DAMAI SEJAHTERA-KU KUBERIKAN KEPADAMU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Selasa, 16 Mei 2017)

Keluarga besar Fransiskan: Peringatan S. Margareta dr Cortona, Wanita Kudus (OFS)

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang. Ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku, tetapi dunia harus tahu bahwa aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku. (Yoh 14:27-31a)

Bacaan Pertama: Kis 14:19-28; Mazmur Tanggapan: 145:10-13,21

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan dan gentar hatimu.” (Yoh 14:27)

Selama hidup-Nya di muka bumi, Yesus menyatakan damai sejahtera dari Allah sendiri – suatu damai sejahtera yang melampaui segala pemahaman. Menjelang awal pelayanan-Nya, Yesus dipimpin oleh Roh Kudus ke padang gurun di mana Dia digoda oleh Iblis. Walaupun menghadapi serangan-serangan dari si Jahat, Yesus tetap teguh berpegang pada kasih dan kebenaran Bapa-Nya (Luk 4:1-13).

Seringkali Yesus pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa dan mendengarkan suara Bapa-Nya. Selama saat-saat yang istimewa ini, Yesus akan menerima rahmat dan damai-sejahtera yang dicurahkan oleh Bapa atas diri-Nya. Ketika bersama para murid/rasul-Nya di dalam perahu dan kemudian badai mengamuk dengan hebatnya, Yesus tetap tidur di buritan, seakan tak terganggu dengan apa yang terjadi. Ketika Dia dibangunkan oleh para murid yang sudah ketakutan itu,  Yesus membentak angin badai itu agar menjadi reda dan tenang. Hal tersebut mengingatkan para murid pada Allah dan kuat-kuasa-Nya (Mrk  4:35-41).

Ke mana saja Yesus pergi, orang banyak berdesak-desakan mengikuti-Nya agar dapat menerima kesembuhan dan pelepasan/pembebasan dari kuasa roh-roh jahat, namun Yesus tidak pernah merasa kewalahan. Ia selalu kembali berpaling kepada Bapa-Nya, mengandalkan diri-Nya pada hikmat dan kekuatan Allah Bapa. Yesus menunjukkan ketaatan, memberi respons hanya seturut apa yang diperintahkan oleh Bapa-Nya, maka Dia mampu untuk tetap berada dalam damai sejahtera Allah.

Hati Yesus penuh dengan kasih-Nya kepada Bapa, menaruh kepercayaan pada diri-Nya, dan mengandalkan sepenuhnya kepada kuat-kuasa-Nya. Bahkan ketika Dia meninggalkan/memberikan damai sejahtera-Nya kepada para murid-Nya, Yesus mengetahui bahwa saat-Nya Dia memanggul salib sudah semakin dekat.
Walaupun begitu, Yesus mendeklarasikan bahwa kebesaran/keagungan Bapa-Nya: “Bapa lebih besar daripada Aku” (Yoh 14:28); “Aku pergi kepada Bapa-Ku” (Yoh 14:28); “Aku mengasihi Bapa” (Yoh 14:31).

Kita semua tentunya menghadapi pencobaan, mengalami kekecewaan-kekecewaan dan rasa khawatir serta takut, misalnya ketika dijebloskan ke dalam penjara secara tidak adil, seperti yang sedang dialami seorang pribadi yang kita semua kenal. Namun ingatlah bahwa Yesus bersabda: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” (Yoh 14:27).

Walaupun pada saat-saat kita tidak mengalami banyak kesusahan, Yesus terus saja mengucapkan kata-kata ini kepada kita. Dia ingin memenuhi hati kita dengan kehadiran-Nya. Dia rindu untuk menarik kita semua kepada Bapa sehingga kita dapat mengenal damai sejahtera yang tidak tergantung pada situasi-situasi di sekeliling kita.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah sang Raja Damai. Datanglah memerintah dalam hati kami. Ingatkanlah kami akan kasih dan kerahiman sempurna Bapa. Roh Kudus, kuatkanlah rasa percaya kami akan Bapa surgawi,  sehingga dengan demikian kami akan berjalan setiap hari dalam damai sejahtera dan kehadiran Allah Tritunggal Mahakudus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 14:19-28), bacalah tulisan yang berjudul “PEKERJAAN YANG BELUM SELESAI” (bacaan tanggal 16-5-17) dalam  situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan pada tulisan saya di tahun 2013) 

Cilandak, 15 Mei 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS