MENARUH KEPERCAYAAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH

(Bacaan Mazmur Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Prapaskah – Selasa, 6 Maret 2018) 

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, Ya TUHAN (YHWH), tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku. Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya YHWH, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya YHWH. YHWH itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang  rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. (Mzm 25:4-9) 

Bacaan Pertama: Dan 3:25,343-43; Bacaan Injil: Mat 18:21-35 

Allah, Bapa kita semua, sangat senang apabila kita datang kepada-Nya dan mohon bimbingan-Nya. Dia senang sekali untuk membuka hati kita kepada jalan-jalan-Nya. Mengapa? Karena Dia rindu untuk membuat kita menjadi serupa dengan Putera-Nya terkasih, Yesus Kristus. Kita dapat mempercayai Allah – kita dapat mengandalkan diri pada-Nya saja. Dia yang menciptakan segalanya tahu bagaimana semua itu bekerja bersama demi kebaikan. Tuhan Allah  telah menetapkan sebuah jalan untuk kita masing-masing, dan dengan melangkah di jalan itu kita dapat sampai ke dalam kepenuhan hidup yang dia ingin berikan kepada kita.

Kesabaran Allah dan belas kasih-Nya berasal dari kasih-Nya yang tak terbatas bagi kita. Dia tidak menginginkan apa pun yang menghalangi dan memisahkan kita dari diri-Nya. Apabila kita menyeleweng dari jalan yang telah ditetapkan-Nya bagi kita, Dia selalu menanti untuk menyambut kita kembali kepada-Nya. Sebagai seorang Bapa yang baik, Ia mengambil kita dan menolong kita untuk mengambil sedikit langkah lagi sepanjang jalan yang telah ditetapkan-Nya bagi kita. Pentinglah untuk kita pahami, bahwa Allah lebih tertarik mengajar kita untuk berjalan bersama-Nya daripada menghukum kita ketika kita jatuh ke dalam dosa!

Setiap hari kita mempunyai privilese menakjubkan untuk boleh berjalan bersama Allah yang Mahakuasa dan belajar dari Dia. Sepanjang hari-hari kita, Allah mengundang kita untuk memohon kepada-Nya hikmat-kebijaksanaan yang kita butuhkan untuk berurusan dengan berbagai tantangan dan pencobaan dalam kehidupan kita. Dalam Kitab Suci, Dia telah memberikan kepada kita sabda-Nya dan hikmat-Nya. Dalam doa, hati kita dapat disentuh dan diperlembut agar mau dan mampu mengasihi seperti Dia mengasihi. Dalam persekutuan dengan orang-orang Kristiani yang lain, kita mempunyai begitu banyak kesempatan praktis untuk belajar bagaimana memberi dan menerima kasih Allah. Untuk semua hal ini, dan banyak lagi, kita dapat bergembira dalam pemeliharaan Allah dan rencana-Nya yang sempurna bagi kita.

Sementara kita menyadari betapa mulianya kita mempunyai Allah sebagai Guru kita, kita juga akan melihat bahwa rasa takut dan khawatir kita berangsur menyusut dan kemudian menghilang. Kita akan mengenal dan mengalami damai sejahtera karena diliputi oleh kasih-Nya. Untuk mempersiapkan hati kita mendengarkan dan taat kepada suara Allah, marilah kita menghadap hadirat-Nya dan berterima kasih penuh syukur kepada-Nya untuk kepenuh-perhatian-Nya. Marilah kita mengingat belas kasih dan kesetiaan-Nya dari pembacaan dan permenungan kita atas bacaan dalam Kitab Suci, dan juga dalam kehidupan kita sendiri. Selagi dengan rendah hati mengakui ketergantungan kita kepada-Nya, maka hati kita pun akan diperlembut agar mampu “mendengar” dan taat kepada bisikan-bisikan-Nya.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih untuk rencana-Mu yang sempurna. Ampunilah aku karena suka mengandalkan hikmat-kebijaksanaanku sendiri. Aku menaruh kepercayaanku pada-Mu. Ajarlah aku untuk selalu berpaling kepada-Mu setiap kali aku harus mengambil keputusan, sehingga benar-benar dapat mengikuti jalan-Mu. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau selalu membimbingku dalam setiap langkah yang kuambil. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 18:21-35), bacalah tulisan yang berjudul “SAMPAI BERAPA KALI AKU HARUS MENGAMPUNI?” (bacaan tanggal 6-3-18) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 18-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2018. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2011) 

Cilandak, 4 Maret 2018 [HARI MINGGU PRAPASKAH III – TAHUN B] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements