DOA YESUS KEPADA BAPA-NYA UNTUK PARA MURID

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Selasa, 15 Mei 2018)

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata, “Bapa, telah tiba saatnya; muliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai Yesus Kristus yang  telah Engkau utus. Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. Dan sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari Engkau. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan  kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari Engkau dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dimuliakan di dalam mereka. Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan aku datang kepada-Mu. (Yoh 17:1-11a)

Bacaan Pertama: Kis 20:17-27; Mazmur Tanggapan: Mzm 68:10-11.20-21

Diskursus terakhir dalam Injil Yohanes adalah sebuah doa syafaat. Dalam doa ini Yesus menegaskan bahwa saatnya telah tiba bagi diri-Nya untuk pergi kepada Bapa-Nya di surga. Yesus berdoa mohon agar Bapa memuliakan diri-Nya karena dengan melakukan hal itu Bapa-Nya pun akan dimuliakan oleh-Nya (Yoh 17:1). Bapa surgawi memberikan kepada Yesus kuasa atas segala yang hidup, dengan demikian Yesus akan memberikan hidup kekal kepada semua orang yang telah diberikan Bapa kepada-Nya. Hidup kekal dicapai melalui persatuan dengan Allah dan dengan Putera-Nya (lihat Yoh 17:3).

Yesus mendasarkan doa-Nya untuk kemuliaan ini pada kenyataan bahwa Dia telah menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan Bapa kepada-Nya untuk mana Dia diutus (Yoh 17:4). Jadi, sekarang Yesus sudah berada dalam tahapan memperoleh kembali kemuliaan yang dimiliki-Nya sejak dunia ada, memang hak-Nya sebagai Putera tunggal Allah (lihat Yoh 1:14), sehingga dengan demikian semua umat beriman dapat ikut ambil bagian dalam kemuliaan-Nya itu (lihat Yoh 17:24).

Yesus berdoa syafaat untuk para murid-Nya yang telah diberikan oleh Bapa kepada-Nya. Para murid tahu  benar-benar bahwa Yesus datang dari Bapa dan mereka percaya bahwa Bapa telah mengutus-Nya, dan mereka menerima firman yang disampaikan oleh-Nya kepada mereka, firman yang telah diterima-Nya dari Bapa (lihat Yoh 17:8). Oleh karena itu para murid layak untuk didoakan oleh-Nya serta diperhatikan oleh Bapa surgawi, walaupun belakangan sebagian besar dari mereka pun goyah dan meninggalkan Yesus ketika menanggung sengsara dan wafat di kayu salib. Para murid itu layak didoakan karena pertimbangan iman-kepercayaan mereka, bukan atas dasar kekuatan mereka.

Doa syafaat Yesus ini adalah bagi para murid-Nya (termasuk semua orang yang kemudian menjadi pengikut-Nya di sepanjang masa) karena mereka adalah satu-satunya yang mengenal Allah melalui Dia yang diutus Allah (lihat Yoh 17:25). Sebaliknya, dunia yang tidak mengenal dan percaya kepada Putera tidak mempunyai klaim atas doa syafaat Yesus itu (lihat Yoh 17:9). Selagi Yesus masih berada di dunia, Dia adalah Pribadi yang menjadi pengikat persatuan dan kesatuan para murid. Sekarang, karena Dia sudah mau pergi meninggalkan mereka dan pergi kepada Bapa-Nya, maka para murid harus memelihara persatuan dan kesatuan antara mereka (Yoh 17:11).

Dalam pekan menjelang Pentakosta ini, selagi kita dikonfrontasikan oleh dosa dan kegelapan dunia seperti serentetan terorisme di tanah air, marilah kita ingat-ingat akan doa syafaat Yesus bagi para murid-Nya ini (termasuk kita juga) dan bergembira penuh sukacita atas kenyataan bahwa Yesus masih terus melakukan doa syafaat bagi kita. Dia telah memberikan kepada kita Roh Kudus-Nya untuk mengingatkan kita akan hal-hal tersebut, teristimewa mengingatkan kita bahwa Dia – Tuhan dan Juruselamat kita – telah menang bagi kita semua umat beriman.

DOA: Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah api cintakasih-Mu. Baharuilah muka bumi ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 17:1-11a), bacalah tulisan yang berjudul “YANG ALLAH INGINKAN KITA LAKUKAN HANYALAH SEBAGIAN DARI SESUATU YANG JAUH LEBIH BESAR” (bacaan tanggal 15-5-18) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 18-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2018. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2011) 

Cilandak, 14 Mei 2018 [Pesta S. Matias, Rasul] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements