Posts from the ‘EVANGELISASI’ Category

BUKANKAH MESIAS HARUS MENDERITA SEMUANYA ITU?

BUKANKAH MESIAS HARUS MENDERITA SEMUANYA ITU?

 (Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RABU DALAM OKTAF PASKAH – 8 April 2015) 

stdas0060Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah desa bernama Emaus, yang terletak kira-kira sebelas kilometer dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?”  Lalu berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya, “Apakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dialah adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan dan perkataan di hadapan Allah dan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang akan membebaskan bangsa Israel. Sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat yang mengatakan bahwa Ia hidup. Beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati persis seperti yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.”  Lalu Ia berkata kepada mereka, “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu untuk mempercayai segala sesuatu, yang telah para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”  Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati desa yang mereka tuju, lalu Ia  berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya, “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.”  Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”  Lalu bangkitlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu dan orang-orang yang ada bersama mereka, sedang berkumpul. Kata mereka itu, “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.”  Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. (Luk 24:13-35) 

Bacaan Pertama: Kis 3:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1-4,6-9

emmaus-INSIDE“Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”  (Luk 24:26).

Marilah kita merenungkan pertanyaan yang diajukan oleh Yesus kepada dua orang murid yang sedang dalam perjalanan menuju Emaus. Yesus adalah sang Putera Allah yang kekal, lengkap dan sempurna dalam segala hal. Mengapa Dia harus atau perlu menderita? Bagaimana Dia dapat masuk ke dalam suatu kemuliaan yang telah dimiliki-Nya pada awal dunia? Kebenarannya adalah bahwa Dia tidak memerlukan penderitaan, namun penderitaan itu diperlukan bagi kita manusia. Kita membutuhkan Yesus untuk menderita, wafat, dan bangkit dan naik ke surga ke dalam kemuliaan. Yesus begitu mengasihi kita sehingga Dia sungguh rela untuk mati bagi kita.

Kita membutuhkan Yesus untuk diolok-olok, dianiaya, disiksa, dan dipaku pada kayu salib. Yesus-lah yang membayar penalti atau hukuman atas diri kita karena dosa-dosa kita. Yesus merangkul dan menerima kematian yang sebenarnya pantas untuk ditimpakan atas diri kita sehingga dengan demikian kita dapat diampuni. Yesus bersedia menjadi tidak ada apa-apanya – Dia mengosongkan diri-Nya – sehingga kita dapat menjadi anak-anak Allah. Sungguh suatu pertukaran yang indah – suatu pertukaran yang mutlak diperlukan, …… bagi kita!

pppas0294Namun demikian, Yesus sebenarnya melakukan bagi kita sesuatu yang jauh lebih daripada sekadar menebus dosa-dosa kita. Ya, Yesus tidak hanya perlu menderita sengsara bagi kita, namun perlu juga bagi-Nya untuk masuk ke dalam kemuliaan surgawi (Luk 24:26). Mengapa begitu? Karena rencana Allah adalah untuk memenuhi diri kita masing-masing dengan kehidupan ilahi, kemuliaan-Nya. Adalah perlu bagi Yesus untuk masuk ke dalam kemuliaan sehingga dengan demikian Ia dapat mengutus Roh Kudus-Nya kepada kita, yaitu janji Allah terkait suatu kehidupan surgawi di sini, di atas bumi. Yesus memasuki kemuliaan sehingga dengan demikian kita dapat ikut ambil bagian di dalamnya bersama dengan Dia. Dengan kebangkitan-Nya, Yesus telah mengampuni dosa-dosa kita dan memperbaiki kecenderungan manusiawi kita untuk berdosa, dengan demikian kita dapat ikut ambil bagian dalam hidup-Nya sekarang juga.

Jadi, tidak mengherankanlah ketika kita membaca dan merenungkan bagaimana kedua murid tersebut dipenuhi dengan sukacita dan energi setelah mendengar kabar baik dari Kristus yang sudah bangkit. Sukacita dan energi semacam inilah yang diinginkan Yesus bagi kita semua para murid-Nya di abad ke-21 ini. Yesus ingin agar hati kita penuh dengan sukacita dan excitement. Kita tidak lagi terbelenggu oleh kuasa dosa, kegagalan maupun kelemahan. Kematian Yesus telah membatalkan kutuk yang dikarenakan kodrat manusiawi kita yang cenderung untuk berdosa. Yesus telah mematahkan cengkeraman Iblis terhadap hidup kita dan memungkinkan bagi kita untuk mengalami kehidupan, kekuatan, dan kuasa untuk mengasihi dan mentaati Allah yang hidup setiap hari dalam hidup kita.

DOA: Segala kemuliaan bagi-Mu, ya Yesus, Tuhan dan Juruselamatku, karena Engkau telah menebus dosa-dosaku. Terima kasih penuh syukur kupanjatkan kepada-Mu senantiasa, karena kasih-Mu yang tak terhingga. Engkau telah melepaskan diriku dari belenggu dosa dalam hidupku, agar aku bebas-merdeka untuk ikut ambil bagian dalam kemuliaan-Mu pada hari ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 3:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “PETRUS MENYEMBUHKAN SEORANG LUMPUH” (bacaan tanggal 8-4-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 24:13-35), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “MEREKA MENGENAL DIA DALAM PEMECAHAN ROTI” (bacaan tanggal 3-4-13) dan “EKARISTI ADALAH EMAUS KITA” (bacaan tanggal 11-4-12), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 6 April 2015 [HARI SENIN DALAM OKTAF PASKAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

DIPANGGIL DENGAN NAMA

DIPANGGIL DENGAN NAMA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI SELASA DALAM OKTAF PASKAH – 7 April 2015) 

17 GRAMATICA MARY MAGDALENE AT THE TO

Tetapi Maria berdiri di luar kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring sebelumnya. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka, “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapa yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu penjaga taman, lalu berkata kepada-Nya, “Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya, “Maria!”  Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!”, artinya Guru. Kata Yesus kepadanya, “Janganlah engkau memegang Aku terus, sebab Aku belum naik kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya. (Yoh 20:11-18) 

Bacaan Pertama: Kis 2:26-41; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:4-5,18-19,20,22

Apabila anda sedang berada di tengah orang banyak yang sedang berdesak-desakan menuju ke tempat diselenggarakannya konser musik Iwan Fals, dan ada yang berseru di sebelah belakang anda: “Hai, kamu!”, maka kemungkinan besar anda tidak akan meladeni seruan itu. Namun apabila nama anda yang diteriakkan, maka paling sedikit anda berpaling untuk melihat siapakah yang memanggil nama anda. Tidak ada apa pun yang lebih menarik perhatian kita daripada mendengar nama kita dipanggil – apakah di ruang tunggu dokter, di dalam ruang kelas, atau ketika duduk di meja perjamuan.

william-brassey-hole-jesus-revealing-himself-to-mary-magdaleneKetika Yesus pertama kali menyapa Maria Magdalena dengan kata “perempuan” (terjemahan LAI-TB II: “ibu”), Maria Magdalena menyangka Dia penjaga taman (Yoh 20:15), namun ketika Yesus berkata kepada-Nya; “Maria!”, Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!”, artinya  Guru (Yoh 20:16). Jadi, pada saat itu Maria merasa yakin bahwa laki-laki yang berdiri di dekatnya adalah Yesus, Juruselamatnya, yang mengenal dekat dirinya dan mengasihinya. Bayangkanlah bagaimana kiranya perasaan Maria Magdalena pada saat ia menyadari bahwa Yesus hidup! Maria Magdalena telah menyaksikan kematian-Nya di kayu salib yang sangat mengenaskan, melihat-Nya dibaringkan di kuburnya dengan dibalut dalam kain kafan; sekarang Ia berdiri di depannya, dan berkata kepadanya: “Maria!”. Tangisannya berhenti dan dirinya pun dipenuhi dengan sukacita.

Orang-orang besar dalam Perjanjian Lama mendengar Tuhan memanggil mereka dengan nama juga. Allah menampakkan diri kepada Musa di semak berduri yang menyala namun tidak terbakar, memanggil namanya (Kel 3:4) dan memberi amanat kepadanya untuk memimpin orang-orang Israel ke luar dari perbudakan Mesir (Kel 3:10). Ketika dia mendengar suara Allah berbicara kepadanya, Abraham diberdayakan untuk meninggalkan segala sesuatu dan kemudian melakukan perjalanan jauh ke tanah yang tidak dikenal yang dijanjikan Allah untuk diberikan kepadanya (Kej 12:1-3).

Melalui nabinya, Allah berjanji kepada kita semua bahwa Dia akan memberikan kita nama yang baru. Kita tidak lagi disebut “yang ditinggalkan” dan “yang sunyi”, melainkan disebut oleh-Nya “yang berkenan kepada-Ku” (Yes 62:4). Sekarang, dapatkah kita (anda dan saya) memperkenankan Allah menunjukkan kepada kita bahwa kita berkenan kepada-Nya? Dapatkah kita memperkenankan Allah menunjukkan bahwa melalui Kristus, Ia telah menarik kita ke sisi-Nya dan membuat kita menjadi ciptaan baru? Yesus ingin memanggil kita masing-masing dengan nama setiap harinya. Apabila kita mendengarkan suara-Nya, maka hati kita akan dihangatkan dengan kasih-Nya, dan pikiran kita pun akan dipenuhi dengan kebenaran-Nya. Kita akan melihat arah ke mana kita harus pergi. Dan kita akan dikuatkan agar mampu menghadapi hidup ini dengan keberanian.

DOA: Tuhan Yesus, aku berterima kasih penuh syukur untuk kasih-Mu kepadaku. Engkau adalah gembalaku yang baik. Ajarlah aku bagaimana mendengarkan suara-Mu dengan baik dalam setiap situasi yang kuhadapi. Jagalah agar aku tetap dekat pada-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 2:36-41), bacalah tulisan yang berjudul “PERTOBATAN YANG BERSIFAT TERUS-MENERUS” dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2015. 

Cilandak, 5 April 2015 [HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MENYAMPAIKAN PENGALAMAN IMAN KITA KEPADA ORANG-ORANG LAIN

MENYAMPAIKAN PENGALAMAN IMAN KITA KEPADA ORANG-ORANG LAIN

 (Bacaan Injil Misa Kudus, HARI SENIN DALAM OKTAF PASKAH – 6 April 2015)

jesus-and-the-two-women

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Lalu kata Yesus kepada mereka, “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Sementara mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, “Kamu harus mengatakan bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Apabila hal ini terdengar oleh gubernur, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Cerita ini tersebar di antara orang Yahudi sampai sekarang. (Mat 28:8-15) 

Bacaan Pertama: Kis 2:14,22-32; Mazmur Tanggapan: Mzm 16:1-2,5-7,8-11

Walaupun perayaan Paskah kita barangkali mengambil tempat di dalam gereja yang penuh sesak, bukan demikianlah Paskah yang dimulai berabad-abad lalu. Setiap hal yang kita peringati dan hormati pada Hari Raya Paskah kemarin dimulai dengan dua orang murid perempuan yang berlari-lari dari kubur/makam yang kosong guna menceritakan kepada sahabat-sahabat mereka bahwa Yesus telah dibangkitkan. Instruksi-instruksi malaikat kepada Maria Magdalena dan temannya yang bernama Maria juga begitu penting artinya,  bahwa Yesus sendiri ketika menampakkan diri kepada mereka, mengulangi apa yang dikatakan sang malaikat: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku” (Mat 28:10).

Apa jadinya jika kedua perempuan ini menyimpan informasi ini bagi mereka sendiri saja? Renungkanlah perjumpaan pribadi anda dengan Kristus. Bukankah ada pribadi atau pribadi-pribadi lain yang memainkan peran juga dalam memperkenalkan anda kepada-Nya? Apa jadinya jika mereka tidak mengatakan apa-apa. Paus Paulus VI dalam Imbauan Apostolik-nya yang berjudul Evangelii Nuntiandi (Mewartakan Injil) – “Karya Pewartaan Injil dalam Jaman Modern” (8 Desember1975), pada dasarnya mengajukan pertanyaan yang sama: “Dalam jangka jauh, masih adakah jalan lain untuk menyampaikan Injil daripada menyampaikan kepada orang lain pengalaman iman seseorang? (Evangelii Nuntiandi, 46).

Tentu kita perlu mempunyai pengalaman pribadi itu sebelum kita dapat meneruskannya/menyampaikannya kepada orang-orang lain. Namun demikian, walaupun orang di sekeliling kita sungguh melihat bahwa kita berbeda, mereka tidak selalu bertanya “Mengapa anda selalu penuh damai?” Seperti dikatakan oleh Petrus, kita senantiasa harus siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sedemikian. Dalam salah satu suratnya, Petrus menulis: “Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lembah lembut dan hormat” (1Ptr 3:15).

Pernahkan anda mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Kristus? Kalau demikian halnya, berlarilah seperti dilakukan oleh Maria Magdalena dan Maria yang lain, dan ceritakanlah kepada dunia tentang Dia. Kenyataan bahwa masih ada orang-orang yang menyangkal kebangkitan Yesus Kristus, seperti Imam Kepala pada minggu pagi di hari Paskah, samasekali tidak perlu membuat kita merasa takut. Sebelum Yesus memberi perintah kepada Maria Magdalena dan kawannya, Dia berkata kepada mereka: “Jangan takut” (Mat 28:10). Jika kita meluangkan waktu untuk mengakrabkan diri dengan sabda Allah dan merenungkan signifikansi dari kubur yang kosong, dan apabila kita mengalami kasih-Nya dalam doa dan sakramen-sakramen, maka kita dapat melangkah keluar ke tengah-tengah dunia untuk mewartakan Injil-Nya.

DOA: Tuhan Yesus,kami memuji-muji-Mu karena Engkau telah memberikan kepada kami kabar baik yang paling besar dan agung, yaitu pesan hidup baru sekarang dan hidup kekal dengan-Mu untuk selama-lamanya. Berikanlah keberanian dan semangat berjuang kepada kami agar kami dapat syering pesan-Mu dengan setiap orang yang kamu jumpai. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 2:14-22-32), bacalah tulisan yang berjudul “KUAT KUASA ROH KUDUS” (bacaan tanggal 21-4-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2015. 

Bacalah juga tulisan yang berjudul “PETRUS YANG SUDAH DIUBAH” (bacaan tanggal 9-4-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 28:8-15), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “ALLAH SENANTIASA MEMENUHI JANJI-JANJI-NYA” (bacaan tanggal 1-4-13) dan “YESUS TELAH MENGALAHKAN MAUT” (bacaan tanggal 21-4-14) keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 2 April 2015 [HARI KAMIS PUTIH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

TERBUKA BAGI PENYEMBUHAN

TERBUKA BAGI PENYEMBUHAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Agata, Perawan & Martir – Kamis, 5 Februari 2015) 

YESUS MENGUTUS - MISI YANG DUABELASIa memanggil kedua belas murid itu dan mulai mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat saja, roti pun jangan, kantong perbekalan pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas-kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka, “Kalau di suatu tempat kamu masuk ke dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat  yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. (Mrk 6:7-13) 

Bacaan Pertama: Ibr12:18-19,21-24; Mazmur Tanggapan: Mzm 48:2-4,9-11 

Ketika Yesus mengutus kedua belas rasul untuk melayani dalam nama-Nya, Markus menceritakan kepada kita  bahwa dalam pelayanan para rasul tersebut “mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka” (Mrk 6:13). Namun dalam bacaan Injil ini Markus juga mengindikasikan bahwa suatu tanggapan diperlukan dari pihak orang yang menginginkan kesembuhan. Markus juga menceritakan bahwa Yesus mengatakan kepada para rasul-Nya: “Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka” (Mrk 6:11). Tentunya atas perintah Yesus kepada para rasul-Nya, maka “pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat” (Mrk 6:12).

Yesus mengetahui apa yang kita butuhkan agar dapat disembuhkan: suatu kasih yang mengampuni. Dalam pengajaran-Nya yang panjang tentang kebutuhan akan kasih dalam kehidupan kita, Yesus pada dasarnya mengatakan kepada kita seperti berikut: “Jika engkau ingin sehat, berbahagia, sembuh dan bebas-merdeka, maka engkau harus mengasihi – bahkan musuh-musuhmu. Engkau akan disembuhkan apabila engkau mengampuni setiap orang dari kedalaman hatimu”.

Tanggapan kita terhadap kuasa penyembuhan Yesus  mempersyaratkan hal-hal yang berikut ini.

  1. Suatu pandangan jujur terhadap diri kita sendiri: Apakah aku mengikuti Yesus – jalan kasih yang mengampuni? Apakah aku mengikuti jalan dunia – jalan kebencian, penolakan, iri hati, kepahitan?
  2. Kerendahan hati: Aku tidak dapat disembuhkan dengan kekuatanku sendiri. Kita tidak boleh mengatakan: “Tuhan, tunggu sampai hidupku beres – kemudian Engkau dapat datang masuk ke dalam diriku.” Pada kenyataannya hanya Yesus yang dapat “membereskan” hidupku. Bukan aku! Tidak pernah!
  3. Mengambil suatu keputusan: berbalik kepada Yesus – dengan demikian Ia dapat memberikan kesembuhan-Nya yang indah kepada kita.
  4. Mohon pengampunan dan kesembuhan dari Yesus. Dengan penuh sukacita kita menerima semua itu dari Dia. Kita harus berterima kasih penuh syukur kepada-Nya untuk itu semua. Kita perlu menjadi penerima-penerima yang lebih baik dari pengampunan dan kesembuhan yang diberikan Tuhan; dengan demikian kita akan menjadi pemberi pengampunan yang lebih baik juga.
  5. Aku harus memiliki iman yang penuh dengan pengharapan bahwa Tuhan akan mengampuniku dan menyembuhkanku. Ketika Dia berkata, “Aku telah mengalahkan dunia”, Dia memang mengartikannya begitu. Tidak ada kemenangan yang tidak dapat dicapai oleh-Nya. Dia mempertobatkan Saulus dari Tarsus menjadi Paulus: seorang pengejar dan penganiaya umat Kristiani menjadi seorang misionaris teramat tangguh untuk mewartakan Injil-Nya. Dia mempertobatkan para petugas/pejabat cukai/pajak seperti Lewi (Matius) dan Zakheus. Pada kenyataannya, Yesus dituduh sebagai orang yang menikmati hidup yang akrab dengan para pendosa. Yesus bekerja di tempat-tempat di mana tidak ada seorang pun pemuka agama terhormat pada masa-Nya pernah kelihatan batang hidungnya.

DOA: Tuhan Yesus, aku menyesali segala dosaku. Aku bertobat, ya Tuhanku dan Allahku. Engkau adalah andalanku, lengkap dan satu-satunya! Aku membuka diriku secara total bagi kesembuhan dari-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 6:7-13), bacalah tulisan yang berjudul “DIUTUS OLEH YESUS SENDIRI” (bacaan tanggal 5-2-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015. 

Cilandak, 31 Januari 2015 [Peringatan S. Yohanes Bosko, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SURAT UCAPAN TERIMA KASIH

Cilandak, 13 Januari 2015

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus,

Hal: Terima kasih

Pada hari ini, perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Saudari-Saudara sekalian untuk dukungan anda – teristimewa dukungan doa – selama ini terhadap upaya “evangelisasi” yang saya lakukan melalui 3 (tiga) buah situs/blog pewartaan yang saya kelola sejak tahun 2010.

Genap lima tahun lalu, tepatnya pada tanggal 13 Januari 2010, atas anjuran salah seorang anak laki-laki saya (anak keempat: John), saya mulai melakukan “posting” (tanpa pengetahuan tentang “blogging” samasekali) ke dalam situs/blog SANG SABDA https://sangsabda.wordpress.com. Sebelumnya, saya hanya mengirimkan serangkaian tulisan saya berkaitan dengan Kitab Suci, spiritualitas Fransiskan dll. kepada sejumlah orang saja – lewat e-mails. Pada tanggal 19 Januari 2010 “posting” mulai dilakukan ke dalam situs/blog kedua, yaitu PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com.

Situs/blog SANG SABDA dimaksudkan untuk mengajak umat Kristiani (teristimewa umat Katolik) yang berbahasa Indonesia untuk lebih mencintai sabda Allah yang terdapat dalam Kitab Suci, dengan demikian lebih menjadi lebih dekat lagi dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita dan mempraktekkan apa yang diajarkan-Nya.

Situs/blog PAX ET BONUM terutama digunakan untuk “menyimpan” secara teratur tulisan-tulisan saya yang berhubungan dengan Fransiskanisme/ spritualitas Fransiskan (sejak 1996) yang selama itu berceceran dan tidak sedikit yang sudah hilang softcopy-nya. Situs/blog PAX ET BONUM ini juga memuat coret-coretan sehubungan dengan Kitab Suci. Tidak ada yang mengherankan memang, karena Kitab Suci adalah salah satu dari lima pilar penunjang spiritualitas Fransiskan. Pilar-pilar lainnya adalah “inkarnasi Tuhan”, “sengsara Yesus”, “Ekaristi” dan “Bunda Maria”.

Pada tanggal 27 Juli 2010, saya juga mulai dengan tulisan-tulisan dalam sebuah situs/blog dalam bahasa Inggris sederhana, yaitu A CHRISTIAN PILGRIMAGE http://achristianpilgrim.wordpress.com. Mayoritas pengunjungnya adalah dari Amerika Serikat dan negara-negara non-Indonesia lainnya.

Saya bersyukur bahwa kedua situs/blog dalam bahasa Indonesia masih cukup sering mendapatkan kritikan/cercaan dari berbagai pihak, karena dengan demikian saya yakin tidak sedikit Saudari-Saudara beriman lain yang juga suka mengunjungi kedua situs/blog tersebut. Tugas saya hanyalah menaburkan benih-benih sabda Allah. Saya berkeyakinan teguh bahwa Roh Kudus-lah yang mampu mengubah seseorang, kita manusia adalah sekadar instrumen-instrumen-Nya. Kedua situs/blog ini juga sehari-hari dibaca di negeri-negeri Timur Tengah dan Afrika. Terpujilah nama Allah!

Puji Tuhan, pertumbuhan 3 (tiga) situs/blogs yang saya kelola tersebut masih dinilai baik oleh WORDPRESS, dan semuanya ini tentunya berkat rahmat Allah dan doa-doa Saudari-Saudara sekalian tentunya. Anda dapat membaca komentar/evaluasi mereka di bawah kategori: “BLOG PERFORMANCE REVIEW” yang ada dalam situs/blog masing-masing. Seturut sabda Kristus, saya hanya dapat berkata: “Saya adalah hamba yang tidak berguna; saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan” (lihat Luk 17:10).

Jumlah “hits” sampai pada hari ini, jam 8.30 WIB, adalah 816.262 untuk situs/blog SANG SABDA; 432.384 untuk situs/blog PAX ET BONUM; dan 197.169 untuk situs/blog A CHRISTIAN PILGRIMAGE. Saya mempersilahkan anda semua untuk mengunjungi situs/blog ketiga ini. Bahasa Inggrisnya sungguh sederhana.

Sekali lagi, terima kasih banyak untuk bantuan doa-doa anda. Jangan bosan ya, karena tanpa bantuan doa anda sekalian, tak mampulah saya melakukan semua ini. Biarlah nama Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus,  senantiasa dipuji dan dimuliakan oleh segenap makhluk, di atas bumi seperti di dalam surga.

Salam persaudaraan,

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

p.s. Bagi mereka (terutama para orang muda yang meminati hal-ikhwal kepemimpinan (leadership), saya persilahkan mengunjungi situs/blog http://developingsuperleaders.wordpress.com.

HANYA DENGAN SATU KEPUTUSAN

HANYA DENGAN SATU KEPUTUSAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Senin, 12 Januari 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Bernardus dr Corleone, Biarawan Kapusin 

KEMURIDAN - YESUS MEMILIH KAKAK-BERADIK ANAK ZEBEDEUSSesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, Ia melihat Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. (Mrk 1:14-20) 

Bacaan Pertama: Ibr 1:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1-2,6-7,9

Simon dan Andreas, orang-orang biasa, pekerja-pekerja keras, yang mencari nafkah mereka dengan melakukan pekerjaan yang mereka ketahui dari hari ke hari, sebagai nelayan di danau Galilea. Yakobus dan Yohanes: anak-anak lelaki dari Pak Zebedeus bekerja dengan ayah mereka dan para pekerja yang lain dalam bisnis keluarga mereka (juga dalam bidang penangkapan ikan). Mereka ini sama saja seperti kita yang pergi ke kantor setiap hari kerja, atau membantu orangtua kita bekerja di warung setiap hari. Semua sibuk dengan rutinitas – sampai suatu saat Yesus datang dan bertemu dengan mereka. Lalu, peristiwa yang luarbiasa terjadilah.

Renungkanlah undangan luarbiasa dari Yesus kepada orang-orang ini: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mrk 1:17). Luarbiasa juga kiranya tanggapan mereka yang diundang oleh Yesus itu. Markus mencatat: “Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikut Dia” (Mrk 1:18). Ada dua momen yang menentukan dalam hal ini – momen undangan dan momen pengambilan keputusan oleh mereka yang diundang; dua-duanya ada dalam gambaran Injil hari ini. Pertama-tama kita melihat Yesus mengundang empat orang itu untuk meninggalkan kehidupan lama mereka, kehidupan yang familiar dan “aman” dan “nyaman”, dan memulai kehidupan baru dalam persekutuan dengan diri-Nya. Lalu kita melihat keempat-empatnya menanggapi panggilan-Nya dengan sangat cepat. Pokoknya mereka bersedia meninggalkan comfort zone mereka, demi mengikut Yesus. Hanya dengan satu keputusan, hidup mereka tidak akan sama lagi. Mereka meninggalkan perahu mereka, lalu mereka pun menjadi murid-murid Yesus, orang-orang pertama dari tak terbilang banyaknya orang yang sejak saat itu menerima undangan yang sama dan kemudian mengikut Dia.

KEMURIDAN - YESUS MEMANGGIL MURID-MURIDNYA YANG PERTAMAUntuk menanggapi undangan Yesus, dituntut iman dari orang yang diundang. Para murid yang pertama tentunya telah melihat sesuatu tentang Yesus yang secara unik mendesak, sesuatu yang sepenuhnya dapat dipercaya, sehingga mereka pun berani mengambil risiko. Dalam mempertimbangkan usulan financing sebuah proyek (misalnya pendirian sebuah pabrik) yang mengandung berbagai macam risiko, biasanya pihak bank akan menganalisis feasibility study yang diajukan pemohon, menimbang-nimbang kemungkinan keberhasilan proyek tersebut dlsb., kemudian menetapkan syarat-syarat pinjaman. Namun Simon Petrus dan Andreas, Yakobus dan Yohanes memutuskan untuk mengikut Yesus tanpa sedikit pun rasa ragu, apalagi menetapkan syarat-syarat. Kepercayaan mereka pada Yesus memampukan mereka untuk menjadi “dapat diajar” oleh Yesus. Iman mereka kepada-Nya memperkenankan Yesus mentransformasikan hidup mereka.

Sekarang, apakah kita (anda dan saya) percaya bahwa Yesus dapat bekerja dalam diri kita masing-masing sama kuatnya seperti Dia telah bekerja dalam murid-murid-Nya yang pertama? Yesus juga mempunyai undangan bagi anda dan saya. Dia ingin mentransformasikan kita dan menggunakan kita, hanya apabila kita memberikan kesempatan kepada-Nya. Maka, pada hari ini, marilah kita memperkenankan Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita masing-masing, berbicara kepada kita masing-masing, dan mengubah hati kita masing-masing. Demi Yesus, kita pantas mengambil risiko. Dengan menerima Yesus ke dalam hati kita masing-masing, maka hidup kita – anda dan saya – tidak akan sama lagi.

DOA: Di sini aku, ya Tuhan Yesus. Aku ingin menjadi murid-Mu yang sejati. Cabut dan buanglah rasa takut dan rasa ragu yang masih ada dalam diriku, dan berikan aku iman agar mampu mengikuti panggilan-Mu dengan sepenuh hati. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:14-20), bacalah tulisan yang  berjudul “DARI PENJALA IKAN MENJADI PENJALA MANUSIA” (bacaan tanggal 12-1-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama ini (Ibr 1:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “AWAL DARI SEPUCUK SURAT” (bacaan tanggal 14-1-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 6 Januari 2015 [Peringatan B. Didakus Yosef dr Sadiz, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PEMBERITAAN TENTANG KERAJAAN SURGA OLEH YESUS

PEMBERITAAN TENTANG KERAJAAN SURGA OLEH YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan – Senin, 5 Januari 2015) 

stdas0792Tetapi waktu Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya digenapi firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” [1]  Sejak itu Yesus mulai memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” [2]

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan mereka. Lalu tersebarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita berbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan setan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Orang banyak pun berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. (Mat 4:12-17,23-25) 

Bacaan Pertama: 1Yoh 3:22-4:6; Mazmur Tanggapan: Mzm 2:7-8,10-11

Catatan: [1] Yes 8:23-9:1; [2] Lihat Mat 3:2 

Pada hari ini, satu hari setelah Penampakan Tuhan, terang Kristus terus bersinar. Sepanjang satu pekan penuh, Gereja akan menyajikan kepada kita berbagai gambaran tentang Yesus, seperti faset-faset sebutir berlian, guna menarik kita kepada-Nya agar kita dapat mengenal sentuhan-Nya dalam hidup kita. Pada hari ini,  misalnya, kita melihat Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea.

stdas0609Yesus membawa konsolasi/penghiburan, kesembuhan, dan pengharapan kepada orang-orang  Galilea selagi Dia mewartakan Injil dan membuat mukjizat-mukjizat di tengah-tengah mereka. Dan selagi orang-orang mendengar Dia berbicara mengenai Kerajaan Allah, maka mereka menjadi semakin excited. Yesus mampu membangunkan mereka dari pandangan terbatas/sempit mereka berkaitan dengan hidup dan menghasilkan suatu rasa lapar dalam diri mereka untuk mengalami lebih banyak dan lebih mendalam lagi Kerajaan Surga. Dengan cepat, kelompok-kelompok besar orang banyak berkumpul di sekeliling diri-Nya, tidak hanya dari Galilea, melainkan juga dari Yerusalem, Yudea, Dekapolis, and wilayah-wilayah di luar Yordan (lihat Mat 4:25). Kelihatannya tidak ada yang dapat membendung arus manusia yang datang kepada Yesus! 

Terang yang terbit di Galilea sekarang masih bersinar selagi Yesus terus menawarkan pengharapan, kesembuhan, dan pengampunan kepada orang-orang. Kita dapat menerima sedikit “icip-icip” Kerajaan ini sekarang, bahkan selagi kita menantikannya sampai didirikan secara penuh pada saat kedatangan Yesus untuk kedua kalinya. Yesus berada di tengah-tengah kita sekarang, dan oleh kuasa Roh Kudus kita dapat mengenal dan mengalami sentuhan-Nya.

Kerajaan Allah telah berjalan maju dari awal waktu. Kerajaan ini akan terus maju sampai dipenuhi secara sempurna pada saat Yesus datang pada akhir zaman. Melalui kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga, Roh Kudus dicurahkan. Oleh Roh Kudus ini – yang hidup dan aktif dalam Gereja – Yesus ingin melayani kita masing-masing secara intim seperti yang dilakukan-Nya kepada para murid-Nya yang pertama. Yesus ingin menyembuhkan kita secara fisik dan secara emosional, untuk memperbaiki relasi yang sudah rusak, dan menghentikan segala kebencian dan perpecahan. Allah ingin membuat kita semua menjadi para pewaris Kerajaan-Nya, oleh karena itu baiklah kita mengharapkan Dia bekerja dalam diri kita dan para anggota keluarga kita pada hari ini.

DOA: Yesus, Engkau adalah Terang dunia. Aku ingin mencicipi Kerajaan-Mu seperti yang telah dialami oleh orang banyak di Galilea. Datanglah, ya Tuhan, dan nyatakanlah diri-Mu kepadaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacan Pertama hari ini (1Yoh 3:22-4:6), bacalah tulisan yang berjudul “PERCAYA KEPADA NAMA YESUS KRISTUS DAN SALING MENGASIHI SETURUT PERINTAH-NYA” (bacaan tanggal 5-1-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 1 Januari 2015 [HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 144 other followers