Posts from the ‘MASA ADVEN, NATAL & TAHUN BARU’ Category

YESUS AKAN MENYATAKAN DIRI-NYA KEPADA KITA, APABILA ……

YESUS AKAN MENYATAKAN DIRI-NYA KEPADA KITA, APABILA ……

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Adven – Selasa, 1 Desember 2015)

YESUS MENGAJAR - HE WAS THE TEACHERPada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya secara tersendiri dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Luk 10:21-24) 

Bacaan Pertama: Yes 11:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 72:2,7-8,12-13,17

“Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat” (Luk 10:23).

Dalam tulisan yang lain, saya pernah mengatakan bahwa Yesus adalah seorang yang senantiasa memuji-muji Allah dan kebesaran-Nya – Dia adalah seorang man of praise. Hal ini ditunjukkan dengan baik dan indah sekali oleh Lukas dalam bacaan Injil hari ini.

Beberapa saat sebelum Ia menghaturkan doa syukur kepada Allah ini, Yesus telah meratapi “nasib” kota-kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum (Luk 10:13-16). Tiga kota ini telah menolak hal yang paling berharga di dalam dunia: kasih Allah yang penuh keajaiban. Sebaliknya mereka memilih untuk menaruh kepercayaan pada diri mereka sendiri. Inilah sebabnya mengapa Yesus bergembira dalam Roh Kudus karena sikap tulus seperti anak kecil yang dipertunjukkan oleh para murid-Nya. Tidak seperti kota-kota yang tidak percaya ini, para murid-Nya telah belajar untuk tidak menggantungkan diri pada “kehebatan” mereka sendiri, melainkan pada janji-janji Allah.

Bahkan pada hari ini pun Yesus terus bergembira karena melihat siapa saja yang mengambil langkah-langkah iman kecil dan belajar untuk menaruh kepercayaan sederhana pada-Nya. Yesus bergembira manakala melihat hati seseorang yang dapat diajar (tidak bebal) dan terbuka bagi pernyataan-Nya dari takhta surgawi. Tidak ada yang lebih menggembirakan hati Yesus daripada melihat kita datang menghadap hadirat-Nya dengan rendah hati, siap untuk belajar dari Dia dan menerima rahmat-Nya. Yesus dapat dan akan menyatakan diri-Nya kepada kita. Yang dibutuhkan dalam hal ini hanyalah hati yang terbuka dan waktu doa singkat setiap harinya.

Inilah janji Allah kepada orang-orang yang memiliki sifat dan sikap penuh ketulusan seorang anak kecil: pernyataan diri-Nya. Kita tidak perlu mereka-reka seperti apa sih Yesus ini. Roh Kudus-Nya ingin menyatakan Kristus kepada kita, dan Ia akan menggunakan setiap kesempatan untuk membuka hati kita. Kita tidak perlu berupaya terlalu keras untuk menerima, memahami, atau mengenal Dia. Apa yang harus kita lakukan hanyalah semakin menggantungkan diri pada Yesus dari hari ke hari untuk memperoleh hikmat dan kekuatan yang kita butuhkan. Selagi kita mengambil langkah-langkah iman yang kecil ini, kita akan bertumbuh dalam kesadaran bahwa kita tidak dapat berbuat atau mengetahui apa-apa tanpa Yesus, dan kesadaran tersebut tidak perlu membuat kita ciut hati, melainkan justru memenuhi diri kita dengan pengharapan.

Saudari dan Saudaraku, marilah kita tidak menempatkan segala jenis tuntutan atas diri kita yang berdasar pemikiran kita sendiri. Kita dapat mempersiapkan hati kita untuk menyambut kedatangan dengan cara yang sangat sederhana. Kita hanya perlu berdoa dan mengikuti bimbingan-Nya dalam hidup kita sehari-hari. Semakin kita menyederhanakan hati kita, semakin dekat pula kita ditarik kepada Yesus dan semakin mendalam pula Ia akan menyatakan diri-Nya kepada kita.

DOA: Bapa surgawi, selagi aku beristirahat di hadirat-Mu pada hari ini, semoga Roh Kudus menyatakan hati Yesus yang dina dan tulus seperti anak-anak kecil. Penuhilah diriku dengan suatu hasrat untuk menjadi semakin serupa dengan Yesus dan biarlah dalam masa Adven ini hasrat tersebut mengambil tempat pertama dan utama ketimbang hasrat-hasrat lainnya. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 11:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “HANYA ADA SATU PRIBADI” (bacaan tanggal 1-12-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 15-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2015. 

Cilandak, 27 November 2015 [Pesta S. Fransiskus-Antonius Pasani, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MARI KITA SAMBUT KEDATANGAN ANAK MANUSIA

MARI KITA SAMBUT KEDATANGAN ANAK MANUSIA

(Bacaan Injil Misa Kudus – HARI MINGGU ADVEN I [TAHUN C] – 29 November 2015)

SECOND COMING 00092

“Akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan guncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah kepalamu, sebab pembebasanmu sudah dekat.”

“Jagalah  dirimu, supaya hatimu jangan dibebani oleh pesta pora dan kemabukan serta kekhawatiran hidup sehari-hari dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab hari itu akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk 21:25-28.34-36) 

Bacaan Pertama: Yer 33:14-16; Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-5,8-10,14; Bacaan Kedua: 1Tes 3:12-4:2

Sekali lagi, kita memulai Masa Adven ini dengan kata-kata yang memperingatkan dan juga janji dari Tuhan Yesus. Yesus menginginkan agar kita memandang dan mempertimbangkan Adven tidak sekadar sebagai suatu masa untuk menantikan kedatangan Hari Natal, melainkan juga untuk melihatnya sebagai suatu masa transformasi dan mukjizat-mukjizat.

Ada begitu banyak yang dapat terjadi dalam beberapa pekan mendatang, asal saja kita tetap peka dan waspada terhadap gerakan-gerakan Roh Kudus. Allah mungkin mau membuang sebuah fondasi khusus yang dinodai doa dalam kehidupan kita. Atau, Dia ingin menunjukkan kepada kita betapa amannya kita apabila berada di tangan-Nya. Allah mungkin ingin menyembuhkan relasi yang telah rusak, membalikkan kepedihan kita menjadi kegembiraan, atau menjawab doa dalam hati kita yang sudah lama terpendam. Apa pun yang ingin dilakukan oleh Allah, kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menerimanya apabila kita mengambil beberapa langkah sederhana setiap hari yang akan membantu kita berjaga-jaga dan menunggu:

  • Sediakanlah paling sedikit sepuluh menit setiap hari untuk doa pribadi di mana kita memuji dan bersyukur kepada Allah karena Dia telah mengutus Yesus untuk mengampuni diri kita dan membawa kita ke hadapan hadirat-Nya.
  • Sediakanlah sepuluh menit atau lebih untuk kegiatan membaca sabda Allah dalam Kitab Suci dan merenungkannya. Kita mohon agar Roh Kudus menulis Sabda Allah dalam hati kita.
  • Kita melakukan pemeriksaan batin setiap hari dan menyesali serta bertobat untuk apa pun yang telah menjauhkan diri kita dari pengenalan dan pengalaman akan kasih Allah serta mencerminkan kasih itu kepada orang-orang lain.
  • Mempersiapkan sebuah rencana untuk pertumbuhan rohani yang mencakup pembacaan rohani dan partisipasi dalam kehidupan gereja.

Seperti juga ketika Dia memperingatkan para pengikut-Nya yang pertama, Yesus memperingatkan kita untuk tidak terlampau menyibukkan diri dengan hidup ini. Sesungguhnya, mempersiapkan segala sesuatu untuk Natal dapat menjadi sebuah full-time job kalau kita tidak berhati-hati. Kita harus memastikan diri bahwa kita memberikan kesempatan kepada Yesus untuk membuat kita surprise dengan  rahmat dan kuasa-Nya. Marilah kita semua berjaga-jaga penuh kewaspadaan sambil menunggu, karena kita tahu bahwa Allah kita akan datang untuk menyelamatkan kita masing-masing: anda dan saya.

DOA: Bapa surgawi, tolonglah aku mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk kedatangan Putera-Mu terkasih, Yesus Kristus. Aku ingin menerima rahmat yang telah dimenangkan-Nya bagiku. Dalam masa Adven yang penuh ekspektasi ini, penuhilah hatiku dengan kasih-Mu dan pikiranku dengan kebenaran-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 21:25-28,34-36), bacalah tulisan yang berjudul “KEDATANGAN SANG ANAK MANUSIA” (bacaan tanggal 29-11-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2015. 

Cilandak, 26 November 2015 [Peringatan S. Leonardus dr Porto Mauritio, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS SUNGGUH DAPAT MENGUBAH KITA

YESUS SUNGGUH DAPAT MENGUBAH KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan – Jumat, 9 Januari 2015) 

Jesus_heals_leper_1140-152
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu, dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk penyucianmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersebar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi, Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang terpencil dan berdoa. (Luk 5:12-16)
 

Bacaan Pertama: 1Yoh 5:5-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 147:12-15,19-20 

Karena mereka membawa stigma “kotor” (najis) dari sudut rituale keagamaan dan penyakit mereka dipandang sangat menular, maka orang-orang kusta dan para penderita penyakit kulit lainnya pada zaman Yesus dikucilkan dari hidup bermasyarakat. Kita hanya dapat membayangkan betapa berat beban-beban psikologis dan emosional yang harus ditanggung oleh orang-orang ini. Dan kita juga dapat membayangkan betapa terkejutnya orang banyak ketika menyaksikan dan/atau mendengar bahwa Yesus sungguh menyentuh orang-orang kusta tersebut untuk membuat mereka menjadi bersih /tahir (lihat Luk 5:12).

Dosa adalah suatu penyakit spiritual yang berakibat pada jenis “karantina”-nya sendiri. Dosa memisahkan kita dari sesama manusia dan mengalienasi/mengasingkan kita dari Allah. Seperti penyakit fisik, dosa tidak hanya mempengaruhi tubuh kita, melainkan juga pikiran kita. Dosa juga dapat menimbulkan “infeksi” pada diri para anggota lainnya dari tubuh Kristus. Akhirnya, jika tidak diperhatikan dan diperbaiki, maka kondisi ini akan berakibat fatal.

jesus heals the sickDengan bela rasa dan kasih yang besar, Yesus datang ke tengah dunia untuk menawarkan sentuhan penyembuhan-Nya. Yesus datang kepada orang-orang sakit, orang-orang yang dipandang sebagai sampah masyarakat, dan Dia membersihkan mereka. Setiap kali Yesus menyentuh seseorang dan membuang beban orang itu, hal tersebut merupakan gambaran awal dari saat-saat Dia tergantung di kayu salib guna menanggung segala kepedihan dan kesusahan hati kita serta segala dosa kita, lalu memenangkan penebusan kita.

Dalam kesempatan ini, marilah kita merenungkan nubuatan nabi Yesaya berikut ini: “… sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya. Tetapi TUHAN (YHWH) berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak YHWH akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak” (lihat Yes 53:4,10-12).

Saudari dan Saudaraku, Yesus dapat mengubah kita dari “tidak bersih” menjadi “bersih” (tahir), dari sakit menjadi sehat kembali, dari mati menjadi hidup, dari kegelapan dosa menjadi pancaran kehadiran Allah. Ia datang untuk menyembuhkan kita “melalui  permandian kelahiran kembali dan melalui pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Tit 3:5). Darah yang dicurahkan dari lambung Yesus memiliki kuat-kuasa untuk menyembuhkan kita bahkan pada hari ini selagi kita berseru seperti si orang kusta itu: “Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku” (bdk. Luk 5:12).

Kita tidak perlu menderita karena luka-luka kebencian, amarah dan kecemburuan dalam hidup kita. Kita dapat disembuhkan dari dosa-dosa yang menular seperti kedengkian dan fitnah. Rasa takut dan rasa bersalah tidak perlu mengendalikan diri kita. Yesus telah mengampuni kita dan menawarkan damai-sejahtera dan hidup baru dalam diri-Nya. Dengan mengenakan pakaian kebenaran, kita pun dapat berjalan di dalam terang-Nya, bahkan bersama mereka yang yang sebelumnya kita pernah terasingkan. Ini adalah pesan pengharapan yang sejati bagi kita semua yang telah dipilih Yesus sebagai para pengikut atau murid-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau telah berjanji untuk memerciki air jernih atas diri kami dan mentahirkan kami dari segala noda-dosa kami. Engkau telah berjanji untuk memberikan kepada kami hati yang baru dan roh yang baru juga, sebersih dan semurni seperti diri-Mu sendiri (Yeh 36:25-26). Kami datang menghadap Engkau pada hari ini, ya Tuhan, dan memohon kepada-Mu agar Engkau membuat kami bersih. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 5:12-16), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS KRISTUS: SANG DOKTER AGUNG” (bacaan tanggal 9-1-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 4 Januari 2015 [HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PEMBERITAAN TENTANG KERAJAAN SURGA OLEH YESUS

PEMBERITAAN TENTANG KERAJAAN SURGA OLEH YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan – Senin, 5 Januari 2015) 

stdas0792Tetapi waktu Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya digenapi firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” [1]  Sejak itu Yesus mulai memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” [2]

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan mereka. Lalu tersebarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita berbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan setan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Orang banyak pun berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. (Mat 4:12-17,23-25) 

Bacaan Pertama: 1Yoh 3:22-4:6; Mazmur Tanggapan: Mzm 2:7-8,10-11

Catatan: [1] Yes 8:23-9:1; [2] Lihat Mat 3:2 

Pada hari ini, satu hari setelah Penampakan Tuhan, terang Kristus terus bersinar. Sepanjang satu pekan penuh, Gereja akan menyajikan kepada kita berbagai gambaran tentang Yesus, seperti faset-faset sebutir berlian, guna menarik kita kepada-Nya agar kita dapat mengenal sentuhan-Nya dalam hidup kita. Pada hari ini,  misalnya, kita melihat Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea.

stdas0609Yesus membawa konsolasi/penghiburan, kesembuhan, dan pengharapan kepada orang-orang  Galilea selagi Dia mewartakan Injil dan membuat mukjizat-mukjizat di tengah-tengah mereka. Dan selagi orang-orang mendengar Dia berbicara mengenai Kerajaan Allah, maka mereka menjadi semakin excited. Yesus mampu membangunkan mereka dari pandangan terbatas/sempit mereka berkaitan dengan hidup dan menghasilkan suatu rasa lapar dalam diri mereka untuk mengalami lebih banyak dan lebih mendalam lagi Kerajaan Surga. Dengan cepat, kelompok-kelompok besar orang banyak berkumpul di sekeliling diri-Nya, tidak hanya dari Galilea, melainkan juga dari Yerusalem, Yudea, Dekapolis, and wilayah-wilayah di luar Yordan (lihat Mat 4:25). Kelihatannya tidak ada yang dapat membendung arus manusia yang datang kepada Yesus! 

Terang yang terbit di Galilea sekarang masih bersinar selagi Yesus terus menawarkan pengharapan, kesembuhan, dan pengampunan kepada orang-orang. Kita dapat menerima sedikit “icip-icip” Kerajaan ini sekarang, bahkan selagi kita menantikannya sampai didirikan secara penuh pada saat kedatangan Yesus untuk kedua kalinya. Yesus berada di tengah-tengah kita sekarang, dan oleh kuasa Roh Kudus kita dapat mengenal dan mengalami sentuhan-Nya.

Kerajaan Allah telah berjalan maju dari awal waktu. Kerajaan ini akan terus maju sampai dipenuhi secara sempurna pada saat Yesus datang pada akhir zaman. Melalui kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga, Roh Kudus dicurahkan. Oleh Roh Kudus ini – yang hidup dan aktif dalam Gereja – Yesus ingin melayani kita masing-masing secara intim seperti yang dilakukan-Nya kepada para murid-Nya yang pertama. Yesus ingin menyembuhkan kita secara fisik dan secara emosional, untuk memperbaiki relasi yang sudah rusak, dan menghentikan segala kebencian dan perpecahan. Allah ingin membuat kita semua menjadi para pewaris Kerajaan-Nya, oleh karena itu baiklah kita mengharapkan Dia bekerja dalam diri kita dan para anggota keluarga kita pada hari ini.

DOA: Yesus, Engkau adalah Terang dunia. Aku ingin mencicipi Kerajaan-Mu seperti yang telah dialami oleh orang banyak di Galilea. Datanglah, ya Tuhan, dan nyatakanlah diri-Mu kepadaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacan Pertama hari ini (1Yoh 3:22-4:6), bacalah tulisan yang berjudul “PERCAYA KEPADA NAMA YESUS KRISTUS DAN SALING MENGASIHI SETURUT PERINTAH-NYA” (bacaan tanggal 5-1-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 1 Januari 2015 [HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YOHANES PEMBAPTIS

YOHANES PEMBAPTIS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Basilius Agung & S. Gregorius dr Nazianze, Uskup-Pujangga Gereja – Jumat, 2 Januari 2015) 

john-baptist-lds-art-parson-39541-print

Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia, “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias.” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapa? Apakah engkau Elia?” Ia menjawab, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Karena itu kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawabnya, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan!’ seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.”

Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, “Kalau demikian, mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab mereka, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”

Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, tempat Yohanes membaptis. (Yoh 1:19-28) 

Bacaan Pertama: 1Yoh 2:22-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4

Apabila kita berpikir tentang Yohanes Pembaptis, kita cenderung untuk membayangkan seorang nabi bermata liar yang berseru-seru dengan suara keras tentang dosa dan kebenaran. Namun kita ketahui bahwa Yohanes bukanlah seorang pertapa di padang gurun yang berkhotbah melawan segala macam dosa manusia. Dia sama sekali tidak out of touch dengan situasi di sekelilingnya. Dia tahu benar peristiwa-peristiwa apa saja yang sedang atau baru saja terjadi, misalnya skandal Raja Herodus Antipas dengan Herodias, atau cara-cara para serdadu dan pemungut cukai masa itu menyalahgunakan kekuasaan mereka. Jelas, Yohanes Pembaptis memahami apa artinya hidup di dalam “dunia nyata”.

Yohanes belum memisahkan dirinya secara penuh dari dunia. Sebaliknya, keprihatinan-keprihatinan orang-orang Yahudi memperoleh tempat yang penting dalam hatinya. Sungguh benar bahwa Yohanes dibimbing oleh Roh Kudus ke padang gurun, di mana dia berdoa berjam-jam lamanya dan memeditasikan sabda Allah dalam Kitab Suci. Sesungguhnya, keseluruhan hidupnya berakar pada sabda Allah dan menyesuaikan diri dengan Roh Kudus. Dibakar oleh kasihnya kepada Allah dan keprihatinannya terhadap siatuasi-situasi yang terjadi di sekelilingnya, Yohanes mewartakan sabda Allah dengan jelas dan dengan penuh keberanian.

Karena dia berdoa dan mendengarkan suara Roh Kudus, Yohanes diberdayakan untuk dapat menafsirkan secara profetis (kenabian) peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Dia mewartakan pembaptisan tobat dan conversion moral karena dia tahu bagaimana Allah ingin bertindak dalam situasi-situasi yang dibawakan kepada-Nya dalam doa. Inilah sebabnya mengapa orang banyak datang berduyun-duyun untuk mendengar khotbahnya dan menerima untuk dibaptis olehnya. Jika Yohanes hanya menyampaikan pesan yang tidak jelas tentang dosa dan kebutuhan untuk melakukan yang lebih baik, maka kiranya dia tidak akan membawa efek yang sedemikian penuh dengan kuat-kuasa atas diri orang banyak.

Seperti telah dilakukan-Nya atas diri Yohanes, Allah kadang-kadang akan membawa kita kepada saat-saat hening di mana kita dapat menggumuli sabda-Nya. Namun Allah juga akan menunjukkan kepada kita sikon sesungguhnya yang kita hadapi sehingga kita pun dapat berbicara secara profetis dan spesifik kepada orang-orang di sekeliling kita. Bukankah Yohanes merupakan “model” sempurna untuk evangelisasi? Oleh karena itu, kita tidak boleh mundur! Kita tidak boleh merasa jauh dari dunia di sekeliling kita! Kita harus melibatkan diri dan tetap mempunyai informasi yang up-to-date.

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, marilah kita (anda dan saya) mulai memusatkan pandangan kita pada Yesus, dan kita mohon agar Roh Kudus memberikan kepada kita hati yang memiliki kerinduan untuk mensyeringkan Injil-Nya dengan orang-orang lain. Selagi kita melakukan hal itu, kita pun membawa dunia ke dalam terang dan hikmat Kristus.

Santo Basilios Agung, uskup di Kaisarea (330-379) dan Santo Gregorios, uskup di Nazianze (329-389) yang kita peringati hari ini adalah dua orang sahabat yang merupakan para teolog dan pujangga Gereja yang tersohor. Tugas pelayanan mereka sehari-hari, termasuk membela ajaran-ajaran Gereja terhadap serangan-serangan dari kelompok bid’ah, semua berkenan di mata Allah, karena mereka tetap tinggal di dalam Kristus pada situasi apa pun yang dihadapi.

DOA: Tuhan Yesus, bukalah mataku agar dapat melihat seperti Engkau melihat segala sesuatu. Berikanlah kepadaku sebuah hati yang berbela rasa dan penuh kasih, sehingga dengan demikian aku dapat dengan berani mewartakan Injil-Mu kepada mereka yang berada di sekelilingku. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 1:19-28), bacalah tulisan yang berjudul “KARUNG YANG PENUH DENGAN ULAR-ULAR” (bacaan untuk tanggal 2-1-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 29 Desember 2014 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BUNDA ALLAH [2]

BUNDA ALLAH [2]

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH – Kamis, 1 Januari 2015)

HARI PERDAMAIAN SEDUNIA

mary-www-st-takla-org__saint-mary_theotokos-mother-of-god-001

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Karena kamu adalah anak, maka Allah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru, “Ya Abba, ya Bapa!” Jadi, kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh perbuatan Allah. (Gal 4:4-7) 

Bacaan Pertama:  Bil 6:22-27; Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3, 5-6,8; Bacaan Injil: Luk 2:16-21

Pada hari pertama di tahun baru ini, Gereja (anda dan saya) menghormati Maria sebagai Bunda Allah. Gelar Maria sebagai “Bunda Allah” (Yunani: Theotokos – pembawa Allah) adalah gelar yang paling banyak mengundang pertentangan dalam Gereja awal, bukan karena kontroversi-kontroversinya berkaitan dengan Maria, melainkan karena pertanyaan tentang siapa Yesus itu sebenarnya, peran dan misi-Nya. Sekitar 3 (tiga) abad diperlukan oleh Gereja untuk sampai kepada pemahaman bahwa sejak dikandung-Nya, Yesus adalah Allah dan pada saat yang sama adalah sepenuhnya manusia.

Pada tahun 325 diselenggarakan Konsili Nikea I di mana a.l. dirumuskan Sebuah Pengakuan Iman. Konsili itu mengutuk Arianisme yang menyangkal keilahian Kristus. Pengakuan Iman Nikea yang disebutkan di atas dilengkapi dalam Konsili Konstantinopel I (tahun 381). Hasilnya kita kenal sebagai Pengakuan Iman Nikea-Konstantinopel (Puji Syukur 2). Pada tahun 431 diselenggarakan Konsili Efesus yang memutuskan pemberian gelar Theotokos (Bunda Allah; Pembawa Allah) kepada Maria. Para bapak Konsili Efesus mengakui bahwa dengan pemberian gelar ini kepada Maria, maka mereka memberikan kehormatan dan pujian tertinggi kepada Anak-nya, Yesus. Mereka memproklamasikan Yesus lebih dari sekadar seorang manusia yang kudus atau nabi. Dia adalah Allah kekal, Pribadi kedua dari Tritunggal Mahakudus. Kemudian, Konsili Kalsedon (tahun 451) yang dihadiri oleh sekitar 600 uskup mengajarkan tentang dua kodrat dalam kesatuan pribadi Kristus: Kristus itu: “sungguh Allah dan sungguh Manusia”.

Inilah mukjizat sesungguhnya yang kita rayakan pada hari ini, yaitu bahwa Allah yang kekal dan Mahakuasa masuk ke dalam dunia ciptaan-Nya melalui salah seorang dari anak-anak-Nya sendiri. Maria sungguh terberkati karena selamanya dikenang sebagai Pembawa Allah (Inggris: God’s Bearer), Bejana Rahmat, Tabut Perjanjian! Sungguh terberkati dan membahagiakanlah, ketika setiap kali kita menyembah Yesus, kita juga menghormati Maria untuk ketaatannya dan buah dari ketaatannya itu. Seperti kita ketahui, dalam Magnificat-nya Maria memproklamasikan: “Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya”  (Luk 2:48-49).

Allah ingin melakukan hal-hal besar bagi kita juga. Kita masing-masing mempunyai sebuah tempat dalam rencana Allah bagi dunia – sebuah misi yang hanya dapat dipenuhi oleh kita.  Selagi kita berjuang untuk mewujudkan misi itu, Allah ingin agar kita masing-masing menjadi pembawa Allah yang sama transparannya dengan Maria pada waktu itu. Misi kita adalah untuk menjadi para pembawa Allah kepada semua orang yang kita jumpai setiap hari, dan untuk “menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana; sebab bagi Allah kita adalah bau yang harum dari Kristus” (2Kor 2:14-15).

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, seperti Maria, marilah kita memperkenankan diri kita untuk menjadi bejana-bejana rahmat. Hal ini hanya dapat terjadi jika kita bertekun dalam ketaatan kepada perintah-perintah Allah dan jika kita berupaya dengan serius untuk tetap patuh kepada Roh Kudus. Allah ingin melihat kita semua bekerja bersama-Nya selagi Dia mentransformasikan hidup kita. Selagi kita menundukkan diri kita di hadapan-Nya, baiklah kita ingat bahwa tujuan-Nya adalah agar setiap orang yang berjumpa dengan kita dapat melihat kehidupan Allah yang memancar dari diri kita!

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur aku haturkan kepada-Mu karena Engkau sudi hadir dalam diriku. Tolonglah aku agar mau dan mampu membawa harta-kekayaan yang tak ternilai ini kepada orang-orang yang akan aku jumpai pada tahun 2015 ini. Tuhan, Engkau adalah pengharapanku akan kemuliaan hidup surgawi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 2:16-21), bacalah tulisan yang berjudul “MARIA BUNDA ALLAH” (bacaan untuk tanggal 1-1-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 29 Desember 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PENUH HIKMAT DAN KASIH KARUNIA ALLAH ADA PADA-NYA

PENUH HIKMAT DAN KASIH KARUNIA ALLAH ADA PADA-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari keenam dalam Oktaf Natal – Selasa, 30 Desember 2014) 

Hannah2Lagi pula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, lalu ia menjadi janda sampai ia berumur delapan puluh empat tahun sekarang. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada saat itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediaman mereka, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. (Luk 2:36-40) 

Bacaan Pertama: 1Yoh 2:12-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 96:7-10 

“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya” (Luk 2:40).

Siapakah yang akan menyangka, bila melihat seorang anak pendiam, berambut hitam, sedang berjalan di jalan-jalan penuh debu sebuah kota kecil di Galilea, bahwa Dialah sebenarnya Kristus, sang Mesias yang dinanti-nantikan itu? Siapakah yang mengira bahwa anak  remaja yang berpakaian layaknya seorang miskin, sedang berjalan di pasar untuk membeli segala sesuatu yang diperlukan bagi orangtua-Nya dan diri-Nya, bahwa Dialah Orangnya. Siapakah yang dapat membayangkan, apabila melewati “bengkel perkayuan” milik Yusuf, melihat seorang remaja sehat-kuat, penuh keringat, sedang bekerja dengan menggunakan alat-alat kasar, bahwa Dialah sang Raja Damai yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya?

Apabila orang-orang yang sedang melewati “bengkel perkayuan” Yusuf, mengambil waktu sejenak dan melihat dengan lebih fokus, atau apabila mereka sudah mengetahui apa yang mereka cari, maka mereka sungguh dapat merasa kagum atas kualitas-kualitas pribadi menarik yang dimiliki anak muda yang bekerja di bengkel tersebut.

Seandainya mereka telah mencari tahu lebih mendalam, maka mereka akan terkesan sekali dengan misteri yang menyelimuti keluarga ini dan juga kebesarannya yang tidak pernah dipertontonkan kepada publik. Terasa ada “aura” dari martabat penuh keheningan dan ketenangan sempurna keluarga itu yang dapat mempesona orang-orang yang sungguh saleh, yang menghargai hal-hal sedemikian. Namun di Nazaret, hal seperti itu dapat saja berlangsung tanpa terdeteksi.

YESUS BELAJAR DARI SANTO YOSEFLagipula, bukankah ada semacam pepatah Galilea yang mengatakan bahwa “tidak ada yang baik yang berasal dari Nazaret”? Kita masih ingat bagaimana reaksi Natanael (Bartolomeus) ketika diajak oleh Filipus untuk menemui Yesus: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh 1:46).

Yusuf, Maria dan Anak-nya adalah para pekerja keras, yang sampai saat itu telah berhasil menghindar dari kesulitan, tidak seperti misalnya kaum zeloti, para pengemis dlsb. Namun memang sulitlah kiranya mengharapkan sang Mesias berasal dari keluarga sederhana seperti itu. Dia yang dikatakan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yes 9:5).

Sekarang, marilah kita merenungkan sabda kenabian yang berikut ini: “Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri, Allah Israel, Juruselamat. Tetapi tukang-tukang berhala harus mundur dengan penuh noda, semuanya akan mendapat malu dan kena noda juga. Sedangkan Israel diselamatkan oleh TUHAN (YHWH) dengan keselamatan yang selama-lamanya; kamu tidak akan mendapat malu dan tidak akan kena noda sampai selamanya dan seterusnya.” Sebab beginilah firman YHWH, yang menciptakan langit, – Dialah Allah – yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, – dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami -: “Akulah YHWH dan tidak ada yang lain” (Yes 45:15-18).

DOA: Yesus, aku percaya Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Perkenankanlah Roh Kudus-Mu senantiasa menjaga dan membimbingku agar tetap setia sebagai murid-Mu. Terpujilah nama-Mu selalu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Yoh 2:12-17), bacalah tulisan yang berjudul “PERTEMPURAN SPIRITUAL MELAWAN SI JAHAT” (bacaan tanggal 30-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014.

Cilandak, 27 Desember 2014 [Pesta S. Yohanes, Rasul & Penulis Injil] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS