HIDUP KITA TERJAMIN DI TANGAN-TANGAN ALLAH

HIDUP KITA TERJAMIN DI TANGAN-TANGAN ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Jumat, 10 Mei 2013)

HARI PERTAMA NOVENA PENTAKOSTA

The-bread-of-lifeSesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari kamu. Pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. (Yoh 16:20-23a)

Bacaan Pertama: Kis 18:9-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-7

Kita sekarang sedang berada dalam masa istimewa antara “Hari Kenaikan Tuhan Yesus” pada hari Kamis kemarin dan “Hari Raya Pentakosta”. Selama hari-hari ini, marilah kita memusatkan perhatian kita pada penyambutan kedatangan Roh Kudus ke dalam hati kita dan ke dalam Gereja, karena Dia-lah satu-satunya pengharapan kita. Selama waktu kita hidup di dunia, seringkali kita “menangis dan meratap” (Yoh 16:20). Kita bergumul dengan dosa dan godaan, dengan rasa sakit dan penyakit dan kematian. Akan tetapi, pengharapan kita terletak pada Yesus, Penebus kita. Kedatangan Roh Kudus untuk tinggal dalam hati umat beriman pada hari Pentakosta adalah bukti bahwa kematian Yesus dan kebangkitan-Nya telah mendamaikan kita dengan Bapa surgawi dan mengalahkan Iblis.

Ketika Yesus mengucapkan “Selamat tinggal” kepada para murid-Nya, Dia mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan mengalami dukacita, kesedihan dan rasa sakit di dalam dunia ini, namun mereka tidak boleh kehilangan pengharapan. Yesus membandingkan rasa sakit dunia ini dengan rasa sakit seorang perempuan pada waktu melahirkan anak, di mana sukacita karena kelahiran anak jauh melampaui pengalaman menyakitkan selama saat-saat mau melahirkan. Dalam artian yang sama, penderitaan yang kita alami dalam kehidupan ini bersifat sementara, sementara sukacita surgawi menanti-nantikan mereka yang percaya dan menaruh kepercayaan pada Allah.

Hidup kita terjamin di tangan-tangan Allah. Sebagaimana para murid Yesus yang awal, kita dapat berdukacita dan menangisi dosa-dosa kita dan kegelapan dalam dunia. Akan tetapi, pada saat bersamaan, kita dapat bergembira dalam kuasa dan kasih Allah kita. Kita dapat bergembira karena kita mengenal Dia yang telah kita percayai, dan kita yakin bahwa Dia berkuasa memelihara apa yang telah dipercayakan-Nya kepada kita hingga pada hari Tuhan (2Tim 1:12). Seperti seorang ibu yang mengantisipasikan kelahiran anaknya, kita pun dapat memandang ke depan, kepada sukacita abadi pada saat kedatangan Yesus untuk kedua kalinya, apa pun situasi yang kita hadapi sekarang.

Yesus mengalahkan dosa, maut dan dunia. Kita dapat menghadapi tantangan-tantangan harian dengan pengharapan karena hidup kita telah dibeli dan dibayar oleh darah Juruselamat kita. Karena kita adalah milik Yesus, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat merampas diri kita dari pengharapan kita. Kegelapan dalam dunia dapat membuat kita merasa sedih, namun pengharapan kita dapat tetap kuat karena kuasa dan kasih Allah Bapa. Kita dapat menaruh kepercayaan bahwa apabila Yesus datang kembali, maka setiap kebutuhan kita akan dipenuhi dan segala penderitaan akan berakhir.

DOA: Roh Kudus Allah, aku menyambut kedatangan-Mu ke dalam hatiku. Penuhilah diriku dengan pengharapan agar aku dapat menanggung setiap pencobaan dan tetap menatap kedatangan sukacita abadi dalam kehadiran Allah pada Hari Akhir. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:20-23a), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS BERJANJI KEPADA PARA MURID-NYA BAHWA DIA AKAN BERTEMU KEMBALI DENGAN MEREKA” (bacaan tanggal 10-5-13) dalam situs/blog SANG SABDA https://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-05 BACAAN HARIAN MEI 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “KAMU AKAN MENANGIS DAN MERATAP” (bacaan tanggal 18-5-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 18:9-18), bacalah tulisan yang berjudul “PELAYANAN PAULUS DI KORINTUS” (bacaan tanggal 3-6-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 18-5-13 dalam blog SANG SABDA)

Cilandak, 30 April 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MENGAPA KENAIKAN YESUS BEGITU PENTING BAGI KITA?

MENGAPA KENAIKAN YESUS BEGITU PENTING BAGI KITA?

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI RAYA KENAIKAN TUHAN – Kamis, 9 Mei 2013)

Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Katarina dr Bologna

KENAIKAN TUHAN - 101Aku meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: Betapa kaya kemuliaan warisan-Nya kepada orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya yang besar, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu. (Ef 1:17-23)

Bacaan Pertama: Kis 1:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3.6-9; Bacaan Injil: Luk 24:46-53

Yesus telah bangkit dan telah naik ke surga dan duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa. Ini adalah dasar dari pengharapan kita. Sesungguhnya, di luar dari semua ini kita tidak akan mempunyai pengharapan samasekali. Apabila Yesus tidak kembali kepada takhta-Nya, maka Roh Kudus tidak akan diberikan kepada kita. Dan jika Roh Kudus itu tidak dicurahkan ke dalam hati kita, maka kita tidak akan memiliki hikmat dan pernyataan yang kita perlu untuk terus bertumbuh dalam pengenalan kita akan Yesus. Kita tidak akan memperoleh “jaminan warisan kita sampai kita memperoleh penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya” (Ef 1:14). Kita tidak akan memiliki kuat-kuasa Allah yang tak terbandingkan itu bekerja dalam diri kita – kuat-kuasa yang sama yang telah membangkitkan Yesus dari alam maut. Namun Yesus telah naik ke surga, dengan demikian sesungguhnya kita memang adalah orang-orang yang paling terberkati!

Mengapa “kenaikan Yesus ke surga” begitu penting bagi kita? Yesus telah bangkit dan naik kepada Bapa-Nya di surga, dengan demikian kita berpotensial untuk menjalani kehidupan yang secara radikal berbeda dari sebelumnya. Yesus telah mengalahkan dosa dan maut dan menebus kita semua bagi diri-Nya. Sekarang, kita semua yang telah dibaptis ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya juga akan duduk bersama Dia, jauh di atas setiap kuasa dalam dunia ini dan di dunia yang akan datang (Ef 1:17-22; 2:4-7).

Marilah kita mencoba untuk membayangkan keindahan kebenaran ini. Jika kita bersatu dengan Tuhan yang telah ditinggikan, maka sekarang kita ikut mengambil bagian dalam kemenangan-Nya atas dosa, Iblis, dan bahkan maut itu sendiri. Tidak ada sesuatu pun yang dapat menggeser Yesus dari takhta-Nya, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat meyakinkan diri-Nya untuk membuang kasih perjanjian-Nya yang diperuntukkan bagi kita. Iman kita, relasi kita dengan Allah, dan keselamatan kita semua terjamin karena posisi Yesus di takhta surgawi juga terjamin!

Apakah semua ini seakan-akan terdengar too good to be true? Kita tidak perlu merasa khawatir karena semua itu dijamin oleh Allah sendiri. Dengan kenaikan-Nya ke surga, Yesus sesungguhnya telah membuka jalan kepada takhta Bapa-Nya, dan kita dapat pergi ke sana dengan berani guna menerima rahmat dan pertolongan pada saat kita membutuhkan (Ibr 4:16). Pada hari ini, sekarang juga, marilah kita memohon kepada Bapa surgawi untuk memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan, dengan penuh kepercayaan bahwa Dia akan mendengar dan menjawab doa kita!

DOA: Tuhan Yesus, aku memberikan hidupku kepada-Mu, Tuhan surga dan bumi yang telah ditinggikan! Oleh Roh Kudus-Mu, berikanlah kepadaku keyakinan tak tergoyahkan bahwa kuat-kuasa sama yang telah membangkitkan Engkau, hidup juga di dalam diriku. Oleh Roh Kudus-Mu, berdayakanlah diriku untuk menjalani kehidupan yang membawa kehormatan dan kemuliaan bagi-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (Ef 1:17-23), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH TELAH NAIK DENGAN DIIRINGI SORAK-SORAI” (bacaan tanggal 9-5-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “DIA JAUH LEBIH TINGGI DARI SEGALANYA DI DUNIA INI DAN JUGA DI DUNIA YANG AKAN DATANG” (bacaan tanggal 2-6-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 30 April 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KAPAN KITA BERADA PALING DEKAT DENGAN YESUS?

KAPAN KITA BERADA PALING DEKAT DENGAN YESUS?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Rabu, 8 Mei 2013)

Keluarga Fransiskan Kapusin: Peringatan Beato Yeremias dr Salakhia

YESUS SEORANG PEMIMPIN YANG TEGASMasih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku. Segala sesuatu yang Bapa miliki adalah milik-Ku; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang akan diterima-Nya dari Aku.” (Yoh 16:12-15)

Bacaan Pertama: Kis 17:15,22-18:1; Mazmur Tanggapan: Mzm 148:1-2,11-14

Kita semua kadang-kadang berharap bahwa pada Perjamuan Terakhir Yesus sendirilah yang mengatakan kepada kita semua hal yang dijanjikan-Nya akan diceritakan Roh Kudus kepada kita setelah kepergian-Nya, bukankah begitu? Kita semua tentunya pernah mengalami frustrasi dalam upaya kita mencari kehendak Allah berkaitan dengan pengambilan keputusan yang besar, namun ketika menyelesaikan doa, kita tidak yakin apakah suara jawaban dalam pikiran kita itu sungguh dari Allah atau hanyalah imajinasi kita sendiri, bukankah begitu? Andaikan saja Roh Kudus akan berbicara sama jelasnya dengan Yesus yang berbicara kepada para murid-Nya dahulu! Andaikan saja Roh Kudus dapat menggunakan kata-kata yang sederhana, sehingga kita tidak perlu menebak-nebak!

Namun Yesus telah mengatakan kepada kita dengan kata-kata yang sederhana dan jelas, bahwa lebih baiklah bagi kita bila Dia kembali kepada Bapa-Nya di surga. Mengapa? Karena dengan demikian Ia dapat mengutus Roh Kudus kepada kita: untuk menguduskan kita dan memimpin kita ke dalam segala kebenaran. Kita bisa saja menginginkan agar kita semua mempunyai semua “manfaat” dari kedekatan Yesus dengan kita seperti yang dialami oleh para murid-Nya yang pertama. Namun kita juga harus mengingat bahwa mempunyai Yesus bersama mereka tidaklah menjamin bahwa mereka menjadi bebas dari rasa takut akan “nasib” mereka dan kemudian melarikan diri ketika Yesus ditangkap oleh para musuh-Nya. Kadang-kadang, hal yang kita inginkan malah merupakan hal yang justru menahan atau menghalangi kita untuk hidup dalam iman sejati dan keintiman dengan Tuhan.

Kapan kita berada paling dekat dengan Yesus? Apabila kita menerima-Nya dalam Komuni Kudus – setelah baru saja mendengar suara-Nya dalam Liturgi Sabda. Juga selama Komuni Yesus paling mampu untuk membagikan diri-Nya dengan kita semua yang hadir dan menyentuh kita dengan kuat-kuasa penyembuhan-Nya, hikmat-Nya, dan kasih-Nya. Semua yang diminta Yesus dari kita adalah hati yang terbuka dan pikiran yang hening.

Oleh karena itu baiklah kita tidak membuang-buang waktu untuk menyatu secara mendalam dengan Allah, ketika “suara yang kecil dan perlahan” dari Roh-Nya (bdk. 2Raj 19-12) dapat terdengar secara paling jelas/jernih dalam hati kita. Kita bisa saja keluar dari Misa tidak dengan membawa sebuah dokumen yang dengan rinci menjelaskan tentang “takdir” kita. Akan tetapi kita akan membawa di dalam diri kita efek-efek dari kehadiran-Nya, seakan baru saja mengalami radiasi yang membakar sabda-Nya, kasih-Nya, dan kuat-kuasa-Nya ke dalam bagian-bagian diri kita yang terdalam.

DOA: Tuhan Yesus, ucapkanlah sabda hidup kepadaku hari ini – sabda yang akan dalam-mengendap dalam diriku dan menolong mengarahkan semua pikiranku, kata-kata yang kuucapkan, dan tindakan-tindakanku. Oleh kuat-kuasa Roh Kudus-Mu, pimpinlah aku ke dalam kebenaran-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:12-15), bacalah tulisan yang berjudul “TUGAS ROH KUDUS ADALAH UNTUK MENYATAKAN KEBENARAN” (bacaan tanggal 8-5-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “IA AKAN MEMIMPIN KAMU KE DALAM SELURUH KEBENARAN !!!” (bacaan tanggal 1-6-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 17:15,22-18:1), bacalah tulisan yang berjudul “MARILAH KITA BELAJAR DARI SANTO PAULUS” (bacaan tanggal 16-5-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 28 April 2013 [HARI MINGGU PASKAH V]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

APAKAH ROH KUDUS BEKERJA DALAM HIDUP KITA?

APAKAH ROH KUDUS BEKERJA DALAM HIDUP KITA?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Selasa 7 Mei 2013)

ROHHULKUDUSTetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, maka hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, aku akan mengutus Dia kepadamu. Kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. (Yoh 16:5-11)

Bacaan Pertama: Kis 16:22-34; Mazmur Tanggapan: Mzm 138:1-3,7-8

Tiga tahun lamanya para murid mengikuti Yesus ke mana-mana, dan kurun waktu tiga tahun itu bukanlah masa yang mudah bagi mereka. Mula-mula para murid menghadapi tantangan yang sungguh berat untuk mengenal siapa Yesus dan untuk mengikut Yesus mereka harus meninggalkan profesi lama mereka, malah dapat dikatakan segalanya. Lalu datanglah perjuangan pribadi untuk mengimplementasikan ajaran-ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sekarang mereka menghadapi tantangan terbesar, yaitu saat perpisahan dengan-Nya. Tidak mempunyai kepastian akan masa depan, mereka dipenuhi dengan dukacita (Yoh 16:6). Kita dapat membayangkan bahwa ketika mereka duduk mendengarkan pengajaran Yesus pada Perjamuan Terakhir, maka tahun-tahun yang telah mereka jalani bersama selama ini terasa sangat singkat. Kiranya mereka menyayangkan mengapa mereka tidak mengetahuinya atau memahaminya lebih awal. Kalau mereka mengetahuinya, tentunya mereka akan lebih menaruh perhatian pada ajaran-ajaran sang Rabi dari Nazaret itu. Mereka akan mengajukan lebih banyak pertanyaan, dan menyediakan waktu lebih banyak lagi untuk berdoa bersama-Nya. Namun semuanya terasa “terlambatlah” sudah!

Akan tetapi, Yesus mengatakan kepada mereka bahwa hanya apabila Dia pergi maka rencana Allah bagi para murid dapat terpenuhi. Hanya setelah kepergian Yesus maka Roh Kudus akan datang untuk memenuhi diri mereka, dan Roh Kudus inilah yang akan melanjutkan karya yang telah dimulai oleh Yesus dalam diri mereka (Yoh 16:7-8). Melalui Roh Kudus, mereka akan melanjutkan belajar tentang perbedaan antara dosa dan kebenaran; mereka akan terus bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan akan kasih Bapa; mereka akan menjadi lebih menyerupai Yesus dalam setiap hal. Semua hal yang sungguh terjadi ini dapat kita baca dan renungkan dari Kitab Suci Perjanjian Baru.

Memang tidak mudahlah untuk memahami bahwa kita tidak mengalami kerugian sedikit pun karena tidak mengenal Yesus sebagai seorang manusia yang hidup sekitar 2.000 tahun lalu. Yesus bersabda: “Benar yang Kukatakan ini kepadamu: Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh 16:7). Dengan kehadiran Roh Kudus, kita dapat menjalin suatu relasi yang intim dengan Yesus sebagaimana yang dialami para murid-Nya ketika Dia masih hidup di muka bumi.

Sekarang, pertanyaan-pertanyaannya adalah: Apakah Roh Kudus bekerja dalam kehidupan kita (anda dan saya) pada hari ini? Apakah kita telah memperkenankan Dia untuk membawa kita ke dalam persekutuan dengan Yesus, atau apakah kita berdukacita seperti para murid Yesus yang pertama, karena prospek akan semakin jauh jarak antara Allah dan kita-manusia? Marilah kita mempercayai sabda Yesus tentang karunia-Nya bagi kita, yaitu Roh Kudus! Marilah kita percaya akan kehadiran Yesus pada hari ini, dan memperkenankan Roh Kudus-Nya untuk menaungi kita secara lengkap.

DOA: Roh Kudus Allah, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk kehadiran-Mu. Penuhilah diriku dan bergeraklah dalam diriku seturut kehendak-Mu. Perkenankanlah diriku mengalami sentuhan-Mu yang penuh kasih sekarang, selagi aku menyerahkan diriku kepada-Mu sekali lagi. Siapkanlah diriku untuk hari di mana aku akhirnya dapat berjumpa dengan Yesus Kristus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:5-11), bacalah tulisan yang berjudul “AKU PERGI KEPADA DIA YANG TELAH MENGUTUS AKU” (bacaan tanggal 7-5-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-05 BACAAN HARIAN MEI 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “DUNIA YANG SALAH” (bacaan tanggal 15-5-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 28 April 2013 [HARI MINGGU PASKAH V]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

ROH KEBENARAN YANG KELUAR DARI BAPA

ROH KEBENARAN YANG KELUAR DARI BAPA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Senin, 6 Mei 2013)

“Jikalau Penolong yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu sejak semula bersama-sama dengan Aku.”
“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbakti kepada Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (Yoh 15:26-16:4a)

Bacaan Pertama: Kis 16:11-15; Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-6,9

Kehidupan orang-orang Kristiani yang pertama bukanlah suatu kehidupan yang mudah. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang Yahudi yang telah merangkul Yesus sebagai sang Mesias, dan sebagai akibatnya mereka mengalami pengejaran dan penganiayaan dari mayoritas bangsa Yahudi.

“Dikeluarkan dari sinagoga” berarti bahwa para pemimpin Yahudi melarang orang-orang Kristiani untuk melakukan kebaktian dan persekutuan dengan orang-orang Yahudi yang lain. Marilah sekarang kita lihat apa yang tercatat dalam Injil Yohanes: “Para pemuka Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan” (Yoh 9:22). “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbakti kepada Allah” (Yoh 16:2). Kesadaran berkomunitas orang-orang Yahudi pada abad pertama sangatlah tinggi. Dengan demikian “dikucilkan” dari komunitasnya merupakan suatu pengalaman yang sangat menyedihkan bagi orang-orang Kristiani yang pertama.

Namun demikian, Yesus menjanjikan Roh Kudus kepada para murid-Nya. Roh Kudus inilah yang akan melanjutkan menyatakan kepada mereka perihal kasih Yesus dan perlindungan-Nya (Yoh 15:26). Oleh kuat-kuasa Roh Kudus inilah orang-orang Kristiani yang pertama mampu dengan penuh kesabaran dan secara heroik menanggung penderitaan yang disebabkan oleh pengejaran dan penganiayaan para lawan umat Kristiani.

Ada sepucuk surat yang dinamakan “Surat kepada Diognetus”, sebuah epistola Kristiani kuno namun anonim. Surat ini menggambarkan hati dari umat Kristiani perdana: “Orang-orang Kristiani mengasihi semua orang; namun semua orang menganiaya mereka. Dihukum karena mereka tidak dapat dipahami, mereka dihukum mati, namun dibangkitkan kepada kehidupan lagi. Mereka hidup dalam kemiskinan; akan tetapi mereka memperkaya banyak orang. Mereka miskin-melarat secara total; namun memiliki suatu kelimpahan dari setiap hal. Mereka menderita karena ketiadaan kehormatan; namun itulah kemuliaan mereka. Mereka difitnah, namun nama baik mereka dipulihkan. Suatu berkat adalah jawaban mereka terhadap pelecehan terhadap diri mereka, rasa hormat adalah tanggapan mereka terhadap penghinaan. Sebagai balasan terhadap hal-hal baik yang mereka lakukan, mereka menerima hukuman karena dinilai melakukan tindakan melawan hukum, walaupun begitu mereka bersukacita, seakan menerima karunia kehidupan.”

Mudahlah bagi orang untuk melupakan bahwa pengejaran dan penganiayaan terhadap umat Kristiani masih berlanjut sampai hari ini. Di banyak tempat di dunia kita mempunyai saudari dan saudara dalam Kristus yang menderita karena cintakasih mereka kepada Tuhan. Ada yang disiksa dan malah dibunuh sebagai martir oleh orang-orang yang pemerintah/penguasa yang anti Kristiani; ada pula yang dibuang dari kelompok etnis mereka sendiri. Ada juga yang menderita karena kesetiaan mereka kepada kebenaran bertentangan dengan ekspektasi dari keluarga atau rekan kerja.

Yesus memang benar ketika mengatakan bahwa siapa saja yang mengikut Dia dapat mengharapkan datangnya kesulitan dan pencobaan-pencobaan selagi mereka menjalani kehidupan seturut Injil Yesus Kristus. Akan tetapi, Yesus juga berjanji bahwa Roh Kudus akan ada bersama kita untuk menguatkan dan menghibur kita.

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus, kita tidak sendiri! Kasih Allah di dalam diri kita dan antara kita satu sama lain adalah suatu sumber sukacita yang besar, suatu sukacita yang mengalahkan kesulitan.

DOA: Roh Kudus Allah, jadilah kekuatan kami dan sukacita kami selagi kami memberikan kesaksian tentang Yesus. Kami juga berdoa untuk saudari-saudara kami yang menderita karena mengalami pengejaran dan penganiayaan karena iman mereka kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hiburlah mereka dalam perjuangan mereka memajukan Kerajaan-Mu di atas bumi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:26-16:4a) bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUS SANG PENOLONG” (bacaan tanggal 6-5-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2013.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 16:11-15), bacalah tulisan yang berjudul “SEORANG BUSINESSWOMAN FILIPI DIBAPTIS” (bacaan tanggal 10-5-10) dalam situs/blog SANG SABDA.

Cilandak, 27 Mei 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS INGIN MEMBANGUN RUMAH DALAM DIRI KITA

YESUS INGIN MEMBANGUN RUMAH DALAM DIRI KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH VI – 5 Mei 2013)

jesus_the_christ_detail_bloch__93932_zoomJawab Yesus “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia. Siapa saja yang tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari Aku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. (Yoh 14:23-29)

Bacaan Pertama: Kis 15:1-2,22-29; Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3,5-6,8; Bacaan Kedua: Why 21:10-14,22-23

Yesus mencoba menghibur para murid-Nya selagi Dia menyiapkan mereka menghadapi kenyataan betapa pedih dan sakitnya hari Jumat penuh kegelapan yang kemudian kita namakan Jumat Agung itu. Ya, Yesus akan meninggalkan mereka; tetapi mereka tidak akan ditinggal sendirian. Mereka yang mengasihi-Nya dapat mengharapkan, baik Dia maupun Bapa-Nya untuk berdiam dalam diri mereka. Roh Kudus akan menolong mereka untuk mengingat setiap hal yang diajarkan Yesus. Yesus berjanji untuk meninggalkan bagi mereka damai sejahtera-Nya, yang kemudian digambarkan oleh Santo Paulus sebagai “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal” (Flp 4:7).

Yesus ingin agar para pengikut-Nya percaya pada janji-janji ini: “Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi” (Yoh 14:29). Sebagaimana biasanya dan selalu, Yesus menekankan perlunya iman. Sekali para murid percaya akan sabda-sabda Yesus, mereka dapat mengharapkan bahwa janji-janji-Nya itu dipenuhi. Janji akan berdiam-Nya Tritunggal Mahakudus terletak di pusat kehidupan Kristiani. Itu adalah buah dari penyaliban, alasan dasar mengapa Yesus menderita dan wafat di kayu salib.

Bagaimana kita membangun iman kita, sehingga kita dapat mengklaim hadiah ini? Yesus minta agar kita mengasihi-Nya (Yoh 14:23). Cintakasih bersemi ketika kita semakin mengenal seseorang secara intim. Cintakasih mengikuti pengenalan, dan pengenalan kita akan Yesus berbanding secara langsung dan proporsional dengan waktu yang kita sediakan untuk-Nya, Kita akan lebih lagi jatuh cinta pada Yesus selagi kita berjumpa dengan-Nya dalam Injil, selagi kita menyembah Dia dalam Ekaristi, dan selagi kita mendengar Dia berbicara kepada kita dalam doa.

Bagaimana kita tahu bahwa Dia berdiam dalam diri kita? Kita akan mengalami damai sejahtera, bahkan dalam pencobaan-pencobaan yang sulit sekali pun. Seperti juga orang Samaria yang bermurah-hati, kita akan mengasihi dan memperhatikan sesama kita, karena mereka adalah saudara dan saudari kita dalam Yesus. Selagi kita menjalani hari-hari kita, kita akan mendengar suara batin dari Roh yang lembut, yang mendorong kita untuk melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dalam setiap situasi yang kita hadapi. Yesus tidak meninggalkan kita. Ia telah bangkit dan hidup di antara kita, dan Ia ingin membangun rumah dalam diri kita.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih untuk hidup yang Dikau berikan kepada kami melalui Putera-Mu dan melalui Roh Kudus. Semoga kobaran kasih-Mu menghangatkan kami selagi Dikau berdiam dalam diri kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:23-29), bacalah tulisan yang berjudul “PENOLONG YANG DIUTUS OLEH BAPA DALAM NAMA YESUS” (bacaan tanggal 5-5-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2013.

Cilandak, 27 April 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

DUNIA MEMBENCI PARA SAKSI KRISTUS

DUNIA MEMBENCI PARA SAKSI KRISTUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Sabtu, 4 Mei 2013)

RABI DARI NAZARET - 1“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku daripada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia yang telah mengutus Aku.” (Yoh 15:18-21)

Bacaan Pertama: Kis 16:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 100:1-3,5

Yesus mengajar para murid-Nya bahwa sementara kesatuan dengan diri-Nya merupakan sesuatu yang esensial bagi pertumbuhan dan kemampuan mereka untuk berbuah, demikian pula kesatuan dengan diri-Nya itu akan mendatangkan penderitaan sengsara bagi mereka. Yesus sedang menyiapkan para murid-Nya untuk saat di mana Dia tidak lagi bersama mereka dan mereka akan menjadi saksi-saksi-Nya. Sebagaimana dunia membenci diri-Nya, maka dunia pun akan membenci para saksi Kristus.

Ada dua penggunaan kata “dunia” dalam Injil Yohanes. Pertama, dunia adalah ciptaan Allah, sesuatu yang sangat dikasihi-Nya (Yoh 3:16-17). “Dunia” ini adalah karya tangan-Nya (Yoh 1:2-4) yang dimaksudkan untuk memanifestasikan kebaikan-Nya. Oleh/lewat/karena dosa kita, kita manusia telah merusak keharmonisan kita dengan Allah dan antara manusia satu sama lain. Sebagai konsekuensinya, kita telah memperkenankan dosa untuk mendistorsi dunia-baik yang telah diciptakan Allah. Disinilah muncul penggunaan kedua dari kata “dunia”. Karena dosa manusia, struktur-struktur sosial dan sikap-sikap sosial telah berkembang sedemikian rupa sehingga tidak jarang bertentangan dan/atau menyimpang dari tujuan-tujuan (rencana) Allah sendiri. “Dunia” inilah yang membenci Yesus dan para murid-Nya/saksi-Nya.

Sebagai seorang murid Yesus, bagaimana kita (anda dan saya) menyikapi kebencian yang datang dari “dunia”? Apakah anda pernah mengalami sikap dan perilaku bermusuhan yang datang dari rekan-rekan kerja atau anggota-anggota keluarga kita sendiri? Apakah di daerah di mana anda tinggal, anda mengalami pengejaran dan penganiayaan karena iman-kepercayaan Kristiani anda? Apakah anda merasa bahwa media massa telah mengolok-olok iman-kepercayaan Kristiani anda? Ada juga hal-hal lebih “halus” yang menyusup ke dalam kehidupan kita (terutama yang tinggal di kota-kota besar) dan hal-hal itu tidak kalah jahatnya dengan pengejaran dan penganiayaan karena iman yang kelihatan nyata, misalnya hedonisme, konsumerisme, individualisme, dan sekularisme yang dapat menggerus – atau mengakibatkan erosi – kepercayaan kita kepada Allah. Jika kita hidup dalam sebuah masyarakat yang hanya menyibukkan diri pada kehidupan sekarang, maka sangat menggodalah bagi kita untuk kehilangan pengharapan dan damai-sejahtera.

Bilamana kita berjumpa dengan orang-orang yang membenci iman-kepercayaan Kristiani kita, maka kita harus memeriksa hati kita sendiri apakah dosa-dosa yang masih ada dalam diri kita merupakan faktor penyumbang kepada masalah yang kita hadapi – dan kitapun harus bertobat apabila diperlukan. Kemudian, dengan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah, kita dapat melanjutkan kerja guna ikut serta dalam memajukan Kerajaan-Nya, dengan tetap menghidupkan impian bahwa dunia dapat kembali seperti yang direncanakan oleh Allah. Yesus adalah terang kita dalam kegelapan sebuah dunia yang kelihatan buta terhadap tujuan-tujuan (rencana) Allah. Ia hadir bersama kita setiap hari selagi kita berdoa dan bekerja. Baiklah kita berpegang erat-erat pada-Nya.

DOA: Bapa surgawi, perkenankanlah Kerajaan-Mu datang dan kehendak-Mu terjadi. Berikanlah kepada kami rahmat untuk berada dalam kehadiran-Mu setiap saat, sehingga dengan demikian kami juga dapat menjadi terang bagi dunia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 16:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “SETIAP HARI KITA HARUS MEMOHON BIMBINGAN ROH KUDUS” (bacaan tanggal 4-5-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “PEWARTA KABAR BAIK YANG SEJATI SELALU DIPIMPIN ROH KUDUS” (bacaan tanggal 28-5-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:18-21), bacalah tulisan yang berjudul “DUNIA TELAH LEBIH DAHULU MEMBENCI AKU DARIPADA KAMU” (bacaan tanggal 12-5-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 27 April 2013

Sdr F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 153 other followers