YESUS DAN BAPA DI SURGA ADALAH SATU  

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Selasa, 24 April 2018)

Keluarga Besar Frasiskan: Peringatan S. Fidelis dr Sigmaringen, Imam Martir

OFMCap Provinsi Sibolga: Hari Raya S. Fidelis dr Sigmaringen, Imam Martir

Tidak lama kemudian tibalah hari raya Penahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo, Lalu orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya, “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka, “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:22-30)

Bacaan Pertama: Kis 11:19-26;  Mazmur Tanggapan: Mzm  87:1-7

“Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30)

Ini adalah sebuah pernyataan yang bukan main-main dan sangat mendalam! Kita dapat membayangkan bagaimana reaksi yang bermunculan di kalangan para pendengar sabda Yesus ini. Bagaimana tanggapan mereka terhadap kebenaran hakiki ini! Sejumlah orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus yang mengklaim diri-Nya setara dengan Allah (Yoh 10:31; bdk. Yoh 5:18). Di lain pihak barangkali ada juga orang-orang yang begitu terkejut sehingga mereka mulai merenungkan apa yang baru saja dikatakan  dan dilakukan oleh Yesus dalam terang klaim tersebut.

Tidak ada seorang pun dari para pendengar Yesus yang dapat membayangkan untuk berjumpa dengan Allah sendiri secara “muka ketemu muka” (face-to-face). Namun Yesus memegang janji akan terjalinnya relasi yang akan berdampak atas kehidupan mereka selamanya. Dia berkata kepada Filipus murid-Nya: “Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh 14:9). Dalam setiap hal yang dikatakan-Nya dan dilakukan-Nya, Yesus menyatakan satu lagi dimensi Allah – Bapa surgawi dari mereka.

Setiap kali Yesus menyembuhkan penyakit seorang manusia, Dia menyatakan/mengungkapkan bela-rasa Bapa surgawi (Mat 9:2-8; Mrk 10:46-52; Luk 7:11-15). Yesus mengungkapkan belas-kasih atau kerahiman Bapa surgawi yang tak mengenal batas ketika Dia mengampuni perempuan yang tertangkap basah sedang berzinah (Yoh 8:1-11) and menawarkan air hidup kepada seorang perempuan Samaria (Yoh 4:1-42). Yesus menunjukkan kuat-kuat Allah yang mahadahsyat ketika Dia membuat tenang amukan angin topan yang mengancam dan membuat takut para murid-Nya ketika mereka berada dalam perahu (Mrk 4:36-41). Yesus berada di atas hukum alam, ketika dia berjalan di atas air mendekati perahu yang ditumpangi para murid-Nya dan sedang terombang-ambing oleh gelombang karena angin sakal (Mat 14:25-27). Ia juga melewati tembok kokoh ketika menemui para murid setelah kebangkitan-Nya (Yoh 20:19). Yesus menunjukkan kebenaran Allah ketika Dia membalikkan meja-meja para penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dalam Bait Allah di Yerusalem (Mrk 11:15-17). Yesus juga senantiasa mengungkapkan hikmat Allah selagi Dia menjawab/menanggapi upaya-upaya para pemimpin agama Yahudi untuk menjebak diri-Nya (Mat 22:23-32; Mrk 12:14-17; Luk 5:20-25).

Dengan kebenaran-kebenaran indah demikian di hadapan kita, kita dapat merasa nyaman. Melalui Yesus, tidak hanya kita dapat mengenal Bapa surgawi secara pribadi, kita dapat menjadi milik-Nya pribadi – sekarang dan selamanya. Marilah sekarang kita mendengarkan janji Yesus berikut ini: “Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Yoh 10:29).

DOA: Bapa surgawi, kami membuka hati kami bagi-Mu. Ajarlah kami apa artinya menjadi anak-anak-Mu, yang dilindungi dan dipelihara serta dirawat oleh Putera-Mu terkasih, sang “Gembala yang Baik”. Tolonglah kami agar senantiasa dekat dengan Yesus karena memang Dialah satu-satunya andalan kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 10:22-30), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MENYERAHKAN HIDUP-NYA BAGI KITA” (bacaan tanggal 24-4-18) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 18-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2018. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2012) 

Cilandak, 22 April 2018 [HARI MINGGU PASKAH IV – TAHUN B] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements