SEBAGAI SEORANG ANAK KECIL

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Filipus Neri, Imam – Sabtu, 26 Mei 2018)

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menyentuh mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Melihat hal itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka, “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan halang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti inilah yang memiliki Kerajaan Allah. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya di atas mereka ia memberkati mereka. (Mrk 10:13-16) 

Bacaan Pertama: Yak 5:13-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 141:1-3,8 

Apakah anda pernah mencoba menelpon seorang menteri atau merencanakan pertemuan dengan seorang CEO (Chief Executive Officer) sebuah grup usaha konglomerasi? Apabila anda pernah melakukannya, maka anda tahu betapa sulitnya untuk bertemu dengan orang-orang top level seperti itu, walaupun katakanlah bahwa sang menteri itu teman satu angkatan (satu kelas) dengan anda ketika kuliah dahulu dan sang CEO itu sudah anda kenal sejak bisnisnya masih relatif kecil. Biasanya orang-orang “top” seperti itu dikelilingi oleh para staf dan pengawal yang membatasi akses kepada mereka. Namun demikian, tidak semua orang “penting” begitu sulit untuk ditemui. Ingatkah anda akan foto-foto anak laki-laki Presiden John F. Kennedy yang dikenal dengan nama akrab “John-John” yang dengan bebasnya keluar-masuk ruang kerja Presiden Amerika Serikat yang dinamakan Oval Office, sementara ayahnya sedang bekerja atau sedang rapat dengan tokoh-tokoh dunia di tempat itu.

Dalam bacaan Injil ini kita melihat bahwa para murid Yesus bertindak-tanduk seperti para pengawal orang “penting” yang diceritakan di atas, ketika mereka memarahi para orangtua yang membawa anak-anak mereka agar mendapat berkat istimewa dari Yesus. Menurut pandangan para murid, anak-anak itu begitu tidak berarti untuk memperoleh waktu dan perhatian Yesus. Biar bagaimana pun juga, kan Yesus begitu sibuk menyembuhkan orang sakit dan harus senantiasa siap menghadapi para lawannya karena setiap saat para pemuka agama Yahudi itu mengamati gerak-gerik-Nya dan menyerang-Nya apabila ada kesempatan. Oleh karena itu, mengapa Yesus harus pusing-pusing direpotkan oleh anak-anak kecil itu? Namun Yesus tidak senang dengan pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh para “pengawal”-Nya. Bertolak belakang dengan ekspektasi para murid-Nya, Yesus malah memarahi mereka – orang-orang terdekat-Nya – dan menyambut anak-anak itu dengan bebas dan penuh bahagia.

Para murid kiranya terkejut ketika Yesus mengatakan kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan halang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti inilah yang memiliki Kerajaan Allah” (Mrk 10:14). Anak-anak kecil? Tentunya para murid menjadi lebih kaget lagi ketika Yesus berkata: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya” (Mrk 10:15). Sekali lagi Yesus menjungkir-balikkan nilai-nilai yang dianut oleh para murid-Nya.

Para orangtua mengasihi anak-anak mereka karena mereka adalah memang anak-anak  sendiri, bukan karena mereka telah melakukan sesuatu sehingga pantas memperoleh kasih dari para orangtua itu. Anak-anak kecil juga secara naluriah mempercayai para orangtua mereka akan menjaga mereka. Demikian pula Allah ingin agar kita menaruh kepercayaan bahwa Dia akan menjaga dan memelihara kita, anak-anak-Nya. Kerajaan-Nya adalah sebuah pemberian atau karunia yang bersifat gratis, bukan imbalan atas pekerjaan baik kita. Dia ingin agar kita menerima karunia-Nya secara gratis, dengan keyakinan bahwa Dia telah memberikan kepada kita sesuatu yang tidak mungkin dapat kita terima walaupun dengan pekerjaan baik kita.

Dalam doa kita, marilah kita masing-masing menghadap hadirat Allah sebagai seorang anak kecil dengan rasa percaya dan melihat kasih-Nya bagi kita. Marilah kita datang kepada-Nya dengan segala kebutuhan kita seraya memperhatikan bagaimana Dia memberikan keamanan dan keyakinan kepada kita. Marilah kita masing-masing datang kepada-Nya sebagai anak-Nya, karena memang itulah kita!

DOA: Bapa surgawi, ajarlah aku agar dapat menjadi seperti anak kecil dalam caraku bergantung pada-Mu. Berikanlah kepadaku Roh Kudus-Mu untuk menolongku agar dapat memiliki juga pikiran dan hati-Mu. Aku ingin menerima Kerajaan-Mu dengan sukacita dan penuh rasa syukur. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 10:13-16), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS INGIN AGAR ANAK-ANAK ITU DATANG KEPADA-NYA” (bacaan tanggal 26-5-18) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 18-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2018. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2013) 

Cilandak, 21 Mei 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements