YESUS MENDOAKAN PARA MURID-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Rabu, 27 Mei 2020)

Peringatan Fakultatif S. Agustinus dr Canterbury, Uskup

Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjagas mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya digenapai yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu itulah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran. (Yoh 17:11b-19)

Bacaan Pertama: Kis 20:28-38; Mazmur Tanggapan: Mzm 68:29-30,33-36  

Yoh 17:1-26 sebenarnya adalah sebuah doa Yesus yang menutup rangkaian sabda perpisahan-Nya dengan para murid. Doa ini sangat penting untuk dipahami karena dalam doa ini terungkap seluruh arah kehidupan Yesus sebagaimana diperjuangkan dalam kehidupan bersama para murid. Sesungguhnya, doa ini juga merupakan semacam wasiat penting kehidupan Yesus tersebut.

Oleh karena itu, sebaiknya sebelum membaca bacaan Injil hari ini beserta uraiannya (Yoh 17:11b-19), kita membaca juga bacaan Injil Hari Minggu Paskah VII – Tahun A yang baru lalu dan/atau bacaan Injil hari Selasa kemarin beserta uraiannya (Yoh 17:1-11a), paling sedikit agar terjaga kesinambungan doa tersebut.

Seperti kita telah lihat,  di dalam doa ini menjadi nyata bahwa Allah dimuliakan dalam kehidupan terutama bila orang berdoa. Doa Yesus ini menjadi pola kehidupan doa para murid-Nya juga. Yesus berdoa bagi murid-Nya agar mereka meneruskan karya yang telah dirintis-Nya.

Di dalam doa itu terungkap seluruh arah kehidupan Yesus sebagai perjuangan untuk memuliakan Allah Bapa-Nya (Yoh 17:1-5). Kemuliaan Allah dilaksanakan dengan mewahyukan/menyatakan nama atau pribadi Allah kepada para murid-Nya (Yoh 17:6-8). Itulah yang disoroti dari bacaan kemarin. Yoh 17:10-11a akan disoroti dalam bacaan Injil hari ini.

Yesus mendoakan para murid yang masih di dalam dunia ini dan menjadi saksi perjuangan yang hebat itu. Mereka didoakan bukan agar disingkirkan dari percaturan dunia jahat, melainkan agar dilindungi sehingga mereka menjadi saksi kehidupan Allah yang kudus dan menguduskan (Yoh 17:9-19).

Yesus berdoa kepada Bapa-Nya supaya para murid (artinya: termasuk anda dan saya) dipelihara, dijaga, dan dilindungi dari yang jahat. Allah Bapa disapa dengan sebutan “Bapa yang kudus” (Yoh 17:11b) dan kepada-Nya Yesus meminta supaya para murid “dipelihara dalam nama-Nya”. Sebutan “Bapa yang kudus” hanya terdapat dalam Injil Yohanes di sini. Kata “kudus” kaya akan makna dan tidak dapat dirangkum dalam satu pengertian.Di dalamnya ada gagasan dan perasaan akan keagungan Allah, yang di atas segala sesuatu  dan memiliki segala kesempurnaan. Yesus berdoa supaya para murid dipelihara dalam nama Bapa, artinya dalam kuasa dan kemulian Bapa.

Hal ini sangat penting karena kita – para murid – diutus ke tengah dunia, tetapi dunia membenci kita, tidak suka kepada kita, menolak kita, bahkan sampai menganiaya kita. Mengapa? Karena kita telah percaya kepada Yesus dan mereka tidak. Kita bukan dari dunia. Hal itu sudah dialami sendiri oleh Yesus yang diutus Bapa ke tengah dunia, tetapi dibenci dunia karena Dia telah bersaksi tentang kejahatan dunia (Yoh 7:7; bdk. Yoh 16:22-25). Selama dalam dunia Yesus sudah menjaga semua murid-Nya dengan baik, sehingga tidak ada seorang pun yang meninggalkan Dia, kecuali Yudas Iskariot karena dia lebih dikuasai oleh si jahat (lihat Yoh 12:6). Yesus mengharapkan supaya persekutuan di antara para muridNya seperti persekutuan yang terjalin antara Bapa dengan-Nya.

Yesus mendoakan para murid-Nya agar mereka bersatu. Persatuan merupakan ciri kehidupan para murid dalam iman (Kristiani). Selama hidup Bersama para murid-Nya pun, Yesus selalu menjaga agar mereka tetap menampilkan persatuan, terkecuali satu orang pengkhianat seperti diceritakan di atas, yang mengingkari persatuannya dengan seluruh kelompok. Hal ini menjadi peringatan bagi seluruh kelompok bahwa persatuan hidup ini tetap harus dijaga walaupun Yesus tidak ada lagi bersama mereka secara fisik. Kehadiran Yesus sekarang tetap mempersatukan umat Kristiani (pengikut Kristus) secara sakramental.

Doa Yesus ini juga menyadarkan bahwa kondisi dan situasi kehidupan para murid tidaklah mudah. Mereka harus berada dalam dunia walaupun mereka bukan dari dunia. Seperti halnya Yesus sendiri bukan dari dunia, demikian para murid-Nya tidak tertuju pad dunia. Mereka berada di dunia untuk menjadikan dunia tanda kekuatan Allah yang mengudyskannya. Tidak mengherankanlah bila para murid akan mengalami kebencian dunia.

Tugas perutusan para murid adalah menjadikan firman Allah kekuatan di dunia. Firman itu harus tampil sebagai kebenaran yang memberikan alternatif bagi kehidupan di dunia ini. Oleh karena itu, sebagaimana Yesus Kristus telah menguduskan  diri bagi dunia, demikian juga para murid perlu menjadikan diri mereka kudus untuk keselamatan dunia. Yesus bersabda: “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula

Aku telah mengutus mereka  ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran”  (Yoh 17:18-19). Para murid sudah dibebaskan dari dunia, maka mereka tidak lagi terikat pada dunia.

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi. Aku berterima kasih kepada-Mu penuh syukur dan memuji-muji-Mu karena lewat Yesus Kristus, Putera-Mu terkasih, Engkau telah memanggilku menjadi pelayan sabda-Mu. Hidup oleh kebenaran-Mu adalah sebuah kegembiraan penuh sukacita, ya Allahku. Lindungilah aku dari si  Jahat dan malaikat-malaikat jahatnya dan gunakanlah diriku seturut kehendak-Mu. Oleh Roh Kudus-Mu, jagalah diriku agar dapat terus menjadi murid Kristus yang setia dan rendah hati. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 17:11b-19), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MOHON KEPADA BAPA-NYA AGAR SUPAYA PARA MURID-NYA PUN DIKUDUSKAN DALAM KEBENARAN” (bacaan tanggal 27-6-20) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 20-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2020. 

Cilandak, 26 Mei 2020 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS