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dimuliakan di dalam mereka. Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan aku datang kepada-Mu. (Yoh 17:1-11a)

Bacaan Pertama: Kis 20:17-27; Mazmur Tanggapan: Mzm 68:10-11.20-21. 

Ada suatu kesejajaran antara kata-kata Yesus dalam bacaan Injil di atas dengan kata-kata Paulus dalam bacaan pertama dari “Kisah para Rasul”. Baik Yesus maupun Paulus sudah mendekati akhir pelayanan mereka di dunia, dan dua-duanya merenungkan cara mereka menanggapi panggilan mereka. Yesus mengetahui bahwa Dia telah mengakhiri tugas pekerjaan yang telah diberikan Allah Bapa kepada-Nya. Demikian juga halnya dengan Paulus. Rasul Kristus ini merasa bahwa dia pun telah melaksanakan amanah yang diberikan Tuhan Yesus kepadanya dengan sebaik mungkin sesuai kemampuannya.

Namun demikian, lihatlah apa yang ada ketika Yesus melihat ke sekeliling meja perjamuan pada malam sebelum sengsara dan wafat-Nya? Yang ada hanyalah segelintir murid-Nya, satu di antaranya malah akan mengkhianati-Nya, seorang lagi akan menyangkal Dia (mengaku tidak kenal dengan diri-Nya), dan kebanyakan dari mereka akan melarikan diri karena ditimpa rasa takut pada waktu Dia ditangkap. Kalau orang melihat sekadar dari sudut pandang manusia, maka legacy-Nya  tidak  terlihat sangat mengesankan pada waktu itu. Malah sebaliknyalah, semuanya terasa seakan sudah berada di tepi jurang kehancuran. Akan tetapi kelihatannya Yesus tidak merasa susah dan cemas. Ia telah memberitahukan para murid-Nya perihal apa yang akan terjadi, tetapi Dia sendiri tidak kelihatan tertekan. Mengapa? Karena Yesus merasa yakin bahwa Dia telah datang ke dunia untuk meresmikan kerajaan Allah lewat berbagai khotbah/pewartaan dan banyak mukjizat serta tanda-heran yang dibuat-Nya; teristimewa melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus tahu benar bahwa kerajaan Allah akan menyebar-luas setelah Dia pulang-kembali ke surga, karena kedatangan Roh Kudus. Yesus tidak perlu melihat semua itu terjadi sebelum Ia wafat. Ia tahu benar bahwa Dia telah melakukan bagian yang ditugaskan kepada-Nya, dan itu cukup bagi-Nya.

Demikian pula, Allah telah memberikan kepada kita masing-masing sesuatu untuk kita lakukan dalam kehidupan ini. Sumbangan yang Ia inginkan kita lakukan hanyalah sebagian dari sesuatu yang jauh lebih besar. Barangkali benih-benih kerajaan-Nya yang kita taburkan akan berakar dan bertumbuh melalui pelayanan yang dilakukan oleh orang lain. Barangkali hal-hal kecil yang kita lakukan untuk orang miskin akan berkembang menjadi suatu sumber penghiburan bagi banyak orang. Kita hanyalah dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang diberikan oleh Yang Mahatinggi dan tidak melakukan tugas pekerjaan yang tidak diperuntukkan bagi kita.

Baiklah kita setia pada hal-hal kecil yang telah diberikan Allah kepada kita untuk kita kerjakan. Allah sangat menilai tinggi semua itu. Yesus adalah bukti bahwa Dia dapat melakukan banyak hal dengan suatu hati yang penuh penyerahan.

DOA: Roh Kudus Allah, berdayakanlah aku agar dapat melaksanakan semua pekerjaan pelayanan yang telah dipercayakan kepadaku dan jagalah hatiku agar tidak merasa gelisah tentang masa depanku sendiri. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 20:17-27), bacalah tulisan yang berjudul “SEPENUHNYA DIPIMPIN ROH KUDUS” (bacaan tanggal 30-5-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-05 PERMENUNGAN ALKITABAH MEI 2017.

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2010)

Cilandak, 28 Mei 2017  [HARI MINGGU PASKAH VII – TAHUN A] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements