Posts from the ‘EVANGELISASI’ Category

BAGIAN DARI DOA IMAM BESAR AGUNG

BAGIAN DARI DOA IMAM BESAR AGUNG

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Selasa, 19 Juni 2015)

Keluarga Fransiskan Kapusin: S. Krispinus dr Viterbo [1668-1750], Biarawan 

MSheets_WordofLife_710

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata, “Bapa, telah tiba saatnya; muliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai Yesus Kristus yang  telah Engkau utus. Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. Dan sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari Engkau. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan  kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari Engkau dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dimuliakan di dalam mereka. Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan aku datang kepada-Mu. (Yoh 17:1-11a)

Bacaan Pertama: Kis 20:17-27; Mazmur Tanggapan: Mzm 68:10-11.20-21 

Bacaan Injil hari ini adalah sebelas ayat pertama dari doa Yesus untuk para murid-Nya. Uraian berikut ini didasarkan pada bacaan yang lebih panjang, yaitu Yoh 17:1-19.

Yesus berdoa kepada Bapa surgawi dan mohon kepada-Nya untuk melindungi para murid-Nya – bukan untuk mengambil mereka dari dunia, melainkan untuk melindungi mereka dari yang jahat (lihat Yoh 17:15). Ketika Yesus mengatakan bahwa “dunia” membenci para pengikut/murid-Nya, maka yang dimaksudkan oleh-Nya dengan “dunia” adalah keduniawian, ketiadaan Allah dalam pikiran dan hati manusia, ketiadaan iman. Karena para murid-Nya bukan milik “dunia” yang sedemikian, maka mereka pun dibenci (lihat Yoh 17:14). Akan tetapi, mereka harus tetap berada di dalam dunia, di tengah-tengah yang baik dan yang jahat, menjadi sebuah pengaruh yang baik, menjadi sebuah contoh dan mengingatkan orang-orang, untuk membawa segala sesuatu (termasuk manusia) kembali kepada Allah.

Tentu saja ada faktor risiko dalam hal ini. Buah apel yang busuk yang tercampur dengan buah-buah apel lainnya dalam sebuah tong akan merusak seluruh buah apel dalam tong itu. Nila setitik rusak susu sebelanga! Contoh yang buruk dapat secara negatif mempengaruhi orang-orang yang baik. Oleh karena itu Yesus berdoa bagi para murid-Nya (termasuk kita) kepada Bapa surgawi: “supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat” (Yoh 17:15)…… melindungi mereka dengan kebenaran …… firman Allah sendiri (lihat Yoh 17:17). Kemudian Yesus melanjutkan: “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia” (Yoh 17:18).

Pada hari ini, dalam Liturgi Sabda pada perayaan Ekaristi, Yesus berdoa bagi kita seperti yang dilakukan-Nya bagi para murid-Nya yang pertama. Dia berdoa kepada Bapa surgawi untuk melindungi kita, untuk menguduskan kita dalam kebenaran (lihat Yoh 17:19), untuk menjaga kita jangan sampai mengambil jalan yang salah walaupun bahaya selalu ada. Dalam doanya Yesus mengingatkan kita bahwa kita dapat dibenci karena mengambil sikap benar sebagai orang Kristiani di tengah-tengah dunia yang tidak sejalan dengan kita, juga karena kita memandang hal dan peristiwa di kehidupan kita dalam terang ajaran Kristus, bukannya berdasarkan pertimbangan dunia. Hal seperti ini tidak perlu sampai mengganggu kita selama kita bekerja dan bertindak dengan cintakasih Kristiani yang sejati.

Selagi kita semakin dekat dengan Hari Raya Pentakosta,  baik sekali bagi kita untuk mengingat apa yang ditulis oleh Yohanes dalam suratnya yang pertama: “Siapa yang menuruti segala perintah-Nya (Kristus), ia ada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dengan inilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu dengan Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita” (1Yoh 3:24). Karunia-karunia Roh Kudus kepada kita adalah damai-sejahtera, sukacita, kekuatan, keberanian dan pengertian. Tak ada apa dan/atau siapa pun yang perlu kita takuti, apabila kita membuka diri bagi Roh Kudus dan hidup dalam Roh.

DOA: Datanglah, ya Roh Kudus. Curahkanlah terang-Mu yang penuh keajaiban ke atas diri kami, dan penuhilah hati kami dengan api cintakasih-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 17:1-11a), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “MENGENAL ALLAH” (bacaan tanggal 19-5-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 20:17-27), bacalah tulisan berjudul “PERPISAHAN PAULUS DENGAN PARA PENATUA DI EFESUS” (bacaan tanggal 3-6-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 14 Mei 2015 [HARI RAYA KENAIKAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KITA JUGA DIUTUS KE DALAM DUNIA

KITA JUGA DIUTUS KE DALAM DUNIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH VII [TAHUN B], 17 Mei 2015)

HARI MINGGU KOMUNIKASI SEDUNIA

YESUS BERDOA UNTUK PARA MURID-NYA  YOH 17Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya digenapai yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu itulah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran. (Yoh 17:11b-19) 

Bacaan Pertama: Kis 1:15-17,20a,20c-26; Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2,11-12,19-20; Bacaan Kedua: 1Yoh 4:11-16

Selagi Dia masih bersama para murid-Nya di dunia, Yesus telah menjaga agar para murid selalu berada dalam persatuan dan kesatuan. Sekarang, ketika Dia bersiap-siap untuk meninggalkan mereka, Yesus berdoa agar mereka tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan itu. Dia tahu bahwa ikatan persatuan dan kesatuan mereka haruslah didasarkan pada sesuatu yang bukan sekadar karena kesamaan kepentingan manusiawi. Persatuan dan kesatuan mereka haruslah datang dari kenyataan bahwa mereka ikut ambil bagian dalam suatu kehidupan yang dibuat mungkin oleh-Nya bagi mereka.

Yesus mengetahui bahwa selagi para murid-Nya pergi keluar melaksanakan misi perutusan mereka, mereka akan mengalami banyak masalah dan kesulitan. Yesus tidak meminta agar supaya Bapa surgawi mengambil para murid dari dunia (Yoh 17:15). Mengapa demikian? Karena para murid dipanggil untuk menjadi saksi-saksi hidup tentang kuasa Injil-Nya di tengah-tengah dunia. Yesus hanya memohon agar para murid-Nya dilindungi oleh Bapa dari yang jahat [si Jahat] ketika mereka memberitakan Kabar Baik (Yoh 17:15).

Seperti yang didoakan-Nya bagi para murid yang awal, sebagai Imam Besar Agung (Ibr 4:14), Yesus sampai hari ini juga masih melakukan doa syafaat yang sama bagi kita semua, para murid-Nya di abad ke-21 ini: Dia minta kepada Bapa surgawi agar menjaga dan melindungi kita di dalam dunia ini. Yesus telah menguduskan kita, memisahkan kita dalam “kebenaran” Bapa (Yoh 17:17). Apakah yang dimaksudkan dengan kebenaran ini? Kabar Baik tentang kasih Allah dalam Kristus Yesus. Selagi kita memperkenankan Roh Kudus menyingkapkan kebenaran Injil ini dalam hati kita, kita dapat melawan segala kekuatan Iblis dan roh-roh jahatnya yang terus aktif di sekeliling kita. “Kebenaran” ini adalah satu-satunya hal yang dapat mengalahkan segala kejahatan dalam dunia serta membuat Iblis dan antek-anteknya menjadi tak berdaya.

Akan tetapi, kita harus ingat bahwa Iblis tidak begitu saja mau menerima kekalahannya dan menyerah. Dia tetap berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (lihat 1Ptr 5:8). Iblis selalu memiliki niat jahat untuk melakukan distorsi-distorsi atas kebenaran mengenai kasih Allah. Ia terus memerangi umat Allah (lihat Why 13:7).

Allah ingin agar kita mengetahui  bahwa kita dapat dengan tegar berdiri tegak melawan kejahatan. Melalui doa-doa harian kita, kita dapat mentahtakan Yesus di dalam hati kita masing-masing. Dengan mengampuni orang-orang yang telah bersalah kepada kita, kita dapat menggiling habis satu dari benteng pertahanan Iblis yang paling kuat – penolakan. Dengan melayani penuh kasih dan menginjili orang-orang lain, kita dapat membangun suatu atmosfir penuh rahmat dan kebenaran di seluruh dunia. Karena kita sudah dikuduskan dalam kebenaran Injil, marilah kita tanpa ragu sedikit pun mengangkat senjata-senjata rohani kita sambil terus memajukan Kerajaan Allah.

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi. Aku berterima kasih kepada-Mu penuh syukur dan memuji-muji-Mu karena lewat Yesus Kristus, Putera-Mu terkasih, Engkau telah memanggilku menjadi pelayan sabda-Mu. Hidup oleh kebenaran-Mu adalah sebuah kegembiraan penuh sukacita, ya Allahku. Lindungilah aku dari si Jahat dan malaikat-malaikat jahatnya dan gunakanlah diriku seturut kehendak-Mu. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 17:11b-19), bacalah tulisan yang berjudul “DALAM NAMA-NYA PARA MURID DIUTUS” (bacaan tanggal 17-5-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2015.  

Cilandak, 13 Mei 2015 [Peringatan Santa Perawan Maria dr Fatima] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KENAIKAN TUHAN KITA

KENAIKAN TUHAN KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RAYA KENAIKAN TUHAN – Kamis, 14 Mei 2015)

 www-St-Takla-org___Jesus-Ascention-07

Lalu Ia berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam  bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun yang mematikan, mereka tidak akan mendapat celaka; merek akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Mrk 16:15-20) 

Bacaan Pertama: Kis 1:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3,6-9; Bacaan Kedua: Ef 4:1-13 

Catatan awal: Uraian berikut adalah terjemahan bebas dari khotbah Santo Augustinus dari Hippo [354-430]. 

Pada hari ini Tuhan kita Yesus Kristus naik ke surga; maka biarlah hati kita naik bersama dengan Dia. Dengarkanlah sang Rasul: “… apabila kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi” (Kol 3:1-2). Yesus selalu berada bersama kita walaupun setelah kenaikan-Nya ke surga (catatan: lewat kehadiran Roh Kudus-Nya), dengan demikian kita pun dapat dikatakan sudah di surga bersama dengan-Nya, walaupun yang telah dijanjikan kepada kita belum dipenuhi dalam tubuh kita.

Mengapa kita di atas bumi tidak berjuang untuk menemukan tempat peristirahatan bersama Dia bahkan sekarang juga, melalui iman, pengharapan, dan kasih yang mempersatukan kita dengan diri-Nya? Sementara di surga Dia berada bersama kita; dan sementara di atas bumi kita juga berada bersama dengan Dia. Yesus tidak meninggalkan surga manakala Dia turun untuk berada bersama dengan kita; Dia juga tidak meninggalkan kita ketika Dia naik lagi ke surga. Fakta bahwa Dia ada di surga walaupun ketika Dia berada di atas bumi telah dikatakan-Nya sendiri kepada Nikodemus: “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia” (Yoh 3:13).

Kristus adalah Kepala kita, dan kita adalah tubuh-Nya. Tidak ada seorang pun telah naik ke surga kecuali Kristus karena kita juga adalah Kristus: Ia adalah Anak Manusia oleh persatuan-Nya dengan kita, dan oleh/melalui persatuan kita dengan-Nya kita adalah anak-anak Allah. Jadi, sang Rasul berkata: “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan semua anggota tubuh itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus” (1Kor 12:12). Ia juga mempunyai banyak anggota, walaupun satu tubuh.

Karena bela rasa-Nya bagi kita, Dia turun dari surga, dan walaupun Ia naik ke surga sendiri, kita juga naik, karena kita ada dalam Dia oleh rahmat. Jadi, tidak ada siapa pun kecuali Kristus yang turun dari surga dan tidak ada seorang pun yang kecuali Kristus yang naik ke surga. Hal ini bukan dikarenakan bahwa tidak ada perbedaan antara kepala dan tubuh, tetapi karena tubuh sebagai suatu kesatuan tidak dapat dipisahkan dari kepala.

DOA: Tuhan Yesus, kami bergembira dalam kesatuan dan persatuan intim dengan Engkau. Engkau telah membuka pintu-pintu surga, dan kami bergembira bahwa sekarang kami duduk bersama dengan Engkau – dan dalam Engkau – di sebelah kanan Bapa surgawi. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (Ef 1:17-23), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH TELAH NAIK DENGAN DIIRINGI SORAK-SORAI” (bacaan tanggal 14-5-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2015. 

Cilandak, 12 Mei 2015 [Peringatan S. Leopoldus Mandic, Imam Kapusin] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

TUGAS SANG PENOLONG: MENGAJARKAN DAN MENGINGATKAN

TUGAS SANG PENOLONG: MENGAJARKAN DAN MENGINGATKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Senin, 4 Mei 2015) 

ROHHULKUDUS“Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya, “Tuhan, apa sebabnya Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”Jawab Yesus “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia. Siapa saja yang tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari Aku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.  (Yoh 14:21-26) 

Bacaan Pertama: Kis 14:5-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 115:1-4,15-16 

“… Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu”  (Yoh 14:26).

Ini adalah untuk kedua kalinya Yohanes berbicara mengenai sang Penolong (Roh Kebenaran; lihat Yoh 14:16-17). Dalam ayat Yoh 14:26 ini Yohanes mulai mengidentifikasikan sang Penolong dengan Roh Kudus. Sang Penolong (Yunani: Parakletos), seperti juga Anak (Putera) diutus oleh Bapa, namun dalam nama Yesus (lihat petikan ayat di atas). Sang Penolong akan menggantikan peranan Yesus dalam komunitas orang beriman. Sang Penolong inilah yang menjamin perwahyuan yang bersifat permanen di dalam dunia. Sang Penolong atau Roh Kudus ini merupakan satu-satunya jawaban yang tersedia bagi mereka yang ingin tetap berada bersama Yesus dan mau melihat Bapa surgawi.

Sang Penolong diutus oleh Bapa surgawi dalam nama Yesus untuk “mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 14:26). Dengan demikian, peranan sang Penolong adalah melanjutkan pekerjaan Yesus dengan menjamin adanya perwahyuan yang bersifat permanen di dalam dunia. Namun tugas ini dilaksanakan dalam komunitas orang beriman di mana dan pada saat mana sabda Yesus diproklamasikan dan didengar, di mana dan pada saat mana perintah-perintah-Nya didengar dan ditaati.

Inilah sebabnya mengapa sang Penolong ini diidentifikasikan dengan Roh Kudus. Ia adalah kuasa dari kehadiran Yesus yang bangkit dalam komunitas mereka yang percaya kepada-Nya. Komunitas orang beriman adalah komunitas di mana sabda Yesus diproklamasikan. Proklamasi termaksud adalah pekerjaan sang “Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku” (Yoh 14: 26).

Jadi, para pembaca Injil tidak dapat mengabaikan fakta bahwa hal ini adalah yang dilakukan oleh Yohanes ketika dia menulis Injilnya. Ini adalah yang dilakukan oleh setiap pewarta Injil. Ini adalah yang dilakukan oleh komunitas orang beriman bilamana mereka mendengar, mendengarkan dan sampai kepada pemahaman Injil. Mengajar dan mengingatkan tidak pernah merupakan suatu tindakan yang berdiri sendiri. Mereka yang diajar, yang diingatkan “akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 14:26), adalah bagian dari operasi seperti orang-orang yang mengajar mereka dan mengingatkan mereka apa yang dikatakan oleh Yesus. Itulah sebabnya kita mengacu kepada mereka sebagai “komunitas orang beriman”.

Operasi gabungan dari “mengajarkan dan mengingatkan” adalah pekerjaan “sang Penolong, Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku” (Yoh 14:25). Sang Penolong diutus oleh Bapa “dalam nama-Ku” karena “Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku” (Yoh 16:14). Tugas sang Penolong bukanlah untuk menyingkap sesuatu yang baru, melainkan untuk melestarikan/memelihara kebaharuan dari perwahyuan di dalam komunitas umat beriman.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah mengutus Roh Kudus dalam nama Yesus kepada kami, untuk mengajarkan segala sesuatu kepada kami dan mengingatkan kami kami akan semua yang telah dikatakan Yesus kepada kami semua di sepanjang masa. Terpujilah Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putera dan Roh Kudus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:21-26), bacalah tulisan yang berjudul “KETAATAN ADALAH BUKTI CINTAKASIH” (bacaan tanggal 4-5-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 14:5-18), bacalah tulisan yang berjudul “TETAP MAU DAN MAMPU UNTUK DIAJAR OLEH ALLAH” (bacaan tanggal 19-5-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 30 April 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KITA JUGA DIPANGGIL UNTUK MENJADI SAKSI-SAKSI KRISTUS

KITA JUGA DIPANGGIL UNTUK MENJADI SAKSI-SAKSI KRISTUS

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Paskah – Kamis, 16 April 2015) 

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIASiapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata tentang hal-hal di bumi. Siapa yang datang dari surga adalah di atas semuanya. Ia bersaksi tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tidak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap tinggal di atasnya.” (Yoh 3:31-36) 

Bacaan Pertama: Kis 5:27-33; Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-9,17-20 

“… siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas”  (Yoh 3:34).

Budaya populer seakan merupakan hakim yang bersikap skeptis apabila orang berbicara mengenai agama. Walaupun begitu, hakim yang skeptis sekali pun dapat terbuai oleh kesaksian seorang saksi ahli. Katakanlah pada awalnya hakim itu memandang kesaksian sang ahli dengan keragu-raguan, namun pada akhirnya dia menyerah juga pada kenyataan bahwa saksi ahli tersebut sungguh menguasai masalahnya.

Sebagai umat Kristiani kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi ahli juga …… untuk Yesus! Allah mengutus kita ke tengah dunia untuk memberikan bukti yang akan menghanyutkan “para hakim” dalam masyarakat kita, dan kemudian memimpin mereka kepada Yesus. Bagaimana seharusnya kita menanggapi tantangan ini? Untuk itu, baiklah kita senantiasa mengingat ayat-ayat Kitab Suci yang menyatakan jantung dari iman-kepercayaan kita, misalnya Yoh 3:16 atau Mrk 10:45.

Kita harus sungguh mengenal dan menghayati ajaran-ajaran alkitabiah mengenai isu-isu kunci seperti kehidupan kekal, kasih Allah, dan makna salib Kristus. Yang lebih penting lagi adalah bahwa kita harus mendukung apa yang kita katakan dengan mencoba secara serius untuk hidup sebagai seorang murid-Nya setiap hari. Ingatlah: “Actions really do speak louder than words”, …… jangan “omdo” atau “nato”!

Selagi kita (anda dan saya) membangun persahabatan dengan orang-orang, maka kita akan menemukan pintu-pintu yang terbuka bagi kita untuk memberi kesaksian tentang Yesus juga. Dalam hal seperti itu kita dapat memperoleh suatu kesempatan untuk syering potongan bacaan Kitab Suci yang sangat berarti bagi kita, atau syering sebuah cerita tentang bagaimana kita merasa terhibur oleh Dia pada situasi yang sulit dalam hidup kita. Bijaksanalah kita untuk senantiasa mempersiapkan diri bagi kesempatan-kesempatan sedemikian.

Misalnya, kita ingin mempunyai sebuah jawaban yang siap untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditanyakan tentang iman-kepercayaan kita. Lalu, jika seseorang bertanya kepada kita, “Apakah yang anda percayai tentang Allah?”, maka kita akan mampu menanggapi pertanyaan tersebut dengan sejumlah pernyataan yang jelas tentang kasih Allah bagi setiap orang dan tentang keputusan-Nya untuk mengutus Anak-Nya ke tengah dunia guna mendamaikan kita dengan Dia dan membuka jalan kita ke surga.

Yesus adalah saksi Allah yang tertinggi karena Dia mengenal Allah secara intim dan mempunyai Roh Kudus sebagai tali kasih-Nya dengan Bapa (lihat Yoh 3:31-32,34). Sekarang Ia memberikan kepada kita Roh-Nya tersebut sehingga kita pun dapat memberi kesaksian tentang kasih Allah.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau telah berjanji bahwa Engkau akan mengutus Roh-Mu – yaitu Roh Kebenaran – yang  akan bersaksi kepada kami tentang Engkau. Namun Engkau juga meminta kami untuk menjadi saksi-saksi-Mu. Bukalah hati dan pikiran kami lebar-lebar agar dapat memahami isi Kitab Suci dan berbicara secara efektif tentang diri-Mu dan misi-Mu kepada orang-orang yang kami jumpai. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Tuhan Yesus. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 5:27-33), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH SANGAT BERKEINGINAN UNTUK MENGAMPUNI KITA” (bacaan tanggal 16-4-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2015. 

Cilandak, 14 April 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PESAN ISTIMEWA DARI YESUS BAGI KITA YANG SEDANG MERASA RAGU-RAGU, KHAWATIR DAN TAKUT

PESAN ISTIMEWA DARI YESUS BAGI KITA YANG SEDANG MERASA RAGU-RAGU, KHAWATIR DAN TAKUT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Kamis dalam Oktaf Paskah – 9 April 2015) 

the-appearance-to-the-disciples-in-jerusalem-luke-24-35-48

Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka, “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi, Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka, “Apakah kamu punya makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka, “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kita nabi-nabi dan kitab Mazmur.”  Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan untuk pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamulah saksi-saksi dari semuanya ini. (Luk 24:35-48) 

Bacaan Pertama: Kis 3:11-26; Mazmur Tanggapan: Mzm 8:2,5-9

“Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? (Luk 24:38).

Bacaan Injil hari ini merupakan pesan istimewa dari Yesus untuk orang-orang Kristiani yang merasa takut, khawatir, ragu-ragu, tertekan dlsb. Apakah anda  mempertanyakan devosi dan/atau hidup kesalehan anda sehari-hari sebagai sesuatu yang mengandung  arti? Jika kita mempunyai pertanyaan-pertanyaan seperti ini, baiklah kita menyadari bahwa Yesus akan mengambil segala masalah kita dan juga masalah-masalah umat-Nya. Dia telah mengambil semua beban dosa-dosa kita, membawa semua itu bersama-Nya ke kayu salib, Dia mencurahkan darah-Nya dan wafat guna membebaskan kita dari beban-beban ini.

Sekarang, lihatlah dalam bacaan Injil ini: Yesus berdiri ditengah-tengah para murid-Nya. Dia telah bangkit penuh kemuliaan, mengejutkan bahkan para sahabat-Nya yang terdekat dan murid-murid-Nya, sehingga mereka berpikir bahwa diri-Nya adalah hantu. Namun Yesus menepis semua itu: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” (Luk 24:38-39). Lalu, Yesus memperlihatkan tangan kaki-Nya yang mengandung luka-luka yang sudah dimuliakan. Ketika mereka belum percaya karena gembira dan masih heran, Ia menanyakan apakah ada makanan, dan Ia pun mulai makan di depan mereka (Luk 24:40-43).

Mengapa cerita menyedihkan tentang penolakan dan pembunuhan yang begitu brutal yang terjadi beberapa sebelumnya berakhir dengan baik seperti ini? Jawabnya: relasi kasih antara Yesus dan Bapa-Nya adalah sempurna. Yesus menaruh kepercayaan kepada Bapa-Nya secara penuh. Ia berkata bahwa Dia selalu melakukan pekerjaan yang menyenangkan hati Bapa-Nya. Sebelum itu, Ia pernah berkata kepada para murid-Nya: Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh 4:34). Yesus mengetahui sesuatu yang kita tidak ketahui, dan Ia seakan berkata kepada kita, “Jika engkau mengetahui apa yang Aku ketahui, maka engkau akan selalu menaruh Allah dan kehendak-Nya pada tempat pertama.”

Apakah yang diketahui-Nya? “Allah adalah Kasih (1Y       oh 4:8,16), dan hanya bagian akhir yang terbaik dari cerita saja yang tersedia bagi kita, kalau kita berada dalam “frekuensi” yang sama dengan Kasih yang sempurna. Yohanes memahami hal ini. Dalam salah satu suratnya, dia menulis, “Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan” (1Yoh 4:18).

Pada saat wafat-Nya, Yesus telah berkemenangan. Ia mengalahkan dosa, diri-Nya sendiri, dan Iblis. Oleh karena itu Yesus bangkit dengan penuh kemenangan. Sekarang Yesus berkata kepada anda dan saya, “Saya telah mengalahkan dunia. Sekarang adalah giliran-Mu, ya murid-murid-Ku.”

DOA: Yesus Kristus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau tidak menghukum diriku ketika timbul keragu-raguan dalam hatiku tentang diri-Mu. Utuslah Roh Kudus-Mu ke dalam hidupku, teristimewa ketika terjadi kebingungan atau ketakutan. Semoga realitas kasih-Mu yang sempurna bagi diriku mengusir setiap rasa takut yang tersembunyi dalam hatiku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 3:11-26), bacalah tulisan yang berjudul “KHOTBAH PETRUS DI SERAMBI SALOMO” (bacaan tanggal 9-4-15) dalam situs/blog PA ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2015. 

Cilandak, 7 April 2015 [HARI SELASA DALAM OKTAF PASKAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BUKANKAH MESIAS HARUS MENDERITA SEMUANYA ITU?

BUKANKAH MESIAS HARUS MENDERITA SEMUANYA ITU?

 (Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RABU DALAM OKTAF PASKAH – 8 April 2015) 

stdas0060Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah desa bernama Emaus, yang terletak kira-kira sebelas kilometer dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?”  Lalu berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya, “Apakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dialah adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan dan perkataan di hadapan Allah dan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang akan membebaskan bangsa Israel. Sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat yang mengatakan bahwa Ia hidup. Beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati persis seperti yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.”  Lalu Ia berkata kepada mereka, “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu untuk mempercayai segala sesuatu, yang telah para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”  Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati desa yang mereka tuju, lalu Ia  berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya, “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.”  Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”  Lalu bangkitlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu dan orang-orang yang ada bersama mereka, sedang berkumpul. Kata mereka itu, “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.”  Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. (Luk 24:13-35) 

Bacaan Pertama: Kis 3:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1-4,6-9

emmaus-INSIDE“Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”  (Luk 24:26).

Marilah kita merenungkan pertanyaan yang diajukan oleh Yesus kepada dua orang murid yang sedang dalam perjalanan menuju Emaus. Yesus adalah sang Putera Allah yang kekal, lengkap dan sempurna dalam segala hal. Mengapa Dia harus atau perlu menderita? Bagaimana Dia dapat masuk ke dalam suatu kemuliaan yang telah dimiliki-Nya pada awal dunia? Kebenarannya adalah bahwa Dia tidak memerlukan penderitaan, namun penderitaan itu diperlukan bagi kita manusia. Kita membutuhkan Yesus untuk menderita, wafat, dan bangkit dan naik ke surga ke dalam kemuliaan. Yesus begitu mengasihi kita sehingga Dia sungguh rela untuk mati bagi kita.

Kita membutuhkan Yesus untuk diolok-olok, dianiaya, disiksa, dan dipaku pada kayu salib. Yesus-lah yang membayar penalti atau hukuman atas diri kita karena dosa-dosa kita. Yesus merangkul dan menerima kematian yang sebenarnya pantas untuk ditimpakan atas diri kita sehingga dengan demikian kita dapat diampuni. Yesus bersedia menjadi tidak ada apa-apanya – Dia mengosongkan diri-Nya – sehingga kita dapat menjadi anak-anak Allah. Sungguh suatu pertukaran yang indah – suatu pertukaran yang mutlak diperlukan, …… bagi kita!

pppas0294Namun demikian, Yesus sebenarnya melakukan bagi kita sesuatu yang jauh lebih daripada sekadar menebus dosa-dosa kita. Ya, Yesus tidak hanya perlu menderita sengsara bagi kita, namun perlu juga bagi-Nya untuk masuk ke dalam kemuliaan surgawi (Luk 24:26). Mengapa begitu? Karena rencana Allah adalah untuk memenuhi diri kita masing-masing dengan kehidupan ilahi, kemuliaan-Nya. Adalah perlu bagi Yesus untuk masuk ke dalam kemuliaan sehingga dengan demikian Ia dapat mengutus Roh Kudus-Nya kepada kita, yaitu janji Allah terkait suatu kehidupan surgawi di sini, di atas bumi. Yesus memasuki kemuliaan sehingga dengan demikian kita dapat ikut ambil bagian di dalamnya bersama dengan Dia. Dengan kebangkitan-Nya, Yesus telah mengampuni dosa-dosa kita dan memperbaiki kecenderungan manusiawi kita untuk berdosa, dengan demikian kita dapat ikut ambil bagian dalam hidup-Nya sekarang juga.

Jadi, tidak mengherankanlah ketika kita membaca dan merenungkan bagaimana kedua murid tersebut dipenuhi dengan sukacita dan energi setelah mendengar kabar baik dari Kristus yang sudah bangkit. Sukacita dan energi semacam inilah yang diinginkan Yesus bagi kita semua para murid-Nya di abad ke-21 ini. Yesus ingin agar hati kita penuh dengan sukacita dan excitement. Kita tidak lagi terbelenggu oleh kuasa dosa, kegagalan maupun kelemahan. Kematian Yesus telah membatalkan kutuk yang dikarenakan kodrat manusiawi kita yang cenderung untuk berdosa. Yesus telah mematahkan cengkeraman Iblis terhadap hidup kita dan memungkinkan bagi kita untuk mengalami kehidupan, kekuatan, dan kuasa untuk mengasihi dan mentaati Allah yang hidup setiap hari dalam hidup kita.

DOA: Segala kemuliaan bagi-Mu, ya Yesus, Tuhan dan Juruselamatku, karena Engkau telah menebus dosa-dosaku. Terima kasih penuh syukur kupanjatkan kepada-Mu senantiasa, karena kasih-Mu yang tak terhingga. Engkau telah melepaskan diriku dari belenggu dosa dalam hidupku, agar aku bebas-merdeka untuk ikut ambil bagian dalam kemuliaan-Mu pada hari ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 3:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “PETRUS MENYEMBUHKAN SEORANG LUMPUH” (bacaan tanggal 8-4-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 24:13-35), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “MEREKA MENGENAL DIA DALAM PEMECAHAN ROTI” (bacaan tanggal 3-4-13) dan “EKARISTI ADALAH EMAUS KITA” (bacaan tanggal 11-4-12), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 6 April 2015 [HARI SENIN DALAM OKTAF PASKAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 150 other followers