TINDAKAN BALAS DENDAM TIDAK ADA DALAM HATI YESUS

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIATINDAKAN BALAS DENDAM TIDAK ADA DALAM HATI YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Hieronimus, Imam-Pujangga Gereja – Selasa, 30 September 2014)

Ketika hampir tiba waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” Akan tetapi, Ia berpaling dan menegur mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain. (Luk 9:51-56)

Bacaan Pertama: Ayb 3:1-3,11-17,20-23; Mazmur Tanggapan: Mzm 88:2-8

Karena saat sengsara dan kematian-Nya sudah semakin dekat, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem di mana Dia akan menghadapi oposisi yang tidak ringan dan serius (Luk 9:51). Waktu-Nya di Galilea hampir habis, dan inilah waktu bagi-Nya untuk membawa serta murid-murid-Nya ke “jalan salib”-Nya. Dan, seperti pada awal pelayanan-Nya di Gelilea (Luk 4:14-30), Yesus lagi-lagi mengalami penolakan (Luk 9:52-56) – suatu pertanda awal lagi dari penolakan yang akan dihadapi-Nya di Yerusalem.

Satu tema yang suka dimunculkan secara berulang-kali dalam Injil Lukas adalah belas kasih Yesus terhadap para pendosa dan orang yang tersisihkan (sampah masyarakat), …… dan orang-orang Samaria termasuk dua kategori itu. Hal ini membantu kita untuk memahami mengapa Yesus memilih rute perjalanan-Nya melalui Samaria. Yesus tentu sadar bahwa para peziarah Yahudi yang melalui jalan Samaria ini seringkali menghadapi sikap dan perilaku bermusuhan dari orang-orang Samaria. Namun demikian, hasrat-Nya untuk berjumpa dengan orang-orang yang dipandang berdosa dan sampah masyarakat itu menggerakkan Yesus untuk mengambil risiko untuk pergi ke Yerusalem lewat Samaria.

Ketika sampai di sebuah kota di Samaria, orang-orang Samaria tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem (Luk 9:53). Reaksi Yesus terhadap perlakuan sedemikian damai-damai saja dan penuh kesabaran. Di lain pihak, Yakobus dan Yohanes menginginkan adanya pembalasan. Kejadian ini memberikan kepada Yesus suatu kesempatan untuk mengajar para murid-Nya tentang pengampunan apabila niat baik mereka ditolak; juga untuk membawa kasih kalau berhadapan dengan kebencian. “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Mat 20:28). Yesus tidak pernah memaksakan diri-Nya terhadap siapa saja, walaupun penolakan dari orang lain itu dapat membahayakan diri-Nya.

Apabila kita dihadapkan dengan penolakan, bagaimana seharusnya kita menanggapinya? Seringkali ketika rasa bangga pribadi kita terluka, kita pun serta merta membalas dalam upaya kita memulihkan harga diri kita. Namun Yesus mengajar bahwa kehormatan sejati tidak berasal dari pendapat orang lain terhadap diri kita, melainkan dari kenyataan bahwa kita dikasihi dan diterima oleh Allah. Melalui karunia iman dan oleh rahmat ilahi dalam sakramen-sakramen, kita juga dipanggil untuk melakukan perjalanan bersama Yesus menuju salib. Dalam diri Yesus, kita akan menemukan bahwa segala sesuatu yang kita butuhkan untuk menopang diri kita di kala kita menghadapi oposisi yang sulit, dan berbagai pencobaan sepanjang perjalanan kita. Setiap hari, baiklah kita mengingat dan berterima kasih penuh syukur kepada Allah untuk warisan yang kita terima sebagai saudari dan saudara Kristus. Marilah kita mohon kepada Roh Kudus untuk menggantikan hasrat-hasrat guna membalas dendam dengan hati Yesus yang penuh belas kasih dan bela rasa.

DOA: Tuhan Yesus, penuhilah pikiran kami dengan segala hal yang telah Engkau lakukan bagi kami lewat pengorbanan-Mu pada kayu salib. Sembuhkanlah memori-memori kami karena kami pernah ditolak, dan penuhilah diri kami dengan kasih-Mu sehingga dengan demikian kami dapat menghadapi oposisi apa saja dengan kasih-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 9:51-56), bacalah tulisan berjudul “JANGAN PERNAH MEMAKSA ORANG YANG TIDAK MAU MENERIMA KABAR BAIK YESUS KRISTUS” (bacaan untuk tanggal 30-9-14) dalam situs PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

Cilandak, 26 September 2014 [Peringatan S. Elzear dan Delfina, OFS]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

PESTA TIGA MALAIKAT AGUNG (5)

PESTA TIGA MALAIKAT AGUNG (5)

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Pesta S. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung – Senin, 29 September 2014)

angels-60

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-Kitab.
Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. (Dan 7:9-10,13-14)

Bacaan Pertama alternatif: Why 12:7-12; Mazmur Tanggapan: Mzm 138:1-5; Bacaan Injil: Yoh 1:47-51

Pada hari ini Gereja merayakan pesta tiga malaikat agung: Mikael, Gabriel dan Rafael. Mikael berarti “Siapa yang seperti Allah?”, kita ingat dia sehubungan dengan pertempurannya dengan Lucifer, si Iblis, ‘seorang’ malaikat Tuhan yang memimpin pemberontakan melawan Allah (Why 12:7-9). Gabriel berarti “Manusia Allah”, yang kita ingat namanya dalam kisah pemberitahuan tentang perkandungan Yohanes Pembaptis dalam rahim Elisabet dan Yesus dalam rahim Maria (Luk 1:11-22,26-28). Rafael berarti “Allah menyembuhkan”; dia kita ingat pada waktu menolong Tobit dan Sara (Tobit 3:16-17).

Para malaikat adalah sepenuhnya makhluk-makhluk spiritual yang memiliki intelek dan kehendak. Mereka adalah pribadi-pribadi yang memiliki hidup kekal-abadi, dan dalam hal kesempurnaan mereka melebihi segala makhluk yang berwujud. Seperti kita (manusia), mereka juga diciptakan melalui Kristus dan untuk Kristus (lihat Kol 1:16), untuk mencapai tujuan-tujuan-Nya dalam alam/”dunia” spiritual. Dari Kitab Suci kita mengetahui bahwa malaikat-malaikat adalah “roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang akan mewarisi keselamatan” (Ibr 1:14).

Dari Kitab Suci kita melihat bahwa malaikatlah yang melindungi Lot (Kej 19); menyelamatkan Hagar dan anaknya, Ismail (Kej 16); mengunjungi para nabi (2Raj 1:3), menahan tangan Abraham ketika siap untuk menyembelih anaknya, Ishak sebagai kurban persembahan (Kej 22); menggulingkan batu penutup kubur Yesus (Mat 28:2); mengumumkan kebangkitan Yesus (Mat 28:6); dan menolong memimpin para rasul dan Gereja perdana (Kis 5:18-20; 8:26-29; 10:3-8; 12:6-11; 27:23-25) (lihat Katekismus Gereja Katolik, 328-336).

Kehidupan kita di atas bumi tidak dibatasi oleh realitas-realitas materiil yang dapat kita lihat, sentuh dan rasakan. Ada satu lagi alam/”dunia” yang mempunyai pengaruh atas diri kita, alam/”dunia” spiritual. Kedua alam/”dunia” ini – “dunia” fisik dan “dunia” spiritual – datang bersama ke dalam kehidupan kita. Sementara para malaikat adalah makhluk spiritual dan bukan makhluk badani, kita-manusia adalah keduanya, baik makhluk fisik maupun spiritual. Itulah sebabnya mengapa kita-manusia dipandang sebagai “mahkota ciptaan”. Itulah juga sebabnya mengapa misi para malaikat adalah untuk melayani dan melindungi kita.

Di bumi ini posisi kita dapat saja lebih rendah daripada para malaikat dan kita sangat tergantung kepada mereka. Namun pada suatu hari kelak kita akan masuk ke surga, dimuliakan dan diangkat ke posisi yang bahkan lebih tinggi daripada posisi para malaikat yang kita hormati dan muliakan pada hari ini. Kita “ditakdirkan” untuk menikmati kemuliaan abadi bersama Yesus selama-lamanya, dimasukkan ke dalam hidup Tritunggal Mahakudus sendiri. Semoga kita tidak pernah melupakan martabat dari panggilan kita!

DOA: Bapa surgawi, Allah yang baik, Khalik langit dan bumi. Kuduslah nama-Mu. Engkau telah menciptakan segala sesuatu yang ada. Oleh Roh Kudus-Mu, bukalah mataku agar dapat melihat alam/dunia spiritual. Dengan pertolongan para malaikat-Mu, penuhilah diriku dengan hasrat mendalam untuk membawa orang-orang agar mengenal Putera-Mu, Yesus Kristus, dan menjadi murid-murid-Nya yang setia. Bapa, semoga surga dipenuhi dengan semua anak-anak-Mu terkasih. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama (alternatif) untuk hari ini (Why 12:7-12), bacalah tulisan yang berjudul “PESTA TIGA MALAIKAT AGUNG [4]” (bacaan tanggal 29-9-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

Cilandak, 24 September 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BEKERJA DI KEBUN ANGGUR ALLAH

BEKERJA DI KEBUN ANGGUR ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXVI [Tahun A] – 28 September 2014)

vineyard

“Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal dan pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Anak itu menjawab: Baik, Bapa, tetapi ia tidak pergi. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, “Yang pertama.” Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan pelacur percaya kepadanya. Meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.” (Mat 21:28-32)

Bacaan pertama: Yeh 18:25-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-9; Bacaan Kedua: Flp 2:1-11

Bacaan Injil pada hari Minggu lalu (Hari Minggu Biasa XXV) berupa sebuah perumpamaan yang mengambil TKP-nya di sebuah kebun anggur. Kejadian yang digambarkan dalam perumpamaan itu adalah tidak puasnya para pekerja yang bekerja lebih lama terhadap para pekerja yang datang belakangan, namun menerima upah yang sama. Ketidakpuasan tersebut juga dialamatkan kepada sang pemilik kebun anggur. Rahmat Allah yang berlimpah kepada semua orang tanpa diskriminasi, dilihat oleh mata manusia sebagai suatu ketidakadilan. Dalam bacaan Injil hari ini – juga sebuah perumpamaan – kita lihat seorang pemilik kebun anggur menemui anak laki-lakinya yang sulung dan memerintahkannya untuk bekerja di kebun anggur. Anak itu mengatakan “tidak mau”, namun kemudian ia pergi juga ke kebun anggur untuk bekerja. Bapak itu memerintahkan putera bungsunya untuk melakukan hal yang sama. Anaknya itu mengatakan “ya, Bapa”, namun ia tidak pergi ke kebun anggur.

two-sonsNah, apabila kita diminta oleh Allah untuk bekerja di kebun anggurnya, kita pun harus mau dan rela tangan-tangan kita menjadi kotor. Lain sekali sikap orang-orang Farisi yang pada umumnya munafik itu. Mereka takut tangan-tangan mereka menjadi kotor atau terkontaminasi. Sebagai “orang-orang yang terpisah”, orang-orang Farisi membuat hidup beragama yang tidak terkontaminasi oleh kesalahan-kesalahan orang-orang lain. Penjagaan-diri menjadi ideal mereka. Di mata mereka, para pendosa sungguh tidak mempunyai pengharapan. No hope! Inilah yang membuat Yesus menjadi marah.

Panenan di kebun anggur atau ladang Allah sudah siap untuk dituai. Misi Yohanes Pembaptis menunjukkan bahwa ada banyak pendosa yang siap untuk memberi tanggapan terhadap orang-orang yang akan memberikan kesempatan kedua dalam hidup mereka. Yohanes Pembaptis menawarkan kepada mereka air, pembasuhan, pembaharuan, suatu halaman baru yang bersih dan menyegarkan.

Sebagaimana dikatakan Yohanes (Luk 3:16-17), Yesus datang dengan Roh Kudus dan api. Yesus melakukan “blusukan” ke mana-mana dan Ia berjumpa dengan orang-orang yang sakit, para pendosa, orang-orang yang tertindas dan tersisihkan, … wong cilik! Yesus membawa kesembuhan kepada mereka, Dia juga memberikan sebuah akhir dan sebuah awal baru dalam kehidupan mereka, air mata ungkapan kelegaan, bahkan makanan bagi mereka (Mat 14:13-21;15:32-39). Orang-orang Farisi tidak tahan menyaksikan sikap penuh bela rasa dan tindak-tanduk Yesus yang penuh belas kasih. Yesus memang benar ketika mengajar dengan perumpamaan bahwa “anggur baru tidak dapat dimasukkan kedalam kantong kulit yang tua” (Mat 9:17). Di mata orang-orang Farisi, Yesus adalah sebuah skandal!

Untuk menjadi pengikut/murid Yesus Kristus, seseorang dipanggil untuk menjadi misioner dan apostolik: untuk bekerja di ladang-Nya dan tangan-tangan pun menjadi kotor juga. Para murid Yesus bukanlah mereka yang banyak berdoa hanya untuk kepentingan bisnis mereka sendiri, berdoa untuk keselamatan diri sendiri, tetapi tidak mau tangan mereka menjadi kotor dan tidak mau jadual kehidupan mereka yang nyaman dirusak.

Misi orang Kristiani dapat digambarkan dengan sederhana: cara terbaik untuk menjadi seorang sahabat Yesus adalah membawa seorang sahabat kepada Yesus!

Red Grapes on the VineDi ladang Allah pada hari ini ada banyak sekali panenan yang siap untuk dituai. Ada banyak sekali jiwa yang belum pernah disentuh oleh Kabar Baik tentang Yesus Kristus, mereka melangkah tanpa tujuan di atas jalan tanpa makna: mereka merasa bosan, marah dan agresif, mereka menjadi letih-lesu dan sakit karena sensualitas. Mereka hidup tanpa pengharapan. Jika orang-orang merasa down dan susah, hal terahir yang ingin mereka dengar adalah suatu khotbah yang menyalah-nyalahkan mereka. Yang mereka butuhkan adalah tangan-tangan terulur guna mengangkat diri mereka.

Sebenarnya orang-orang zaman modern ini bukannya tidak/belum pernah mendengar tentang Yesus. Apa yang terjadi dengan banyak orang adalah sedikit pengalaman tentang agama yang mereka terima begitu negatif, sehingga efeknya hanya membuat mereka menjadi imun terhadap realitas sesungguhnya. Kuasa Roh Kudus dan api dari hati belum mencapai mereka. Mereka ditinggal tanpa pengharapan, energi, atau rasa percaya diri. Dan siapakah yang dapat membawa pengharapan kepada mereka? Marilah kita berdoa kepada Bapa surgawi untuk mengirimkan para pekerja untuk tuaian yang ada (lihat Luk 10:2; Mat 9:37-38). Namun, janganlah kita (anda dan saya) sekadar berdoa untuk orang-orang lain agar disentuh. Janganlah kita takut tangan-tangan kita menjadi kotor. Untuk membawa seorang sahabat kepada Allah, kita tidak dapat melakukannya dari jarak jauh. Kita juga diminta oleh Allah untuk menjadi saksi yang hidup dan efektif dari kasih Allah. Ketika anda berdoa “jadikanlah aku pembawa damai-Mu”, bersiaplah untuk terlibat, untuk menerima kenyataan bahwa rutinitas kita yang sudah mapan dan nyaman menjadi terganggu. Jika dikatakan kita harus siap melihat tangan-tangan kita menjadi kotor, kita akan menyadari bahwa tanah di ladang Allah itu sesuatu yang kotor namun bersih.

DOA: Bapa surgawi, Allah Yang Mahabaik, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau senantiasa menerima pertobatan anak-anak-Mu, mencurahkan belas kasih-Mu kepada para pendosa yang bertobat dan menarik mereka semua untuk masuk ke dalam Kerajaan-Mu. Ya Bapa, oleh Roh Kudus bentuklah aku menjadi murid Yesus yang setia, siap terlibat dan mengotori tangan-tanganku, untuk membawa para sahabatku kepada-Nya. Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Injil hari ini (Mat 21:28-32), bacalah tulisan yang berjudul “PERUMPAMAAN TENTANG DUA ORANG ANAK YANG TIDAK SEMPURNA” (bacaan tanggal 28-9-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

Tulisan ini adalah adaptasi dari P. Silvester O’Flynn OFMCap., The Good News of Matthew’s Year, Dublin, Ireland: Cathedral Books/The Columba Press, 1989/1992 [second printing], hal. 235-238.

Cilandak, 24 September 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SALIB KRISTUS MUTLAK DIPERLUKAN

SALIB KRISTUS MUTLAK DIPERLUKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Vincentius a Paulo – Sabtu, 27 September 2014)

YESUS MENGAJAR - HE WAS THE TEACHERKetika semua orang itu masih heran karena segala sesuatu yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dengarlah dan perhatikanlah semua perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Namun mereka segan menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya. (Luk 9:43b-45)

Bacaan Pertama: Pkh 11:9-12:8; Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-6,12-14,17

“Dengarlah dan perhatikanlah semua perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia” (Luk 9:44).

Pemberitahuan kedua tentang penderitaan-Nya diungkapkan oleh Yesus setelah Ia turun dari gunung transfigurasi (Luk 9:28-36). Yesus mungkin saja berkeinginan untuk berada di atas gunung untuk waktu yang sedikit lebih lama, berbicara dengan Elia dan Musa dan dikuatkan untuk apa yang akan terjadi. Namun Yesus memutuskan untuk turun gunung dan terlibat lagi dalam kehidupan sehari-hari, ke tengah dunia yang sudah terkena pengaruh dosa dan sengatan si Jahat.

Lalu apa yang terjadi ketika Yesus dan ketiga murid-Nya turun gunung? Langsung saja Dia berkonfrontasi dengan situasi yang agak kacau: Para murid-Nya tidak mampu untuk membebaskan seorang anak laki-laki yang dari waktu ke waktu “diganggu” oleh roh jahat, dan roh itu terus menyiksa dirinya dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya (Luk 9:39-40). Ayah anak laki-laki tersebut merasa susah dan kecewa berat karena kegagalan para murid Yesus tersebut. Di lain pihak orang banyak menanti-nanti dengan penuh ekspektasi apakah Yesus sungguh mampu membuat suatu perbedaan. Namun Yesus langsung mengendalikan situasi dengan mengusir roh jahat yang mengganggu anak laki-laki tersebut, lalu menyembuhkannya. Semua orang heran karena segala sesuatu yang diperbuat-Nya (Luk 9:43). Jelas bahwa orang banyak – termasuk para murid Yesus sendiri – mengakui bahwa Allah ada di tengah-tengah mereka dalam diri Yesus.

MARIA DAN YOHANES DI KAKI SALIB YESUSKetika orang banyak masih keheran-heranan menyaksikan kuat-kuasa Yesus, Yesus mengatakan sesuatu kepada para murid-Nya yang membuat mereka semakin sulit memahami siapa dan apa misi-Nya yang sesungguhnya. Yesus mengatakan kepada para murid-Nya itu bahwa diri-Nya akan diserahkan ke tangan manusia (Luk 9: 44-45). Para murid-Nya sungguh belum siap untuk memahami pesan dari salib Yesus.

Setelah dicobai Iblis di padang gurun (Luk 4:1-13), Yesus kembali ke Galilea untuk mulai mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia (Luk 9:14-15). Di rumah ibadat di Nazaret, Yesus menunjukkan bahwa Iblis telah dikalahkan dan bahwa dosa dan penderitaan sudah hampir berakhir (Luk 4:16-21). Sekarang, Lukas menunjukkan Yesus mencoba untuk mempersiapkan para pengikut/murid-Nya tentang cara bagaimana kebebasan itu akan terealisir – dan hal ini berkisar di seputar pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Salib Kristus mutlak diperlukan sehingga dengan demikian dosa dan Iblis dapat dikalahkan. Bahkan setelah Dia bangkit, Yesus mengutus Roh Kudus (Yoh 14:15-17), untuk mengajar kita dan menolong kita untuk memahami bahwa segala berkat yang kita terima sekarang datang melalui salib-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, kami berterima kasih penuh syukur kepada-Mu karena Engkau memberkati kami dan semua orang percaya dengan keselamatan yang telah Engkau menangkan di atas kayu salib. Engkau senantiasa bersama kami pada saat-saat kami bergembira dan juga pada saat-saat kami menderita. Kami merasa terhibur karena mengetahui bahwa Engkau telah menebus kami pada kayu salib untuk sekarang dan sepanjang masa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 9:43b-45), bacalah tulisan yang berjudul “DENGARLAH DAN PERHATIKANLAH SEMUA PERKATAAN-KU INI” (bacaan tanggal 27-9-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

Cilandak, 23 September 2014 [Peringatan S. Padre Pio dr Pietrelcina, Imam]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS, ENGKAU ADALAH SEGALANYA YANG BAIK BAGIKU

YESUS, ENGKAU ADALAH SEGALANYA YANG BAIK BAGIKU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Jumat, 26 September 2014)

Ordo Franciscanus Saecularis: Peringatan S. Elzear dan Delfina, Ordo III

JESUS PRAYINGPada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka, “Kata orang banyak, siapakah Aku ini? Jawab mereka, “Yohanes Pembaptis, yang lain mengatakan: Elia, yang lain lagi mengatakan bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus, “Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

Kemudian Yesus berkata, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” (Luk 9:18-22)

Bacaan Pertama: Pkh 3:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-612-14,17

“Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Luk 9:20). Dalam hidupku aku pernah berjalan kesana kemari tanpa arah-tujuan, mencari kepuasan dari pekerjaanku, karirku, harta milikku dan relasi-relasiku. Hatiku yang memberontak tidak peduli pada kerinduannya yang terdalam. Aku tidak dapat menangkap arti dari janji seorang Juruselamat – bahkan kebutuhanku akan keselamatan. Akan tetapi, kasih-Mu, ya Tuhan, telah mampu mengatasi keterpisahanku dengan Engkau. Diutus oleh Bapa-Mu yang bertakhta di dalam surga, Engkau membuka jalan bagi kesembuhan, pemulihan dan perlindungan bagi diriku. Engkau yang adalah pemenuhan janji Allah, yang sekarang adalah pemenuhan bagi diriku juga.

Yesus, Engkau adalah Putera Allah yang hidup! Pada waktu aku terjerat dalam kedosaanku, aku menaruh pengharapan pada banyak ilah, namun tidak satupun dari ilah-ilah itu yang dapat menyentuh hatiku atau menghasilkan kekuatan untuk memberdayakan tubuh dan pikiranku. Akan tetapi Engkau, belas kasih Allah sendiri, memancarkan cahaya sebagai gambaran Allah yang tidak kelihatan. Engkau hidup mulia dalam kuasa Roh Kudus dan membangkitkanku untuk duduk bersama-Mu. Engkau adalah air hidup yang memuaskan rasa dahaga jiwaku. Engkau telah memulihkan martabatku sebagai seorang anak Allah. Engkau telah membebaskan diriku dan memberikan hidup kepadaku.

GEMBALA YANG BAIK - 111Yesus, Engkau adalah sungguh sang Gembala Baik! Pada saat-saat aku gelisah dan berperilaku seenak aku sendiri, Engkau mencari aku dan membawa aku kembali – si domba yang hilang – kepada kawanan-Mu. Ketika aku mengalami distraksi yang disebabkan oleh hal-hal duniawi, dengan lemah-lembut Engkau memanggil namaku dan membimbing diriku kembali ke jalan yang benar. Manakala aku terpisah dari kawanan-Mu terlalu jauh, Engkau mencari dan menemukan diriku, mengangkatku dan menggendongku sampai aku berkumpul kembali dengan kawanan-Mu. Aku percaya Engkau akan menjadi tenda pelindungku setiap kali terjadi badai.

Yesus, Engkau adalah Raja Damai! Stres dan rasa susah sehari-hari dapat membanjiri hatiku dan menghabiskan energiku. Terkadang aku merasa begitu cemas sehingga aku hampir tak dapat bernapas. Aku mencari obat-pemulih, dari yang satu pindah ke yang lain, tanpa hasil. Kemudian aku menyediakan saat-saat hening dengan-Mu, dan Engkau mentransformasikan hidupku. Aku datang kepada-Mu dan berlindung pada-Mu, karena Engkau adalah sumber ketenanganku dan jaminanku.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau telah menebusku dengan darah-Mu yang mulia, namun demikian Engkau tidak memperbudak diriku. Engkau telah memberikan kemerdekaan kepadaku, namun aku tidak ingin berada jauh dari-Mu. Di luar diri-Mu tidak ada hidup. Dengan-Mu ada kepenuhan hidup. Yesus, Engkau adalah Tuhanku dan Allahku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:18-22), bacalah tulisan yang berjudul “MATI BERSAMA KRISTUS” (bacaan untuk tanggal 26-9-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 27-9-13 dalam situs/blog PAX ET BONUM)

Cilandak, 23 September 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

HERODUS ANTIPAS DAN YESUS

HERODUS ANTIPAS DAN YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Kamis, 25 September 2014)

YESUS MENGAJAR DARI ATAS PERAHU - 506Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan bahwa Yohanes telah dibangkitkan dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula mengatakan bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa sebenarnya Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. (Luk 9:7-9)

Bacaan Pertama: Pkh 1:2:11; Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-6,12-14,17

Sementara kedua belas rasul sibuk mewartakan Injil dan melakukan penyembuhan-penyembuhan, ketenaran Yesus berkembang dengan cepat. Desas-desus di dalam masyarakat yang dibumbui dengan “teori-teori” juga merebak ke-mana-mana dan sampai juga ke istana Herodes (Antipas), sang raja wilayah Galilea dan Perea. Itulah kiranya yang menyebabkan dia mempertanyakan identitas Yesus, sang rabi/nabi dari Nazaret itu. Apakah Yesus itu Yohanes Pembaptis yang bangkit dari antara orang mati? Nabi Elia yang muncul kembali? Atau, seorang dari nabi-nabi zaman dahulu yang bangkit?

Memang sulitlah untuk mempercayai bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang telah dibangkitkan dari antara orang mati. Mengapa? Karena orang-orang Yahudi tidak percaya pada reinkarnasi; dan walaupun mereka percaya, Yesus telah muncul di tengah masyarakat sebelum kematian Yohanes Pembaptis, dengan demikian membantah teori inkarnasi tersebut. Akan tetapi, kita mengetahui bahwa desas-desus jarang sekali tergantung kepada apakah ceritanya masuk akal atau tidak.

Bacaan Injil di atas mengatakan bahwa Herodus merasa cemas (Luk 9:7). Menghadapi segala desas-desus tentang Yesus yang beredar luas membuat Herodus tidak tahu apa yang harus dipikirkannya. Pada waktu itu, “ekspektasi eskatologis” hadir begitu kuat dalam masyarakat Yahudi, sehingga mereka tergoda untuk melihat di mana-mana tanda-tanda yang mendahului kedatangan sang Mesias. Akan tetapi, orang-orang Yahudi itu tidak dapat berbuat apa-apa tanpa para nabi – orang-orang yang mampu untuk berbicara dalam nama Allah. Dan, karena sudah sedemikian lama tidak ada nabi yang hidup di tengah-tengah mereka, maka orang-orang Yahudi itu harap-harap cemas menantikan Allah agar tidak lagi “bersembunyi” dan kemudian berbicara dengan Suara yang dapat didengar oleh pribadi-pribadi yang terinspirasikan: Seorang Musa yang baru, atau seorang Elia yang baru.

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIAHal ini menunjukkan bahwa paling sedikit pada awalnya Yesus dikira oleh orang-orang pada zamannya sebagai seorang nabi – jubir Allah – seseorang yang menemukan dan menguraikan signifikansi ilahi dari peristiwa-peristiwa yang konkret. Untuk catatan selingan kita, Gereja melanjutkan kegiatan kenabian dari Yesus. Seperti Yesus, Gereja sungguh berbicara dalam nama Allah dan menafsirkan tanda-tanda zaman. Sekarang masalahnya, apakah kita (anda dan saya) menaruh cukup perhatian pada nabi-nabi yang diutus Allah pada hari ini? Bukankah iman kita mengakui keberadaan karunia/anugerah untuk bernubuat? (1Kor 12:10,29 dll.). Apakah kita patuh kepada sabda-sabda kenabian dan tindakan-tindakan terinspirasikan dari Gereja pada hari ini? Misalnya, terkait masalah lingkungan hidup, masalah ketidakadilan sosial, masalah perdamaian dan peperangan, dlsb.?

Herodus juga berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya” (Luk 9:9). Salah satu cara yang digunakan Allah untuk berbicara kepada kita adalah melalui suara hati nurani kita. Hati nurani Herodus tidak tenang, tidak damai-sejahtera, kegalauan kelas tinggi. Dalam hatinya yang terdalam, ada suara yang mengingatkan dia akan dosa-dosanya. Rasa sesal yang sungguh mendalam, suatu hasrat untuk mengikuti suara hati nurani dapat memimpin seseorang kepada Yesus. Dan, Herodus memang berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus (Luk 9:9).

Namun dari bacaan Injil, kita tidak tahu apakah keinginan Herodus untuk bertemu dengan Yesus itu didorong oleh keinginan-tahunya atau niat untuk membunuhnya juga. Pada suatu hari Herodus mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Yesus, … untuk diadilinya … masalah hidup atau mati untuk Yesus (lihat Luk 23:7-12). Pada hari itu Herodus tetap tidak mengenal siapa Yesus itu. Bahkan Herodus dan pasukannya menghina dan mengolok-olok Yesus. Herodus adalah seperti orang-orang yang berduka di rumah Yairus, yang menertawakan Yesus karena Dia mengatakan bahwa anak perempuan Yairus tidak mati, tetapi tidur (Luk 8:53). Mereka kemudian menyaksikan mukjizat Yesus membangkitkan anak perempuan itu, namun mereka belum juga tahu siapa Yesus ini.

Herodus atau siapa pun juga tidak dapat bertemu dan mengenal Yesus sebelum dia menerima-Nya sebagai Dia yang datang dalam nama TUHAN (YHWH). Injil Lukas mencatat Yesus bersabda, “Kamu tidak akan melihat Aku lagi sampai pada saat kamu berkata: ‘Terpujilah Dia yang datang dalam nama Tuhan’” (Luk 13:35; bdk. Mzm 118:26). Ternyata Herodus masih harus melakukan perjalanan spiritual yang panjang untuk sampai kepada pendeklarasian sedemikian.

DOA: Tuhan Yesus, perkenankanlah aku mendeklarasikan bersama Santo Petrus, bahwa “Engkaulah Mesias, Putera Allah yang hidup.” Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:7-9), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPAKAH YESUS ITU?” (bacaan tanggal 25-9-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

Cilandak, 22 September 2014 [Peringatan S. Ignatius dr Santhi, Imam-Biarawan]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KUASA UNTUK MENGALAHKAN IBLIS DAN ROH-ROH JAHAT

KUASA UNTUK MENGALAHKAN IBLIS DAN ROH-ROH JAHAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Rabu, 24 September 2014)

YESUS MENGUTUS - MISI YANG DUABELASYesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit, kata-Nya kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau kantong perbekalan, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kamu masuk ke dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi desa-desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat. (Luk 9:1-6)

Bacaan Pertama: Ams 30:5-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:29,72,89,101,104,163

“Yesus … memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit” (Luk 9:1-2).

Mengapa Yesus harus bersusah-payah memberikan otoritas kepada kedua belas murid-Nya untuk mengalahkan roh-roh jahat? Bukankah Yesus dapat sekadar memberdayakan mereka untuk menyembuhkan sakit-penyakit dan mewartakan Injil? Bukankah itu sudah cukup? Kelihatannya tidak! Yesus menyadari bahwa keberadaan roh-roh jahat adalah riil, dan Ia juga tahu bahwa roh-roh jahat itu merupakan ancaman riil terhadap hidup orang banyak. Kita bisa saja membayangkan Iblis sebagai makhluk berwarna merah menyeramkan, bertanduk, berekor dengan ujung tajam, dan memiliki kaki seperti seekor kambing, namun kenyataannya tidaklah sedemikian. Kita bahkan mungkin saja berpikir bahwa cukuplah bagi kita untuk percaya kepada Yesus dan mengakui keberadaan si Jahat di dunia tanpa menerima kenyataan bahwa dia adalah makhluk spiritual yang bertujuan untuk menghancurkan kita.

Posisi yang disebutkan di atas adalah posisi yang berbahaya. Iblis itu riil, dan tindakan-tindakannya terlihat di dunia dan bahkan dalam hidup kita. Dengan dusta dan kebenaran-kebenaran yang setengah-setengah, Iblis mempengaruhi kita dengan bujukan-bujukannya, rayuan-rayuannya dlsb. bahwa Allah tidaklah seluruhnya baik dan mengasihi. Iblis juga menggunakan hal-hal yang jelas-jelas dosa dan ketidakpedulian secara halus untuk memimpin kita kepada mindsets yang bertentangan dengan pesan Injil. Dijuluki “pendusta dan bapak pendusta” (Yoh 8:44). Iblis ingin menghalang-halangi siapa saja untuk mengenal belas kasih Allah dan menerima pengampunan serta rahmat-Nya.

Untunglah bahwa ini bukanlah akhir dari cerita kita! Dengan kematian Yesus di kayu salib, Iblis telah dikalahkan. Kemampuan yang di berikan oleh Yesus kepada para murid-Nya yang pertama untuk mengalahkan Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya bukanlah karunia yang diberikan satu kali saja. Semua orang Kristiani dapat menerima kuasa untuk menolak dusta Iblis, godaan-godaannya, dan keraguan-raguan yang disebabkan olehnya. Kita tidak perlu merasa tak berdaya dan tertindas, dirampas sukacita penebusan kita yang adalah milik kita dalam Kristus. Apabila kita dipersatukan dengan Yesus dalam pembaptisan dan disalibkan bersama Dia, maka kita ikut ambil bagian dalam buah-buah kebangkitan-Nya.

Marilah kita merenungkan kebenaran berikut ini: Bagian lama dari diri kita (anda dan saya) yang berada di bawah pengaruh Iblis telah dihancurkan melalui salib Kristus. Kita harus memperkenankan realitas ini mengendap dalam pikiran dan hati kita, sehingga dengan demikian kita dapat berkonfrontasi dengan Iblis dan roh-roh jahatnya setiap hari dengan penuh kepercayaan diri. Kita pun akan berjalan dengan keyakinan yang lebih besar lagi dalam hidup baru yang adalah milik kita dalam Kristus.

DOA: Tuhan Yesus, aku bergembira penuh sukacita akan kemenangan-Mu atas Iblis! Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah memberikan kepadaku kuasa-Mu untuk mengenali dan menolak sengat Iblis. Terpujilah Engkau, ya Yesus, Engkau adalah Tuhan yang tersalib dan bangkit, yang telah memenangkan pertempuran sekali dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “SEMUA ORANG HARUS MEMBUAT PILIHAN” (bacaan tanggal 24-9-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

Cilandak, 19 September 2014 [Peringatan S. Fransiskus Maria dr Comporosso, Biarawan]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS