CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH DAN KEHENDAK-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XI – Sabtu, 22 Juni 2019)

“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Karena itu, Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir tentang hidupmu, mengenai apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula tentang tubuhmu, mengenai apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu di surga. Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambah sehasta saja pada jalan hidupnya? Mengapa kamu khawatir mengenai pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi, jika demikian Allah mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Karena itu, janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Karena itu, janganlah kamu khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Mat 6:24-34) 

Bacaan Pertama: 2Kor 12:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 34:8-13

“…… carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33)

Perintah Yesus ini terasa penuh kuasa dan juga disertai dengan sebuah janji. Bagi guru-guru spiritual tertentu, kesempurnaan adalah absennya hasrat pribadi. Namun bagi Yesus, kesempurnaan bukanlah absennya hasrat pribadi melainkan justru harus ada, yaitu rasa haus dan lapar akan Allah. Mereka yang mencarilah yang akan mendapatkan. Ingatlah bahwa Yesus bersabda: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan” (Mat 7:7-8). Sebelum menyembuhkan dua orang buta di Yerikho, Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu kehendaki Kuperbuat bagimu?” (Mat 20:32). Orang yang tidak mempunyai rasa haus dan lapar tidak pernah akan dikenyangkan. Jenazah orang mati tidak mempunyai hasrat apapun. Lain halnya dengan orang-orang yang merasa haus dan lapar akan kebenaran; mereka akan dipuaskan (lihat Mat 5:6).

Yesus bersabda, “Carilah dahulu …”  Yesus tidak mengatakan, “Jangan cari hal-hal yang lain.”  Yesus mengajar kita untuk mohon diberikan makanan secukupnya (Mat 5:11). Ia juga menjawab berbagai doa permohonan akan kesembuhan. Segala macam doa permohonan untuk kebutuhan bagi pribadi dan keluarga tidaklah sulit bagi kita semua. Namun demikian tidaklah mudah untuk menempatkan doa bagi “Kerajaan Allah dan kehendak-Nya” sebelum permohonan-permohonan lainnya. Untuk itu baiklah kita melihat kembali “Doa Bapa Kami” yang diajarkan oleh Yesus sendiri: “…… datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga” (Mat 6:10). Bukankah dalam “Doa Bapa Kami” ini kita ajukan sebelum permohonan-permohonan yang lain?

Dalam prakteknya hal ini berarti menetapkan skala prioritas. Dalam Perjanjian Lama Allah memerintahkan umat-Nya untuk mematuhi hari Sabat dan memelihara kesuciannya dst. Bagi kita yang di jaman NOW ini, kita juga harus memprioritaskan waktu kita yang memang terbatas. Marilah kita sejenak diam dalam keheningan dan melakukan peninjauan kembali atas manajemen waktu (time management) kita. Apakah kita menyisihkan waktu misalnya sepuluh menit setiap hari untuk membaca sabda Allah dalam Kitab Suci? Berapa banyak waktu yang kita gunakan setiap harinya untuk menonton sinetron di TV, main computer games, ber wa-wa ria dalam grup WA, face-book dlsb.? Apakah kita dapat menyusun kembali waktu sepekan kita untuk misalnya memasukkan acara kegiatan mengunjungi orang sakit dlsb.?

Selain waktu kita juga dapat melihat bagaimana diri kita menetapkan skala prioritas terhadap berbagai penggunaan uang kita. Penyusunan anggaran atau budgeting adalah hal yang wajar. Namun apabila kita mengimani bahwa semua yang kita miliki/peroleh adalah anugerah/karunia dari Allah, maka yang pertama-tama harus kita prioritaskan adalah berapa persen (%) yang harus kita kembalikan kepada Tuhan dan pekerjaan-Nya dan barulah kemudian kita pikirkan kebutuhan-kebutuhan kita lainnya.

Jika kita mengandalkan diri pada Roh Kudus, maka Dia akan membimbing kita setiap hari untuk memilih langkah-langkah kecil yang akan memimpin kita semakin dekat kepada Allah.

Selagi kita bekerja sama dengan Roh Kudus, kita akan melihat Kerajaan Allah secara lebih nyata lagi dalam kehidupan kita. Berikut ini adalah beberapa langkah kecil yang dapat kita ambil:

  • Memulai setiap hari dengan doa pribadi selama 10 sampai 15 menit. Memohon kepada Roh Kudus untuk menggerakkan kita, mengajar kita, dan membentuk diri kita.
  • Menyediakan waktu setiap hari untuk membaca sabda Allah dalam Kitab Suci, teristimewa keempat kitab Injil, di mana Yesus dinyatakan sebagai Penebus kita dan juga sebagai model kehidupan yang tersedia bagi kita oleh Roh.
  • Menjalani kehidupan kita sepanjang hari dengan kepercayaan penuh bahwa Allah mengetahui setiap hal yang kita alami, bahkan berbagai kesulitan dan godaan memainkan peranan dalam rencana-Nya bagi keselamatan anda.
  • Setiap malam melakukan peninjauan kembali atas hari bersangkutan. Kita berterima kasih kepada Allah untuk berkat-berkat-Nya dan bertobat atas segala hal yang tidak berkenan di mata Allah. Dengan demikian, kita dapat memulai hari esok dengan suatu hati-nurani yang jernih.

DOA: Tuhan Yesus, aku mengabdikan hidupku sepenuhnya bagi-Mu dan bagi kedatangan Kerajaan-Mu di tengah dunia. Oleh kuasa Roh Kudus-Mu, cabutlah sampai ke akar-akarnya segala hal yang merampas serta merebut tempat-Mu dalam kehidupanku. Amin.

Catatan:  Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 6:24-34), bacalah tulisan yang berjudul “BAPA SURGAWI YANG SANGAT MENGASIHI ANAK-ANAK-NYA” (bacaan tanggal 22-9-19) dalam situs/blog  PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 19-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2019. 

Cilandak, 20 Juni 2019 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS