Posts from the ‘EVANGELISASI’ Category

HANYA DENGAN SATU KEPUTUSAN

HANYA DENGAN SATU KEPUTUSAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Senin, 12 Januari 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Bernardus dr Corleone, Biarawan Kapusin 

KEMURIDAN - YESUS MEMILIH KAKAK-BERADIK ANAK ZEBEDEUSSesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, Ia melihat Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. (Mrk 1:14-20) 

Bacaan Pertama: Ibr 1:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1-2,6-7,9

Simon dan Andreas, orang-orang biasa, pekerja-pekerja keras, yang mencari nafkah mereka dengan melakukan pekerjaan yang mereka ketahui dari hari ke hari, sebagai nelayan di danau Galilea. Yakobus dan Yohanes: anak-anak lelaki dari Pak Zebedeus bekerja dengan ayah mereka dan para pekerja yang lain dalam bisnis keluarga mereka (juga dalam bidang penangkapan ikan). Mereka ini sama saja seperti kita yang pergi ke kantor setiap hari kerja, atau membantu orangtua kita bekerja di warung setiap hari. Semua sibuk dengan rutinitas – sampai suatu saat Yesus datang dan bertemu dengan mereka. Lalu, peristiwa yang luarbiasa terjadilah.

Renungkanlah undangan luarbiasa dari Yesus kepada orang-orang ini: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mrk 1:17). Luarbiasa juga kiranya tanggapan mereka yang diundang oleh Yesus itu. Markus mencatat: “Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikut Dia” (Mrk 1:18). Ada dua momen yang menentukan dalam hal ini – momen undangan dan momen pengambilan keputusan oleh mereka yang diundang; dua-duanya ada dalam gambaran Injil hari ini. Pertama-tama kita melihat Yesus mengundang empat orang itu untuk meninggalkan kehidupan lama mereka, kehidupan yang familiar dan “aman” dan “nyaman”, dan memulai kehidupan baru dalam persekutuan dengan diri-Nya. Lalu kita melihat keempat-empatnya menanggapi panggilan-Nya dengan sangat cepat. Pokoknya mereka bersedia meninggalkan comfort zone mereka, demi mengikut Yesus. Hanya dengan satu keputusan, hidup mereka tidak akan sama lagi. Mereka meninggalkan perahu mereka, lalu mereka pun menjadi murid-murid Yesus, orang-orang pertama dari tak terbilang banyaknya orang yang sejak saat itu menerima undangan yang sama dan kemudian mengikut Dia.

KEMURIDAN - YESUS MEMANGGIL MURID-MURIDNYA YANG PERTAMAUntuk menanggapi undangan Yesus, dituntut iman dari orang yang diundang. Para murid yang pertama tentunya telah melihat sesuatu tentang Yesus yang secara unik mendesak, sesuatu yang sepenuhnya dapat dipercaya, sehingga mereka pun berani mengambil risiko. Dalam mempertimbangkan usulan financing sebuah proyek (misalnya pendirian sebuah pabrik) yang mengandung berbagai macam risiko, biasanya pihak bank akan menganalisis feasibility study yang diajukan pemohon, menimbang-nimbang kemungkinan keberhasilan proyek tersebut dlsb., kemudian menetapkan syarat-syarat pinjaman. Namun Simon Petrus dan Andreas, Yakobus dan Yohanes memutuskan untuk mengikut Yesus tanpa sedikit pun rasa ragu, apalagi menetapkan syarat-syarat. Kepercayaan mereka pada Yesus memampukan mereka untuk menjadi “dapat diajar” oleh Yesus. Iman mereka kepada-Nya memperkenankan Yesus mentransformasikan hidup mereka.

Sekarang, apakah kita (anda dan saya) percaya bahwa Yesus dapat bekerja dalam diri kita masing-masing sama kuatnya seperti Dia telah bekerja dalam murid-murid-Nya yang pertama? Yesus juga mempunyai undangan bagi anda dan saya. Dia ingin mentransformasikan kita dan menggunakan kita, hanya apabila kita memberikan kesempatan kepada-Nya. Maka, pada hari ini, marilah kita memperkenankan Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita masing-masing, berbicara kepada kita masing-masing, dan mengubah hati kita masing-masing. Demi Yesus, kita pantas mengambil risiko. Dengan menerima Yesus ke dalam hati kita masing-masing, maka hidup kita – anda dan saya – tidak akan sama lagi.

DOA: Di sini aku, ya Tuhan Yesus. Aku ingin menjadi murid-Mu yang sejati. Cabut dan buanglah rasa takut dan rasa ragu yang masih ada dalam diriku, dan berikan aku iman agar mampu mengikuti panggilan-Mu dengan sepenuh hati. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:14-20), bacalah tulisan yang  berjudul “DARI PENJALA IKAN MENJADI PENJALA MANUSIA” (bacaan tanggal 12-1-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama ini (Ibr 1:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “AWAL DARI SEPUCUK SURAT” (bacaan tanggal 14-1-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 6 Januari 2015 [Peringatan B. Didakus Yosef dr Sadiz, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PEMBERITAAN TENTANG KERAJAAN SURGA OLEH YESUS

PEMBERITAAN TENTANG KERAJAAN SURGA OLEH YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan – Senin, 5 Januari 2015) 

stdas0792Tetapi waktu Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya digenapi firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” [1]  Sejak itu Yesus mulai memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” [2]

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan mereka. Lalu tersebarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita berbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan setan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Orang banyak pun berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. (Mat 4:12-17,23-25) 

Bacaan Pertama: 1Yoh 3:22-4:6; Mazmur Tanggapan: Mzm 2:7-8,10-11

Catatan: [1] Yes 8:23-9:1; [2] Lihat Mat 3:2 

Pada hari ini, satu hari setelah Penampakan Tuhan, terang Kristus terus bersinar. Sepanjang satu pekan penuh, Gereja akan menyajikan kepada kita berbagai gambaran tentang Yesus, seperti faset-faset sebutir berlian, guna menarik kita kepada-Nya agar kita dapat mengenal sentuhan-Nya dalam hidup kita. Pada hari ini,  misalnya, kita melihat Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea.

stdas0609Yesus membawa konsolasi/penghiburan, kesembuhan, dan pengharapan kepada orang-orang  Galilea selagi Dia mewartakan Injil dan membuat mukjizat-mukjizat di tengah-tengah mereka. Dan selagi orang-orang mendengar Dia berbicara mengenai Kerajaan Allah, maka mereka menjadi semakin excited. Yesus mampu membangunkan mereka dari pandangan terbatas/sempit mereka berkaitan dengan hidup dan menghasilkan suatu rasa lapar dalam diri mereka untuk mengalami lebih banyak dan lebih mendalam lagi Kerajaan Surga. Dengan cepat, kelompok-kelompok besar orang banyak berkumpul di sekeliling diri-Nya, tidak hanya dari Galilea, melainkan juga dari Yerusalem, Yudea, Dekapolis, and wilayah-wilayah di luar Yordan (lihat Mat 4:25). Kelihatannya tidak ada yang dapat membendung arus manusia yang datang kepada Yesus! 

Terang yang terbit di Galilea sekarang masih bersinar selagi Yesus terus menawarkan pengharapan, kesembuhan, dan pengampunan kepada orang-orang. Kita dapat menerima sedikit “icip-icip” Kerajaan ini sekarang, bahkan selagi kita menantikannya sampai didirikan secara penuh pada saat kedatangan Yesus untuk kedua kalinya. Yesus berada di tengah-tengah kita sekarang, dan oleh kuasa Roh Kudus kita dapat mengenal dan mengalami sentuhan-Nya.

Kerajaan Allah telah berjalan maju dari awal waktu. Kerajaan ini akan terus maju sampai dipenuhi secara sempurna pada saat Yesus datang pada akhir zaman. Melalui kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga, Roh Kudus dicurahkan. Oleh Roh Kudus ini – yang hidup dan aktif dalam Gereja – Yesus ingin melayani kita masing-masing secara intim seperti yang dilakukan-Nya kepada para murid-Nya yang pertama. Yesus ingin menyembuhkan kita secara fisik dan secara emosional, untuk memperbaiki relasi yang sudah rusak, dan menghentikan segala kebencian dan perpecahan. Allah ingin membuat kita semua menjadi para pewaris Kerajaan-Nya, oleh karena itu baiklah kita mengharapkan Dia bekerja dalam diri kita dan para anggota keluarga kita pada hari ini.

DOA: Yesus, Engkau adalah Terang dunia. Aku ingin mencicipi Kerajaan-Mu seperti yang telah dialami oleh orang banyak di Galilea. Datanglah, ya Tuhan, dan nyatakanlah diri-Mu kepadaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacan Pertama hari ini (1Yoh 3:22-4:6), bacalah tulisan yang berjudul “PERCAYA KEPADA NAMA YESUS KRISTUS DAN SALING MENGASIHI SETURUT PERINTAH-NYA” (bacaan tanggal 5-1-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 1 Januari 2015 [HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MENJADI PEKERJA-PEKERJA UNTUK TUAIAN TUHAN

MENJADI PEKERJA-PEKERJA UNTUK TUAIAN TUHAN

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Adven – Sabtu, 6 Desember 2014)

jesus_the_christ_detail_bloch__93932_zoomDemikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat mereka dan membertakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu kata-Nya kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. (Perintah-Nya:) Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; sembuhkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kami telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.  (Mat 9:35-10:1,6-8)

Bacaan Pertama: Yes 30:19-21,23-26; Mazmur Tanggapan: Mzm 147:1-6

Bayangkan betapa excited-nya kita ketika mendengar bahwa seorang sahabat kita yang tidak peduli kepada segala sesuatu yang berbau agama – yang selama ini kita doakan – baru saja mengambil keputusan untuk membuka hatinya bagi Allah. Atau bagaimanakah kiranya perasaan kita terhadap pasutri muda yang belum lama kita bantu dalam kursus persiapan pernikahan mereka, kini menjadi aktivis-aktivis paroki yang penuh dedikasi. Tidakkah kita akan menjadi excited apabila menyaksikan dan menyadari bahwa semua itu adalah buah-buah dari evangelisasi? Tidak hanya kita yang merasa berbahagia, surga dan seisinya juga akan penuh dengan sukacita.

Yesus mengatakan bahwa “tuaian memang banyak” (Mat 9:37), artinya ada banyak orang yang tidak percaya namun siap untuk menerima kasih Allah yang penuh dengan belas kasih. Akan tetapi kita harus menyadari bahwa membawa tuaian jiwa-jiwa ini tidak akan terjadi dalam satu malam. Upaya menuai dapat merupakan pekerjaan yang sulit. Sesungguhnya, banyak upaya yang harus dilakukan jauh sebelum masa tuaian. Tanah harus dicangkul dulu; duri-duri ketidakpercayaan perlu dicabut dulu sebelum benih-benih sabda Allah dapat ditanam. Iman dapat menjadi matang secara perlahan dalam hati para anggota keluarga dan para sahabat kita. Kebaikan hati kita, kasih kita dan doa kita dapat dibutuhkan untuk mengairi dan memupuk benih iman sampai bertunas, mekar berbunga dan kemudian berbuah.

VineBranchGrapesSisi lain dari pernyataan “tuaian memang banyak” adalah pernyataan bahwa “pekerja sedikit” (Mat 9:37). Akan tetapi hal ini tidak membuat Yesus merasa susah. Yesus malah mengemukakan hal ini untuk mendorong serta menyemangati kita agar supaya “minta kepada Tuan yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Mat 9:38). Upaya menabur dan memungut tuaian yang berlimpah menuntut seluruh komunitas orang yang percaya, termasuk anda dan saya. Kita dapat merasa yakin bahwa apabila kita mohon pertolongan kepada Allah yang empunya tuaian, maka Dia akan menyediakan apa saja yang dibutuhkan seperti kita baca dalam bacaan pertama hari ini. Allah tidak hanya menyediakan para pekerja, namun juga kasih, ketekunan, hikmat, dan rahmat yang diperlukan untuk menarik warga-warga baru ke dalam Kerajaan-Nya.

Sebagai anak-anak Allah Yang Mahakasih dan Mahamurah, maka wajarlah bagi kita memiliki keinginan untuk syering kasih-Nya dengan orang-orang lain. Pada tahapan evangelisasi manapun sekarang kita berada – mencangkul tanah, menanam benih, atau memelihara iman yang bertumbuh dari orang-orang itu – Tuhan sang empunya tuaian tetap memegang kendali. Dan semua perjuangan dan pengorbanan kita tidak akan sia-sia apabila sungguh menolong seseorang dengan penuh sukacita menemukan pengampunan Allah dan kasih-Nya.

DOA: Yesus, Engkaulah Tuhan yang empunya tuaian. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk orang-orang yang disiapkan menjadi para pengikut-Mu. Aku mendengar Engkau memanggil diriku untuk bekerja untuk tuaian-Mu, dan akupun berkata, “Ya Tuhan, utuslah aku!” Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari (Mat 9:35-10:1,6-8), bacalah tulisan yang berjudul “EVANGELISASI DALAM MASA ADVEN?” (bacaan tanggal 6-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2013. 

Cilandak, 2 Desember 2014 [Peringatan B. Maria Angela Astorch, Biarawati]   

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS DAPAT MEMBERDAYAKAN KITA MASING-MASING

YESUS DAPAT MEMBERDAYAKAN KITA MASING-MASING

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXXIII – 16 November 2014)

PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA“Sebab hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorng lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Lalu kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam hal kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Sesudah itu, datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Lalu kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam hal yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah orang yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan memungut dari tempat di mana Tuan tidak menanam. Karena itu, aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Tuannya itu menjawab, Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu, seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya pada waktu aku kembali, aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu, ambillah talenta itu dari dia dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari dia. Sedangkan hamba yang yang tidak berguna itu, campakkanlah dia ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.” (Mat 25:14-30)

Bacaan Pertama: Ams 31:10-13,19-20,30-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 128:1-5; Bacaan Kedua: 1Tes 5:1-6

Kebanyakan dari kita barangkali akan mengidentifikasikan diri kita lebih-lebih dengan hamba yang ketiga dalam perumpamaan Yesus tentang talenta ini. Betapa cepat kita merasa takut bahwa kita akan kehilangan sesuatu yang sedikit, yang kita pikir kita miliki. Kita bahkan berkecenderungan untuk melihat hasil dari perumpamaan ini sebagai sesuatu yang tidak/kurang adil. Mengapa mereka yang sudah mempunyai banyak malah diberi lebih banyak lagi?

Butir pengajaran pokok dari perumpamaan Yesus hari ini bukanlah tentang “adil” atau “tidak adil”, melainkan bahwa Yesus dapat memberdayakan kita masing-masing agar dapat menghasilkan buah-buah berlipat ganda terkait Injil-Nya dan semuanya itu malah jauh melampaui ekspektasi kita yang biasa. Hidup baru yang ditanamkan dalam diri kita pada saat kita dibaptis memiliki suatu potensi yang menakjubkan agar kita menghasilkan buah berlimpah dalam pelayanan kita bagi Allah dan sesama. Dengan kuat-kuasa Roh Kudus dalam diri kita, sungguh banyaklah perbuatan baik yang dapat kita lakukan.

ROHHULKUDUSPikirlah dan bayangkanlah potensi kerusakan yang dapat diakibatkan oleh seorang Kristiani terhadap rencana-rencana jahat Iblis, asal saja dia mau bekerja sama dengan Roh Kudus. Seorang pribadi manusia yang relatif sederhana dan tidak dikenal sekali pun dapat digunakan oleh Allah untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti penyembuhan orang sakit, mempertobatkan seorang saudari/saudara yang sedang berada dalam jalan yang salah, mewujudkan rekonsiliasi dlsb. Pikirlah dan bayangkanlah seorang ibu yang mengajar anak-anaknya untuk bertumbuh dalam jalan Tuhan. Hari demi hari, pekan yang satu disusul oleh pekan lainnya, dia membawa masuk pemerintahan Kristus ke dalam hidup anak-anaknya, dan hal tersebut berpengaruh juga atas generasi-generasi selanjutnya.

Atau, pikirlah dan bayangkanlah seorang Kristiani yang sungguh merupakan seorang pendengar yang berbela-rasa dan seorang sahabat sejati dari seorang rekan kerja yang sedang ditindih beban berat hidup ini. Orang Kristiani seperti ini dapat membawa kesembuhan tidak hanya pada diri rekan kerjanya tersebut, melainkan pada keluarga rekan kerjanya itu juga. Atau, bagaimana dengan seorang siswa SMU yang menjadi saksi Kristus yang baik – lewat sikapnya, kata-katanya dan perbuatannya – di sekolahnya. Pikirlah dan bayangkanlah berapa banyak siswi-siswa lain yang dapat dipengaruhinya sehingga mereka pun mempunyai ekspektasi positif bahwa Allah akan bekerja dalam hidup mereka juga.

Sekarang, apakah kita (anda dan saya) percaya bahwa Allah dapat menggunakan diri kita untuk turut ambil bagian dalam memajukan Kerajaan-Nya? Marilah kita masing-masing melangkah maju dalam iman pada pekan ini dan melihat perbedaan apa saja yang dapat kita perbuat dalam keluarga kita, komunitas kita, paroki kita dlsb. Perkenankanlah Roh Kudus untuk memerintah dalam hidup kita, dan perhatikanlah buah-buah baik sebagai hasilnya.

DOA: Roh Kudus, aku memperkenankan Engkau untuk bekerja lebih mendalam lagi dalam hidupku. Datanglah dan penuhilah diriku dengan kuat-kuasa dan karunia-karunia, sehingga dengan demikian aku dapat menghasilkan buah untuk Kerajaan Surga. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 25:14-30), bacalah tulisan yang berjudul “BERBUAH UNTUK KERAJAAN ALLAH” (bacaan untuk tanggal 16-11-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2011.

Cilandak, 12 November 2014 [Peringatan S. Yosafat, Uskup & Martir]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SANTO SIMON DAN SANTO YUDAS, RASUL-RASUL KRISTUS [2]

SANTO SIMON DAN SANTO YUDAS, RASUL-RASUL KRISTUS [2]

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul – Selasa, 28 Oktober 2014)

530

Pada hari-hari itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudaranya, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat disembuhkan. Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu. (Luk 6: 12-19)

Bacaan Pertama: Ef 2:19-22; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-5

Betapa bahagia kiranya Simon dan Yudas ketika mereka dipilih menjadi bagian dari kelompok dua belas orang rasul Yesus. Bayangkanlah, dari sedemikian banyak murid yang ada, Yesus memilih mereka. Memang kita tidak tahu banyak tentang dua orang rasul yang kita rayakan pestanya hari ini, namun kita dapat membayangkan bagaimana kiranya perasaan mereka dalam mengantisipasi apa artinya hidup akrab dengan Yesus dari hari ke hari, menjadi murid dan sekaligus mitra evangelisasi Yesus sendiri, berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain.

Namun Simon dan Yudas tidaklah sendiri. Pada hari ini, Yesus mengundang kita masing-masing untuk masuk ke dalam relasi persahabatan yang akrab dengan diri-Nya. Dia memanggil kita masing-masing untuk menjadi saudari-saudara-Nya, dan Ia mempunyai misi khusus untuk kita masing-masing. Bagi sejumlah orang, misi itu adalah untuk berkhotbah dan mengajar; bagi sejumlah orang lainnya, misi itu adalah untuk mengungkapkan kasih-Nya melalui upaya mendengarkan dengan penuh bela rasa, teristimewa suara-suara, keluhan-keluhan orang-orang kecil. Seperti yang dilakukan Yesus dalam doa-Nya bagi dua belas orang rasul (Luk 6:12), Ia berdoa untuk kita masing-masing, bahwa Allah akan menarik kita semakin dekat kepada-Nya sehingga dengan demikian kita dapat mengenal dan mengalami kasih-Nya dan melayani Dia dengan kehidupan kita. Kita dapat berpikir bahwa terkadang sangatlah sulit untuk percaya, namun Yesus menarik kita kepada diri-Nya bukan karena kedalaman devosi kita, melainkan karena kasih-Nya kepada kita.

Sebagian dari kita mungkin merasa ragu-ragu untuk menanggapi panggilan Yesus justru karena kita menyadari keterbatasan-keterbatasan kita. “Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga.” “Saya hanyalah seorang buruh bangunan.” “Saya sudah terlalu tua untuk membuat perubahan sesungguhnya dalam dunia ini.” Dalam hal ini semua, baiklah kita mengingat bahwa – seperti juga pada zaman Simon dan Yudas – Yesus tidak meminta para pahlawan untuk menjadi murid-murid-Nya. Beberapa dari dua belas rasul itu adalah para nelayan biasa, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang sangat berani pada awalnya (Luk 5:1-11; Mat 26:56,69-75). Yang dicari oleh-Nya adalah orang-orang yang akan membuka hati mereka bagi-Nya. Dalam hati manusia yang terbuka dengan ekspektasi, Yesus dapat bertindak. Yesus bertindak dalam hati dua belas rasul, walaupun ketika mereka salah, karena mereka mengakui kebutuhan dan hasrat mereka akan diri-Nya.

Di mata Yesus, kita adalah harta yang sangat berharga. Ia merasa sangat senang terhadap diri kita masing-masing. Ia berdoa untuk kita masing-masing secara individual dan intens seperti ketika Dia berdoa untuk para murid-Nya dulu (lihat Ibr 7:24). Semoga kita semua mendengar suara-Nya dan menanggapi panggilan-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah memanggil aku keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terang-Mu. Aku memberikan hatiku kepada-Mu, ya Yesus. Datanglah, dan diamlah dalam hatiku. Penuhilah diriku dengan kasih-Mu. Biarlah hatiku dikobarkan dengan antisipasi terhadap apa yang akan Kaulakukan. Gunakanlah diriku dalam pelayanan kepada sesama seturut kehendak-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ef 2:19-22), bacalah tulisan yang berjudul “DUA ORANG RASUL KRISTUS YANG KURANG DIKENAL” (bacaan tanggal 28-10-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2014.

Cilandak, 23 Oktober 2014 [Peringatan/Pesta S. Yohanes Capestrano]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

ALLAH MENYATAKAN SEMUA ITU KEPADA ORANG KECIL

ALLAH MENYATAKAN SEMUA ITU KEPADA ORANG KECIL

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Fransiskus dr Assisi – Sabtu, 4 Oktober 2014)

Keluarga Fransiskan: Hari Raya Santo Fransiskus dari Assisi

70ApostlesKemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.”
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya secara tersendiri dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Luk 10:17-24)

Bacaan Pertama: Ayb 42:1-3,5-6,12-16; Mazmur 119:66,71,75,91,125,130

Tidak meragukan lagi bahwa Yesus bergembira bersama para murid-Nya ketika mereka pulang dari perjalanan misi mereka mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan. Biar bagaimana pun juga para murid-Nya ini adalah orang-orang sederhana dengan latar belakang bervariasi yang baru saja berhasil membuat mukjizat-mukjizat penyembuhan, mengusir roh-roh jahat yang menakutkan, dan tentunya berbagai tanda heran lainnya. Namun, seperti anak-anak yang energinya harus disalurkan ke arah yang benar, maka para murid-Nya juga harus menyadari di mana sebenarnya letak sumber sukacita mereka. Yesus dengan jelas mengatakan kepada para murid-Nya bahwa kuat-kuasa apa pun yang berhasil mereka peragakan sehingga mengalahkan roh-roh jahat, tidak ada yang dapat dibandingkan dengan kenyataan bahwa nama-nama mereka terdaftar di surga.

Namun tidak cukuplah bagi Yesus untuk memberi koreksi atas ungkapan sukacita para murid-Nya. Yesus juga terus menunjukkan kepada mereka jenis sukacita yang harus mencirikan para pengikut-Nya: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu” (Luk 10:21).

Marilah kita membayangkan bagaimana Putera Allah bersukacita dalam Roh Kudus pada saat itu. Tidak salahlah bagi kita untuk membayangkan juga Tritunggal Mahakudus yang penuh kegembiraan menari dan merayakan bersama setiap kali mereka melihat anak-anak kecil seperti kita membuka hati terhadap perwahyuan dari surga. Pengalaman akan surga yang terbuka – pengalaman akan perwahyuan/pernyataan diri Allah dalam hati kitalah – yang sesungguhnya menggerakkan hati kita untuk memuji dan bersukacita. Pada kenyataannya, karena mengetahui bahwa Allah menaruh diri kita di telapak tangan-Nya dapat memimpin kita kepada suatu hidup sukacita yang bersifat menyeluruh. Hal sedemikian dapat menggerakkan kita untuk bersukacita melihat keindahan bintang-bintang yang bertaburan di malam hari, atau relasi dengan orang-orang yang sangat kita kasihi, seperti juga kita bersukacita karena mengetahui bahwa nama-nama kita terdaftar di surga.

8x10-stfrancis-corgi-pem-newSanto Fransiskus dari Assisi, yang pestanya kita rayakan pada hari ini, adalah seorang pribadi yang menyadari betapa terberkati dirinya karena telah disentuh oleh Allah. Dalam “Gita Sang Surya” (Kidung/Nyanyian Saudara Matahari), Fransiskus menyanyikan dengan penuh sukacita caranya dia menemukan kasih Allah dan keindahan-Nya dalam segenap ciptaan. Tidak ada sesuatu pun, bahkan tidak juga penolakan oleh keluarganya (kecuali ibundanya yang tidak menolaknya), atau hidup pertobatan yang keras bersama para saudaranya, atau hidup miskin seturut panggilan-Nya, berhasil mengalahkan dan merenggut sukacita sejati yang ada dalam dirinya. Marilah kita belajar dari Fransiskus bagaimana menyerahkan diri kita sepenuhnya (artinya tanpa reserve) kepada Yesus. Semoga dengan begitu, hidup kita menjadi sebuah madah pujian dan syukur kepada Dia yang begitu mengasihi kita semua!

DOA: Roh Kudus Allah, tolonglah diriku agar dapat merayakan dengan penuh sukacita kasih yang Kaucurahkan kepadaku. Semoga aku dapat menjalani hidupku dengan selalu memuji-muji kehadiran-Mu dalam diriku dan dalam diri orang-orang di sekelilingku. Bimbinglah aku senantiasa sehingga aku pantas dinamakan seorang anak Bapa di surga dan murid Yesus Kristus yang setia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 10:17-24), bacalah tulisan yang berjudul “BERSUKACITALAH KARENA NAMAMU ADA TERDAFTAR DI SURGA” (bacaan tanggal 4-10-14) dalam situs PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2014.

Cilandak, 2 Oktober 2014 [Peringatan Para Malaikat Pelindung]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KUASA UNTUK MENGALAHKAN IBLIS DAN ROH-ROH JAHAT

KUASA UNTUK MENGALAHKAN IBLIS DAN ROH-ROH JAHAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Rabu, 24 September 2014)

YESUS MENGUTUS - MISI YANG DUABELASYesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit, kata-Nya kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau kantong perbekalan, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kamu masuk ke dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi desa-desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat. (Luk 9:1-6)

Bacaan Pertama: Ams 30:5-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:29,72,89,101,104,163

“Yesus … memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit” (Luk 9:1-2).

Mengapa Yesus harus bersusah-payah memberikan otoritas kepada kedua belas murid-Nya untuk mengalahkan roh-roh jahat? Bukankah Yesus dapat sekadar memberdayakan mereka untuk menyembuhkan sakit-penyakit dan mewartakan Injil? Bukankah itu sudah cukup? Kelihatannya tidak! Yesus menyadari bahwa keberadaan roh-roh jahat adalah riil, dan Ia juga tahu bahwa roh-roh jahat itu merupakan ancaman riil terhadap hidup orang banyak. Kita bisa saja membayangkan Iblis sebagai makhluk berwarna merah menyeramkan, bertanduk, berekor dengan ujung tajam, dan memiliki kaki seperti seekor kambing, namun kenyataannya tidaklah sedemikian. Kita bahkan mungkin saja berpikir bahwa cukuplah bagi kita untuk percaya kepada Yesus dan mengakui keberadaan si Jahat di dunia tanpa menerima kenyataan bahwa dia adalah makhluk spiritual yang bertujuan untuk menghancurkan kita.

Posisi yang disebutkan di atas adalah posisi yang berbahaya. Iblis itu riil, dan tindakan-tindakannya terlihat di dunia dan bahkan dalam hidup kita. Dengan dusta dan kebenaran-kebenaran yang setengah-setengah, Iblis mempengaruhi kita dengan bujukan-bujukannya, rayuan-rayuannya dlsb. bahwa Allah tidaklah seluruhnya baik dan mengasihi. Iblis juga menggunakan hal-hal yang jelas-jelas dosa dan ketidakpedulian secara halus untuk memimpin kita kepada mindsets yang bertentangan dengan pesan Injil. Dijuluki “pendusta dan bapak pendusta” (Yoh 8:44). Iblis ingin menghalang-halangi siapa saja untuk mengenal belas kasih Allah dan menerima pengampunan serta rahmat-Nya.

Untunglah bahwa ini bukanlah akhir dari cerita kita! Dengan kematian Yesus di kayu salib, Iblis telah dikalahkan. Kemampuan yang di berikan oleh Yesus kepada para murid-Nya yang pertama untuk mengalahkan Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya bukanlah karunia yang diberikan satu kali saja. Semua orang Kristiani dapat menerima kuasa untuk menolak dusta Iblis, godaan-godaannya, dan keraguan-raguan yang disebabkan olehnya. Kita tidak perlu merasa tak berdaya dan tertindas, dirampas sukacita penebusan kita yang adalah milik kita dalam Kristus. Apabila kita dipersatukan dengan Yesus dalam pembaptisan dan disalibkan bersama Dia, maka kita ikut ambil bagian dalam buah-buah kebangkitan-Nya.

Marilah kita merenungkan kebenaran berikut ini: Bagian lama dari diri kita (anda dan saya) yang berada di bawah pengaruh Iblis telah dihancurkan melalui salib Kristus. Kita harus memperkenankan realitas ini mengendap dalam pikiran dan hati kita, sehingga dengan demikian kita dapat berkonfrontasi dengan Iblis dan roh-roh jahatnya setiap hari dengan penuh kepercayaan diri. Kita pun akan berjalan dengan keyakinan yang lebih besar lagi dalam hidup baru yang adalah milik kita dalam Kristus.

DOA: Tuhan Yesus, aku bergembira penuh sukacita akan kemenangan-Mu atas Iblis! Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah memberikan kepadaku kuasa-Mu untuk mengenali dan menolak sengat Iblis. Terpujilah Engkau, ya Yesus, Engkau adalah Tuhan yang tersalib dan bangkit, yang telah memenangkan pertempuran sekali dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “SEMUA ORANG HARUS MEMBUAT PILIHAN” (bacaan tanggal 24-9-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

Cilandak, 19 September 2014 [Peringatan S. Fransiskus Maria dr Comporosso, Biarawan]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 144 other followers