ALLAH TIDAK PERNAH DAPAT DIKALAHKAN DALAM SOAL KEMURAHAN HATI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVII – Kamis, 11 Oktober 2018)

 

Lalu kata-Nya kepada mereka, “Jika seorang di antara kamu mempunyai seorang sahabat dan pada tengah malam pergi kepadanya dan berkata kepadanya: Sahabat, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Karena itu, Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan. Bapak manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan, akan memberikan ular kepada anaknya itu sebagai ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya  kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Luk 11:5-13) 

Bacaan Pertama: Gal 3:1-5; Mazmur Tanggapan: Luk 1:69-75 

Berapa banyak anak muda yang anda kenal yang berpikir bahwa mereka akan cool atau “keren” sekali apabila mempunyai seorang ayah sama kayanya dengan pendiri Microsoft dan milyarder (US$) Bill Gates, atau Jack Ma, boss grup usaha ALI BABA? Dengan seorang ayah yang sedemikian kaya-raya,  mereka akan memiliki segala macam benda yang mereka inginkan.  Namun apakah orangtua itu sama kayanya dengan Bill Gates atau harus berjuang sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya, kebanyakan dari mereka mempunyai satu hal yang sama: Mereka akan mencoba untuk menyenangkan hati anak mereka. Kemurahan-hati kelihatannya merupakan bagian yang alamiah dari fungsi seorang pribadi manusia sebagai orangtua dari anak-anaknya.

PERUMPAMAAN TENTANG BERDOA DENGAN TEKUN

Namun demikian, sebagai manusia, para orangtua memiliki keterbatasan. Bahkan orangtua yang paling bermurah-hati pun tidak dapat memberikan segalanya kepada anak-anaknya seperti halnya dengan Allah. Sebagai sang Pencipta yang Mahakuasa, Allah mempunyai setiap hal, baik yang bersifat materiil maupun spiritual dan emosional untuk memenuhi kebutuhan kita. Tanda yang paling puncak dari kasih Allah yang tanpa batas itu adalah karunia-Nya berupa Anak-Nya sendiri yang tunggal untuk keselamatan kita (Yoh 3:16).

Allah tidak pernah dapat dikalahkan dalam soal kemurahan-hati terhadap anak-anak-Nya. Dia telah mengklaim kita masing sebagai anak-anak-Nya sendiri dan ingin mencurahkan kepada kita segala kekayaan yang melimpah. Akan tetapi, dalam menerima kemurahan hati Allah, kadang-kadang kita harus sabar dan mempunyai pikiran yang terbuka. Allah mengetahui kebutuhan-kebutuhan kita – bahkan lebih tahu dari kita sendiri – dan dengan kemurahan hati Dia akan memberikan kepada kita segalanya yang kita butuhkan. Akan tetapi pemberian-Nya tidak selalu akan seperti yang kita harapkan. Seperti sang sahabat dalam bacaan Injil hari ini, kita perlu siap-siaga dalam menantikan tanggapan Allah, terbuka bagi kemungkinan bahwa Dia dapat datang dengan suatu kejutan yang tidak pernah kita harap-harapkan. Bahkan apabila Dia menunda dalam memberikan tanggapan-Nya, kita harus tetap menaruh kepercayaan kepada-Nya, sambil terus menolak godaan untuk berpaling kepada seseorang atau sesuatu yang lain guna memenuhi kebutuhan kita.

Apakah kita sedang merasa lapar akan makanan atau pengampunan, atau iman, Allah menanggapi permintaan kita dengan serius. Ia mempunyai karunia-karunia (anugerah-anugerah) yang tersedia setiap saat bagi semua anak-anak-Nya. Oleh karena itu kita tidak perlu takut memohon kepada-Nya untuk mencurahkan berbagai karunia/anugerah tersebut ke atas diri kita. Allah mempunyai kerinduan untuk mencurahkan berkat-berkat-Nya atas diri siapa saja yang datang menghadap hadirat-Nya. Dia bahkan akan memberikan Roh Kudus-Nya sendiri!

DOA: Allah segala kebaikan, aku memuliakan Engkau sebagai Bapa yang Mahamurah dan Mahapengasih! Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk anugerah-Mu yang begitu menakjubkan, yaitu Roh Kudus. Roh Kudus inilah yang menopang dan menjiwai hidupku. Bermurah-hatilah, ya Bapa, kepadaku dan semua orang yang datang menghadap hadirat-Mu untuk mohon anugerah-Mu yang agung dan menakjubkan ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 11:5-13), bacalah tulisan yang berjudul “DENGAN RENDAH HATI DAN TEKUN BERDOA KEPADA BAPA DALAM NAMA YESUS” (bacaan tanggal 11-10-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 18-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2018. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2012) 

Cilandak, 9 Oktober 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements