SEGALANYA TERGANTUNG PADA KEHENDAK ALLAH SENDIRI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan – Senin, 6 Januari 2020)

OFMCap.: Peringatan Fakultatif B. Didakus Yosef dr Sadiz, Imam

Tetapi waktu Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya digenapi firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” [1] Sejak itu Yesus mulai memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan mereka. Lalu tersebarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita berbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan setan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Orang banyak pun berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. (Mat 4:12-17,23-25) 

Bacaan Pertama: 1Yoh 3:22-4:6; Mazmur Tanggapan: Mzm 2:7-8,10-11

Catatan: [1] Yes 8:23-9:1; [2] Lihat Mat 3:2 

“Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea, Ia mengajar …… dan memberitakan Injil Kerajaan Surga …… serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan mereka.” (Mat 4:23)

Penyembuhan segala sakit-penyakit merupakan bagian penting dalam pelayanan Yesus di atas bumi ini, di samping memberi pengajaran dan berkhotbah tentang Kerajaan Surga.  Dari ketiga aktivitas pelayanan ini, Yesus menunjukkan bahwa Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah sesungguhnya telah datang dan bahwa pemerintahan atau kekuasaan dosa sedang mendekati akhirnya. Menyadari hal ini, tidakkah mengherankan atau malah lucu apabila kita cenderung mengatakan tentang penyembuhan oleh Yesus sebagai peristiwa yang sudah lama terjadi, …… kejadian 2000 lalu, …… kuno; jadi bukan sesuatu yang dapat terjadi di sini dan sekarang juga?

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, ingatlah akan kebenaran bahwa Kerajaan Allah masih ada bersama kita pada hari ini, dan Yesus masih memiliki kuat-kuasa untuk menyembuhkan. Ingatlah, bahwa “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr 13:8).

Dalam Kitab Suci, kita dapat membaca bahwa Allah menggunakan orang-orang biasa untuk membuat mukjizat penyembuhan. Dengan demikian, mengapa kita harus berpikir bahwa Dia tidak akan menggunakan kita juga? Satu cara untuk mengatasi keragu-raguan kita adalah untuk mendoakan kesembuhan atas sakit-penyakit yang “kecil-kecilan”. Misalnya, kita mendoakan seseorang yang sedang sakit kepala atau menderita demam. Kita memohon kepada Allah untuk menghibur seseorang yang berbeban berat, atau menyemangati seseorang yang sedang dilanda rasa takut. Marilah kita mempraktekkan “doa-doa penyembuhan” ini dengan setia. Dengan berjalannya waktu kita mulai melihat buahnya, maka kita pun lebih merasa nyaman untuk mendoakan kesembuhan orang-orang yang sedang menderita sakit-penyakit yang lebih serius, seperti kanker dlsb.

Selagi kita “bereksperimen” dalam hal doa penyembuhan, janganlah kita pernah melupakan kebenaran, bahwa hasil akhirnya tergantung pada Allah semata, bukan kita. Kita tidak pernah akan mampu untuk menjelaskan mengapa ada orang yang sembuh dari penyakitnya setelah didoakan, sementara ada pula orang-orang lain yang tak kunjung sembuh. Namun hal seperti ini janganlah sampai membuat kita berputus-asa dan berhenti berdoa untuk orang-orang sakit yang dipercayakan kepada kita untuk kita doakan. Janganlah kita berhenti mendoakan orang sakit sambil membenarkan diri, bahwa kita tidak dianugerahi dengan karunia penyembuhan (lihat 1Kor 12:9), apalagi dengan mudahnya mengatakan: “Capek deh!” Pengalaman menunjukkan bahwa segalanya tergantung pada kehendak Allah sendiri! Ada orang yang disembuhkan on the spot, ada pula yang disembuhkan beberapa saat, bahkan beberapa bulan atau tahun kemudian, dlsb.

Apapun dan bagaimana pun hasilnya, kita dapat percaya bahwa Roh Kudus bekerja dalam pribadi-pribadi yang kita doakan. Paling sedikit mereka akan disentuh oleh kasih Allah yang mengalir dari diri kita yang mendoakan. Oleh karena itu marilah kita mengambil langkah iman dan memperkenankan Roh Kudus memakai kita sebagai bejana-Nya. Marilah kita mulai dalam ruang lingkup terkecil, yaitu di tengah keluarga kita sendiri yang seharusnya menjadi “gereja domestik”, atau komunitas kita, dan perhatikanlah bagaimana Allah bekerja.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu untuk kasih-Mu yang mesra bagi kami semua. Terima kasih untuk kesembuhan penuh dan total yang akan kami alami di surga kelak. Berikanlah kepada kami keberanian untuk melangkah dalam iman dan menjadi bejana-bejana kasih-Mu yang menyembuhkan. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacan Pertama hari ini (1Yoh 3:22-4:6), bacalah tulisan yang berjudul “NAMA YESUS KRISTUS” (bacaan tanggal 6-1-20) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 20-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2020. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2013)

Cilandak, 3 Januari 2020 [Peringatan Wajib Nama Yesus Yang Tersuci]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS