SAMPAI HARI INI PUN YESUS MASIH MELAKUKAN PENYEMBUHAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXII – Rabu, 6 September 2017) 

Kemudian Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Lalu Ia berdiri di sisi perempuan itu dan mengusir demam itu, maka penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya ke atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Dialah Mesias.

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang terpencil. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Di kota-kota lain juga Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.” Lalu Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea. (Luk 4:38-44)

Bacaan Pertama: Kol 1:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 52:10-11

Ibu mertua Simon sedang sakit demam keras. Pada saat Ia datang ke rumah Simon, mereka meminta kepada Yesus supaya Dia menolong perempuan itu. Yesus mengusir demam itu dan penyakit itu pun meninggalkan dia (Luk 4:39). Bayangkan bagaimana terkejut dan terkesimanya Simon ketika dia melihat ibu mertuanya bangkit dan malah mulai melayani para tamu yang datang, padahal beberapa menit sebelumnya dia masih tergeletak sakit. Walaupun reaksi atau tanggapan Simon terhadap penyembuhan ini tidak dicatat oleh Lukas dalam Injilnya, reaksi sang murid terhadap mukjizat penangkapan ikan – yang terjadi tidak lama setelah peristiwa penyembuhan sang ibu mertua – jelas dan malah bersifat dramatis, … dia menyapa Yesus sebagai “Tuhan” (Kyrios), meninggalkan segala sesuatu lalu mengikut Yesus (Luk 5:8,11).

Di Kapernaum, Yesus menunjukkan bela rasa-Nya terhadap semua orang sakit dan Ia pun menyembuhkan mereka. Namun, lebih daripada itu, Yesus ingin membuka mata (-hati) orang-orang agar dapat melihat kerajaan Allah yang datang ke tengah dunia melalui berbagai mukjizat yang dibuat-Nya; Dia ingin setiap orang menerima diri-Nya sebagai Tuhan dan Mesias. Inilah yang terjadi dengan Simon: Ia melihat ibu mertuanya disembuhkan; ia melihat mukjizat penangkapan ikan; dengan demikian ia pun sujud di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, pergilah dari hadapanku, karena aku ini seorang berdosa”  (Luk 5:8).

Sampai pada hari inipun Yesus masih melakukan penyembuhan-penyembuhan. Apabila kita mengalami penyembuhan-penyembuhan dalam kehidupan kita sendiri atau dalam kehidupan orang-orang lain, kita juga harus melihat semua itu sebagai sebuah tanda bahwa Yesus adalah Tuhan dan bahwa Kerajaan-Nya datang kepada kita. Setiap penyembuhan adalah sebuah tanda rahmat berkaitan dengan kebangkitan orang mati yang akan datang.

Akan tetapi, banyak orang – barangkali termasuk diri kita sendiri – yang berdoa untuk kesembuhan dan tidak juga disembuhkan. Banyak orang yang kita doakan untuk kesembuhan tetap saja menderita sakit dan kemudian mati. Mengapa? Jawabnya adalah bahwa Kerajaan Allah telah datang ke tengah dunia, namun belum sepenuhnya didirikan. Hanya pada saat Yesus datang kembali dalam kemuliaan-Nya pada akhir zaman, maka semua itu dipenuhi dan Kerajaan Allah pun didirikan sepenuhnya.

Ketika hal ini terjadi, nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama tentang penyembuhan akan sepenuhnya digenapi (Yes 35:5-6). Lalu semua orang percaya akan dibuat utuh dalam Kristus, dan “Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka” (Yes 25:8). Oleh karena itu, marilah kita menantikan dengan penuh pengharapan akan saat Kerajaan Allah datang sepenuhnya dan setiap hal dibuat lengkap dalam Kristus.

DOA: Tuhan Yesus, tingkatkanlah iman kami melalui karya penyembuhan yang Engkau lakukan di tengah-tengah kami. Semoga tanda-tanda sedemikian dari kasih-setia-Mu menolong membuat kami senantiasa bersiap-siaga akan saat kedatangan-Mu kembali pada akhir zaman. Tolonglah kami agar mempunyai kerinduan akan kedatangan-Mu kembali pada saat mana semua air mata akan terhapuskan. Maranatha, datanglah Tuhan Yesus! Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 4:38-44), bacalah tulisan yang berjudul “HARUS TETAP ADA WAKTU UNTUK BERDOA” (bacaan tanggal 6-9-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2012) 

Cilandak, 2 September 2017 [Peringatan para martir Fransiskan pada masa Revolusi Perancis] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements