RENCANA ALLAH UNTUK MEMIMPIN KITA KEPADA SUATU KEHIDUPAN YANG PENUH DENGAN KEMULIAAN

(Bacaan Pertama Upacara, TRIHARI PASKAH: HARI JUMAT AGUNG, 30 Maret 2018) 

Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia – begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi – demikianlah ia akan membuat tercengang  banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN (YHWH) dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan YHWH dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan  bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi YHWH  telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan gtipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi YHWH berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak YHWH akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. (Yes 52:13-53:12)

Mazmur Tanggapan: Mzm 31:2,6,12-13,15-17,25; Bacaan Kedua: Ibr 4:14-16; 5:7-9; Bacaan Injil: Yoh 18:1-19:42 

Biarlah bumi sunyi-senyap pada hari ini, karena inilah hari di mana Penciptanya mati. Penampilan Yesus terlihat begitu “rusak” disebabkan oleh penyaliban sehingga Dia kelihatan lebih-lebih sebagai seekor hewan kurban daripada seorang manusia. Yesus mencurahkan darah-Nya dan menyerahkan hidup-Nya sebagai pengganti dari hukuman yang sebenarnya pantas kita terima karena dosa-dosa kita. Walaupun kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, Yesus akan datang kembali dalam kemuliaan-Nya kelak untuk menghakimi orang hidup dan mati.

Yesus – sang Raja dari segala raja – datang ke tengah dunia dalam keadaan yang dina, lahir di kandang hewan, anak laki-laki dari seorang tukang kayu miskin dari Nazaret, sebuah “kampung” kecil di Galilea. Dia ikut ambil bagian dalam kepedihan hidup orang-orang miskin, orang-orang sakit, dan orang-orang yang tertindas dalam masyarakat. Ia melayani kebutuhan-kebutuhan mereka, baik kebutuh fisik maupun kebutuhan spiritual. Akan tetapi, bagaimana pun banyaknya perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh-Nya, Dia dihina dan ditolak oleh sebagian besar pemuka/pemimpin agama Yahudi pada waktu itu. Yesus mengasihi setiap orang yang dijumpai-Nya dan menerima undangan-undangan makan dengan orang-orang dari setiap tingkatan dalam masyarakat. Ia ingin agar mereka tahu bahwa Bapa surgawi sangat mengasihi mereka. Namun pada akhirnya Dia ditolak. Malahan kelihatan seakan-akan Allah telah melupakan diri-Nya, …… membuang-Nya!

Marilah sekarang kita bertanya kepada diri kita masing-masing: “Apakah aku sungguh menghargai kenyataan bahwa untuk menebus dosa-dosakulah Yesus mati di kayu salib? Sampai berapa mendalam kebenaran ini mempengaruhi kehidupanku sehari-hari? Sadarkah aku bahwa walaupun aku telah banyak berdosa, Allah tetap mengasihiku dan memanggil aku untuk menerima kasih-Nya? Apakah aku mengasihi sang “Anak Domba Allah” yang mengambil tanggung-jawab untuk segala dosaku? “Sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya saja Ia tidak berbuat dosa” (Ibr 4:15). Memang Yesus tidak mempunyai dosa apapun, namun Ia diadili dalam “pengadilan dagelan”, disiksa, dihukum sampai mati di atas kayu salib. Ia tidak mengeluh dan Ia menerima penderitaan sengsara-Nya …… demi kita.

Yesus melihat ke depan bahwa setelah kematian-Nya, kita akan diberkati apabila percaya kepada-Nya. Hal itu sangat membuat-Nya penuh sukacita. Yesus sungguh rindu untuk melihat kita menerima penebusan kita. Sekarang, dapatkah anda menerima kehendak Allah untuk memanggul salib anda, menyangkal diri, dan mengikut Yesus? Dapatkah anda menaruh kepercayaan pada rencana Allah untuk memimpin anda kepada suatu kehidupan penuh kemuliaan? Ia sekarang telah bangkit, oleh karena itu baiklah kita bersama sang pemazmur berseru kepada kepada-Nya: “Engkau membebaskan aku, ya TUHAN (YHWH), Allah yang setia” (Mzm 31:6).

DOA: Tuhan Yesus Kristus, aku percaya bahwa Engkau mencurahkan darah-Mu untuk mengampuni dosa-dosaku dan untuk menawarkan kepadaku suatu kehidupan baru. Bebas dari rasa bersalah dan malu, dengan berani aku mendekati takhta Bapa surgawi. Aku menerima anugerah darah dan kuasa-Mu untuk mengatasi godaan dan mengampuni orang-orang yang bersalah kepadaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 52:13-53:12), bacalah tulisan berjudul “KEMATIAN DAN KEBANGKITAN YESUS SEBAGAI PUSAT SEGALANYA” (bacaan tanggal 30-3-18) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 18-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2018. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2012) 

Cilandak, 28 Maret 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements