Archive for March 28th, 2018

SEBAGAIMANA YHWH MEMBEBASKAN ORANG ISRAEL DARI PERBUDAKAN DI TANAH MESIR, YESUS MEMBEBASKAN KITA DARI PERBUDAKAN DOSA

SEBAGAIMANA YHWH MEMBEBASKAN ORANG ISRAEL DARI PERBUDAKAN DI TANAH MESIR, YESUS MEMBEBASKAN KITA DARI PERBUDAKAN DOSA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, TRI HARI PASKAH: KAMIS PUTIH, 29 Maret 2018)

Berfirmanlah TUHAN (YHWH) kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya. Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi YHWH.

Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, YHWH. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat daripada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. (Kel 12:1-8,11-14) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-13,15-18; Bacaan Kedua: 1Kor 11:23-26; Bacaan Injil: Yoh 13:1-15

Hari ini, pada awal Tri Hari (Triduum) Paskah yang agung, cocoklah apabila kita membaca narasi tentang orang-orang Israel yang sedang bersiap-siap untuk meninggalkan hidup perbudakan mereka di Mesir. Selama akhir pekan yang penuh kuasa dan rahmat ini, Allah memanggil kita juga untuk mempersiapkan diri untuk “keluaran” (exodus) kita sendiri menuju kebebasan yang telah dimenangkan oleh Putera-Nya yang tunggal, lewat kematian-Nya di kayu salib di Kalvari.

Sepanjang pekan ini, kita telah bertanya terus, “Apakah yang telah dicapai oleh Salib Kristus?” Sore ini, dalam cerita tentang Paskah yang pertama, kita dapat melihat sebuah “pratanda” dari darah yang akan dicurahkan oleh Yesus dari atas kayu salib, dan kuasa dari darah itu untuk mengalahkan dosa dan maut. Pada Paskah pertama, orang-orang Israel harus membubuhkan pada kedua tiang pintu rumah mereka dan juga ambangnya dengan darah anak domba (kambing) jantan yang mereka sembelih, sebagai perlindungan dari malaikat pembunuh. Anak domba itu tidak boleh bercacat, seperti Yesus yang tanpa dosa – suatu kurban persembahan kepada Bapa yang sempurna dan sepenuhnya dapat diterima. Sekarang, karena Dia mencurahkan darah-Nya bagi kita, Yesus juga telah memenangkan bagi kita perlindungan melawan kekuatan-kekuatan jahat.

Ketika Allah melihat darah Yesus, maka maut (kematian) dan dosa melewati kita (Paskah=Dia lewat). Melalui iman akan darah-Nya, kita mengalami “keluaran” kita sendiri dari perbudakan dosa dan dibawa ke hadapan hadirat-Nya. Upaya-upaya kita untuk membebaskan diri kita sendiri, untuk menyenangkan hati Allah, tidak akan berhasil sepenuhnya. Oleh karena itu, daripada mencoba untuk membuat diri kita kudus dengan mengandalkan kekuatan atau kerja keeras kita sendiri, kita harus yakin bahwa kita dilindungi oleh darah sang Anak Domba. Dengan demikian barulah kita mengenal dan mengalami perlindungan dari sengat dan tipu-daya si Jahat, juga pembebasan/pelepasan dari kuasa dosa.

YHWH menebus orang-orang Israel dari tanah Mesir, demikian pula Yesus juga menebus kita. Seperti Musa yang telah membebaskan orang-orang Israel dari penindasan Firaun, Yesus juga telah membebaskan kita dari perbudakan dosa/Iblis. Sementara kita memasuki akhir pekan yang penuh rahmat dan kuasa ini, marilah kita menaruh di hadapan-Nya segala hal yang selama ini telah membelenggu kita dengan cara-cara dunia ini. Marilah kita memohon kepada-Nya untuk menunjukkan kepada kita kemuliaan-Nya selagi kita menantikan-Nya pada akhir pekan ini.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah Penebus dan Juruselamatku. Dalam tiga hari ke depan ini aku menanti-nantikan kebangkitan-Mu dengan tongkat di tanganku, dengan kasut pada kakiku, dan pinggang yang terikat, siap untuk mengikuti Engkau menuju kebebasan sejati. Terpujilah Engkau selalu, ya Tuhan Yesus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 13:1-15), bacalah tulisan yang berjudul “PEMBASUHAN KAKI PARA MURID OLEH GURU DAN TUHAN MEREKA” (bacaan tanggal 29-3-18) dalam situs/blog PAX ET BONUM  http://catatanseorangofs.wordpress.com;  kategori: 18-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2018. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2011) 

Cilandak, 24 Maret 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

RIP Pater Martinus van Ooij, SCJ [1935-2018]

Pater Martin yang dikasihi Kristus,

Pada hari Sabtu malam yang baru lalu Esther dan saya mendapat kabar bahwa anda telah meninggal dunia. Kami tidak sempat/dapat berkomunikasi dengan anda pada waktu kami mengunjungi anda di ICCU RS Pondok Indah beberapa hari sebelumnya. Pada waktu itu saya hanya dapat berdoa sederhana dengan kata-kata berikut pada bagian akhir doa: “Biarlah kehendak-Mu saja yang terjadi, ya Tuhan!” Saya memang mendoakan kesembuhan anda juga karena kehadiran seorang Pater Martin van Ooij masih dibutuhkan di Gereja Santo Stefanus, Cilandak.

Pater, terima kasih banyak untuk pelayanan anda di Gereja Santo Stefanus, Cilandak, malah juga di KAJ. Anda adalah seorang misionaris sejati, misionaris tulen. Berbagai homili yang anda bawakan dalam Misa Kudus sungguh sangat sederhana dan membumi tanpa menghapus pokok pewartaan yang mau disampaikan kepada umat. Umat paroki Cilandak sangat bersyukur atas kehadiran Pater di tengah-tengah mereka. Demikian pula halnya dengan kami sebagai anggota-anggota umat. Pater tentu melihat dari “sana” betapa gereja kita dipenuhi umat yang sungguh berniat menghormati anda pada hari Minggu malam, doa non-stop berbagai unsur gereja sampai dengan hari Senin. Misa requiem pada hari Senin malam yang dipimpin oleh Bapak Uskup KAJ Ignatius Suharyo Pr juga dipenuhi umat …… sampai pelepasan rombongan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir di Lampung.

Pater Martin, kehadiran anda di tengah-tengah kami di paroki Cilandak banyak meninggalkan kenangan manis. Pengalaman saya di kamar pengakuan dengan anda sebagai Bapa Pengakuan beberapa tahun lalu masih segar dalam ingatan saya. Saya selalu bersyukur untuk pertemuan tersebut, bertemu dengan seorang pastor (gembala) yang selalu berwajah penuh kasih-sayang, bahkan kepada domba-dombanya yang berdosa.

Keprihatinan anda terhadap umat yang sedang menderita sakit sangat jelas dan nyata. Anda selalu mengajak umat untuk mendoakan orang-orang sakit, terutama yang menderita sakit kanker dan penyakit-penyakit lainnya. Terima kasih Pater Martin untuk pendampingan rohani yang anda berikan kepada puteri sulung kami, Maria Carolina Vidya Kusuma Epifani, pada saat-saat sebelum ia meninggal dunia karena menderita penyakit kanker di bulan Agustus tahun 2016.

Pater Martin, pada hari ini jenazah anda akan dimakamkan. Sekali lagi terima kasih penuh syukur kami panjatkan kepada Allah Yang Mahakasih karena memberikan kesempatan kepada umat paroki Cilandak untuk kenal dekat dengan anda, misionaris-Nya yang sejati. 

Selamat jalan Pater Martin, selamat jalan! Semoga anda tidak melupakan umat paroki Cilandak dengan doa-doa syafaat anda dari “sana”.

Terima kasih juga kepada tarekat SCJ yang mengutus Pater Martin untuk berkarya di Gereja Santo Stefanus, Cilandak.

Cilandak, 28 Maret 2018

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS