KEGIATAN YANG TIDAK DAPAT DIPISAHKAN DARI HIDUP YESUS

KEGIATAN YANG TIDAK DAPAT DIPISAHKAN DARI HIDUP YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIII – Selasa, 10 September 2013)

JESUS PRAYINGPada hari-hari itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudaranya, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan. Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu. (Luk 6:12-19)

Bacaan Pertama: Kol 2:6-15; Mazmur Tanggapan: Mzm 145:1-2,8-11

Berdoa adalah suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari hidup Yesus! Waktu yang dipakai Yesus untuk berkomunikasi dengan Bapa-Nya dalam doa merupakan lifeblood dari karya pelayanan-Nya dan sumber damai-sejahtera dan hikmat-Nya. Sebagai akibat dari semua waktu yang digunakan oleh Yesus untuk bersekutu dengan Bapa-Nya, maka doa sudah menjadi begitu alamiah (natural) bagi diri-Nya. Yesus tidak melakukan apa pun yang penting tanpa konsultasi dengan Bapa-Nya dalam doa.

Doa semalam-malaman yang digambarkan oleh Lukas memberikan kepada kita ilustrasi bagaimana doa sungguh memberdayakan Yesus. Waktu-Nya dengan Allah Bapa memampukan diri-Nya untuk memilih siapa saja yang harus menjadi rasul-rasul-Nya yang berjumlah 12 (dua belas) orang itu. Kemudian, ketika Dia turun bukit bersama mereka, kehadiran Allah dalam diri Yesus merupakan suatu kekuatan magnetis yang menarik orang banyak untuk datang kepada-Nya. Orang banyak itu mengenali kehadiran Allah dalam diri Yesus dan mereka berbondong-bondong untuk berkumpul di sekeliling-Nya. Dengan sedikit saja menyentuh atau menumpangkan tangan-tangan-Nya, penyakit mereka disembuhkan dan roh-roh jahat diusir pergi. Ini adalah hasil dari dedikasi Yesus terhadap doa.

YESUS BERODA DI TEMPAT SUNYILebih daripada kitab-kitab Injil yang lain, Injil Lukas menekankan bahwa Yesus adalah seorang pendoa par excellence (lihat Luk 3:21; 5:16; 6:12; 9:18,28; 11:1; 22:32,41). Yesus seringkali berdoa semalam suntuk dan Ia mendorong para pengikut-Nya agar menjadi pendoa-pendoa (Luk 6:28; 10:2; 11:2; 18:1; 21:36; 22:40). Di dalam doalah hidup Allah, kasih-Nya, dan kuasa-Nya dapat memenuhi diri kita dan memberikan kepada kita damai-sejahtera, sukacita dan keyakinan atas kehendak-Nya. Doa mengatasi kekhawatiran karena doa adalah komunikasi dengan Allah yang sepenuhnya dapat dipercaya. Buah dari karya Allah dalam hidup kita melalui doa tidak dapat disembunyikan. Hal itu dapat memancar dari diri kita, membuat dunia menjadi terang (Luk 11:36).

Hidup doa Yesus membawa dampak dalam dunia. Apabila kita mendedikasikan diri kita bagi doa setiap hari, kita pun dapat memberi dampak bagi dunia. Keluarga kita, para sahabat kita, dan para kerabat kerja kita dapat ditarik kepada hidup Yesus yang dimanifestasikan dalam diri kita. Allah akan mendengar dan menjawab doa-doa kita atas nama mereka yang sakit dan membutuhkan pertolongan, dan membawa kesembuhan. Ia akan menyembuhkan relasi-relasi yang sudah patah dan membuka hati seluruh bangsa untuk menerima-Nya. Dia akan memberi ganjaran atas berbagai upaya kita untuk bertumbuh semakin dekat dengan diri-Nya, mencurahkan kasih-Nya atas diri kita dan mentransformasikan hati dan pikiran kita. Seperti Yesus kita pun akan senang sekali untuk menyediakan waktu untuk berkomunkasi dengan Allah dalam doa.

DOA: Bapa surgawi, tolonglah aku untuk dapat mencari Engkau dalam doa setiap hari Nyatakanlah kepenuhan kasih-Mu dan hidup-Mu bagiku. Biarlah kuasa-Mu yang dapat mentransformasikan mengalir melalui diriku kepada siapa saja yang kutemui. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 6:12-19), bacalah tulisan yang berjudul “SEMUA ORANG ITU DISEMBUHKAN OLEH-NYA” (bacaan tanggal 10-9-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013.

Bacalah juga tulisan yang berjudul “SEMALAM-MALAMAN IA BERDOA KEPADA ALLAH” (bacaan tanggal 6-9-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 6 September 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

DI DALAM KRISTUS TERSEMBUNYI SEGALA HARTA HIKMAT DAN PENGETAHUAN

DI DALAM KRISTUS TERSEMBUNYI SEGALA HARTA HIKMAT DAN PENGETAHUAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIII – Senin, 9 September 2013)

ST. PAULUS - 016Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam tubuhku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Aku telah menyadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah mau memberitahukan betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu. Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! Dialah yang kami beritakan bilamana tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segenap tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi, supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. (Kol 1:24-2:3)

Mazmur Tanggapan: Mzm 62:6-7,9; Bacaan Injil: Luk 6:6-11

“Kristus ada di tengah-tengah kamu. Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” (Kol 1:27).

Ini adalah kebenaran yang sangat menakjubkan! Yesus Kristus, Ia yang menebus kita dengan mencurahkan darah-Nya, tidak hanya memilih untuk membebaskan kita dari belenggu dosa dan kuasa Iblis, melainkan juga untuk hidup di dalam diri kita masing-masing. Ia datang kepada kita dengan penuh belas kasih, hikmat-kebijaksanaan, dan kuat-kuasa Allah yang Mahakuasa. Ini adalah dasar dari pengharapan kita.

Apabila Kristus berdiam dalam diri kita, bukankah kita memiliki kuasa untuk menjalani kehidupan yang kudus dan mengalahkan segala yang jahat? Ya tentunya, walaupun mungkin kita tidak mengalaminya sesering diharapkan. Tentunya, kadang-kadang Allah memperkenankan kita mengalami kelemahan kita sendiri untuk mengajar kita menaruh kepercayaan kepada Dia dengan lebih mendalam. Namun kita juga harus bersikap waspada terhadap kemungkinan bahwa hal-hal duniawi yang membingungkan dan berbagai tipu daya Iblis dapat memperlemah iman kita dan membatasi pengalaman kita akan kuat-kuasa Allah.

DOA PRIBADISekarang, percayakah kita (anda dan saya) bahwa segala kekayaan dan kuat-kuasa Kristus ada dalam diri kita? Percayakah kita bahwa transformasi pribadi adalah suatu kemungkinan yang riil bagi kita? Allah telah memberdayakan kita masing-masing untuk melayani-Nya. Iman-kepercayaan kita dalam hal ini mungkin saja hanya sekecil benih mustar (sesawi); namun selagi kita mengembangkan kebiasaan untuk berpaling kepada Roh Kristus (Roh Allah) yang berdiam di dalam diri kita, maka Dia akan mengerjakan di dalam diri kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (lihat Flp 2:13). Apabila kita mengambil keputusan untuk bergantung sepenuhnya kepada Allah dalam iman dan pengharapan, maka ketergantungan kita kepada-Nya akan bertumbuh, dan berkat rahmat-Nya kita pun akan diubah.

Sebenarnya tersedia banyak cara-cara praktis di mana kita dapat mengambil langkah iman bahwa Kristus berdiam dalam diri kita. Misalnya kita dapat menaruh kepercayaan bahwa Yesus yang sama, yang menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya, juga bersama kita pada hari ini (lihat Luk 6:6-10). Marilah kita mencoba untuk mendoakan seorang tua yang lumpuh, seorang anak yang sakit, seorang istri/suami yang mengalami depresi, atau seorang sahabat yang menderita sakit sangat serius. Tentu saja kita harus melakukan penilaian atas situasinya dengan hati-hati dan tidak serampangan; namun kita tidak pernah boleh merasa takut untuk berdoa, walaupun hanya di dalam hati. Marilah kita berdoa dengan ekspektasi bahwa Kristus dalam diri kita mendengar dan menjawab doa-doa kita.

DOA: Aku memuji Engkau dan berterima kasih penuh syukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena Engkau senantiasa hadir dalam diriku. Biarlah realitas kebenaran ini senantiasa bertumbuh di dalam pikiran dan hatiku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 6:6-11), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MEMANG ADALAH TUHAN ATAS HARI SABAT” (bacaan tanggal 9-9-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013.

Cilandak, 5 September 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

ADA BIAYA YANG HARUS DIPERHITUNGKAN

ADA BIAYA YANG HARUS DIPERHITUNGKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXIII [Tahun C] – 8 September 2013)

BIAYA PEMURIDANPada suatu kali ada banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapaknya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, dan berkata: Orang ini mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.

Atau, raja manakah yang kalian mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. (Luk 14:25-33)

Bacaan Pertama: KebSal 9:13-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-6.12-14.17; Bacaan Kedua: Flm 9b-10.12-17

Membenci bapaknya dan ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan (Luk 14:26)? Bukankah Yesus mewartakan tentang kasih, bukan kebencian?

Tentu saja, Yesus memanggil kita untuk mengasihi setiap orang seperti dilakukan-Nya, termasuk keluarga kita sendiri. Namun Yesus juga dengan jelas menyatakan bahwa “keterikatan atau kelekatan” – walaupun pada keluarga sendiri – tidak dapat menjadi preseden terhadap pengabdian penuh kepada diri-Nya. Seperti telah dicontohkan oleh kehidupan banyak orang kudus, menjadi murid Yesus kadang kala menghadapi oposisi dari seorang atau lebih anggota keluarga. Apabila hal seperti ini terjadi, kita harus menolak tekanan-tekanan dari pihak yang menentang, walaupun kita harus terus mengasihi mereka.

Yesus menjanjikan kehidupan kekal dalam kerajaan-Nya bagi mereka yang mengikuti-Nya. Namun apabila kita ingin berhasil dalam mengikuti Yesus sampai akhir, kita harus secara realistis melakukan “kalkulasi biaya”. Bayangkanlah kita sedang membangun sebuah rumah idaman. Berapa biaya konstruksinya? Apakah kita memiliki berbagai sumber daya yang diperlukan? Kemungkinan besar kita harus mengorbankan pengeluaran-pengeluaran uang untuk keperluan lain, agar tersedia cukup dana untuk pembangunan rumah idaman kita ini. Penyusunan anggaran dan pengawasannya menjadi hakiki dalam hal ini, kalau kita tidak ingin keteteran dalam hal keuangan sehingga jangan-jangan memaksa kita untuk menjual rumah yang baru setengah jadi, dengan merugi lagi!

Croke_Transition_Team2Kita mengetahui pentingnya perencanaan untuk masa depan kita di dunia ini. Ada beberapa ungkapan dalam dunia bisnis yang menekankan pentingnya perencanaan, misalnya “Failing to plan, you are planning to fail!” dan “Plan ahead, it wasn’t raining when Noah built the Ark”. Sekarang masalahnya adalah, apakah kita melakukan perencanaan masa depan kita di dalam Kerajaan Allah? Apakah kita melakukan investasi dalam surga atau hanya dalam hal-hal yang bersifat sementara saja? Kita harus mempertimbangkan faktor waktu, berbagai karunia dan talenta, serta segala sesuatu yang lain yang telah diberikan Allah kepada kita. Apakah kita (anda dan saya) menggunakan semua hadiah “gratis” dari Allah itu untuk melayani-Nya, …… untuk mengumpulkan bagi kita harta di surga (Mat 6:19-20)? Apakah kita (anda dan saya) bersedia menyerahkan/melepaskan apa saja yang diminta Allah dari kita demi cintakasih kita kepada-Nya?

Jikalau menjadi seorang murid Kristus mendatangkan kesusahan bagi kita dari waktu ke waktu, barangkali hal itu justru mengindikasikan bahwa kita berada di jalan yang benar. Ini adalah jalan yang sama yang dijalani oleh Yesus ketika menuju bukit Kalvari. Seperti juga Kristus, kita tidak perlu takut. Kita sungguh tidak memerlukan suatu polis asuransi atau “Plan B” atau suatu “exit strategy” apabila urusan pemuridan/kemuridan ini gagal di tengah jalan. Kita harus senantiasa ingat bahwa Allah kita adalah Allah yang Mahasetia. Dia tidak pernah akan meninggalkan kita sendiri selagi kita menghadapi tantangan-tantangan hidup sebagai pengikut Kristus. Bahkan ketika mengikuti Kristus ini menjadi “mahal”, kita tetap harus mengingat bahwa Yesus adalah “Imanuel” yang senantiasa menyertai kita (Mat 1:23; 28:20). Kita dibantu oleh Roh Kudus-Nya, dan segala sumber daya yang dimiliki-Nya tidak akan pernah habis.

DOA: Bapa surgawi, tolonglah aku agar menjadi murid Kristus yang sejati, walaupun pada saat-saat biayanya kelihatan mahal. Melalui pertolongan Roh Kudus-Mu, aku memilih untuk mengikuti Kristus setiap hari dalam hidupku di dunia ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 14:25-33), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPA SAJA YANG TIDAK MEMIKUL SALIBNYA DAN MENGIKUT AKU, IA TIDAK DAPAT MENJADI MURID-KU” (bacaan tanggal 8-9-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori:13-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013.

Cilandak, 3 September 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KETEKUNAN

KETEKUNAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXII – Sabtu, 7 September 2013)

jamesbrother - YAKOBUS PENULIS EPISTOLAJuga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan menjadi musuh-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak berguncang dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya. (Kol 1:21-23)

Mazmur Tanggapan: Mzm 54:3-4,6,8; Bacaan Injil: Luk 6:1-5

“Kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak berguncang dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil” (Kol 1:23).

Ketekunan praktis harus dimiliki oleh setiap orang, apakah dia seorang inventor, seorang mahasiswa atau akademisi, seorang usahawan, seorang rohaniwan, seorang biarawati atau biarawan, seorang ayah, seorang ibu, dlsb. Untuk berhasil mencapai tujuan kita – walaupun menghadapi banyak rintangan – ketekunan sangat dibutuhkan.

Melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, semua dosa kita telah diampuni, dan persahabatan penuh dengan Allah telah dipulihkan pula. Sekarang, Yesus berjanji bahwa Dia akan mempersatukan kita dengan diri-Nya sendiri di surga. Yang diminta-Nya hanyalah bahwa kita “bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak berguncang dan tidak mau digeser dari pengharapan Injil” (Kol 1:23). Dengan perkataan lain, Yesus ingin agar kita bertekun. Ia ingin agar kita tidak pernah menyerah dan membuang Dia.

Ketekunan dapat merupakan keutamaan yang paling menantang. Namun ketekunan itulah yang membuat perbedaan! Lihatlah misalnya peran orangtua dalam keluarga. Membangun suatu lingkungan rumah tangga yang memberikan rasa aman-nyaman dan penuh kasih bagi anak-anak mereka menyangkut kerja keras dan banyak pengorbanan. Sayangnya ada orangtua yang tidak bertekun. Mereka kemudian meninggalkan tanggungjawab mereka dan hal sedemikian berakibat negatif pada diri mereka sendiri dan anak-anak mereka. Pada zaman modern – teristimewa di dunia barat – kelihatan adanya peningkatan dalam angka perceraian yang terjadi dalam masa ekonomi sulit. Dalam situasi sulit seperti itu, kesaksian para pasutri yang tetap hidup bersama dengan setia dan menikmati ganjaran dari komitmen mereka sungguh menyentuh hati.

Kristus yang berdiam dalam diri kitalah yang memberdayakan kita untuk melanjutkan hidup iman kita dan bertekun dalam melakukan tugas-tugas kita. Jika kita pernah berhenti menggantungkan diri pada-Nya, maka banyak tujuan kita akan menjadi beban yang sangat berat dan tidak mungkin lagi sanggup terpikul. Akan tetapi apabila kita menempatkan pengharapan kita dalam kasih Allah bagi kita dalam Kristus, maka tidak hanya kegigihan atau keuletan kita saja yang mendukung kita, melainkan juga kuasa kehidupan yang tak dapat dihancurkan dari Yesus sendiri. Kita harus senantiasa mengingat bahwa Allah tidak sekadar memberi ganjaran atas ketekunan kita dengan memberikan kita Roh Kudus-Nya. Dia juga memberikan kepadakita Roh Kudus-Nya agar kita dapat bertekun. Dan dengan Roh-Nya di dalam hati kita, bagaimana mungkin kita gagal?

DOA: Tuhan Yesus, aku ingin tetap teguh berdiri di atas pengharapan Injil. Tolonglah aku agar dapat mengerjakan sampai tuntas segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku untuk kulakukan dalam hidup ini, sehingga dengan demikian aku dapat mengenal dan mengalami berkat-berkat secara penuh dari penebusan yang telah Engkau menangkan bagi diriku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 6:1-5), bacalah tulisan yang berjudul “SABAT: HARI KEBEBASAN DAN SUKACITA” (bacaan tanggal 7-9-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013.

Bacalah juga tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH TUHAN ATAS HARI SABAT” (bacaan tanggal 3-9-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 2 September 2013 [Peringatan Martir-martir Revolusi Perancis]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SETIAP HARI ALLAH MENAWARKAN ANGGUR BARU KEPADA KITA

SETIAP HARI ALLAH MENAWARKAN ANGGUR BARU KEPADA KITA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXII – Jumat, 6 September 2012)

RABI DARI NAZARET - 1Orang-orang Farisi itu berkata lagi kepada Yesus, “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa pada waktu mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Ia menyampaikan juga suatu perumpamaan kepada mereka, “Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorang pun menuang anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.” (Luk 5:33-39)

Bacaan Pertama: Kol 1:15-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5

Lewi, seorang pemungut cukai sedang duduk di “kantor”-nya (tempat pemungutan cukai) ketika Yesus memanggilnya (Luk 5:27-28). Lewi langsung bangkit dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia sebagai murid-Nya. Entusiasme Lewi begitu besar sehingga dia mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain diundangnya juga agar dapat berjumpa dengan Dia serta turut makan bersama-sama dengan-Nya (lihat Luk 5:29). Ini adalah setting dari perjumpaan Yesus dengan orang-orang Farisi yang kita baca dalam Injil hari ini

Yesus makan bersama dengan para pemungut pajak dan “orang-orang berdosa” lainnya, jenis-jenis orang yang justru dihindari oleh orang-orang Farisi. Mereka mencoba menjebak Yesus dengan melontarkan pertanyaan kepada para murid-Nya sambil bersungut-sungut: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Luk 5:30). Yesus langsung menjawab mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” (Luk 5:31-32).

KANTONG ANGGUR YANG BARULalu orang-orang Farisi itu melontarkan lagi pertanyaan-jebakan yang berkaitan dengan puasa dan doa, bahkan dengan membanding-bandingkan para murid-Nya dengan murid-murid Yohanes Pembaptis dan murid-murid orang Farisi sendiri: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum” (Luk 5:33). Yesus menjawab bahwa waktu ini adalah waktu untuk bergembira karena Allah baru saja mendatangkan suatu kunjungan baru kuasa-Nya, rahmat-Nya, dan kasih-pemeliharaan-Nya bagi Lewi dan kawan-kawannya. Yesus tidak datang untuk menghancurkan hukum-hukum dan tradisi-tradisi yang berlaku. Berpuasa dan berdoa memang suatu keharusan, namun Yesus – sang mempelai laki-laki – sedang berada bersama mereka. Ini adalah waktu untuk bergembira penuh sukacita dalam kehadiran-Nya dan merangkul segala berkat yang diberikan oleh-Nya.

Kenyataan bahwa Lewi menerima Yesus menunjukkan bahwa untuk minum anggur baru yang ditawarkan Yesus, kita perlu memiliki hati yang baru. Kita perlu berjalan melalui suatu perubahan dalam pemikiran dan tindakan kita. Mengapa bagi orang-orang Farisi kelihatannya begitu sulit untuk mengalami perubahan seperti yang dialami Lewi? Memang sulit, karena kita dapat dengan mudah merasa nyaman dalam cara-cara kita melakukan segala sesuatu, bahkan dalam cara kita mengikuti Yesus. Memang sedih kalau kita memikirkan bahwa ada banyak orang yang bahkan mencicipi anggur baru saja mereka tidak mau, karena mereka mengatakan “anggur yang lama” sudah cukup baik.

Setiap hari Allah menawarkan “anggur baru” kepada kita melalui kehadiran Roh Kudus-Nya dalam hati kita masing-masing. Setiap hari Roh Kudus memberikan kepada kita kesempatan-kesempatan atau peluang-peluang yang segar kepada kita agar kita dapat bertumbuh dalam pemahaman dan devosi kita kepada Allah. Pada hari ini, marilah kita mencari Yesus dengan segenap hati kita dan percaya pada kehadiran Roh Kudus dalam diri kita. Selagi kita melakukannya, maka pernyataan kasih Allah bagi kita akan menjadi suatu realitas yang hidup. Kita akan menjadi seperti kantong anggur baru yang diisi dengan anggur baru, yang dapat semakin matang menjadi anggur yang istimewa dan sungguh menyenangkan hati-Nya.

DOA: Bapa surgawi, aku masuk melalui pintu gerbang-Mu dengan nyanyian syukur (Mzm 100:4)! Penuhi diriku dengan anggur baru dari kuasa-Mu dan kehadiran-Mu sehingga dengan demikian aku dapat mengikuti jejak Yesus Kristus, Putera-Mu terkasih, dengan lebih setia lagi. Terima kasih untuk kasih-Mu dan berkat-berkat-Mu dalam kehidupanku. Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Pertama hari ini (Kol 1:15-20), bacalah tulisan yang berjudul “KEUTAMAAN KRISTUS” (bacaan tanggal 6-9-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013.

Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 5:33-39), bacalah tulisan yang berjudul “KAIN BARU DAN BAJU YANG TUA; ANGGUR BARU DAN KANTONG KULIT YANG TUA” (bacaan tanggal 7-9-12) dalam situs/blog SANG SABDA.

Cilandak, 1 September 2013 [HARI MINGGU BIASA XXII – HARI MINGGU KITAB SUCI NASIONAL]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS MEMANGGIL KITA MENJADI PENJALA MANUSIA

YESUS MEMANGGIL KITA MENJADI PENJALA MANUSIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXII – Kamis, 5 September 2013)

KEMURIDAN - PENJALAN IKAN MENJADI PENJALA MANUSIAPada suatu kali Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret, sementara orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia mendorong perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena perkataan-Mu itu, aku akan menebarkan jala juga.” Setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Mereka pun datang, lalu bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun sujud di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, pergilah dari hadapanku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon, “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Sesudah menarik perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. (Luk 5:1-11)

Bacaan Pertama: Kol 1:9-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:2-6

“Tuhan, pergilah dari hadapanku, karena aku ini seorang berdosa” (Luk 5:8).

Pernahkah anda merasa seperti yang dirasakan Simon Petrus, yaitu anda merasa tidak tahan ketika menyadari Allah memandang anda seperti apa adanya dirimu sendiri? Seringkali memang justru ketika kita melihat siapakah Allah sesungguhnya, maka kita juga melihat kondisi penuh dosa dari diri kita sendiri, dan kita pun merasa mau mati saja karena rasa malu yang begitu mendalam. Dari waktu ke waktu, kita semua merasakan sakitnya kedosaan kita, dan kita dapat mulai bertanya-tanya dalam hati apakah masih mungkin Yesus mengasihi kita dalam keadaan tidak karuan seperti itu? Inilah yang membuat bacaan Injil hari ini menjadi istimewa penting bagi kita.

Pada saat Petrus meminta kepada Yesus agar pergi meninggalkan dirinya karena dia adalah seorang berdosa, maka Yesus menanggapi permintaan Petrus itu dengan sederhana sekali, “Jangan takut” (Luk 5:8,10). Yesus sangat mengetahui segala kedosaan Petrus, namun kelihatannya Dia samasekali tidak berminat untuk membicarakan hal itu. Sebaliknya, Yesus mengatakan kepada Petrus bahwa murid-Nya ini sekarang akan menjadi penjala manusia, artinya seseorang yang ikut ambil bagian dalam misi Yesus di dunia. Secara sederhana, Yesus kurang peduli dengan masa lalu Petrus ketimbang masa depannya. Dan Yesus juga lebih berprihatin terhadap masa depan kita juga.

Kita dapat membuang-buang banyak waktu “menikmati” rasa bersalah kita dan juga merasa bahwa diri kita tidak berharga samasekali, dan kita berpikir bahwa tidak mungkinlah bagi Yesus untuk mengampuni diri kita. Namun Yesus ingin agar kita mengetahui bahwa Dia telah mengambil keputusan untuk mengampuni setiap dosa yang telah kita komit, lewat pikiran kita, perkataan yang kita ucapkan, perbuatan kita dan juga kelalaian kita. Keprihatinan Yesus sekarang adalah terlebih-lebih dalam hal mencabut rasa takut kita terhadap diri-Nya dan memberikan kepada kita penerangan atas tujuan dan panggilan diri-Nya bagi kehidupan kita.

Yesus ingin membuat Petrus menjadi pemimpin kelompok murid pilihan-Nya dan juga misionaris-misionaris-Nya di masa depan. Sekarang, apa yang ingin dilakukan-Nya dengan kita (anda dan saya)? Apakah Yesus mencoba untuk memberikan kepada kita damai-sejahtera-Nya sehingga kita dapat menjadi saksi-saksi-Nya? Apakah Dia memimpin kita untuk mengunjungi mereka yang sedang sakit atau sedang meringkuk di dalam penjara? Apakah Dia ingin menganugerahkan kepada kita karunia-karunia baru, misalnya agar kita dapat menjadi orangtua yang lebih baik, seorang istri atau suami yang lebih baik, atau seorang sahabat yang lebih setia?

Apapun panggilan anda, maka ketahuilah bahwa Yesus memandang anda dengan pandangan kasih tanpa pamrih, tak bersyarat, dan Ia melihat potensi anda yang begitu luarbiasa. Jikalau anda membuka hati anda bagi Yesus dan menaruh kepercayaan dalam kasih-Nya, maka Dia akan menunjukkan kepada anda hal-hal yang agung dan indah.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah mengampuni diriku bahkan sebelum aku berpaling kepada-Mu. Aku percaya, ya Tuhan, bahwa Engkau ingin menunjukkan kepadaku rencana-Mu yang sempurna bagi hidupku. Bukalah hatiku agar dapat menerima pengampunan-Mu dan kasih-Mu, dan pimpinlah aku dalam melayani-Mu lewat pelayananku kepada orang-orang lain. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 5:1-11), bacalah tulisan yang berjudul “PENJALA IKAN MENJADI PENJALA MANUSIA” (bacaan tanggal 5-9-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “MULAI SEKARANG ENGKAU AKAN MENJALA MANUSIA” (bacaan untuk tanggal 1-9-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 31 Agustus 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS MASIH TETAP MELANJUTKAN KARYA-NYA

YESUS MASIH TETAP MELANJUTKAN KARYA-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXII – Rabu, 4 September 2013)

Ordo Franciscanus Saecularis: Santa Rosa dr Viterbo, Perawan Ordo III

JESUS HEALS THE SICKKemudian Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Lalu Ia berdiri di sisi perempuan itu dan mengusir demam itu, maka penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya ke atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Dialah Mesias.
Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang terpencil. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Di kota-kota lain juga Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.” Lalu Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea. (Luk 4:38-44)

Bacaan Pertama: Kol 1:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 52:10-11

Hari itu tentunya merupakan Hari Kemenangan bagi Yesus! Ia memulai hari sabat itu dengan menanamkan kesan mendalam di hati orang-orang Kapernaum, mengajar di sinagoga dengan penuh kuasa (Luk 4:31-32) dan mengusir roh jahat (Luk 4:33-37). Kemudian Yesus kembali ke rumah Simon Petrus di mana Dia menyembuhkan ibu mertua Simon dari demam keras (Luk 4:38-39). Pada malam harinya, banyak orang sakit dan orang yang kerasukan roh-roh jahat dibawa kepada-Nya. Yesus melayani mereka satu-persatu; sakit-penyakit disembuhkan dan roh-roh jahat diusir pergi (Luk 4:40-41). Inilah bukti nyata bahwa Yesus telah datang dan melakukan segala hal yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya, yaitu “untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk 4:18-19; bdk. Yes 61:1-2).

Dengan demikian, tidaklah mengejutkan apabila orang-orang Kapernaum berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka (Luk 4:42). Yesus memang lain: Di Kapernaum Ia diterima dan dapat melanjutkan karya pelayanan-Nya dengan penuh kenyamanan, namun Ia memilih untuk meninggalkan kota itu agar dapat melanjutkan pewartaan tentang Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan di tempat-tempat lain. Sebagai Dia yang diurapi Allah dengan Roh Kudus dan diutus untuk mewartakan Kabar Baik kepada semua orang, Yesus tidak mau berhenti hanya karena diakui sebagai seorang pembuat mukjizat. Ia didorong oleh Roh Kudus yang hidup dalam diri-Nya untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu mendirikan Kerajaan Allah di atas bumi ini.

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIADengan menyajikan cerita-cerita penyembuhan orang-orang sakit dan pembebasan orang-orang yang dirasuki roh-roh jahat yang semakin banyak jumlahnya, Lukas menunjukkan bagaimana Yesus terus bekerja. Selama pelayanan-Nya, Yesus tidak pernah berhenti bekerja – tidak hanya membuat berbagai mukjizat dan tanda heran lainnya, melainkan juga mengampuni dosa orang-orang dan menyatakan Allah Bapa kepada mereka. Yesus senantiasa mencari semakin banyak orang, memanggil mereka untuk melakukan pertobatan batin dan menjalin relasi dengan Allah Bapa secara lebih mendalam.

Sekarang Yesus berada di surga dalam kemuliaan dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, namun Yesus tetap melanjutkan karya untuk memajukan Kerajaan-Nya di tengah dunia. Sebagai para anggota tubuh Kristus di dunia, kita terus menerima dari Yesus pelayanan-Nya untuk dalam hal penyembuhan, pembebasan dari ikatan/pengaruh roh-roh jahat, dan juga pengampunan dosa. Yesus tidak pernah berhenti memanggil kita untuk masuk ke dalam kehidupan dengan diri-Nya dan oleh kuasa Roh Kudus-Nya terus membentuk diri kita agar mengalami pertumbuhan progresif dalam hal kekudusan, kuat-kuasa untuk mengalahkan dosa, dan mengasihi sesama kita. Oleh karena itu marilah kita mengikuti Yesus Kristus dengan sepenuh hati. Marilah kita membuka hati kita bagi kuat-kuasa-Nya yang memberi kehidupan dan cintakasih.

DOA: Tuhan Yesus, bukalah diri kami agar dapat mengalami kepenuhan berkat-berkat Kerajaan Surga. Perkenankanlah sabda-Mu membawa kehidupan bagi kami dan menyatakan tujuan-tujuan-Mu bagi kami-manusia yang masih hidup di dunia. Kami ingin menanggapi rahmat-Mu secara mendalam. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 4:38-44), bacalah tulisan yang berjudul “PADA HARI INI YESUS MASIH MENYEMBUHKAN” dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “HARUS MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK BERDOA” (bacaan tanggal 31-8-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM; kategori: 11-08 PERMENUNGAN ALKITABIAH AGUSTUS 2011.

Cilandak, 31 Agustus 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 157 other followers