PINTU YANG SEMPIT DAN JALAN YANG SESAK

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XII – Selasa, 27 Juni 2017)

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Masuklah melalui pintu yang sempit, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Mat 7:6,12-14)

Bacaan Pertama: Kej 13:2,5-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 15:2-5

“Sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Mat 7:14)

Apakah agama Kristiani merupakan suatu misteri yang hanya diperuntukkan bagi sekelompok kecil manusia saja? Sekelompok kecil murid yang mengelilingi sang Guru? Hanya berjumlah 144.000 saja? (lihat Why 14:1). Kalau demikian halnya, bagaimanakah mungkin Yesus Kristus, menjelang kenaikan-Nya ke surga memberi amanat agung-Nya yang terkenal: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Mat 28:18-20). Ada sejumlah ayat lagi di samping petikan ini. Apakah terdapat ayat-ayat yang saling bertentangan dalam Kitab Suci sendiri, karena teks yang satu mengatakan sedikit, sedangkan teks lainnya mengatakan banyak? Jika demikian halnya, Kitab Suci tidak pantas disebut sebagai sabda Allah. Sebagai kata-kata manusia saja tidak mungkin ada pertentangan dalam perkara yang sedemikian pentingnya. Mengapa? Karena pokok pembicaraan dalam Kitab Suci adalah justru keselamatan umat manusia.

Dalam Khotbah di Bukit, Yesus samasekali tidak bermaksud untuk memberikan ajaran dogmatis-teoritis, seperti misalnya jumlah orang yang terpilih. Yesus ingin mengajak manusia untuk mencari jalan keselamatan dengan segenap hati, serta bertekun di dalamnya. “Masuklah”. Itulah kata pertama yang dikatakan-Nya dan kata itu bersifat “menentukan”.

Untuk menerangkan betapa pentingnya upaya untuk mencari, menemukan, dan masuk ini, Yesus melukiskan pertentangan antara pintu yang kecil dan besar, antara jalan yang luas dan jalan yang sempit. Pertentangan ini tidak mengandung wahyu tentang berapa sih jumlah mereka yang menemukannya, tetapi hanya dasar perintah untuk mencari keselamatan ini dengan sungguh-sungguh. Hanya dengan demikian saja sabda ini ada hubungannya dengan seluruh Khotbah di Bukit. Bahwasanya upaya untuk mencari ini amat penting, sudah jelas karena Dia adalah “Jalan” (Yoh 14:6) dan “Pintu” (Yoh 10:7). Jadi, upaya “menemukan” Yesus Kristus sungguhlah penting. Barangsiapa menemukan Dia akan selamat, dan barangsiapa tidak menemukan Dia akan binasa.

Dengan demikian, yang dimaksudkan di sini adalah agar manusia mencari Yesus Kristus dan sabda-Nya. Jika diambil keseluruhannya, memang di Israel hanya sedikit saja orang yang sungguh menemukan-Nya, oleh karena itu semua manusia harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh peringatan Tuhan Yesus ini, agar supaya dari seluruh umat manusia banyak juga yang menemukan-Nya.

Inilah tuntutan Yesus yang memang berat – namun menentukan – bagi umat manusia. Oleh karena itu marilah kita berupaya dengan sungguh serius agar supaya termasuk dalam jumlah kecil orang yang mencari dengan tulus-jujur serta sungguh-sungguh, yang memilih dengan tegas dan terang-terangan dan yang selanjutnya memperkenankan Allah berbuat seturut kerahiman-Nya terhadap mereka.

DOA: Bapa surgawi, kami bertekad untuk menjadi murid Kristus, Putera-Mu, yang setia dan taat. Oleh kerahiman-Mu, biarlah Roh Kudus-Mu senantiasa membimbing kami dalam menjalani hidup ini dan melakukan perintah Yesus untuk membuat pilihan-pilihan yang benar di mata-Mu, agar dapat masuk ke dalam surga dan menikmati hidup kekal bersama Allah Tritunggal dan para kudus serta semua makhluk surgawi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 7:6,12-14), bacalah tulisan yang berjudul “APAKAH PENGORBANAN YESUS MEMPUNYAI ARTI?” (bacaan tanggal 27-6-17 dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2017.

Cilandak, 26 Juni 2017

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements