Posts tagged ‘ORANG MAJUS’

HARI RAYA EPIFANI

HARI RAYA EPIFANI

(Bacaan Injil Misa Kudus,  Hari Raya Penampakan Tuhan – Minggu, 8 Januari 2017

HARI ANAK MISIONER SEDUNIA

 0-0-974px-gilmonde_-azulejos-nascimento_de_jesus

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”  Ketika Raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Lalu dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, kemudian dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari engkaulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu tampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergi dan carilah Anak itu dengan teliti dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia. Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika melihat bintang itu, mereka sangat bersukacita. Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, dupa dan mur. Kemudian karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. (Mat 12:1-12) 

Bacaan Pertama: Yes 60:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2,7-8,10-13; Bacaan Kedua: Ef 3:2-3a,5-6 

Begitu agung Inkarnasi dari Putera Allah sehingga bintang-pun menjadi saksi akan kebesaran peristiwa ini. Sebuah bintang baru yang terang-benderang muncul di langit malam, memberi tanda akan pemenuhan janji Allah untuk mengutus seorang Penyelamat yang akan mendirikan kerajaan-Nya di atas bumi.

Pada Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) ini, kita merayakan suatu momentum yang menentukan dalam sejarah penyelamatan Allah, yakni perwahyuan Putera-Nya kepada orang-orang bukan Yahudi, orang-orang yang berada di luar perjanjian Allah dengan umat Israel. “Orang-orang kafir” itu digerakkan oleh Allah sendiri untuk mencari dan kemudian bertemu dengan raja yang baru ini, Yesus.  Sejak saat itu hak-hak istimewa yang tadinya diperuntukkan hanya bagi umat Israel, menjadi tersedia bagi siapa saja. Melalui bintang istimewa dari Allah itu, terang Kristus memancar ke seluruh penjuru dunia sehingga dapat dilihat oleh semua orang.

orang-majus-mengikuti-bintang-terangOrang-orang majus melihat bintang dari negeri-negeri mereka yang jauh, dan hati mereka begitu tergerak dengan penuh antisipasi sehingga langsung mereka berangkat untuk mengikuti bintang itu. Pada titik ujung perjalanan-pencarian mereka, mereka menemukan manifestasi Allah dalam rupa seorang bayi manusia kecil-mungil. Meskipun mereka belum dapat menangkap secara penuh makna sesungguhnya dari kelahiran Anak Bayi itu di dalam sebuah keluarga Galilea yang sederhana, lewat karunia iman yang penuh misteri orang-orang majus ini mengenali wibawa dan wewenang Anak ini. Tidak saja mereka memberikan persembahan yang mahal-mahal untuk Anak ini, orang-orang majus itu pun langsung sujud menyembah Yesus. Kesederhanaan tempat tinggal keluarga kecil ini dan kerendahan hati yang sederhana kedua orang tua Bayi ini menyelubungi martabat-raja-Nya, namun orang-orang majus ini berhasil “menangkap” kebenaran yang mereka hadapi.

Hari ini adalah suatu kesempatan yang sempurna bagi kita untuk minta kepada Roh Kudus untuk membuka mata kita juga, sehingga kita dapat melihat Yesus dengan cara baru. Dia bukan lagi seorang bayi kecil sederhana. Dia adalah yang telah menjalani hidup di dunia, menderita sengsara, mati, bangkit dan sekarang hidup memerintah di sebelah kanan Allah dalam kemuliaan dan keagungan. Dia adalah Raja segala raja dan Tuhan dari segala tuan, dan Dia telah mencurahkan Roh-Nya untuk memberikan kepada kita suatu perwahyuan mendalam mengenai diri-Nya, sehingga dengan demikian kita pun – seperti para majus – mau sujud menyembah Dia.

Yesus mengajar kepada kita, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu” (Mat 7:7). Para majus ini pasti telah mengalami kebenaran dari sabda Yesus ini. Mereka mencari makna dari bintang di langit itu dan Allah-pun memimpin mereka sampai kepada Yesus. Baiklah kita terus mencari Yesus setiap hari dan mendengarkan bisikan Roh Kudus dengan serius seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang majus itu. Dengan demikian, seperti mereka kita pun dapat “sangat bersukacita” (Mat 2:10), karena dapat bertemu dengan Yesus.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuan. Aku meletakkan diriku di bawah wewenang-Mu. Aku sujud menyembah Dikau pada hari ini dan selama-lamanya. Dimuliakanlah Nama-Mu yang kudus, ya Tuhan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 12:1-2), bacalah tulisan yang berjudul “BELAJAR DARI YUSUF DAN MARIA” (bacaan tanggal 8-1-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2010)

Cilandak, 6 Januari 2017    

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements

MOMENTUM YANG MENENTUKAN

MOMENTUM YANG MENENTUKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN – Minggu, 6 Januari 2013)

HARI ANAK MISIONER SEDUNIA

Adoration-of-the-Magi

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Ketika Raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Lalu dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, kemudian dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari engkaulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu tampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergi dan carilah Anak itu dengan teliti dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia. Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika melihat bintang itu, mereka sangat bersukacita. Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, dupa dan mur. Kemudian karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. (Mat 12:1-12)

Bacaan Pertama: Yes 60:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2,7-8,10-13; Bacaan Kedua: Ef 3:2-3a,5-6

Pada Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) ini, kita merayakan suatu momentum yang menentukan dalam sejarah penyelamatan Allah, yakni perwahyuan Putera-Nya kepada orang-orang bukan Yahudi, orang-orang yang berada di luar perjanjian Allah dengan umat Israel. “Orang-orang kafir” itu digerakkan oleh Allah sendiri untuk mencari dan kemudian bertemu dengan raja yang baru ini, Yesus. Sejak saat itu segala privilese atau hak-hak istimewa yang tadinya diperuntukkan hanya bagi umat Israel, menjadi tersedia bagi siapa saja. Melalui bintang istimewa dari Allah itu, terang Kristus memancar ke seluruh penjuru dunia sehingga dapat dilihat oleh semua orang.

Orang-orang majus melihat sebuah bintang dari negeri-negeri mereka yang jauh, dan hati mereka begitu tergerak dengan penuh antisipasi sehingga langsung mereka berangkat untuk mengikuti bintang itu. Pada titik ujung perjalanan-pencarian mereka, mereka menemukan manifestasi Allah dalam rupa seorang bayi manusia kecil-mungil. Walaupun mereka belum dapat menangkap sepenuhnya makna sesungguhnya dari kelahiran Anak Bayi itu di dalam sebuah keluarga Galilea yang sederhana, lewat karunia iman yang penuh misteri orang-orang majus ini mampu menemukan manifestasi Allah dalam seorang bayi manusia. Mereka tidak saja tergerak untuk memberikan persembahan-persembahan rajawi yang mahal-mahal berupa emas, dupa dan mur, tetapi juga langsung sujud menyembah Yesus. Kesederhanaan tempat tinggal keluarga kecil ini dan kerendahan hati yang sederhana kedua orang tua Bayi ini menyelubungi martabat-raja-Nya, namun orang-orang majus ini berhasil ‘menangkap’ kebenaran yang mereka hadapi. Dengan begitu mulailah arus besar orang-orang dari berbagai penjuru dunia – dari masa ke masa – yang terus berdatangan menghadap takhta Allah lewat Yesus, sang Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh 14:6). Sekarang semua bangsa (tidak hanya bangsa Yahudi) dapat ditarik kepada terang seorang Raja yang memerintah dalam kasih dan kebenaran.

Kerinduan Allah untuk menarik semua orang kepada diri-Nya sungguh mendalam. Ia menarik orang-orang Majus kepada Putera-Nya dengan sebuah tanda yang penuh kuat-kuasa. Allah tidak menunggu sampai kata-kata diucapkan atau evangelisasi yang dilakukan oleh umat Kristiani perdana guna menyebarkan Kabar Baik. Sebaliknya, Dia membuat sebuah tanda di langit yang akan menarik perhatian para majus itu. Allah sungguh ingin memanggil umat-Nya. Bahkan pada hari ini pun Ia menarik kita masing-masing untuk kembali kepada-Nya dengan cara-cara-Nya yang tidak pernah akan dapat kita tebak.

Selagi kita datang menghadap hadirat Allah dalam doa setiap hari, seakan kita diundang dari “tanah yang jauh hidup duniawi” ke dalam suatu realitas kerajaan surgawi Yesus sebagai Raja segala raja. Hati kita dapat tergetar selagi kita mengambil kesempatan yang tersedia untuk mengasihi dan menyembah Yesus. Sejak sediakala, Allah telah memanggil kita untuk ikut ambil bagian dalam hidup-Nya. Marilah kita membuka hati kita bagi-Nya dan menanggapi undangan-undangan yang diberikan-Nya kepada kita.

DOA: Tuhan Yesus, aku memberikan hatiku sambil sujud menyembah-Mu. Engkau adalah Rajaku, dan hanya dalam Engkau aku menemukan kasih, keadilan, dan kebenaran. Aku akan mengikuti terang-Mu dalam hatiku. Aku akan mengakui martabat-Mu sebagai seorang Raja dalam segala hal yang kulakukan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 60:1-6), bacalah tulisan dengan judul “KEMULIAAN SION YANG AKAN DATANG” (bacaan untuk tanggal 6-1-13), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2013.

Cilandak, 28 Desember 2012 [Pesta Kanak-kanak Suci, Martir]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KEMULIAAN SION YANG AKAN DATANG

KEMULIAAN SION YANG AKAN DATANG

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN, Minggu 8-1-12)

Hari Anak Misioner Sedunia 

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang dan kemuliaan TUHAN (YHWH) terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang YHWH terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur YHWH.  (Yes 60:1-6)

Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2,7-8,10-13; Bacaan Kedua: Ef 3:2-3a,5-6; Bacaan Injil: Mat 12:1-12 

Pada waktu nubuatan di atas dikumandangkan oleh sang nabi, kota suci Yerusalem telah diporakporandakan oleh pasukan tentara Nebukadnezar, raja Babel (tahun 586 SM). Bait Allah praktis dimusnahkan dan sebagian penduduknya di singkirkan ke tempat pembuangan di Babel. Dan kondisi Yerusalem tetap begitu selama berjalannya tahun-tahun pembuangan. Walaupun begitu, di tengah kegelapan ini YHWH berbicara lewat nabi-Nya dalam suatu nubuatan tentang tindakan yang akan dilakukan-Nya, yaitu membuat Yerusalem sebagai suatu terang yang akan menarik orang-orang non-Yahudi kepada Allah.

Dengan cara yang sama, kelahiran Yesus merupakan saat terbit suatu terang yang penuh kemuliaan, namun sebagai seorang bayi lemah Yesus sama sekali tidak kelihatan memiliki kuasa atau gilang-gemilang. Ia dilahirkan di tengah kegelapan sebuah kandang hewan. Hanya sejumlah kecil orang yang mengenali-Nya. Di antara sedikit orang ini ada orang-orang majus yang dipimpin kepada Yesus oleh perwahyuan Allah sendiri. Para bijak dari Timur ini dalam Kitab Suci mewakili bangsa-bangsa non-Yahudi yang pada akhirnya akan datang kepada terang Allah (Yes 60:3).

Pada hari ini, nubuatan ini terus mewujudkan kepenuhannya selagi Gereja dipanggil untuk “bangkit dan menjadi terang”  (Yes 60:1), agar dapat menarik setiap orang dari segala bangsa kepada Kristus. Sayangnya, bahkan hari ini pun Gereja hanyalah semacam “bayangan” saja dari apa yang Allah telah rencanakan baginya! Bahkan aspek-aspek yang paling indah sekalipun dari Gereja masih terasa gelap ketimbang terang yang akan bercahaya diatasnya pada saat Kristus kembali kelak untuk menjemput mempelai-Nya (Gereja-Nya) – artinya umat-Nya – ke dalam kemuliaan Kerajaan-Nya.

Oleh karena itu, marilah kita berdoa untuk Gereja pada hari ini, mohon kepada Roh Kudus agar terang kemuliaan Allah bercahaya melalui umat Allah dan mencerminkan Kristus ke segala penjuru bumi. Marilah kita berdoa untuk menyambut Kristus ke dalam hati kita masing-masing setiap hari, artinya memperkenankan terang-Nya meresap ke dalam diri kita dan mengalahkan kegelapan apa pun yang ada dalam diri kita. Baik sebagai pribadi-pribadi dan sebagai anggota Gereja, kita dapat mencerminkan kemuliaan Allah dalam kehidupan kita. Bukankah seharusnya begitu?

DOA: Tuhan Yesus, biarlah benih rahmat-Mu dalam diri kami bertumbuh-mekar ke dalam rencana-Mu yang sempurna bagi Gereja-Mu. Semoga kami masing-masing dapat mencerminkan rencana ini dengan lebih penuh setiap hari, sehingga kemuliaan-Mu akan bercahaya ke atas semua bangsa. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 12:1-12), bacalah tulisan yang berjudul “HARI PENAMPAKAN TUHAN ” (bacaan untuk tanggal 8-1-12) dalam situ/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2012. 

Cilandak, 28 Desember 2011 [Pesta Kanak-kanak Suci, Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS