Posts tagged ‘MUKJIZAT & PENYEMBUHAN’

YANG BERSAMA YESUS PASTI MENANG

YANG BERSAMA YESUS PASTI MENANG

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Prapaskah – Kamis, 12 Maret 2015) 

YESUS MAU DIJEBAK OLEH ORANG FARISIPada suatu kali Yesus mengusir dari seseorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Lalu heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, pemimpin setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi, jika aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Karena itu, merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.”  (Luk 11:14-23) 

Bacaan Pertama: Yer 7:23-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2,6-9

Yesus mengusir roh jahat yang menyebabkan kebisuan diri seseorang, dan tentunya orang banyak yang menyaksikan peristiwa itu menjadi kagum terpesona. Tidak seorang pun mempertanyakan kuat-kuasa yang diperagakan oleh Yesus, namun ada beberapa orang yang menuduhnya bersekutu dengan Beelzebul, si penguasa roh-roh jahat atau Iblis sendiri. Sementara itu ada juga orang-orang yang meminta dan menantikan tanda dari surga. Yesus menanggapi tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa Beelzebul bukanlah goblok dalam berstrategi sehingga dia mendorong pecahnya perang saudara untuk kemajuan kerajaannya. Dalam kesempatan itu Yesus juga menunjukkan bahwa para penuduhnya itu tidak konsisten dalam argumentasi mereka: mereka mengatakan bahwa Yesus mengusir roh jahat dengan menggunakan kuat-kuasa Iblis, sementara para pelayan-eksorsis (pengusir roh jahat) melalui kuat-kuasa Allah. Jadi, jika mereka menuduh Yesus, secara implisit mereka juga menuduh para pelaya-eksorsis mereka.

Dalam kesempatan sebelumnya Yesus telah mengatakan kepada para murid-Nya bahwa barangsiapa yang melawan roh-roh jahat tidak menentang Dia dan para murid-Nya, dia ada di pihak Yesus dkk. (bdk. Luk 9:50); sekarang Ia mengatakan kepada para penuduh-Nya bahwa para eksorsis yang mereka tuduh akan dibenarkan, dan pembenaran mereka akan menjadi penghakiman atas kritik-kristik  mereka. Jika roh-roh jahat hanya dapat diusir dengan kuat-kuasa Allah, maka haruslah disimpulkan bahwa kehadiran Kerajaan-Nya berada di tengah-tengah orang-orang. Mereka telah memperoleh tanda yang mereka minta.

demons_flee_in_Christs_presenceYesus menggambarkan Iblis sebagai seorang kuat yang menguasai sebuah istana yang dipersenjatai lengkap. Harta benda orang kuat itu hanya aman apabila istana itu dijaga dengan baik dan juga karena tidak seorang pun telah menyerbu istana tersebut. Namun ada Pribadi lebih kuat yang datang untuk menghancurkan pertahanan istananya dan mendistribusikan harta bendanya. Jadi, keberadaan Iblis tergantung pada belas kasih Pribadi yang lebih kuat itu, dan Pribadi yang lebih kuat itu telah hadir di tengah-tengah umat-Nya.  Yesus dengan jelas mengatakan bahwa barangsiapa yang bergabung dengan diri-Nya melawan kekuatan jahat berarti melawan diri-Nya, dan pada akhirnya harus kalah karena orang itu berdiri bersama pihak yang lebih lemah. Selagi Yesus melihat konflik antara yang baik dan yang jahat sebagai metafora pertempuran, Dia tak ragu lagi tentang identitas pemenang pertempuran itu.

DOA: Tuhan Yesus, semoga kebersatuan kami dengan Engkau bertumbuh semakin kuat dan semakin mendalam dengan berjalannya waktu. Tolonglah diriku agar dapat siap  merayakan misteri Paskah yang agung. Buatlah agar aku bertumbuh dalam kasih dari hari ke hari menuju perayaan keselamatan yang penuh kemuliaan ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 11:14-23), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPA YANG TIDAK BERSAMA AKU, IA MELAWAN AKU” (bacaan tanggal 12-3-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH MARET 2015. 

Bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “YESUS DAN BEELZEBUL” (bacaan tanggal 15-3-12) dan “YESUS MENGUSIR SETAN DENGAN KUASA BEELZEBUL ???” (bacaan tanggal 7-3-13), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yer 7:23-28), bacalah tulisan yang berjudul “MELANGKAH KE DEPAN ATAU MELANGKAH KE BELAKANG?” (bacaan tanggal 27-3-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 9 Maret 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SELAIN TANDA NABI YUNUS

SELAIN TANDA NABI YUNUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Prapaskah – Rabu, 25 Februari 2015) 

Jonah_prchng_in_Ninvh_53-198Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus, “Orang-orang zaman ini adalah orang jahat. Mereka meminta suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk orang-orang zaman ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang-orang zaman ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama orang-orang zaman ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!”  (Luk 11:29-32) 

Bacaan Pertama: Yun 3:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4,12-13,18-19 

“Kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus” (Luk 11:29).

Sebuah tanda adalah apa saja yang menunjuk atau membimbing seseorang kepada suatu arah atau situasi. Guntur dan kilat adalah tanda-tanda bahwa sebentar lagi hujan deras akan turun; wajah yang dikerutkan menandakan kemarahan atau frustrasi; lampu merah di persimpangan jalan adalah tanda bahwa kendaraan kita harus dihentikan. Jadi, ketika orang-orang banyak meminta kepada Yesus suatu “tanda” yang menunjukkan bahwa Dia adalah sungguh seorang utusan Allah, maka Dia memberikan kepada mereka jawaban seperti sebuah teka-teki yang membingungkan: tanda Yunus!

Tanda yang disebut oleh Yesus itu mengacu kepada efek khotbah Yunus pada penduduk kota Niniwe yang pada awalnya tidak percaya. Yunus – pada awalnya enggan serta ragu-ragu dan mencoba menghindar dari perintah Allah kepadanya – barangkali memberikan khotbah yang paling singkat yang pernah tercatat dalam sejarah: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan” (Yun 3:4). Khotbah Yunus ini membuat orang-orang Niniwe yang ribuan jumlahnya (termasuk raja mereka) melakukan pertobatan dan menyerahkan diri mereka sepenuhnya kepada belas kasih Allah. Kuat-kuasa “tanda” ini bagi Yesus adalah bahwa sedikit kata-kata telah menyebabkan begitu banyak hidup yang mengalami perubahan secara begitu radikal (dalam artiannya yang baik).

sermon-on-the-mount-valerian-ruppertSebagaimana Yunus merupakan suatu tanda bagi orang-orang Niniwe, maka Yesus pun adalah suatu tanda bagi orang-orang generasi-Nya dan juga bagi kita semua. Seperti Allah mengutus Yunus dengan pesan-Nya, demikian pula Yesus mengutus kita pada hari ini untuk membawa pesan-Nya kepada semua orang yang kita jumpai. Yesus ingin agar kita menjadi suatu tanda, baik dalam kata-kata maupun hidup kita sehari-hari, bahwa Tuhan adalah “Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta” (Yun 4:2).

Pada awalnya Yunus merasa enggan dan ragu-ragu untuk menjadi utusan Allah. Kita pun dapat seperti Yunus. Barangkali kita merasa takut untuk membuka mulut kita atau merasa tidak memadai/layak untuk berfungsi sebagai seorang utusan Tuhan. Namun pada kenyataannya kita dapat lebih penuh kuat-kuasa dari Yunus. Mengapa? Karena Yesus telah wafat dan bangkit dan Ia telah mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada kita. Kita tidak memerlukan gelar akademis dalam bidang teologi atau keberanian yang luarbiasa seperti superman. Dalam situasi-situasi tertentu, kita bahkan tidak perlu mengucapkan sepatah kata pun! Yang kita perlukan adalah hati yang diserahkan kepada Yesus dan suatu hasrat untuk melihat dan mengalami kasih-Nya yang dicurahkan-Nya secara berlimpah. Apa yang dilakukan Yunus di Niniwe masih berlanjut hari ini, namun oleh Dia yang sungguh jauh lebih besar daripada Yunus, yaitu Yesus Kristus yang hidup dalam diri kita masing-masing.

DOA: Tuhan Yesus, penuhilah diriku dengan kuat-kuasa dan Roh-Mu sehingga dengan demikian aku dapat menjadi suatu tanda kasih-Mu yang penuh sukacita dan penuh kuat-kusa bagi orang-orang di sekelilingku. Terpujilah nama-Mu selalu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 11:29-32), bacalah tulisan yang berjudul “LEBIH BESAR DARIPADA SALOMO MAUPUN YUNUS” (bacaan tanggal 25-2-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-03 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yun 3:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “TIDAK ADA SEORANG PUN YANG BERADA DI LUAR JANGKAUAN BELAS KASIHAN-NYA YANG BESAR” (bacaan tanggal 20-2-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 17 Februari 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

FORMULA UNTUK MENDAPATKAN KESEMBUHAN ILAHI

FORMULA UNTUK MENDAPATKAN KESEMBUHAN ILAHI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Sabtu sesudah Rabu Abu –  21 Februari 2015) 

KEMURIDAN - YESUS MEMANGGIL MATIUS - 1Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang  bernama Lewi, sedang duduk di tempat pemungutan cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Lewi pun bangkit dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.

Kemudian Lewi mengadakan perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Luk 5:27-32) 

Bacaan Pertama: Yes 58:9b-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 86:1-6

Sebelum mengikut Yesus, Lewi atau Matius adalah seorang pejabat yang serakah, suka memperkaya diri, “orang pajak”, seorang pemungut cukai yang dibenci oleh kebanyakan orang Yahudi. Pada zaman itu, pejabat-pejabat seperti Lewi dapat “menilep” uang pajak yang telah mereka kumpulkan. Cara-cara kotor yang mereka lakukan untuk memperkaya diri sungguh menyakitkan hati banyak orang.

Marilah kita (anda dan saya) membayangkan bagaimana pada suatu hari Yesus mendekati “kantor cukai/pajak” Pak Lewi. Yesus mengetahui bahwa hanya ada satu hal saja yang dapat dilakukan-Nya atas  diri seorang pejabat pajak yang korup: “cabut dia dari kedudukannya!” Itulah sebabnya mengapa Yesus berkata kepada Lewi: “Ikutlah Aku!” (Luk 5:27). Mungkin saja sebelum berkata dengan sedemikian singkat, Yesus juga berkata: “Lewi, Aku mempunyai pekerjaan baru bagimu. Uangnya jauh lebih sedikit dari penghasilanmu sekarang, namun pensiunmu bersifat surgawi.”

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIAKita semua mengetahui bahwa Yesus melakukan suatu penyembuhan spiritual dalam kehidupan Lewi, yang menjadi “Matius”, rasul dan penginjil ulung. Dan Matius adalah salah seorang yang dalam menulis Kabar Baik (Injil) memberikan kepada kita rahasia-rahasia Yesus dalam hal penyembuhan. Yesus mengatakan kepada kita bagaimana kita dapat disembuhkan secara spiritual, secara mental, secara emosional, dan bahkan secara fisik. Mengapa kita dapat menggabungkan segala kesembuhan ini? Karena sebagai manusia, kita masing-masing, mempunyai kodrat manusiawi yang sama. Apabila ada orang yang  mengatakan bahwa 60% dari sakit-penyakit kita adalah stress mental dan emosional, maka hal ini tidak perlu mengagetkan kita. Mengapa? Karena kita tidak dapat memisahkan tubuh dan jiwa dalam kehidupan ini!

Rumusan atau formula rahasia untuk menerima kesembuhan dapat merupakan suatu kejutan bagi kita. Yesus bersabda pada waktu “Khotbah di Bukit: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar”  (Mat 5:44-45). Apakah kita dapat memahami apa yang dikatakan oleh Yesus ini? Bapa surgawi, Allah Yang Mahakuasa dan Yang Mahasempurna menawarkan kuat-kuasa-Nya untuk menyembuhkan kita semua: orang baik dan orang jahat.

Nah, sekarang marilah kita menggabungkan ayat-ayat di atas dengan “Doa Bapa Kami” seperti yang diajarkan Yesus kepada kita (lihat Mat 6:9-13). Yesus menambahkan sesuatu yang sangat penting dalam ayat selanjutnya: “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapau juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Mat 6:14-15).

DOA: Tuhan Yesus, kami menyadari bahwa kebencian dan penolakan bersifat merusak, sementara cintakasih dan pengampunan adalah rumusan untuk memperoleh kesembuhan yang paling mujarab. Engkau menunjukkan semua ini dalam kehidupan-Mu sendiri, dan kami akan mengalaminya dalam kehidupan kami, begitu kami sungguh melaksanakan rumusan itu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 58:9b-14), bacalah tulisan dengan judul “BUAH-BUAH DARI PERBUATAN KASIH” (bacaan tanggal 21-2-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH 2015. 

Cilandak,  10 Februari 2015 [Peringatan S. Skolastika, Perawan] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MUKJIZAT YESUS MEMANG ADA DAN TERJADI SETIAP HARI

MUKJIZAT YESUS MEMANG ADA DAN TERJADI SETIAP HARI

 (Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA VI [Tahun B], 15 Februari 2015)

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIASeseorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat menyembuhkan aku.”  Lalu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Ia mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.”  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu dan ia sembuh. Segera Ia menyuruh orang ini pergi dengan peringatan keras, “Ingat, jangan katakan sesuatu kepada siapa pun juga, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk upacara penyucianmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”  Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu serta menyebarkannya ke mana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang terpencil; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. (Mrk 1:40-45) 

Bacaan Pertama: Im 13:1-2,45-46; Mazmur Tanggapan: Mzm 32:1-2,5,11; Bacaan Kedua: 1 Kor 10:31-11:1

Yesus menyentuh orang kusta itu dan ia pun sembuh! Atas perintah Yesus, “… jadilah engkau tahir”, maka orang kusta itu melihat sendiri perubahan yang terjadi dengan dirinya. Kulitnya yang mati dan yang membusuk menjadi segar kembali dan bersih. Luka-luka yang diiringi dengan rasa sakit menghilang. Bayangkanlah pengalaman emosional yang dialaminya pada saat-saat ketika syaraf-syaraf yang sudah begitu lama mati dipulihkan dan jari-jarinya mulai dapat merasakan lagi.

Mukjizat Yesus memang ada dan terjadi setiap hari di sekeliling kita, walaupun kita sering mengabaikannya karena kesibukan kita sehari-hari. Orang zaman modern seperti kita selalu saja mempunyai jawaban guna membenarkan abaian atau ketidakpercayaan kita, bukankah begitu? Penulis “Surat kepada Orang Ibrani” mengungkapkan sebuah kebenaran yang tak terbantahkan: “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya”  (Ibr 13:8). Pernahkah kita membayangkan diri kita hadir dalam peristiwa-peristiwa mukjizat dan penyembuhan yang dilakukan Yesus sekitar 2.000 tahun lalu? Misalnya peristiwa orang lumpuh yang disembuhkan (Mrk 2:1-12); orang lumpuh yang disembuhkan di rumah ibadat pada hari Sabat (Mrk 3:1-6); Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan (Mrk 5:21-43); penyembuhan Bartimeus yang buta (Mrk 10:46-52); dll.

pppas0118 JESUS HEALS THE LEPERAtau, pernahkah kita memperkenankan puji-pujian Santo Paulus tentang kasih dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus untuk masuk ke dalam hati kita masing-masing? Lalu, pernahkah kita (anda dan saya) yang berdosa ini dikuasai semacam rasa kagum dan terkesima penuh syukur untuk beberapa saat lamanya, ketika membaca betapa baik Allah itu, seperti ditulis oleh sang pemazmur: “Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anaknya, demikian TUHAN (YHWH) sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu”  (Mzm 103:10-14). Dengan jujur kita harus mengakui bahwa kelakuan kita tidak jarang seperti seorang anak saja yang lari setelah terluka dilututnya karena terjatuh di atas bebatuan dan kemudian dirawat oleh orangtuanya. Anak itu menganggap rawatan penuh kasih orangtuanya itu memang seharusnya begitu … taken for granted! 

Sesungguhnya Allah ingin melihat kita menjadi takjub, terpesona, penuh kagum, setiap kali kita membaca sabda-Nya dalam Kitab Suci. Dia ingin kita datang kepada-Nya dengan ekspektasi untuk mengalami mukjizat – baik mukjizat kecil maupun besar – dalam kehidupan kita. Allah sungguh dapat mengubah kita dengan sabda-Nya yang penuh kuat-kuasa, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Yesus atas orang kusta dalam bacaan Injil hari ini.

Saudari dan Saudaraku, dalam Misa Kudus hari ini kita (anda dan saya) pun harus penuh ekspektasi. Kita harus mengambil sikap baru sebagai seorang yang sepenuhnya percaya. Biarlah sikap itu mengubah cara kita memandang seluruh kehidupan kita. Baiklah kita menaruh iman-kepercayaan kita kepada Bapa surgawi, karena bagi-Nya tidak ada sesuatu pun yang mustahil!

DOA: Roh Kudus Allah, jangan biarkan diriku menjadi acuh tak acuh dengan berbagai mukjizat ilahi. Setiap kali aku membaca sabda Allah dalam Kitab Suci, bukalah mata dan telingaku bagi hidup baru bersama Yesus, Tuhan dan Juruselamatku. Terpujilah Allah Tritunggal Mahakudus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:40-45), bacalah tulisan dengan judul “YESUS MENGHINDARKAN DIRI DARI PUBLISITAS” (bacaan tanggal 15-2-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015. 

Cilandak,  8 Februari 2015 [HARI MINGGU BIASA V] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

SISA ROTI SEBANYAK TUJUH BAKUL

SISA ROTI SEBANYAK TUJUH BAKUL

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Sirilus, Pertapa dan Metodius, Uskup – Sabtu, 14 Februari 2015) 

MUKJIZAT - YESUS MEMBERI MAKAN 5000 ORANGPada waktu itu ada lagi orang banyak jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini, karena sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” Murid-murid-Nya menjawab, “Bagaimana di tempat yang terpencil ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Yesus bertanya kepada mereka, “Kamu punya berapa roti?” Jawab mereka, “Tujuh.” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya mereka menyajikannya, dan mereka pun menyajikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan kecil, dan sesudah mengucap syukur atasnya, Ia menyuruh menyajikannya pula. Mereka pun makan sampai kenyang. Kemudian mereka mengumpulkan potongan-potongan roti yang lebih, sebanyak tujuh bakul. Jumlah mereka kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pergi. Ia segera naik ke perahu bersama murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.  (Mrk 8:1-10) 

Bacaan Pertama: Kej 3:9-24; Mazmur Tanggapan: Mzm 90:2-6,12-13 

Gurun Sahara, Kalahari, Gobi. Kebanyakan dari kita barangkali tidak pernah mengalami hidup di padang gurun atau gurun pasir – bagaikan hutan belantara namun gundul dengan sedikit saja tetumbuhan/hewan yang dapat menopang kehidupan manusia. Namun demikian, kita semua tentunya pernah melalui “pengalaman padang gurun” dalam kehidupan kita, yaitu masa-masa di mana kita merasakan kekeringan secara fisik, emosional, dan/atau spiritual. Berbagai pergumulan, ketegangan dan konflik keluarga, kebutuhan-kebutuhan keuangan yang tidak terpenuhi, depresi, atau kebingungan terkait tujuan-tujuan Allah dalam hidup kita dapat menyebabkan timbulnya masa-masa di mana kita hampir mengalami keputus-asaan.

Pengalaman padang  gurun membangkitkan dalam diri kita rasa haus dan lapar akan sesuatu yang baru – suatu hasrat untuk mengikut Allah dengan lebih setia dan tulus, dan suatu ketetapan hati untuk mengenal dan melaksanakan rencana-Nya dalam hidup kita tanpa reserve. Kita dapat melihat tangan-tangan Allah dalam hal ini, walaupun kita baru menyadarinya setelah berjalannya waktu. Dengan melihat ke belakang – khususnya pada saat-saat itu – kita seringkali menjadi sadar bahwa di tengah-tengah kesulitan-kesulitan hidup itu, justru terlihat tangan-tangan Allah yang penuh berkat itu bekerja.

MUKJIZAT PERLIPATGANDAAN ROTI OLEH YESUS- 001Padang gurun adalah tempat terpencil yang jauh dari kerumunan manusia dengan segala hiruk pikuknya. Di tempat yang terpencil seperti itulah Yesus membuat mukjizat penggandaan roti dan ikan, sehingga mampu membuat kenyang sekitar 4.000 orang, bahkan menyisakan roti sebanyak 7 bakul (Mrk 8:8). Sebagaimana Dia memperhatikan orang banyak yang mengikuti-Nya di tempat terpencil seperti padang gurun itu, Yesus juga bekerja secara istimewa pada saat-saat padang gurun dalam kehidupan kita. Ada peristiwa-peristiwa di mana Dia akan memimpin kita ke padang gurun yang terpencil, ke tempat yang tidak familiar bagi kita dan tidak menyenangkan, agar dengan demikian kita dapat mengalami suatu perjumpaan yang lebih intim/akrab dengan diri-Nya. Kenikmatan-kenikmatan duniawi lalu menjadi kurang menarik atau kurang memuaskan, dan Yesus memberikan kepada kita suatu rasa haus dan lapar yang lebih mendalam akan diri-Nya. Yesus dapat memampukan kita untuk melihat sampai berapa jauh dosa kita telah mempengaruhi (secara buruk) relasi kita dengan diri-Nya. Yesus dapat juga memberikan kepada kita suatu rasa terkait kerinduan-Nya agar kita kembali kepada-Nya dengan hati yang dipenuhi kesedihan dan penyesalan yang mendalam.

Di tempat terpencil, Yesus mempergandakan tujuh roti dan beberapa ekor ikan kecil yang kemudian mampu mengenyangkan rasa lapar 4.000 orang. Betapa indahnya dan bahagianya hati bilamana kita mengetahui bahwa Yesus dapat dan akan melakukan sesuatu yang serupa bagi kita yang hidup pada abad ke-21 ini. Yesus – kepenuhan janji-janji Bapa surgawi kepada umat-Nya – tidak pernah gagal memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita yang paling mendalam. Seringkali kita tidak menyadari betapa kita membutuhkan pertolongan-Nya sampai pada saat kita berada di suatu padang gurun dalam kehidupan kita. Saat seperti itu membuat kita merasa sungguh hina-dina di hadapan-Nya. Di sisi lain, buah-buah dari perjumpaan dengan-Nya sungguh indah dan memberikan hidup. Hanya Allah-lah yang dapat membuat mukjizat-mukjizat sedemikian.

DOA: Bapa surgawi, aku seringkali terlalu mengandalkan kemampuan diriku sendiri dalam mencoba memecahkan masalah-masalah yang kuhadapi dalam hidupku dan tidak menyadari bagaimana aku membutuhkan Engkau. Ampunilah segala kemandirianku yang keliru dan terimalah kepasrahan diriku untuk menggantungkan diriku sepenuhnya kepada-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 8:1-10), bacalah tulisan dengan judul “MENGAPA KITA HARUS MERAGUKAN BELAS KASIHAN ALLAH?” (bacaan tanggal 14-2-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015. 

Cilandak,  8 Februari 2015 [HARI MINGGU BIASA V]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

EFATA, TERBUKALAH!

EFATA, TERBUKALAH!

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa V –  Jumat, 13 Februari 2015)

ORANG TULI DISEMBUHKAN - 01Kemudian Yesus meninggalkan lagi daerah Tirus dan melalui Sidon pergi ke Danau Galilea, melintasi daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya di atas orang itu. Sesudah Yesus memisahkan dia dari orang orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus mendesah dan berkata kepadanya, “Efata!”, artinya: Terbukalah! Seketika itu terbukalah telinga orang itu dan pulihlah lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada mereka supaya jangan menceritakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya, makin luas mereka memberitakannya. Mereka teramat takjub dan berkata, “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” (Mrk 7:31-37) 

Bacaan Pertama: Kej 3:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 32:1-2,5-7 

Seperti juga perempuan Siro-Fenisia yang mencari kuasa penyembuhan Yesus bagi anak perempuannya, orang tuli dan gagap ini datang dari suatu wilayah non-Yahudi. Dua orang itu tergolong “orang luar” – mereka berada di luar perjanjian yang telah dibuat oleh Allah dengan umat pilihan-Nya. Namun demikian, Yesus memilih untuk menyembuhkan anak perempuan dari perempuan Siro-Fenisia dan juga orang yang tuli dan gagap tersebut. “Mereka teramat takjub” (Mrk 7:37), barangkali bukan hanya karena penyembuhan-penyembuhan ajaib yang dilakukan Yesus, namun karena kenyataan bahwa Yesus memberikan berkat-berkat kepada orang-orang “kafir” juga.

ORANG TULI DISEMBUHKAN - 02Mengapa kita sering “merasa teramat takjub” ketika melihat karya Tuhan? Barangkali kita telah mendengar berita tentang seorang kriminal kelas berat yang bertobat, atau kesembuhan ajaib yang dialami seseorang dari penyakit kanker yang ganas. Barangkali kita telah melihat bagaimana seorang anggota keluarga besar kita yang bertahun-tahun lamanya “jauh” dari Tuhan, kemudian kembali ke jalan-Nya. Manifestasi-manifestasi dari kuasa Allah memang indah, dan sepantasnyalah kita bergembira untuk itu semua. Sekarang, apakah manifestasi-manifestasi itu mengejutkan kita? Barangkali. Namun semua itu mengingatkan kita akan sebuah kebenaran yang sudah kita ketahui: “Bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Luk 1:37).

Melampaui mukjizat-mukjizat yang sudah bersifat sangat luarbiasa, Allah dapat melakukan hal-hal yang mengagumkan dalam hati kita dan membuka telinga kita agar mampu mendengar sabda-Nya dengan satu cara yang baru. Sampai berapa sering kita mendengar Allah Bapa berbicara kepada kita dalam doa, mengingatkan kita akan suatu petikan bacaan khusus dalam Kitab Suci yang mengubah cara kita bertindak dan cara kita memandang hidup kita? Seperti apa yang dilakukan-Nya dengan orang tuli dan gagap, Allah ingin kita membuka hati kita untuk mendengar kehendak-Nya bagi kita; Dia ingin melancarkan lidah kita guna memproklamasikan kemuliaan-Nya. Kita harus mengharapkan bahwa Allah dapat dan mau mewujudkan karya-Nya ini dalam diri kita – barangkali, seperti halnya dengan orang yang tuli dan gagap, dengan pertolongan para sahabat kita (lihat Mrk 7:32).

ORANG TULI DISEMBUHKAN - 03Yesus seringkali membuat orang terkejut – menyembuhkan orang “kafir”, bersantap dalam perjamuan makan dengan para pemungut cukai, mengampuni para PSK. Ia juga dapat mengejutkan kita dengan memanggil kita kepada-Nya dan menggunakan kita untuk turut memajukan Kerajaan-Nya di atas bumi. Para murid-Nya pertama terdiri dari para mantan nelayan, mantan pemungut cukai, mantan pejuang militan Zeloti.

Saudari dan Saudara yang terkasih, marilah kita tidak membatasi Tuhan. Kita dapat berpikir bahwa kita tidak siap dan tidak mempunyai peralatan yang mencukupi guna menerima tugas dari Tuhan, namun terus membuka sepasang telinga kita agar dapat mendengar suara-Nya dan hati kita juga siap untuk melakukan apa saja yang diperintahkan-Nya  kepada kita (lihat Yoh 2:5).

DOA: Yesus, Engkau adalah Yang Kudus dari Allah, oleh karenanya layak dipuji. Segala kemuliaan dan kehormatan adalah milik-Mu saja. Dalam belas kasih-Mu yang besar, Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkan kami. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 7:31-37), bacalah tulisan yang berjudul “YANG TULI DIJADIKAN-NYA MENDENGAR, YANG BISU DIJADIKAN-NYA BERKATA-KATA” (bacaan tanggal 13-2-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2015. 

Cilandak,  6 Februari 2015 [Peringatan S. Petrus Baptista, Paulus Miki, Filipus dr Yesus dkk-Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MELALUI YESUS KITA SEMUA MEMPUNYAI AKSES KEPADA TAKHTA ALLAH

MELALUI YESUS KITA SEMUA MEMPUNYAI AKSES KEPADA TAKHTA ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus,  Hari Biasa Pekan Biasa V – Kamis, 12 Februari 2015) 

KEMURIDAN - YESUS MEMANGGIL PARA MURIDNYALalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak ingin seorang pun mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anak perempuannya kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan sujud di depan kaki-nya. Perempuan itu seorang Yunani keturunan Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anak perempuannya. Lalu Yesus berkata kepadanya, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak itu dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab, “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Lalu kata Yesus kepada perempuan itu, “Karena kata-katamu itu, pergilah, setan itu sudah keluar dari anakmu.” Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur dan  setan itu sudah keluar. (Mrk 7:24-30) 

Bacaan Pertama: Kej 2:18-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 128:1-5

Kota-kota Tirus dan Sidon terletak di luar perbatasan Israel, namun demikian orang-orang di sana mendengar tentang mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda heran yang dibuat oleh Yesus. Di kota Tirus ini Yesus didekati oleh seorang perempuan non-Yahudi yang tinggal di situ. Anak perempuan perempuan itu kerasukan roh jahat dan pengharapan satu-satunya adalah sang rabi Yahudi dari Nazaret ini yang “ahli” membuat mukjizat. Tindakan perempuan “kafir” ini dilakukan tanpa rasa malu dan dengan berani pula. Perempuan pada zaman itu tidak diperbolehkan untuk berbicara dengan orang-orang asing. Lagipula, dia adalah seorang Yunani keturunan Siro-Fenisia (Mrk 7:26), artinya dipandang sebagai orang kafir yang tidak bersih oleh orang Yahudi.

Dengan maksud menguji iman perempuan itu, Yesus menanggapi permohonan perempuan itu dengan berkata: Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak itu dan melemparkannya kepada anjing” (Mrk 7:27). Kata-kata Yesus ini terasa pedas-menyakitkan bagi telinga yang cukup sensitif, namun kelihatannya tidak mengejutkan bagi telinga perempuan itu. Kiranya kata-kata Yesus itu malah menguatkan ketetapan hatinya untuk mengandalkan diri sepenuhnya pada Yesus. Menanggapi secara positif sekali tantangan yang diberikan Yesus di hadapannya, perempuan itu bertekun dalam iman dan menolak untuk mundur. Bahkan dengan kerendahan hati dan keberanian yang sama bobotnya, dia menanggapi kata-kata Yesus: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak” (Mrk 7:28).

stdas0076 - CHRIST AND THE SYROPHOENICIAN WOMANIni adalah suatu “model iman” yang berlaku sepanjang masa!  Perempuan itu tidak memperkenankan apa atau siapa pun menghalangi dirinya untuk mendekat kepada sang Mesias – bukan status sosialnya yang rendah, bukan pula kondisi dirinya yang tidak bersih sebagai seorang “kafir”, bahkan bukan komentar awal dari Yesus yang terasa menghinanya. Iman-kepercayaan yang dimiliki perempuan itu samasekali tidak mengecewakan dirinya, karena akhirnya dia pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur dan roh jahat yang mengganggunya juga sudah pergi (lihat Mrk 7:30). Sikap dan perilaku perempuan Sino-Fenisia itu sungguh bertentangan dengan kekerasan hati yang ditunjukkan oleh orang-orang Farisi dan beberapa ahli Taurat yang mengecam Yesus dan para murid-Nya yang tidak mengindahkan adat istiadat Yahudi yang berlaku (lihat Mrk 7:1-13). Dengan caranya sendiri, perempuan Siro-Fenisia itu telah menantang asumsi-asumi buatan manusia – sebagaimana Yesus telah berkonfrontasi dengan para pemimpin Israel yang sangat terikat pada tradisi, kemudian membuktikan iman manakah yang benar.

Siapa diantara kita yang kiranya merasa tak pantas untuk mendekat kepada Yesus? Di mata Allah, kita bukanlah bersih atau murni, demikian pula perempuan Siro-Fenisia itu. Terima kasih penuh syukur seharusnya kita haturkan kepada Yesus, karena berkat pengantaraan-Nya kita mempunyai akses kepada takhta Allah. Yesus hidup di tengah-tengah kita, menanggung sendiri segala dosa manusia sepanjang masa, dan membebaskan kita dari dosa dan maut. Tidak ada seorang pun yang berada di luar kuat-kuasa-Nya. Oleh karena itu, marilah kita menjalani hidup kita sehari-hari penuh kepercayaan akan kasih-Nya dan hasrat-Nya untuk membebaskan kita.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah datang ke tengah dunia guna menyembuhkan jiwa-jiwa umat manusia. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil  hari ini (Mrk 7:24-30), bacalah tulisan dengan judul “SEORANG PEREMPUAN BERIMAN” (bacaan tanggal 12-2-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2014. 

Cilandak,  6 Februari 2015 [Peringatan S. Petrus Baptista, Paulus Miki, Filius dr Yesus dkk-Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 153 other followers