AGAR SUPAYA MEREKA SEMUA MENJADI SATU

(Bacaan Injil Misa Kudus,  Peringatan S. Yustinus, Martir – Kamis, 1 Juni 2017

 

Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka menjadi satu dengan sempurna, agar dunia tahu bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan aku di dalam mereka.” (Yoh 17:20-26)

Bacaan Pertama: Kis 22:30;23:6-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 16:1-2,5,7-11  

“Kesatuan segenap umat manusia yang terbagi-bagi itulah yang dikehendaki oleh Allah” (Paus Yohanes Paulus II dalam Ensiklik UT UNUM SINT [SEMOGA MEREKA BERSATU], tanggal 25 Mei 1995, # 6).

Selagi kita mempersiapkan diri dalam menyambut HARI RAYA PENTAKOSTA, marilah kita menoleh ke belakang ke saat-saat Yesus menderita sengsara dan doa syafaat-Nya yang terakhir sebelum sengsara dan kematian-Nya. Untuk tiga tahun lamanya Yesus telah hidup segalang-segulung dengan para murid-Nya. Karena tahu bahwa inilah saat-saat terakhir bagi-Nya untuk bersama-sama dengan para murid yang dikasihi-Nya itu, maka Dia berdoa kepada Bapa-Nya di surga untuk terakhir kalinya bagi mereka. Dalam doa syafaat-Nya ini Yesus mempersembahkan mereka kepada Bapa, sambil berkata: “supaya mereka menjadi satu dengan sempurna, agar dunia tahu bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku” (Yoh 17:23).

Melalui baptisan, kita direkonsiliasikan dengan Allah, artinya didamaikan kembali, relasi kita dengan Allah dipulihkan. Roh Kudus datang untuk berdiam dalam diri kita masing-masing dan kita menjadi sebagian dari Tubuh Kristus di atas bumi ini. Kita dipersatukan dengan Allah dan dengan umat beriman yang lain sebagai orang-orang yang mengambil bagian dalam rahmat penebusan. Selagi Roh Kudus mengembangkan karya rahmat dalam diri kita, maka Dia membersihkan serta memurnikan kita dari dosa yang selama ini telah memisahkan kita dari Allah dan dari sesama kita. Karya pemurnian ini memampukan kita untuk memberi kesaksian tentang kuasa salib Kristus dan menyiapkan kita dalam menyongsong kedatangan Yesus untik kedua kalinya kelak.

Apabila hari ini kita memandang Gereja Kristus dalam artiannya yang luas, maka hati kita sepantasnya merasa pedih disebabkan ketiadaan kesatuan dan persatuan yang kita lihat. Walaupun banyak kemajuan dalam bidang ekumenisme pada tingkat pimpinan gereja-gereja yang ada, kenyataan sebaliknyalah yang seringkali terlihat pada tingkat akar rumput. Pimpinan gereja setempat yang satu mengkritisi gereja yang lain  dan sebaliknya juga; evangelisasi bagi mereka kiranya bukanlah mewartakan Kabar Baik kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus, melainkan giat mencuri domba-domba dari gereja yang lain lewat daya tarik khotbah yang berapi-api yang sering tanpa menyentuh kata-kata keras Yesus atau penderitaan sengsara dan salib-Nya. Setiap perpecahan yang terjadi dalam Gereja Kristus adalah skandal, bukan kehendak Roh Kudus, karena Roh Allah ini adalah Roh Pemersatu, bukan Roh Pemecah. Dengan demikian seharusnya kita merasa sedih  atas segala perseteruan yang kita lihat, perselisihan yang tidak sehat yang terjadi di dalam dan di antara gereja-gereja, komunitas-komunitas Kristiani, dalam paroki-paroki dan tarekat-tarekat yang ada di dalam Gereja. Dari semua ini yang harus membuat kita paling bersedih adalah perpecahan yang terjadi antara berbagai denominasi-denominasi Kristiani. Sungguh tragislah, manakala mereka yang menyatakan percaya kepada Allah yang sama, percaya kepada karya penyelamatan yang sama dari Putera-Nya, Yesus Kristus, percaya kepada karya Roh Kudus, namun tetapi tidak bersekutu satu sama lain secara penuh dalam artian yang sesungguhnya. Oleh karena itu berbagai macam kegiatan ekumenisme, seperti “baksos bersama”, haruslah kita dukung dengan sepenuh hati.

Selagi kita mempersiapkan kedatangan Roh Kudus pada HARI RAYA PENTAKOSTA, marilah kita mohon dengan sangat kepada-Nya agar membawa rekonsiliasi antara semua orang yang mengakui diri sebagai Kristiani dan semua denominasi Kristiani yang begitu banyak dalam jumlah dan ragam. Marilah kita memeriksa hati kita masing-masing sampai berapa banyak “sumbangan” dari diri kita sendiri ke dalam perpecahan itu – barangkali lewat/oleh cara kita “menghakimi” saudari-saudara Kristiani lainnya, atau oleh cara kita merasa kesal atau dendam tak berkesudahan terhadap kesalahan atau kekeliruan gereja lain di masa lampau. Namun ada satu hal yang harus kita camkan, yaitu bahwa kita dapat diperdamaikan (direkonsiliasikan) satu sama lain hanya apabila diri kita telah diperdamaikan dengan Allah.

DOA: Roh Kudus Allah, datanglah kepada kami dengan terang-Mu. Bersinarlah di dalam hati kami masing-masing. Curahkanlah rahmat rekonsiliasi dan persatuan atas diri kami semua sehingga dengan demikian kehendak Bapa surga dapat terpenuhi. Biarlah karya-Mu dalam diri kami menjadi saksi dari kasih dan kuasa-Mu agar dunia pun dapat percaya. Amin.  

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 17:20-26), bacalah tulisan yang berjudul “PENTAKOSTA YANG SEJATI” (bacaan tanggal 1-6-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2011)

Cilandak, 31 Mei 2017 [Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements