LEBIH BAIKLAH BAGI KITA BILA DIA KEMBALI KEPADA BAPA-NYA DI SURGA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Rabu, 20 Mei 2020)

Keluarga besar Fransiskan: Peringatan Wajib/Pesta S. Bernardus dr Siena, Imam

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku. Segala sesuatu yang Bapa miliki adalah milik-Ku; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang akan diterima-Nya dari Aku.” (Yoh 16:12-15) 

Bacaan Pertama: Kis 17:15,22-18:1; Mazmur Tanggapan: Mzm 148:1-2,11-14

Kita semua kadang-kadang berharap bahwa pada Perjamuan Terakhir Yesus sendirilah yang mengatakan kepada kita semua hal yang dijanjikan-Nya akan diceritakan Roh Kudus kepada kita setelah kepergian-Nya, bukankah begitu? Kita semua tentunya pernah mengalami frustrasi dalam upaya kita mencari kehendak Allah berkaitan dengan pengambilan keputusan yang besar, namun ketika menyelesaikan doa, kita tidak yakin apakah suara jawaban dalam pikiran kita itu sungguh dari Allah atau hanyalah imajinasi kita sendiri, bukankah begitu? Andaikan saja Roh Kudus akan berbicara sama jelasnya dengan Yesus yang berbicara kepada para murid-Nya dahulu! Andaikan saja Roh Kudus dapat menggunakan kata-kata yang sederhana, sehingga kita tidak perlu menebak-nebak!

Namun Yesus telah mengatakan kepada kita dengan kata-kata yang sederhana dan jelas, bahwa lebih baiklah bagi kita bila Dia kembali kepada Bapa-Nya di surga. Mengapa? Karena dengan demikian Ia dapat mengutus Roh Kudus kepada kita: untuk menguduskan kita dan memimpin kita ke dalam segala kebenaran. Kita bisa saja menginginkan agar kita semua mempunyai semua “manfaat” dari kedekatan Yesus dengan kita seperti yang dialami oleh para murid-Nya yang pertama. Namun kita juga harus mengingat bahwa mempunyai Yesus bersama mereka tidaklah menjamin bahwa mereka menjadi bebas dari rasa takut akan “nasib” mereka dan kemudian melarikan diri ketika Yesus ditangkap oleh para musuh-Nya. Kadang-kadang, hal yang kita inginkan malah merupakan hal yang justru menahan atau menghalangi kita untuk hidup dalam iman sejati dan keintiman dengan Tuhan.

Kapan kita berada paling dekat dengan Yesus? Apabila kita menerima-Nya dalam Komuni Kudus – setelah baru saja mendengar suara-Nya dalam Liturgi Sabda. Juga selama Komuni Yesus paling mampu untuk membagikan diri-Nya dengan kita semua yang hadir dan menyentuh kita dengan kuat-kuasa penyembuhan-Nya, hikmat-Nya, dan kasih-Nya. Semua yang diminta Yesus dari kita adalah hati yang terbuka dan pikiran yang hening.

Oleh karena itu baiklah kita tidak membuang-buang waktu untuk menyatu secara mendalam dengan Allah, ketika “suara yang kecil dan perlahan” dari Roh-Nya (bdk. 2Raj 19-12) dapat terdengar secara paling jelas/jernih dalam hati kita. Kita bisa saja keluar dari Misa tidak dengan membawa sebuah dokumen yang dengan rinci menjelaskan tentang “takdir” kita. Akan tetapi kita akan membawa di dalam diri kita efek-efek dari kehadiran-Nya, seakan baru saja mengalami radiasi yang membakar sabda-Nya, kasih-Nya, dan kuat-kuasa-Nya ke dalam bagian-bagian diri kita yang terdalam.

DOA: Tuhan Yesus Kristus, ucapkanlah sabda hidup kepadaku hari ini – sabda yang akan dalam-mengendap dalam diriku dan menolong mengarahkan semua pikiranku, kata-kata yang kuucapkan, dan tindakan-tindakanku. Oleh kuat-kuasa Roh Kudus-Mu, pimpinlah aku ke dalam kebenaran-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:12-15), bacalah tulisan yang berjudul “TANYALAH KEPADA ROH KUDUS” (bacaan tanggal 20-5-20) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 20-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2020. 

(Tulisan ini bersumber sebuah tulisan saya pada tahun 2013) 

Cilandak, 17 Mei 2020 [HARI MINGGU PASKAH VI – TAHUN A] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS