Posts tagged ‘DAMAI SEJAHTERA DARI YESUS’

DAMAI SEJAHTERA-KU KUBERIKAN KEPADAMU

DAMAI SEJAHTERA-KU KUBERIKAN KEPADAMU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Selasa, 16 Mei 2017)

Keluarga besar Fransiskan: Peringatan S. Margareta dr Cortona, Wanita Kudus (OFS)

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang. Ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku, tetapi dunia harus tahu bahwa aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku. (Yoh 14:27-31a)

Bacaan Pertama: Kis 14:19-28; Mazmur Tanggapan: 145:10-13,21

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan dan gentar hatimu.” (Yoh 14:27)

Selama hidup-Nya di muka bumi, Yesus menyatakan damai sejahtera dari Allah sendiri – suatu damai sejahtera yang melampaui segala pemahaman. Menjelang awal pelayanan-Nya, Yesus dipimpin oleh Roh Kudus ke padang gurun di mana Dia digoda oleh Iblis. Walaupun menghadapi serangan-serangan dari si Jahat, Yesus tetap teguh berpegang pada kasih dan kebenaran Bapa-Nya (Luk 4:1-13).

Seringkali Yesus pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa dan mendengarkan suara Bapa-Nya. Selama saat-saat yang istimewa ini, Yesus akan menerima rahmat dan damai-sejahtera yang dicurahkan oleh Bapa atas diri-Nya. Ketika bersama para murid/rasul-Nya di dalam perahu dan kemudian badai mengamuk dengan hebatnya, Yesus tetap tidur di buritan, seakan tak terganggu dengan apa yang terjadi. Ketika Dia dibangunkan oleh para murid yang sudah ketakutan itu,  Yesus membentak angin badai itu agar menjadi reda dan tenang. Hal tersebut mengingatkan para murid pada Allah dan kuat-kuasa-Nya (Mrk  4:35-41).

Ke mana saja Yesus pergi, orang banyak berdesak-desakan mengikuti-Nya agar dapat menerima kesembuhan dan pelepasan/pembebasan dari kuasa roh-roh jahat, namun Yesus tidak pernah merasa kewalahan. Ia selalu kembali berpaling kepada Bapa-Nya, mengandalkan diri-Nya pada hikmat dan kekuatan Allah Bapa. Yesus menunjukkan ketaatan, memberi respons hanya seturut apa yang diperintahkan oleh Bapa-Nya, maka Dia mampu untuk tetap berada dalam damai sejahtera Allah.

Hati Yesus penuh dengan kasih-Nya kepada Bapa, menaruh kepercayaan pada diri-Nya, dan mengandalkan sepenuhnya kepada kuat-kuasa-Nya. Bahkan ketika Dia meninggalkan/memberikan damai sejahtera-Nya kepada para murid-Nya, Yesus mengetahui bahwa saat-Nya Dia memanggul salib sudah semakin dekat.
Walaupun begitu, Yesus mendeklarasikan bahwa kebesaran/keagungan Bapa-Nya: “Bapa lebih besar daripada Aku” (Yoh 14:28); “Aku pergi kepada Bapa-Ku” (Yoh 14:28); “Aku mengasihi Bapa” (Yoh 14:31).

Kita semua tentunya menghadapi pencobaan, mengalami kekecewaan-kekecewaan dan rasa khawatir serta takut, misalnya ketika dijebloskan ke dalam penjara secara tidak adil, seperti yang sedang dialami seorang pribadi yang kita semua kenal. Namun ingatlah bahwa Yesus bersabda: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” (Yoh 14:27).

Walaupun pada saat-saat kita tidak mengalami banyak kesusahan, Yesus terus saja mengucapkan kata-kata ini kepada kita. Dia ingin memenuhi hati kita dengan kehadiran-Nya. Dia rindu untuk menarik kita semua kepada Bapa sehingga kita dapat mengenal damai sejahtera yang tidak tergantung pada situasi-situasi di sekeliling kita.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah sang Raja Damai. Datanglah memerintah dalam hati kami. Ingatkanlah kami akan kasih dan kerahiman sempurna Bapa. Roh Kudus, kuatkanlah rasa percaya kami akan Bapa surgawi,  sehingga dengan demikian kami akan berjalan setiap hari dalam damai sejahtera dan kehadiran Allah Tritunggal Mahakudus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 14:19-28), bacalah tulisan yang berjudul “PEKERJAAN YANG BELUM SELESAI” (bacaan tanggal 16-5-17) dalam  situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan pada tulisan saya di tahun 2013) 

Cilandak, 15 Mei 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

AKU MELAKUKAN SEGALA SESUATU SEPERTI YANG DIPERINTAHKAN BAPA KEPADA-KU

AKU MELAKUKAN SEGALA SESUATU SEPERTI YANG DIPERINTAHKAN BAPA KEPADA-KU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Selasa, 5 Mei 2015)

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIADamai sejahtera Kutinggalkan bagimu, Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang. Ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku, tetapi dunia harus tahu bahwa aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku. (Yoh 14:27-31a)

Bacaan Pertama: Kis 14:19-28; Mazmur Tanggapan: 145:10-13,21

Kita memiliki kecenderungan untuk mendengarkan secara serius kata-kata terakhir yang diucapkan oleh seseorang yang kita kasihi, pada saat-saat menjelang kematiannya. Kita merasa rindu untuk menerima suatu jaminan cintakasih perpisahan atau kata-kata istimewa sebagai legacy untuk membimbing kita dalam hidup kita ke depan. Inilah yang seyogianya juga kita perhatikan kalau membaca dan merenungkan kata-kata apa saja yang diucapkan oleh Yesus pada malam terakhir kehidupan-Nya di dunia (Yoh 14-17).

Dalam kata-kata perpisahan Yesus kepada orang-orang terdekat-Nya, Yesus merujuk kepada “dunia” sebanyak hampir 40 kali. Karena sedemikian seringnya Yesus menyebut kata “dunia” ini dan dalam begitu banyak cara yang berbeda, maka sah-sah saja bagi kita untuk mengetahui apa sebenarnya yang dimaksudkan oleh-Nya dengan “dunia” ini.

Dalam artian tertentu, dunia adalah segenap ciptaan (termasuk kita), yang sangat dikasihi Allah. Karena diciptakan oleh Allah, maka dunia dan semua penghuninya mencerminkan kebaikan-Nya: “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik” (Kej 1:31). Namun, tidak lama kemudian dosa memasuki dunia melalui Adam dan Hawa, dan sejak saat itu dunia berada dalam kekuasaan si Jahat yang dinamakan Yesus sebagai “penguasa dunia” (Yoh 14:30).

A WOMAN PRAYINGJadi, jika Kitab Suci memperingatkan kita untuk tidak mencintai “dunia”, maka sebenarnya ini adalah peringatan agar kita tidak mempunyai kelekatan dengan berbagai falsafah atau nilai dunia yang menolak atau melawan Allah. Dalam “Doa Yesus untuk para murid-Nya”, Dia berkata: “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat” (Yoh 17:14-15). Oleh karena itu, walaupun kita hidup di dunia yang sudah jatuh ini, kita bukan dari dunia ini. Kita harus menghindari “daya tarik” dunia yang menggoda kita ke dalam dosa, seperti ada tertulis: “Semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, tidak berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (lihat 1Yoh 2:16). Kita juga harus mempunyai keyakinan, bahwa Yesus telah mengalahkan dunia. Yesus sendiri mengatakan: “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33). Sesungguhnya, memang “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan supaya dunia diselamatkan melalui Dia” (Yoh 3:17).

Yesus telah mengalahkan dosa dan kuasa Iblis, dan kita yang digabungkan dengan Dia melalui iman sekarang ikut ambil bagian dalam kemenangan-Nya. Di depan Pilatus, Yesus bersaksi tentang kebenaran (Yoh 18:37). Demikian pula kita diutus ke dalam dunia sebagai saksi-saksi (lihat Mrk 16:15). Misi kita adalah untuk membawa orang-orang lain keluar dari dunia yang sudah dikuasai dosa, dunia yang sama yang telah kita tinggalkan ketika digabungkan dengan Kristus – dan ke dalam kerajaan Allah.

DOA: Tuhan Yesus, semoga kerajaan-Mu datang ke dalam dunia ini! Tolonglah aku agar dapat menjadi saksi-Mu yang baik, yang dapat menarik orang-orang lain ke dalam kerajaan-Mu itu. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:27-31a), bacalah tulisan yang berjudul “DAMAI SEJAHTERA KUTINGGALKAN BAGIMU” (bacaan tanggal 5-5-15) dalam situs/ blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 14:19-28), bacalah tulisan yang berjudul “UNTUK MASUK KE DALAM KERAJAAN ALLAH, KITA HARUS MENGALAMI BANYAK SENGSARA” (bacaan untuk tanggal 8-5-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 3 Mei 2015 [HARI MINGGU PASKAH V] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PERCAYAKAH KAMU SEKARANG?

PERCAYAKAH KAMU SEKARANG?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Senin, 13 Mei 2013)

Peringatan Fakultatif: SP Maria dari Fatima

Jesus_181Kata murid-murid-Nya, “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya akan datang, bahkan sudah datang, ketika kamu akan diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh 16:29-33)

Bacaan Pertama: Kis 19:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 68:2-7

Pada akhirnya, setelah setelah bersama-sama Yesus untuk sekian lamanya, para rasul/murid sampai kepada realitas, melalui karya Roh Kudus, bahwa sesungguhnya Yesus telah datang dari Allah. Mereka menyadari bahwa Dia bukanlah sekadar seorang manusia – bukan pula sekadar nabi yang telah lama dinanti-nantikan oleh umat (lihat Ul 18:15,18). Mereka seakan bangun dari tidur dan menyadari bahwa Yesus adalah utusan langsung dari Allah sendiri (Yoh 16:30). Kesadaran dan kepercayaan ini menolong para murid untuk mengikuti jejak Yesus secara lebih dekat lagi dan juga menanggung sebagian dari kesulitan-kesulitan di masa mendatang. Walaupun begitu, Yesus mengetahui bahwa pengetahuan, pengenalan dan kepercayaan mereka tidak akan mencukupi untuk mencegah mereka meninggalkan diri-Nya.

Apa yang diperlukan oleh para murid adalah pengetahuan, pengenalan dan kepercayaan lebih lanjut, bahwa melalui pemuliaan Yesus di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya, Dia sungguh akan mengalahkan dunia. Melalui kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus akan secara penuh menyatakan kasih Bapa, yaitu kasih yang mengalahkan segala halangan dan kesulitan. Karena Yesus mengetahui bahwa “saat” pemuliaan-Nya telah tiba, Dia juga mengetahui bahwa pada akhirnya Dia akan mengalahkan dunia dan memberi damai-sejahtera kepada para murid-Nya – damai sejahtera yang sejati – dan juga keberanian di tengah-tengah penderitaan mereka (Yoh 16:33).

Bagaimana Yesus mengalahkan dunia? Yesus bukanlah sekadar manusia atau nabi. Yesus adalah Putera Allah yang diutus oleh Bapa. Dia datang kepada kita dengan kuat-kuasa dan otoritas, hikmat dan keamanan, dari Allah yang Mahakuasa. Melalui pemuliaan-Nya – penderitaan sengsara, kematian pada kayu salib, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga – Yesus telah kembali kepada Bapa-Nya. Sangatlah penting bagi kita untuk sungguh memahami siapa Yesus itu dan apa yang dimaksudkan dengan percaya kepada-Nya.

Oleh karena itu, marilah kita menerima damai-sejahtera dan kekuatan dari Yesus selagi kita menghadapi berbagai kesulitan dan penderitaan. Sebagaimana halnya dengan para murid Yesus yang awal, kita juga harus mengakui kebesaran Yesus. Pengakuan kita tentang siapa Yesus itulah yang dapat memberikan kepada kita jaminan dan keyakinan yang sama seperti diinginkan oleh Yesus dari para murid-Nya yang awal. Yesus telah mengalahkan dunia! Iman-kepercayaan kita kepada-Nya juga mengalahkan dunia (1Yoh 5:4-5). Melalui kuat-kuasa Roh Kudus, kita dapat mengenal Yesus dan Bapa secara akrab. Dengan demikian, marilah kita berdoa agar kita dapat bertumbuh dalam pengenalan dan kepercayaan kita akan Yesus dan apa saja yang telah dilakukan-Nya bagi kita.

DOA: Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah Putera Allah yang telah mengalahkan dunia. Engkau datang ke tengah-tengah dunia untuk menyelamatkan kami dan memberikan hidup kekal kepada kami. Tuhan Yesus, berikanlah kepada kami damai-sejahtera-Mu dan keberanian untuk menanggung segala pencobaan dan penderitaan yang datang menerpa kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 19:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “MENJADI YESUS DI DALAM DUNIA” (bacaan untuk tanggal 13-5-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “SUDAHKAH KAMU MENERIMA ROH KUDUS, KETIKA KAMU PERCAYA?” ( bacaan tanggal 6-6-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Injil (Yoh 16:29-33), bacalah tulisan yang berjudul “SUPAYA KAMU BEROLEH DAMAI SEJAHTERA DALAM AKU” (bacaan tanggal 21-5-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 10 Mei 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

DAMAI SEJAHTERA DARI YESUS

DAMAI SEJAHTERA DARI YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Selasa, 30 April 2013)

Keluarga Fransiskan Kapusin: Peringatan Beato Benediktus dari Urbino

Ordo Santa Ursula: Peringatan Beata Maria dr Inkarnasi

The-bread-of-lifeDamai sejahtera Kutinggalkan bagimu, Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang. Ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku, tetapi dunia harus tahu bahwa aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku. (Yoh 14:27-31a)

Bacaan Pertama: Kis 14:19-28; Mazmur Tanggapan: 145:10-13,21

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan dan gentar hatimu” (Yoh 14:27).

Selama hidup-Nya di muka bumi, Yesus menyatakan damai sejahtera dari Allah sendiri – suatu damai sejahtera yang melampaui segala pemahaman. Menjelang awal pelayanan-Nya, Yesus dipimpin oleh Roh Kudus ke padang gurun di mana Dia digoda oleh Iblis. Walaupun menghadapi serangan-serangan dari si Jahat, Yesus tetap teguh berpegang pada kasih dan kebenaran Bapa-Nya (Luk 4:1-13).

Seringkali Yesus pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa dan mendengarkan suara Bapa-Nya. Selama saat-saat yang istimewa ini, Yesus akan menerima rahmat dan damai-sejahtera yang dicurahkan oleh Bapa atas diri-Nya. Ketika bersama para murid/rasul-Nya di dalam perahu dan kemudian badai mengamuk dengan hebatnya, Yesus tetap tidur di buritan, seakan tak terganggu dengan apa yang terjadi. Ketika Dia dibangunkan oleh para murid yang sudah ketakutan itu, Yesus membentak angin itu agar menjadi reda dan tenang. Hal tersebut mengingatkan para murid pada Allah dan kuat-kuasa-Nya (Mrk 4:35-41).

Ke mana saja Yesus pergi, orang banyak berdesak-desakan mengikuti-Nya agar dapat menerima kesembuhan dan pelepasan/pembebasan dari kuasa roh-roh jahat, namun Yesus tidak pernah merasa kewalahan. Ia selalu kembali berpaling kepada Bapa-Nya, mengandalkan diri-Nya pada hikmat dan kekuatan Allah Bapa. Yesus menunjukkan ketaatan, memberi respons hanya seturut apa yang diperintahkan oleh Bapa-Nya, maka Dia mampu untuk tetap berada dalam damai sejahtera Allah.

Hati Yesus penuh dengan kasih-Nya kepada Bapa, menaruh kepercayaan pada diri-Nya, dan mengandalkan sepenuhnya kepada kuat-kuasa-Nya. Bahkan ketika Dia meninggalkan/memberikan damai sejahtera-Nya kepada para murid-Nya, Yesus mengetahui bahwa saat-Nya Dia memanggul salib sudah semakin dekat.

Walaupun begitu, Yesus mendeklarasikan bahwa kebesaran/keagungan Bapa-Nya: “Bapa lebih besar daripada Aku” (Yoh 14:28); “Aku pergi kepada Bapa-Ku” (Yoh 14:28); “Aku mengasihi Bapa” (Yoh 14:31).

Kita semua tentunya menghadapi pencobaan, mengalami kekecewaan-kekecewaan dan rasa takut. Namun ingatlah bahwa Yesus bersabda: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” (Yoh 14:27). Walaupun pada saat-saat kita tidak mengalami banyak kesusahan, Yesus terus saja mengucapkan kata-kata ini kepada kita. Dia ingin memenuhi hati kita dengan kehadiran-Nya. Dia rindu untuk menarik kita semua kepada Bapa sehingga kita dapat mengenal damai sejahtera yang tidak tergantung pada situasi-situasi di sekeliling kita.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah sang Raja Damai. Datanglah memerintah dalam hati kami. Ingatkanlah kami akan kasih dan kerahiman sempurna Bapa. Roh Kudus, kuatkanlah rasa percaya kami akan Bapa surgawi, sehingga dengan demikian kami akan berjalan setiap hari dalam damai sejahtera dan kehadiran Allah Tritunggal Mahakudus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:27-31a), bacalah tulisan yang berjudul “DAMAI SEJAHTERA-KU KUBERIKAN KEPADA-MU” (bacaan tanggal 30-4-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “DUNIA HARUS TAHU BAHWA AKU MENGASIHI BAPA” (bacaan tanggal 24-5-11 ) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 14:19-28), bacalah tulisan yang berjudul “UNTUK MASUK KE DALAM KERAJAAN ALLAH, KITA HARUS MENGALAMI BANYAK SENGSARA” (bacaan untuk tanggal 8-5-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 24 April 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS