INILAH ANAK-KU YANG TERKASIH, KEPADA-NYALAH AKU BERKENAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, PESTA PEMBAPTISAN TUHAN Minggu, 12 Januari 2020)

Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau menperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.

Aku ini, TUHAN (YHWH), telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang  tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. (Yes 42:1-4,6-7)

Mazmur Tanggapan: Mzm 29:1-4,9-10; Bacaan Kedua: Kis 10:34-38; Bacaan Injil: Mat 3:13-17

Bagi semua orang Kristiani yang berkumpul untuk merayakan “Pesta Pembaptisan Tuhan”, suatu suara dari sejarah Israel sekian ratus tahun sebelum peristiwa pembaptisan itu, berbicara dengan nada profetis. Itulah  “Nyanyian Hamba YHWH” yang disampaikan lewat mulut nabi [Deutero Yesaya]: “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan” (Yes 42:1 dsj.). Gemanya terdengar lagi di sungai Yordan setelah Yesus keluar dari air: “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat 3:17).

Kita dapat membayangkan laki-laki muda bernama Yesus yang baru keluar dari air sungai Yordan itu: baik hati, bijaksana, kuat tidak-loyo, penuh damai, penuh kasih dan bela rasa. Kita dapat saja menambah banyak lagi kata-sifat yang menggambarkan Yesus karena Dia adalah memang seorang  laki-laki yang sungguh menarik dan menawan hati. Tetapi jangan lupa, bahwa Yesus adalah seorang Hamba YHWH yang sejati, yang sudah dinubuatkan sekitar lima ratus sebelumnya oleh sang nabi. Dan, Ia datang  ke tengah dunia untuk menyelamatkan kita semua. Inilah panggilan Bapa surgawi bagi diri-Nya, dan untuk inilah Roh Kudus memberdayakan-Nya. Yesus adalah Tuhan bagi semua orang.

Rasul Petrus memproklamasikan bahwa Allah telah “mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuasa” (Kis 10:38). Sementara Yesus berjalan berkeliling memberitakan Kerajaan Surga dan menyerukan pertobatan, Roh Kudus memberdayakan-Nya untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik – menyembuhkan orang sakit,  membuat mukjizat dan berbagai tanda heran lainnya, mengusir roh-roh jahat yang merasuki orang dlsb. Yesus datang untuk untuk membebas-merdekakan kita dari penindasan Iblis, dan dari kebutaan rohani kita Dia membawa kita kepada kasih-setia Bapa. Dia datang untuk membuat kita bebas-merdeka menjadi anak-anak Allah.

Apakah kita mengetahui dan mengenal kuasa Roh Kudus yang dapat membuat kita seperti Yesus? Apakah kita mengetahui dan mengenal kuasa Roh Kudus dalam diri kita yang dapat menghasilkan buah yang sama dalam kehidupan kita seperti yang telah dimanifestasikan oleh Yesus semasa berkarya di Palestina? Sebenarnya kita dipanggil dan dipilih untuk menjadi seperti  Tuhan dan Guru kita itu. Kita dibaptis ke dalam kehidupan dan kematian-Nya, oleh karena itu kita dapat memiliki karakter – bahkan juga hati – Yesus. Begitu mempesonakan diri Yesus itu, maka siapa sih yang tidak ingin menjadi seperti Dia? Oleh karena itu marilah kita membuka hati kita dan mohon kepada Yesus agar mentransformasikan kita mendjadi serupa dengan Dia.

DOA: Yesus Kristus, Engkau adalah kehidupanku, cintakasihku, kekuatanku, dan sukacitaku. Aku berlutut di hadapan-Mu dengan penuh rasa hormat, ya Tuhan dan Juruselamatku. Aku menyembah Engkau dengan sujud-bakti yang tulus. Aku menyerahkan segalanya kepada-Mu, agar aku dapat menjadi serupa dengan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 3:13-17), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS DATANG KE SUNGAI YORDAN UNTUK DIBAPTIS” (bacaan tanggal 12-1-20) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 20-01  PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2020.

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2011) 

Cilandak, 9 Januari 2020

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS