LEBIH DARIPADA YUNUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVI – Senin, 24 Juli 2017) 

Pada waktu itu berkatalah bebeberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus, “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari Engkau.” Tetapi jawab-Nya kepada mereka, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan besar tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama orang-orang zaman Ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus! Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan akan bangkit bersama-sama orang-orang zaman ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Salomo!” (Mat 12:38-42) 

Bacaan Pertama: Kel 14:5-18; Mazmur Tanggapan: Kel 15:1-6 

“Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus” (Mat 12:39).

Yesus mengucapkan kata-kata ini pada waktu menanggapi permintaan beberapa orang ahli Taurat dan orang Farisi agar Ia membuat mukjizat atau tanda-tanda heran lainnya. Di bagian lain dari Injil Matius ini kita dapat membaca banyak mukjizat dibuat oleh Yesus, mukjizat-mukjizat mana dimaksudkan untuk menyatakan bahwa Dia adalah sungguh Mesias dari Allah (Mat 8:1-9:38). Semua karya ini mendorong orang untuk melihat mukjizat-mukjizat Yesus sebagai tanda-tanda otoritas-surgawi yang dimiliki-Nya. Mengapa sekarang Yesus menolak permintaan para ahli Taurat dan orang Farisi untuk mempertunjukkan “kemahiran”-Nya atau “kesaktian”-Nya sebagai seorang pembuat mukjizat?

Suatu pengamatan yang lebih mendalam mengungkapkan bahwa Yesus, walau pun Ia bertindak dengan berbagai cara, tetap saja tidak berubah dalam sikap-Nya terhadap orang-orang. Dengan konsisten Yesus berupaya untuk memimpin orang-orang kepada Kerajaan Bapa-Nya. Yesus mengetahui isi hati semua orang yang mendekati diri-Nya. Dengan hikmat spiritual Ia mengucapkan kata-kata yang dapat menggerakkan hati masing-masing orang untuk melihat dan percaya akan Kerajaan Allah. Apakah Ia berbicara secara keras atau dengan lemah lembut, motif Yesus adalah cintakasih.

Karena cintakasihlah permintaan dari beberapa orang ahli Taurat dan orang Farisi untuk melihat tanda-tanda ajaib Yesus ditolak-Nya. Dengan cara ini Yesus membongkar persoalan mereka yang sesungguhnya: Ketiadaan iman bukanlah disebabkan oleh bukti yang belum konklusif, namun dikarenakan hati mereka yang keras-membatu yang menolak mentah-mentah Yesus sebagai Dia yang diutus oleh Allah sendiri. Mukjizat-mukjizat Tuhan Yesus dimaksudkan untuk mengangkat pandangan mata orang-orang kepada Allah yang tanpa batas, namun para pemuka agama Yahudi ini menolak untuk memindahkan fokus mereka. Hanya ada satu saja tanda lagi yang akan diberikan-Nya – tanda nabi Yunus.

“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan besar tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam” (Mat 12:40). Di sini Yesus membuat alusi kepada penderitaan sengsara, kematian, pemakaman dan kebangkitan-Nya. Yesus sendirilah tanda yang akan diberikan! Pada saat orang-orang melihat dan memahami bahwa Dia “yang ada di sini lebih daripada Yunus” (Mat 12:41) – Putera Allah sendiri – maka hati mereka akan belajar merangkul Yesus dan karya Allah; mereka akan mampu untuk “membuang” hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Marilah kita memuji Allah dengan penuh sukacita untuk mereka yang telah percaya kepada Yesus Kristus dan telah menerima Kerajaan Allah ke dalam hati mereka masing-masing. Walaupun demikian, Allah terus menantang kita untuk memahami kebenaran Yesus secara lebih mendalam.

DOA: Bapa kami, Engkaulah Allah yang Mahapengasih dan Mahapenyayang. Curahkanlah rahmat-Mu kepada kami agar kami dapat melihat kemuliaan-Nya dan hidup oleh iman kepada-Nya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 12:38-42), bacalah tulisan yang berjudul “SALIB KRISTUS SEBAGAI SATU-SATUNYA TANDA” (bacaan tanggal 24-7-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-07 BACAAN HARIAN JULI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2012) 

Cilandak, 20 Juli 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements