JANGAN KAMU CEGAH DIA!

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VII – Rabu, 23 Mei 2018) 

Kata Yohanes kepada Yesus, “Guru, kami melihat seseorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah dia, karena dia bukan pengikut kita.” Tetapi kata Yesus, “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Siapa saja yang tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. (Mrk 9:38-40) 

Bacaan Pertama: Yak 4:13-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 49:2-3,6-11 

Bacaan Injil hari ini berbicara mengenai kepemimpinan dalam Gereja. Murid-murid Yesus (para rasul) menghentikan seseorang yang tidak termasuk kelompok mereka untuk berkarya dalam nama Yesus (Mrk 9:38). Para murid itu kiranya tidak ingin orang lain mendapat pengakuan karena dapat mengusir roh jahat dalam nama Yesus.

Sikap dan tindakan para murid ini memang terasa ironis karena tidak lama sebelum itu – dalam bab yang sama – mereka  terbukti tidak mampu mengusir roh jahat dalam nama Yesus. Ayah dari seorang anak yang kerasukan roh yang membisukan melapor kepada Yesus yang baru saja turun gunung  tinggi bersama tiga orang murid-Nya (peristiwa transfigurasi): “Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh-roh itu, tetapi mereka tidak dapat” (Mrk 9:18). Setelah anak itu disembuhkan – ketika Yesus bersama para murid-Nya sendirian dengan Dia, para murid-Nya sendiri bertanya kepada-Nya: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” (Mrk 9:28).

Para murid kiranya menganggap nama Yesus dapat dipatenkan atau sebagai hak monopoli mereka. Mereka merasa berhak mengatur siapa-siapa yang saja yang boleh memakai nama Yesus. “Keuntungan” yang akan mereka peroleh dari “hak” itu sangatlah besar tentunya.

Seperti telah kita lihat, justru kepemimpinan yang hanya mementingkan diri sendiri inilah yang ditentang oleh Yesus dalam diri para pemimpin Yudaisme (Kaum Farisi dll.) Yesus menekankan bahwa Allah justru ingin memperbanyak orang-orang yang mendapatkan kasih-Nya dan bukan membatasinya. Jadi setiap orang dapat mengambil bagian dalam pewartaan Kerajaan Allah – bahkan juga orang-orang yang tidak menguntungkan para pemimpin (lihat Mrk 9:39-40). Malah bukan hanya para pemimpin, tetapi setiap orang dapat memperoleh ganjaran karena melakukan misi Kristiani (lihat ayat 41 yang berada di luar bacaan Injil hari ini).

Lagi-lagi Yesus menjungkir-balikkan harapan para murid-Nya: posisi pemimpin tidak pernah boleh digunakan untuk menguntungkan diri sendiri, demikian sabda-Nya, jadilah teladan bagi orang lain (lihat Mrk 9:42-50). Kepemimpinan dalam Gereja tidak berarti mencari keuntungan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kepentingan orang-orang lain.

DOA: Tuhan Yesus, oleh kuat-kuasa Roh Kudus-Mu sadarkanlah diri para pemimpin dan pemuka umat dan perbaikilah segala sikap dan perilaku mereka yang buruk, yang telah merugikan orang-orang lain dan menjadi teladan buruk bagi umat dan masyarakat pada umumnya.

Yesus, aku adalah milik-Mu sepenuhnya dan sungguh mau menjadi murid-Mu yang baik dan setia. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 9:38-40), bacalah tulisan yang berjudul “MELESET DAN MELESET LAGI” (bacaan tanggal 23-5-18) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 18-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2018. 

Cilandak, 20 Mei 2018 [HARI RAYA PENTAKOSTA] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements