MINTALAH MAKA KAMU AKAN MENERIMA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Sabtu, 12 Mei 2018)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Leopoldus Mandic, Imam Kapusin

OSF: Hari Raya Margaretha Bloching/Pendiri Tarekat, Perawan

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Tidak Aku katakan kepadamu bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” (Yoh 16:23b-28) 

Bacaan Pertama: Kis 18:9-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3,8-10 

“Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” (Yoh 16:24)

Yesus, yang adalah satu dengan Bapa; mengenal hati Allah secara intim. Setiap hari, Dia ingin berbicara kepada kita tentang kasih Bapa yang begitu besar bagi kita. Dia ingin mengatakan kepada kita tentang hasrat Bapa untuk memberikan kita rahmat dan kekuatan-Nya, dan memberikan kita kebebasan, sebagai anak-anak-Nya, untuk langsung pergi kepada-Nya dengan segala permintaan kita. Oh, kita sungguh mempunyai Allah yang begitu mengasihi kita dan mahamurah. Allah tidak menempatkan penghalang apa pun bagi orang-orang untuk menemui-Nya. Dia telah melakukan segalanya untuk membuka jalan bagi kita untuk datang menghadap hadirat-Nya. Dia bahkan memberikan Anak-Nya sendiri, Yesus, agar kita dapat direkonsiliasikan dengan diri-Nya.

Walaupun demikian, kadang-kadang sikap skeptis manusiawi kita atau keragu-raguan kita untuk melenturkan sikap siap-siaga kita yang kaku akan menghalang-halangi kemampuan kita untuk menerima kasih-Nya. Kita cenderung berpikir bahwa kita perlu melakukan hal yang benar dan menyenangkan Allah sebelum Ia mengasihi kita. Dalam hal ini kita harus senantiasa mengingat kebenaran sederhana, bahwa Allah mengasihi karena Dia membuat/menciptakan kita dan mempermaklumkan kita sebagai “sangat baik” (Kej 1:31). Barangkali kita berpikir: “Allah tidak mengasihi diriku karena dosa-dosaku yang sudah segudang banyaknya ini.”  Di sini kita harus mempercayai sepenuhnya apa yang ditulis oleh Santo Paulus: “Akan tetapi, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita” (Rm 5:8). Kasih-Nya kepada kita tidak pernah luntur, apa pun yang telah kita perbuat.

Thomas Hobbes mengatakan “homo homini lupus”, artinya “manusia adalah serigala bagi manusia lainnya”. Dalam dunia di mana serigala makan serigala seperti ini, maka mengakui kebutuhan kita menunjukkan bahwa kita lemah. Dengan demikian, kita menolak pikiran untuk menceritakan kepada Allah – atau bahkan mengaku kepada diri kita sendiri – betapa banyak kita membutuhkan kasih-Nya. Meskipun begitu, sesungguhnya kita semua lemah dalam banyak hal, maka kita sungguh membutuhkan kasih-Nya.

Allah rindu untuk menarik kita agar berada dekat dengan hati-Nya, untuk mendengar pengakuan kita bahwa kita sungguh membutuhkan Dia. Setiap hari kita dapat berpaling kepada-Nya dalam doa dan mohon kepada-Nya untuk menanamkan realitas kasih-Nya ke dalam hati kita. Kita dapat mendekati Dia setiap saat dan mohon pengampunan-Nya dan sentuhan kesembuhan-Nya. Mengalami kasih-Nya akan mendorong kita untuk mengikuti Dia secara lebih dekat lagi. Marilah kita membuka hati kita bagi Dia pada hari ini dalam doa dan memperkenankan Dia untuk mengisi diri kita dengan kehadiran-Nya.

DOA: Bapa surgawi, lelehkanlah apa saja dalam diri kami yang menghalangi kami menerima kasih-Mu. Kami tidak merasa malu untuk mengakui kebutuhan kami akan Dikau. Datanglah, ya Roh Kudus, dan penuhilah diri kami dengan curahan kasih-Mu pada hari Pentakosta. Semoga kami menjadi sumber air kasih-Mu bagi orang-orang di sekeliling kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:23b-28), bacalah tulisan yang berjudul  “MINTA KEPADA BAPA DALAM NAMA YESUS” (bacaan tanggal 12-5-18) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 18-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2018.

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2012) 

Cilandak,10 Mei  2018 [HARI RAYA KENAIKAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements