KAMI PERCAYA BAHWA ENGKAU DATANG DARI ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Senin, 25 Mei 2020)

Peringatan Fakultatif A. Beda Venerabilis, Imam Pujangga Gereja

Peringatan Fakultatif S. Gregorius VII, Paus

Peringatan Fakultatif S. Maria Magdalena de ‘Pazzi, Perawan

Kata murid-murid-Nya, “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya akan datang, bahkan sudah datang, ketika kamu akan diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh 16:29-33) 

Bacaan Pertama: Kis 19:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 68:2-7 

Menanggapi dorongan dan janji-janji-Nya, para murid mengekspresikan iman-kepercayaan mereka akan Yesus: Dia yang mengetahui segala sesuatu. Orang tidak perlu bertanya kepada-Nya, karena Dia mengetahui pertanyaan-pertanyaan itu, bahkan sebelum pertanyaan-pertanyaan itu diajukan kepada-Nya. Pada akhirnya, setelah setelah bersama-sama Yesus untuk sekian lamanya, para rasul/murid sampai kepada realitas, melalui karya Roh Kudus, bahwa sesungguhnya Yesus memang telah datang dari Allah. Mereka menyadari bahwa Dia bukanlah sekadar seorang manusia – bukan pula sekadar nabi yang telah lama dinanti-nantikan oleh umat (lihat Ul 18:15,18). Mereka seakan bangun dari tidur dan menyadari bahwa Yesus adalah utusan langsung dari Allah sendiri (Yoh 16:30). Kesadaran dan kepercayaan ini menolong para murid untuk mengikuti jejak Yesus secara lebih dekat lagi dan juga menanggung sebagian dari kesulitan-kesulitan di masa mendatang. Walaupun begitu, Yesus mengetahui bahwa pengetahuan, pengenalan dan kepercayaan mereka tidak akan mencukupi untuk mencegah mereka meninggalkan diri-Nya.

Oleh sebab itu Yesus menanyakan derajat kepercayaan para murid, sampai berapa dalam mereka mengimani Dia, karena selama ini mereka telah menunjukkan ketiadaan pemahaman ketika mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan ketiadaan iman mereka akan nampak pada saat pencobaan. Jadi ketika Yesus mengalami penderitaan, kelihatannya mereka kurang peduli kepada-Nya, malah lebih mementingkan keselamatan diri masing-masing (lihat Yoh 16:31).

Namun Yesus masih memiliki secercah harapan selagi Dia menjelaskan sumber dari rasa percayanya kepada para murid-Nya. Walaupun mereka – para sahabat-Nya – akan meninggalkan Dia dalam penderitaan sengsara-Nya, Dia akan memperoleh dukungan, yaitu kehadiran Bapa-Nya (Yoh 16:32; bdk. Yoh 8:16,29).

Apa yang diperlukan oleh para murid adalah pengetahuan, pengenalan dan kepercayaan lebih lanjut, yaitu melalui pemuliaan/glorifikasi Yesus di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya. Setelah Yesus pergi, para murid Kristus (umat Kristiani) segala zaman – termasuk anda dan saya – akan menghadapi masa sulit, mengalami pengejaran dan penganiayaan karena berbagai kekerasan dari mereka yang tidak percaya dan memusuhi mereka. Namun Yesus menjanjikan mereka damai sejahtera (Yoh 14:27), suatu anugerah semacam sukacita dan yang timbul dari persekutuan iman dengan Yesus, dari iman yang percaya bahwa Yesus telah mengalahkan kekuatan-kekuatan jahat melalui kematian dan kebangkitan-Nya (Yoh 16:33).

Dia sungguh akan mengalahkan dunia, yaitu melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Yesus akan secara penuh menyatakan kasih Bapa, yaitu kasih yang mengalahkan segala halangan dan kesulitan. Karena Yesus mengetahui bahwa “saat” pemuliaan-Nya telah tiba, Dia juga mengetahui bahwa pada akhirnya Dia akan mengalahkan dunia dan memberi damai-sejahtera kepada para murid-Nya – damai sejahtera yang sejati – dan juga keberanian di tengah-tengah penderitaan mereka (Yoh 16:33).

Bagaimana Yesus mengalahkan dunia? Yesus bukanlah sekadar manusia atau nabi. Yesus adalah Putera Allah yang diutus oleh Bapa. Dia datang kepada kita dengan kuat-kuasa dan otoritas, hikmat dan keamanan, dari Allah yang Mahakuasa. Melalui pemuliaan-Nya – penderitaan sengsara, kematian pada kayu salib, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga – Yesus telah kembali kepada Bapa-Nya. Sangatlah penting bagi kita untuk sungguh memahami siapa Yesus itu dan apa yang dimaksudkan dengan percaya kepada-Nya.

Oleh karena itu, marilah kita menerima damai-sejahtera dan kekuatan dari Yesus selagi kita menghadapi berbagai kesulitan dan penderitaan. Sebagaimana halnya dengan para murid Yesus yang awal, kita juga harus mengakui kebesaran Yesus. Pengakuan kita tentang siapa Yesus itulah yang dapat memberikan kepada kita jaminan dan keyakinan yang sama seperti diinginkan oleh Yesus dari para murid-Nya yang awal. Yesus telah mengalahkan dunia! Iman-kepercayaan kita kepada-Nya juga mengalahkan dunia (1Yoh 5:4-5). Melalui kuat-kuasa Roh Kudus, kita dapat mengenal Yesus dan Bapa secara akrab. Dengan demikian, marilah kita berdoa agar kita dapat bertumbuh dalam pengenalan dan kepercayaan kita akan Yesus dan apa saja yang telah dilakukan-Nya bagi kita.

DOA: Tuhan Yesus Kristus, kami percaya bahwa Engkau adalah Putera Allah yang telah mengalahkan dunia. Engkau datang ke tengah-tengah dunia untuk menyelamatkan kami dan memberikan hidup kekal kepada kami. Tuhan Yesus, berikanlah kepada kami damai-sejahtera-Mu dan keberanian untuk menanggung segala pencobaan dan penderitaan yang datang menerpa kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 19:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “SUDAHKAH KAMU MENERIMA ROH KUDUS, KETIKA KAMU PERCAYA?” (bacaan tanggal 25-5-20) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 20-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2020. 

Cilandak, 24 Mei 2020 [HARI MINGGU PASKAH VII – TAHUN A] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS