KEKALAHAN IBLIS SUDAH DINUBUATKAN SEJAK AWAL MULA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIII – Rabu, 5 Juli 2017) 

Ketika Yesus tiba di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui-Nya. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Mereka pun berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Apakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Tidak jauh dari mereka itu banyak sekali babi sedang mencari makan. Lalu setan-setan itu meminta kepada-Nya, “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Seluruh kawanan babi itu pun terjun dari tebing yang curam ke dalam danau dan mati di dalam air. Lalu larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, mereka menceritakan segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Seluruh kota itu keluar mendapatkan Yesus dan setelah berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka. (Mat 8:28-34) 

Bacaan Pertama: Kej 21:5,8-20; Mazmur Tanggapan: Mzm  34:7-8,10-13

Tidak banyak dari kita yang pernah menyaksikan manifestasi kerasukan roh-roh jahat dan pembebasan dari roh-roh jahat yang dramatis sebagaimana diceritakan dalam bacaan Injil hari ini. Pengaruh Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya adalah ancaman nyata dan semakin bertumbuh. Iblis tidak bertindak-tanduk agar orang-orang tertarik kepada dirinya, melainkan lebih menyukai untuk membelokkan pekerjaan Allah secara licin lewat berbagai desepsi dan godaan terhadap pikiran kita.

Kitab Suci dengan jelas menunjukkan bahwa Iblis adalah “seorang” malaikat pemberontak yang mempunyai tujuan utama memisahkan umat manusia dari Allah, sang Pencipta. Misalnya, Petrus tidak menyadari bahwa usulnya agar Yesus menghindari salib sebenarnya sebuah pemikiran yang berasal dari Iblis, yang dimaksudkan untuk mencegah penebusan yang akan mempersatukan kita-manusia dengan Allah (lihat Mat 16:21-23).

Seperti dua orang yang kerasukan roh-roh jahat di Gadara, pikiran atau akal budi kita juga merupakan “ajang pertarungan” di mana Roh Kudus berupaya untuk memberi inspirasi dan membimbing kita, sedangkan Iblis berupaya untuk menghalang-halangi atau mengecilkan hati kita selagi kita mengikuti bimbingan Roh Kudus tersebut. Itulah sebabnya mengapa sangat penting bagi kita untuk mengisi pikiran kita dengan kebenaran-kebenaran Kitab Suci, dan hati kita dengan rahmat Allah melalui penerimaan-penerimaan sakramen! Sungguh merupakan suatu hal yang begitu vital bahwa kita harus senantiasa berada di hadapan hadirat-Nya, memusatkan pemikiran kita pada “semua yang  benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patuh dipuji” (lihat Flp 4:8).

Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus mengatakan bahwa kita harus berdiri tegap menghadapi Iblis dengan “seluruh perlengkapan senjata Allah” (Ef 6:11;bacalah seluruh Ef 6:10-18). Taktik-taktik busuk Iblis dapat mengambil banyak cara, dari godaan kepada kita untuk percaya bahwa Allah sebenarnya tidak mengasihi kita, sampai  mencoba meyakinkan kita untuk merusak diri kita sendiri lewat hidup ketagihan narkoba, korupsi, bahkan bunuh diri. Apabila kita dapat mengindentifikasikan godaan-godaan ini, maka kita pun dapat menolak godaan-godaan tersebut dalam nama Yesus.

Yesus bersabda kepada para murid-Nya: “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu” (Luk 10:19). Kekalahan Iblis sudah dinubuatkan sejak awal mula (lihat Kej 3:15). Bahkan roh-roh jahat di Gadara pun mengetahui bahwa Yesus adalah Anak Allah dan bahwa kuasa dan pengaruh mereka sudah “ditakdirkan” untuk berakhir pada suatu titik. Kematian dan kebangkitan Yesus menjamin kemenangan atas Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya. Segala kuasa kegelapan telah dipatahkan, dan kita pun bebas untuk masuk ke dalam kepenuhan hidup sebagai anak-anak Allah.

DOA: Tuhan Yesus, kami menolak dosa dan Iblis. Lanjutkanlah memimpin kami agar semakin dekat dengan Engkau dan memimpin kami kepada kemerdekaan lengkap yang telah Engkau menangkan bagi kami. Biarlah Roh Kudus-Mu menerangi kami selagi kami menjalani kehidupan sehari-hari kami, sehingga dengan demikian kami dapat mengikuti bimbingan-Mu, dan dengan hikmat-Mu kami dapat mengenali dan mewaspadai rencana busuk Iblis dan roh-roh jahat atas diri kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 8:28-34), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS SUNGGUH INGIN MEMBEBAS-MERDEKAKAN KITA” (bacaan tanggal 5-7-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2012) 

Cilandak, 1 Juli 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements