DISELAMATKAN KARENA IMAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIV Senin, 10 Juli 2017)

Keluarga besar Fransiskan: Peringatan S. Nikolaus Pick dkk., Martir

Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata, “Anak perempuanku baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menyentuh jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya, “Asal kusentuh saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia, “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu disuruh keluar, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Dan tersebarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu. (Mat 9:18-26)

Bacaan Pertama: Kej 28:10-22a; Mazmur Tanggapan: Mzm 91:1-4,14-15 

Pada bacaan Injil yang relatif singkat hari ini, Matius menceritakan dua buah mukjizat yang terjadi berturut-turut dalam kehidupan orang-orang biasa yang mencari pertolongan dari Yesus dengan penuh iman. Satu dari dua mukjizat ini adalah Yesus membangkitkan puteri seorang kepala sinagoga dari kematian, sedangkan mukjizat yang satu lagi adalah penyembuhan-Nya atas seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan. Perempuan ini percaya bahwa dengan menyentuh saja jumbai jubah Yesus, maka dia pun akan sembuh, dan mukjizat penyembuhan pun terjadi, malah disertai sabda Yesus yang sangat menyejukkan: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau”  (Mat 9:22). Begitu orang melangkah maju menghadap Yesus dan dalam iman memohon pertolongan kepada-Nya, maka mereka pun mengalami kuat-kuasa penyembuhan Allah secara luarbiasa.

Ketika menggambarkan penyembuhan perempuan yang sakit pendarahan itu, Matius menggunakan kata Yunani sozo yang berarti “menyembuhkan”, “menyelamatkan” atau “membebaskan”. Dengan memilih menggunakan kata sozo ini, Matius ingin mengingatkan pembaca Injilnya bahwa penyembuhan yang terjadi atas diri perempuan itu tidaklah terbatas pada kesembuhan fisik, melainkan suatu pekerjaan ilahi yang lebih mendalam lagi telah terjadi. Yesus tidak hanya menyembuhkan perempuan itu dari efek-efek dosa, melainkan juga menyembuhkan dosanya, dengan demikian membawanya kepada suatu relasi yang lebih mendalam dengan Allah. Perempuan itu yang sebelumnya dipandang sebagai sampah masyarakat dan tidak bersih disambut oleh Yesus dan dipulihkan oleh-Nya kepada martabatnya semula. Siapa dia? Namanya adalah Berenike yang dalam tradisi Latin kita kenal sebagai Veronika. Kita akan selalu berjumpa dengan dia pada waktu kita melakukan devosi Jalan Salib (perhentian ke-VI).

Yesus Kristus adalah “Penyelamat Dunia”, yang sama kemarin, hari ini dan selama-lamanya (Ibr 13:8). Hasrat-Nya untuk menyembuhkan kita, baik secara fisik maupun spiritual, tidak pernah berubah. Yesus ingin menyelamatkan kita dari dosa secara harian sehingga dengan demikian kita mempunyai suatu persatuan dengan diri-Nya secara lebih mendalam lagi dan mengenal sukacita karena dipanggil ke dalam Keluarga-Nya. Apabila kita melangkah dalam iman seperti yang telah ditunjukkan oleh perempuan yang sakit pendarahan tadi atau oleh sang kepala sinagoga, maka Allah akan mencurahkan rahmat-Nya ke atas diri kita dan Ia pun akan melipatgandakan iman-kepercayaan kita. Jadi, kita dapat melihat dan/atau mengalami sendiri mukjizat-mukjizat pada zaman modern ini.

Rahmat Allah selalu cukup bagi kita. Yang  diperlukan adalah langkah-iman kita seperti telah ditunjukkan oleh perempuan yang sakit pendarahan itu dan sang kepala sinagoga atas nama puterinya. Bagaimana kita dapat melangkah ke hadapan Yesus? Dengan datang ke hadapan hadirat-Nya dalam doa dan memperkenankan Dia berbicara kepada kita. Semakin dekat kita dengan Yesus, semakin banyak pula kita akan mengalami sentuhan-Nya yang menyembuhkan atas kehidupan kita. Oleh karena itu janganlah kita pernah merasa takut atau malu untuk mengatakan kepada-Nya segala kebutuhan kita. Alasan mengapa Yesus – Putera Bapa surgawi – datang ke dunia dan hidup di tengah-tengah umat manusia adalah karena kasih Allah yang begitu dalam bagi kita. Misi Yesus adalah untuk menyelamatkan kita dan memulihkan kita. Sementara kita mengambil langkah iman, Ia akan membangkitkan kita sebagaimana yang telah dilakukan-Nya atas diri anak perempuan sang kepada sinagoga dari kematiannya.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu untuk hasrat-Mu bekerja dengan penuh kuat-kuasa dalam kehidupan kami dan membawa kami lebih dekat lagi kepada Bapa surgawi. Ajarlah kami, ya Tuhan, untuk mengambil langkah iman dan mengalami sentuhan-Mu yang menyembuhkan. Kuatkanlah iman-kepercayaan kami dengan rahmat-Mu sehingga dengan demikian kami dapat mengenal-Mu dengan lebih mendalam lagi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 9:18-26), bacalah tulisan yang berjudul “IMAN AKAN SENTUHAN YESUS” (bacaan tanggal 10-7-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2011)

Cilandak, 6 Juli 2017 [Peringatan S. Maria Goretti, Perawan-Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements