Posts tagged ‘MENJADI DUTA-DUTA KRISTUS’

MEMBERITAKAN BAHWA KERAJAAN SURGA SUDAH DEKAT

MEMBERITAKAN BAHWA KERAJAAN SURGA SUDAH DEKAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIV – Kamis, 12 Juli 2018)

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; sembuhkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa kantong perbekalan dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat nafkahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Apabila seseorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.” (Mat 10:7-15) 

Bacaan Pertama: Hos 11:1,3-4,8c-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 80:2-3,15-16 

“Pergilah dan beritakanlah: ‘Kerajaan Surga sudah dekat’.(Mat 10:7)

Apakah yang dimaksudkan dengan “Kerajaan Surga” atau “Kerajaan Allah” ini, sehingga Yesus mengutus para murid/rasul-Nya untuk mewartakan Kerajaan itu? Banyak orang Yahudi telah lama berharap akan kedatangan sebuah kerajaan dunia, yang akan mengusir orang-orang Romawi yang selama itu menjajah dan menindas mereka. Akan tetapi Kerajaan Surga yang dimaksudkan oleh Yesus bukanlah sebuah kerajaan yang mengikuti norma-norma sebagaimana ditentukan oleh kekuasaan militer atau politik, melainkan ditentukan oleh kasih dan belas-kasih serta bela-rasa terhadap para pendosa yang terluka, mereka yang menderita sakit-penyakit dan hidup tanpa kerabat dan teman, bagi mereka yang tertimpa rasa takut dan tak berdaya karena terbelenggu oleh kuasa si Iblis.

Sebagai pertanda kedatangan Kerajaan Allah, para murid diperintahkan oleh Yesus untuk “menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang kusta, mengusir roh-roh jahat” (Mat 10:8). Bagaimana mungkin mereka akan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan hebat seperti itu? Bukankah Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang memiliki otoritas untuk melakukan segala hal itu? Jawabannya terletak pada satu pernyataan Yesus yang dibuat-Nya kemudian dalam Injil: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 18:3).

Kerajaan Surga dimaksudkan bagi orang-orang sederhana, yang mempunyai rasa percaya seperti anak-anak (child-like trust, bukan childish) terhadap Bapa surgawi. Yesus memanggil para murid-Nya untuk melakukan hal-hal yang tak mungkin dengan pertolongan Allah. Hanya seorang pribadi sederhana saja yang dapat melakukan hal itu, seorang pribadi yang mengetahui dan menyadari bahwa dirinya tidak berarti samasekali, namun tetap percaya akan kemungkinan-kemungkinan tanpa batas dari Allah yang kekal dan Mahakuasa. Jadi, Yesus membawa sebuah Kerajaan yang dapat diakses oleh orang-orang yang memiliki iman dan rasa percaya yang sederhana.

Apa saja yang akan menjadi tanda-tanda Kerajaan  yang baru ini? Orang-orang akan menolak dosa dan mulai melayani mereka yang berada di sekeliling mereka. Ada juga yang dengan jelas berubah dari wajah muram karena tekanan dosa ke wajah cerah berseri-seri karena dosa yang telah diampuni. Karakteristik-karakteristik Yesus sendiri menjadi nyata terlihat dalam diri para pengikut-Nya selagi mereka mulai hidup dalam kasih, belas-kasih, kebaikan, dan kelemah-lembutan (Gal 5:22-23). Kejahatan akan dikalahkan oleh kebaikan, keserakahan oleh pelayanan yang dilakukan dengan kemurahan hati.

Kerajaan Allah tidak kurang riilnya pada hari ini ketimbang pada waktu Yesus untuk pertama kalinya mengutus para murid-Nya. Yesus terus hadir di tengah-tengah kita, Dia rindu untuk memajukan tujuan-tujuan-Nya dalam diri kita dan melalui kita. Apabila kita datang kepada-Nya dengan rasa percaya, seperti anak-anak kecil, Ia akan menggunakan kita untuk membawa pengampunan bagi para pendosa, pengharapan bagi yang letih-lesu dan berbeban berat, dan kesehatan bagi mereka yang menderita sakit-penyakit.

Sekarang, marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing, “Bukankah, sebuah Kerajaan seperti ini sangat pantas bagi seluruh hidupku?”

DOA: Tuhan Yesus, aku adalah murid-Mu. Aku ingin mengalami dan ikut ambil bagian dalam sukacita hidup dalam Kerajaan Surga. Kabulkanlah doaku ini, ya Tuhan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 10:7-15), bacalah tulisan yang berjudul “MENJADI SEPERTI YESUS” (bacaan tanggal 12-7-18) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-08 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2018. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2012) 

Cilandak, 9 Juli 2018 [Peringatan S. Agustinus Zhao Rong, Imam Martir dkk – Martir Tiongkok] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

BARANGSIAPA MENYAMBUT KAMU, IA MENYAMBUT AKU

BARANGSIAPA MENYAMBUT KAMU, IA MENYAMBUT AKU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Bonaventura, Uskup Pujangga Gereja – Senin, 15 Juli 2013)

Keluarga Fransiskan: Pesta S. Bonaventura, Uskup Pujangga Gereja

Jesus_109“Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Siapa saja yang mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku; dan siapa saja yang mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Siapa saja yang mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Siapa saja yang memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Ia tidak akan kehilangan upahnya.”

Setelah Yesus mengakhiri pesan-Nya kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka. (Mat 10:34-11:1)

Bacaan Pertama: Kel 1:8-14,22; Mazmur Tanggapan: Mzm 124:1-8

“Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku” (Mat 10:40).

Bacaan Injil hari ini muncul pada akhir “diskursus misioner” – sejenis sesi pelatihan untuk para murid terdekat Yesus berkaitan dengan tugas pelaksanaan Misi-Nya. Seperti seorang kepala negara yang sedang memberi briefing kepada para duta dan duta besarnya sebelum mengutus mereka ke berbagai ibu kota negara asing, Yesus menginstruksikan para murid-Nya itu sebelum Ia melepas mereka untuk mewakili diri-Nya ke kota-kota di Galilea. Misi mereka itu serupa dengan misi-Nya sendiri. Yesus datang untuk menyatakan Bapa surgawi, dan pada gilirannya mereka akan menyatakan sang Juruselamat yang diutus dari surga.

Bayangkanlah betapa erat Yesus mengidentifikasikan diri-Nya dengan para murid-Nya. Dia mengatakan kepada mereka bahwa apabila orang-orang mau menyambut para murid-Nya dalam daging, maka hal itu berarti bahwa mereka pun siap untuk menerima diri-Nya dalam roh. Sebaliknya, apabila orang-orang itu menolak para murid-Nya, maka hal itu berarti bahwa orang-orang itu menolak tawaran-Nya akan pengampunan.

Sebagai perwakilan-perwakilan resmi dari negara mereka, para duta atau duta besar menjunjung tinggi kehormatan pemerintah mereka dan bangsa yang mereka wakili. Demikian pula di tengah-tengah masyarakat manusia, kehormatan Kristus juga ada di tangan kita karena kita adalah para utusan-Nya … para duta-Nya. Dapatkah kita (anda dan saya) percaya bahwa Yesus memandang kita dengan hormat sampai-sampai Dia mempercayakan kita dengan tugas panggilan yang sedemikian luhur? Kita mungkin adalah orang-orang biasa saja dan kita berpikir bahwa tidak banyak yang dapat kita berikan kepada Yesus. Namun pada kenyataannya Yesus seringkali memanggil orang-orang biasa-biasa saja untuk melakukan karya-karya yang luar biasa. Pikirkanlah dan renungkanlah bagaimana Yesus memanggil 12 orang yang biasa-biasa saja untuk menjadi inti dari karya misioner-Nya ke ujung-ujung bumi. Pada awal abad ke-13 Yesus juga memanggil seorang anak muda yang berlatar belakang pendidikan sekolah rendah paroki saja – Fransiskus dari Assisi – untuk tugas memperbaharui Gereja yang memang dalam kondisi memprihatinkan pada masa itu. Tidak seperti sahabatnya – Santo Dominikus – Fransiskus tidak pernah menjadi seorang imam. Memang kemudian ia ditahbiskan sebagai seorang diakon untuk memungkinkannya berkhotbah dalam gereja-gereja.

Ingatlah, Saudari dan Saudaraku terkasih, sebagai para awam dan klerus, kita bersama-sama membentuk Gereja Kristus. Bersama-sama pula kita dipanggil untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Kita seharusnya menanggapi panggilan itu dengan rendah hati, bukan menampiknya karena rendah-diri atau disebabkan kerendahan hati yang palsu!

Selagi kita menerima misi kita sebagai duta-duta Yesus pada zaman ini, kita dapat menaruh kepercayaan bahwa Roh-Nya akan memberdayakan kita. Kita akan mengambil oper keprihatinan-keprihatinan dan rencana-rencana Yesus, bahkan karakter-Nya sendiri. Kehadiran-Nya akan memancar dari diri kita, dan kita pun akan menjadi “Kristus-Kristus kecil” – seorang Kristus yang lain – bagi keluarga kita masing-masing, bagi para sahabat, bagi para rekan kerja dan tetangga kita. Lalu, orang-orang yang menerima kita sesungguhnya akan menerima Yesus ke dalam hati mereka.

DOA: Tuhan Yesus, aku bersembah sujud di hadapan hadirat-Mu dalam kedinaan. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah memilih untuk berdiam dalam diriku. Aku menyerahkan hidupku kepada-Mu agar dengan demikian aku dapat menjadi terang keserupaan dengan-Mu dalam dunia di sekelilingku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 10:34-11:1), bacalah tulisan yang berjudul “KEGELAPAN HARUS DISINGKIRKAN, WALAUPUN KADANG-KADANG HAL INI MENYAKITKAN” (bacaan tanggal 15-7-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2013.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “YANG HARUS MENJADI YANG PERTAMA DAN UTAMA DALAM SKALA PRIORITAS PARA MURID-NYA” (bacaan tanggal 16-7-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 10 Juli 2013 [Peringatan S. Veronika Yuliani, Perawan dan S. Nikolaus Pick dll, Martir]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS