Posts tagged ‘ROH KUDUS’

SECARA BEBAS DAN GRATIS

SECARA BEBAS DAN GRATIS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Yosafat, Uskup & Martir – Rabu, 12 November 2014)

Cima_da_Conegliano,_God_the_FatherIngatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. Karena dahulu kita juga hidup dalam kebodohan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagi nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan benar yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya melalui permandian kelahiran kembali dan melalui pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita melalui Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh anugerah-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. (Ti 3:1-7)

Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-6; Bacaan Injil: Luk 17:11-19

Allah mengasihi diri kita seperti apa adanya diri kita. Kita tidak perlu melakukan sesuatu untuk menimbulkan kesan baik di mata-Nya atau untuk memperoleh balasan kasih-Nya. Allah telah menunjukkan kepada kita kasih-Nya dengan menyelamatkan kita dari dosa dan menawarkan kepada kita kehidupan kekal dalam Kerajaan Surga. Karunia yang indah seperti itu dianugerahkan kepada kita secara bebas dan gratis selagi kita menempatkan iman kita pada Putera-Nya terkasih, Yesus Kristus, pancaran cahaya dari kemuliaan Bapa.

Allah menyatakan belas kasih-Nya dengan membersihkan diri kita dari dosa dan membawa jiwa kita kepada suatu kelahiran baru melalui pembaptisan air. Karena dosa-dosa kita, pantaslah diri kita dipisahkan dari Allah untuk selama-lamanya. Pantaslah bagi-Nya untuk menghukum kita. Namun, apakah yang sesungguhnya terjadi? “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal …” (Yoh 3:16). Allah mengutus Putera-Nya yang semata wayang untuk menjadi substitut/pengganti bagi kita-manusia. Melalui ketaatan Yesus kepada Bapa-Nya di surga dan melalui kurban-Nya di atas kayu salib, kita pun ditebus. Yesus menderita sengsara dan mati secara kejam untuk kita semua, kita yang sebenarnya pantas untuk dihukum dan menderita. Melalui iman dan baptisan ke dalam kematian-Nya, sekarang kita telah ditebus. Kita dibuat menjadi benar dan utuh di hadapan Allah.

St-Paul-iconAllah menciptakan manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya agar menjadikan manusia itu makhluk yang hidup (lihat Kej 2:7). Demikian pula Allah membuat kita hidup dengan menempatkan Roh Kudus ke dalam diri kita. Melalui karunia-karunia Roh-Nya, kita diberdayakan agar dapat mengasihi Allah dan mengakui diri-Nya sebagai Abba, kata akrab dalam bahasa Aram untuk orangtua laki-laki. Melalui Roh Kudus kita dimampukan untuk berjalan dengan Allah tanpa ditindih oleh rasa bersalah dan bebas dari tuduhan apa pun. Kita tidak lagi menjadi musuh-musuh Allah, melainkan menjadi anak-anak-Nya dan para pewaris surga bersama Putera-Nya terkasih, Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita yang juga adalah Saudara kita.

Dengan demikian kita dapat mengenal dan mengalami kuat-kuasa Roh Kudus. Hidup kita tidak perlu berakhir dalam kematian. Dalam Kristus, kita memiliki pengharapan akan kehidupan kekal. Pada malam sebelum kematian-Nya, Yesus sendiri telah berjanji kepada para murid-Nya (termasuk kita): “Apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada” (Yoh 14:3). Inilah warisan kita. Allah telah membuat kita para ahli waris Kerajaan Surga dengan dan melalui Putera-Nya, Yesus Kristus. Oleh karena itu marilah kita dengan penuh syukur menerima posisi kita bersama Allah. Kita telah diselamatkan oleh “seorang” Allah Yang Mahamurah, Maharahim dan Mahakasih, … dan memang “Mahalain”.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu untuk kasih-Mu yang tanpa batas. Tuhan Yesus, Engkau menggantikan diri kami untuk menderita sengsara dan wafat di kayu salib, suatu hukuman yang sebenarnya pantas bagi diri kami semua. Karena pengorbanan-Mu itu kami Kaubuat mengenal dan mengalami kasih Bapa surgawi. Roh Kudus, Engkau adalah sang Pemberi hidup. Segala puji dan syukur bagi Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putera dan Roh Kudus, Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 17:11-19), bacalah tulisan yang berjudul “DI MANAKAH YANG SEMBILAN ORANG ITU?” (bacaan tanggal 12-11-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2014.

Cilandak, 10 November 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

CICILAN PERTAMA

CICILAN PERTAMA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Ignatius dr Antiokhia, Uskup & Martir – Jumat, 17 Oktober 2014)

ST. PAULUS - 016Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam dialah kami diberi warisan – kita yang dari semula sudah dipilih-Nya sesuai dengan maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya – supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Di dalam dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Roh Kudus itulah jaminan warisan kita sampai kita memperoleh penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. (Ef 1:11-14)

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-9; Bacaan Injil: Luk 12:1-7

Bayangkanlah peristiwa berikut ini. Anda baru saja mendapat surat dari sebuah kantor pengacara terkenal di Jakarta. Dalam surat itu diinformasikan bahwa paman anda dengan siapa anda sudah lama kehilangan kontak, baru saja meninggal dunia, dan dia mewariskan sesuatu yang luarbiasa besar nilainya kepada anda. Anda berpikir, apakah ini lelucon atau sekadar suatu hoax? Akan tetapi sampul itu berisikan sebuah cek yang dibayarkan kepada anda sejumlah Rp 100 juta, sebagai suatu “cicilan pertama yang kecil, dibayar dimuka sebelum jumlah keseluruhan warisan, yang akan dikirim kemudian.” Estimasi anda tentang otentisitas surat itu pasti meningkat ketika anda datang ke bank yang mengeluarkan cek tersebut, dan anda memperoleh konfirmasi dari bank itu, bahwa semuanya OK. Jadi, tidak ada yang main-main!

Kisah di atas adalah kisah berandai-andai saja, namun kiranya tidak berbeda jauh dengan pesan Santo Paulus ketika dia menulis: “Roh Kudus itulah jaminan warisan kita sampai kita memperoleh penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya” (Ef 1:14). Di sini Paulus menggunakan terminologi hukum guna membantu kita memahami bahwa Roh Kudus adalah “jaminan” atau semacam “uang muka” dalam kisah di atas dari warisan surgawi kita. Katakanlah, cicilan pertama dari hidup kekal bersama Allah. Seperti juga cicilan pertama yang dapat kita gunakan sementara kita menantikan sisa selebihnya, maka Roh Kudus juga tersedia bagi kita sekarang, dalam pengalaman kita setiap hari. Kita tidak perlu menunggu sampai kita mati untuk ikut ambil bagian dalam warisan yang dimenangkan Kristus untuk kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Kita sudah dapat terlibat dalam hidup Roh sekarang juga.

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANG - 2Setiap hari Roh Kudus mencari jalan untuk menarik kita lebih dalam lagi ke dalam kehidupan Tritunggal Mahakudus. Roh Kudus ingin membuka mata kita terhadap kasih Allah. Roh Kudus menolong kita untuk mengenali dan mengalami kehadiran Allah dalam kebaikan hati dan kemurahan hati orang-orang lain, untuk merasa terpesona oleh keagungan Allah yang diperagakan dalam keindahan alam ciptaan. Roh Kudus ini juga “menemani” kita selagi kita membaca Kitab Suci, memampukan kita menerima perwahyuan Allah tentang diri-Nya dan juga rencana-Nya.

Apabila kita sungguh mendengarkan, maka kita akan mendengar Roh Kudus berbicara dalam hati kita, memanggil kita untuk pergi meninggalkan dosa jauh-jauh. Dia akan membisikkan nasihat-nasihat di telinga kita tentang bagaimana dan mendidik anak-anak kita, dan bagaimana menghadapi berbagai kesulitan hidup ini dlsb. Roh Kudus ini akan membuat diri-Nya dikenal oleh kita ketika seseorang menyapa kita dengan hangat, atau ketika seseorang melakukan cipika-cipiki dengan tulus. Roh Kudus akan memberdayakan kita untuk mau dan mampu ke luar menemui seorang pribadi yang membutuhkan pertolongan, walaupun orang itu sering menjengkelkan karena tingkah lakunya. Manakala kita menderita, Roh Kudus akan menginspirasikan doa kita dan akan membawa penghiburan, kesembuhan dan rahmat.

DOA: Roh Kudus Allah, aku menyambut-Mu ke dalam hidupku sebagai down payment dari apa yang menanti-nantikan aku di dalam surga. Dengan rendah hati aku memohon kepada-Mu agar bekerja dengan penuh kuat-kuasa dalam diriku dan melalui diriku pada saat-saat aku melayani sesamaku.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 12:1-7), bacalah tulisan yang berjudul “JANGANLAH KAMU TAKUT” (bacaan tanggal 17-10-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2014.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ef 1:11-14), bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUS ITULAH JAMINAN WARISAN KITA” (bacaan tanggal 19-10-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 12 Oktober 2014 [HARI MINGGU BIASA XXVIII]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

DUNIA MENANTIKAN KESAKSIAN KITA

DUNIA MENANTIKAN KESAKSIAN KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Minggu Biasa X – Sabtu, 14 Juni 2014)

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIAKamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu kepada Tuhan. Tetapi aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya, jika tidak hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat. (Mat 5:33-37)

Bacaan Pertama: 1Raj 19:19-21; Mazmur Tanggapan: Mzm 16:1-2,5-10

“Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya, jika tidak hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat” (Mat 5:37).

Apakah anda pernah bertanya kepada seseorang dan merasa bahwa anda tidak memperoleh sebuah jawaban yang langsung, yang straight to the point? Barangkali orang itu menjadi defensif dan bahkan mulai “bersumpah” bahwa dia mengatakan yang sebenarnya kepada anda, namun anda tetapi tidak yakin. Sebuah contoh yang baik adalah penyangkalan Petrus bahwa dia mengenal Yesus. Ketika kepadanya ditanyakan apakah dia adalah murid Yesus, dia mengatakan, “Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksudkan.” Akhirnya Petrus melarikan diri dari tekanan di sekeliling dirinya, namun dengan sebuah kebohongan: “Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!” (Mrk 14:66-72).

Mengapa untuk menjadi benar itu dapat menjadi begitu susah bagi kita? Apakah karena kita takut atau merasa tidak aman? Apakah karena kita terlalu sombong untuk menerima bahwa diri kita dapat saja salah? Atau barangkali karena kadang-kadang terasa sulit untuk menghadapi konsekuensi-konsekuensi dari kebenaran. Sebagai kontras terhadap penyangkalan Petrus adalah tanggapan Yesus ketika kepada-Nya ditanyakan apakah diri-Nya adalah sang Mesias, Yesus secara sederhana menjawab, “Akulah Dia” (Mrk 14:62), Dengan menjawab jujur seperti itu, sebenarnya Yesus memberi “izin” atas hukuman mati yang akan dijatuhkan atas diri-Nya. Rasa takut tidak menguasai diri Yesus karena Dia menempatkan diri-Nya dalam tangan-tangan penuh kasih dari Bapa dan mengetahui bahwa sabda Allah tidak pernah dapat ditentang.

the-last-supper-01 (1)Pada Perjamuan Terakhir, Petrus mengatakan bahwa dirinya siap mati untuk Yesus, namun semangat berapi-api gaya “bonek” dan entusiasme yang ada dalam dirinya cepat menyusut ketika Dia melihat betapa dengan “lembek” Yesus menyerahkan diri-Nya kepada para lawan yang hendak menangkap-Nya. Petrus menemukan kebenaran yang menyedihkan bahwa dia tidak dapat mengikuti Yesus ke kayu salib hanya dengan mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Hanya setelah Pentakosta Kristiani yang pertama Petrus menerima kuat-kuasa Roh Kudus dan mulai berkhotbah mewartakan Injil dengan penuh keberanian – bahkan di bawah ancaman hukuman dan kematian.

Selagi kita menyerahkan hati dan pikiran kita kepada Roh Kudus, kita pun dapat menguasai hidup emosional kita dan mengalami suatu keutuhan dan integritas yang dapat dikatakan bersifat ilahi. Realitas surga, janji-janji dari Allah yang Mahasetia, dan suatu rasa takut (yang sehat) terhadap dosa akan bekerja sama guna membentuk dalam diri kita komitmen sederhana terhadap kebenaran yang ditunjukkan oleh Yesus. Marilah kita melanjutkan memohon kepada Roh Kudus untuk membentuk diri kita ke dalam keserupaan dengan Kristus. Sesungguhnya, dunia menantikan kesaksian kita.

DOA: Roh Kudus Allah, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk karya-Mu di dalam hidupku. Tolonglah aku untuk berbicara dalam kebenaran dan dengan integritas. Aku bertekad untuk senantiasa setia dalam sabda-Mu dan menjadi suatu cerminan kasih-Mu dan belaskasih-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 5:33-37), bacalah tulisan yang berjudul “INTEGRITAS KITA AKAN BERBICARA SENDIRI!” (bacaan tanggal 14-6-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2014.

Cilandak,12 Juni 2014 [Peringatan B. Yolenta, Florida, dkk-Martir]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BARNABAS: ANAK PENGHIBURAN

BARNABAS: ANAK PENGHIBURAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, PERINGATAN SANTO BARNABAS, RASUL – Rabu, 11 Juni 2014)

KFS: HARI RAYA S. BARNABAS, RASUL – HARI JADI KONGREGASI

ST. BARNABAS - 008

Tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.
Kabar tentang mereka itu terdengar oleh jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas pergi ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat anugerah Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua dengan kesungguhan hati serta kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Lalu banyak orang dibawa kepada Tuhan. Setelah itu, pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu selama satu tahun penuh, sambil mengajar banyak orang. Dia Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.

Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus, “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Lalu mereka berpuasa dan berdoa dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi. (Kis 11:21b-26;13:1-3)

Mazmur Tanggapan: Mzm 98:2-6; Bacaan Injil: Mat 10:7-13

ROH KUDUS - 000Alangkah indahnya apabila anda diingat untuk kebaikan anda, iman anda, dan hidup anda yang dipenuhi Roh Kudus! Inilah bagaimana Lukas (penulis Kisah para Rasul) mengenang Santo Barnabas (Kis 11:24). Orang Lewi dari Siprus ini dinamakan Yusuf pada saat kelahirannya, namun setelah menjadi seorang anggota gereja di Yerusalem, maka kepadanya diberikan nama Barnabas, yang berarti “anak penghiburan” (Kis 4:36). Kelihatannya bahwa sepanjang hidupnya, Barnabas mengejawantahkan suatu kemurahan hati radikal yang difokuskan pada upaya memperhatikan kesejahteraan Gereja.

Seperti Roh Kudus (sang Penghibur, atau Parakletos dalam bahasa Yunani) mendorong dan menghibur Gereja perdana, demikian pula Barnabas mengkomit dirinya untuk mewujudkan dorongan itu dalam hidupnya sehari-hari. Barnabas menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki para rasul (lihat Kis 4:37). Kemudian, sebagai seorang rasul, Barnabas dengan taat bertindak seturut sabda Tuhan dengan mendorong serta menyemangati umat Kristiani perdana agar dengan kesungguhan hati setia kepada Tuhan (Kis 11:23).

BARNABAS AND PAULKarunia yang dimiliki oleh Barnabas untuk menyemangati orang-orang lain tidak hanya membuat dirinya menjadi murah hati, melainkan juga berani untuk mengambil risiko-risiko. Barnabas adalah seorang dari sedikit orang yang mengakui rahmat pertobatan dalam diri salah seorang musuh Gereja yang paling kuat dan berpengaruh, yaitu Saul dari Tarsus. Barnabas menjalin relasi persahabatan dengan Saulus ini. Barnabas memperkenalkan Saulus kepada para rasul di Yerusalem yang bersikap skeptis, kemudian bersaksi tentang keotentikan karya Allah dalam hidup Saulus (Kis 9:27). Kemudian, Barnabas mengajak Saulus untuk menolong dirinya memelihara dan mengembangkan gereja di Antiokhia yang sedang bertumbuh. Dari sana, kedua orang itu diutus untuk mewartakan Injil kepada orang-orang non-Yahudi (baca: Kafir). Bersama-sama, Barnabas dan Saulus (kemudian dinamakan Paulus) berhasil membela gereja Antiokhia dari orang-orang Kristiani ex Yahudi yang ingin memaksa orang-orang Kristiani ex kafir melakukan kewajiban menurut tradisi/kebiasaan dan hukum agama Yahudi sebagai bagian tak terpisahkan dari penghayatan agama Kristiani.

Sekarang, marilah kita (anda dan saya) memohon kepada Roh Kudus untuk memberikan kerendahan hati dan kasih kepada Allah, agar demikian kita dapat pergi mencari dan berjumpa dengan anak-anak-Nya sebagaimana yang dilakukan oleh Barnabas. Seperti juga Barnabas, kita telah menerima Roh Kudus pada saat pembaptisan. Oleh Roh Kudus ini dan melalui kehidupan doa kita, marilah kita meneladan karya-karya yang dilakukan oleh Santo Barnabas dan Santo Paulus selagi mereka menyebarkan Kabar Baik Yesus Kristus kepada mereka yang merindukan Kerajaan Allah, dan mendorong serta menyemangati umat beriman di mana saja mereka jumpai.

DOA: Ya Tuhanku dan Allahku, penuhilah diriku dengan cintakasih yang tidak terbatas dalam kata-kata yang kuucapkan. Sebaliknya, biarlah tindakan-tindakanku mengawali suatu reaksi berantai dari kemurahan-hati yang mencapai banyak orang dan akan terus berlangsung, sepanjang segala masa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 11:21b-26;13:1-3), bacalah tulisan yang berjudul “KITA TIDAK PERNAH BOLEH MEMBATASI VISI ALLAH” (bacaan tanggal 11-6-14 dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.com; kategori: 14-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2014.

Cilandak, 8 Juni 2014 [HARI RAYA PENTAKOSTA]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

HANYA OLEH KUAT-KUASA ROH KUDUS

HANYA OLEH KUAT-KUASA ROH KUDUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Senin, 2 Juni 2014)

PAULUS DI EFESUSKetika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajahi daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu percaya?” Akan tetapi, mereka menjawab dia, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka, “Kalau begitu, dengan baptisan mana kamu telah dibaptis?” Jawab mereka, “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus, “Baptisan Yohanes adalah baptisan tobat dan ia berkata kepada orang banyak bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus.” Ketika mereka mendengar hal itu mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa lidah dan bernubuat. Mereka semua berjumlah kira-kira dua belas orang.

Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan berbicara dengan berani serta berdebat dengan mereka untuk meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. (Kis 19:1-8)

Mazmur Tanggapan: Mzm 68:2-7; Bacaan Injil: Yoh 16:29-33

Santo Paulus menjelaskan kepada para murid di Efesus perbedaan antara baptisan tobat dari Yohanes Pembaptis dan pembaptisan dalam Roh Kudus oleh Yesus. Walaupun para murid ini memahami realitas dosa dan kebutuhan akan pertobatan, mereka tidak mengenal Roh Kudus dan karunia hidup baru-Nya. Pandangan mereka tentang kesalehan hidup hanya terbatas pada upaya untuk tidak melanggar perintah Allah dan bertobat seandainya mereka terlibat dalam dosa. Mereka tidak tahu bahwa Injil juga mencakup kuat-kuasa Roh Kudus untuk mengangkat mereka kepada suatu cara hidup yang baru.

Dengan cara serupa, kita pun dapat mereduksi hidup Kristiani yang sekadar menjauhi kesulitan, mencoba untuk berbuat kebaikan, dan bertobat apabila kita bersalah. Namun sebenarnya Yesus memanggil kita untuk terlibat dalam suatu misi yang jauh lebih besar dalam dunia ini. Misi apakah ini? Secara sederhana: Yesus! Di mana pun Allah menempatkan anda: dalam komunitas religius anda, dalam keluarga anda, di tempat kerja anda, di sekolah, di paroki anda, di lingkungan anda, di kawasan tempat tinggal anda.

ROHHULKUDUSInilah tantangan-tantangannya: Untuk mengasihi pada saat kita tidak terdorong untuk mengasihi, dan melayani ketika kita tidak merasa bahwa hal tersebut membutuhkan rahmat dari Roh Kudus. Kasih memerlukan hikmat-kebijaksanaan dan kreativitas –kualitas-kualitas yang tidak pernah kita miliki secara mencukupi. Roh Kudus ingin memperluas kemampuan-kemampuan kita dengan karunia hikmat, karunia membeda-bedakan roh, dan karunia iman, sehingga dengan demikian kita dapat menemukan jalan terbaik untuk membangun satu sama lain dalam kasih sejati. Ajaran Gereja tetap sama, yaitu bahwa hanya oleh kuat-kuasa Roh Kudus kita dapat memenuhi misi yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kita masing-masing.

Apakah anda melihat diri anda sebagai seorang pribadi dengan suatu misi? Tidakkah anda mengetahui bahwa Yesus telah memberi “amanat agung” kepada anda untuk membangun Kerajaan-Nya. Janganlah perkenankan Iblis membuat anda memusatkan perhatian atas dosa-dosa anda! Juga janganlah memperkenankan diri anda disibukkan dengan upaya untuk melakukan setiap hal secara sempurna! Semakin banyak kita bereksperimen dengan karunia-karunia Roh dan membawa kasih Yesus dan kehadiran-Nya ke tengah dunia, semakin banyak pula kita menemukan diri kita secara alamiah diangkat kepada takhta Allah.

DOA: Datanglah Roh Kudus dan penuhilah diriku dengan kehadiran-Mu. Tolonglah aku agar mau dan mampu membuang berbagai penghalang terhadap karya-Mu dalam hidupku. Aku berketetapan hati untuk mengandalkan kuat-kuasa-Mu dan menggunakan berbagai karunia yang telah Kauberikan kepadaku untuk melakukan kebaikan bagi sesamaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:29-33), bacalah tulisan yang berjudul “PERCAYAKAH KAMU SEKARANG?” (bacaan tanggal 2-6-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-06 PERMENUNGAN ALKITABIAH JUNI 2014.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “SUPAYA KAMU BEROLEH DAMAI SEJAHTERA DALAM AKU” (bacaan tanggal 21-5-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 19:1-8), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “SUDAHKAH KAMU MENERIMA ROH KUDUS, KETIKA KAMU PERCAYA?” ( bacaan tanggal 6-6-11) dan “MENJADI YESUS DI DALAM DUNIA” (bacaan tanggal 13-5-13), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 31 Mei 2014 [Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MENGALAMI ROH KUDUS, SANG PENOLONG

MENGALAMI ROH KUDUS, SANG PENOLONG

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Selasa, 27 Mei 2014)

LAST SUPPER - SEBELUM YUDAN BERKHIANATTetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, maka hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, aku akan mengutus Dia kepadamu. Kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. (Yoh 16:5-11)

Bacaan Pertama: Kis 16:22-34; Mazmur Tanggapan: Mzm 138:1-3,7-8

Ketika Yesus mempersiapkan para murid-Nya dalam rangka kematian-Nya, Dia berbicara mengenai sang Penolong, “seorang” Penasihat/Advokat (Yunani: parakletos), yaitu Roh Kudus. Yesus mengetahui benar kondisi hati para murid-Nya; susah hati, galau, sedih. Namun Yesus menginginkan mereka agar menyadari bahwa jauh lebih baiklah bila diri-Nya pergi, karena dengan demikianlah Roh Kudus dapat dicurahkan ke dalam diri para murid-Nya.

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANGPara murid sebenarnya telah memiliki Yesus, namun mereka belum mengalami Roh Kudus. Oleh karena itu dapat dimengerti apabila mereka merasa takut. Siapakah di antara kita yang merasa senang membiarkan hari ini, yang kita ketahui dengan baik, untuk ditukar dengan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian? Betapa mudahnya memang bagi kita untuk menjadi takut menghadapi prospek melepaskan sesuatu yang sudah familiar, yang sudah jelas-jelas aman, dan memperkenankan pertumbuhan dan perubahan mengambil tempat dalam kehidupan kita. Apakah sebenarnya yang dikehendaki oleh Yesus sendiri? Yesus menghendaki agar kita menyerahkan kepada-Nya pengendalian/kontrol atas hidup kita, sehingga dengan demikian Ia dapat membawa suatu pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita, suatu pekerjaan yang bersifat tranformatif, …… yang mengubah diri kita.

Baik tua maupun muda, kita semua menghadapi saat-saat perubahan, dan saat-saat ini dapat menjadi exciting dan “menakutkan”. Bayangkanlah seorang muda yang akan meninggalkan rumahnya untuk pertama kalinya, barangkali untuk mulai bekerja di sebuah kota besar yang tidak pernah dikenal sebelumnya; atau untuk masuk ke perguruan tinggi jauh dari tempat asalnya dan tinggal di rumah kos-kosan. Orang muda itu dapat memandang ke depan dengan antisipasi akan suatu independensi sampai derajat tertentu, namun tentunya dia pun merasa khawatir tidak dapat mengatasi rasa ketidakpastian yang menimpa, teristimewa pada awal-awalnya. Bayangkanlah juga seorang ibu muda yang pulang ke rumahnya dari rumah sakit dengan seorang bayi yang baru dilahirkannya. Tentu dia bersukacita karena ada kehidupan baru yang sedang dipeluknya dengan penuh kasih sayang, yaitu bayinya, namun pada saat sama ada perasaan seakan tak berdaya bila memikirkan bahwa sekarang dirinya juga bertanggung jawab atas untuk merawat dan menjaga kehidupan sang bayi.

LECTIO DIVINANamun baiklah kita catat, bahwa hanya perubahan-perubahan besar dalam kehidupan kita yang mempengaruhi diri kita seperti digambarkan di atas. Kita dapat juga mempunyai perasaan mendua terkait “untung-rugi yang berskala lebih kecil” dalam situasi-situasi yang kita hadapi sehari-hari. Pada saat-saat seperti itu Allah mengundang kita untuk berbalik kepada-Nya, untuk mengakui dan menerima kasih-Nya yang sangat otentik terhadap kehidupan kita, serta memohon suatu pencurahan baru dari Roh Kudus-Nya. Allah tidak menginginkan kita untuk melalui proses perubahan dengan menggunakan kekuatan kita sendiri. Oleh karena itu Allah memberikan Roh Kudus-Nya. Dengan demikian, marilah kita memohon kepada Allah menolong kita agar dapat mengatasi segala perubahan yang kita hadapi. Marilah kita menaruh hidup kita di hadapan-Nya, dengan penuh kepercayaan bahwa Dia senantiasa setia dan akan selalu menjawab segala permohonan berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan kita.

DOA: Ya Tuhanku dan Allahku, dengan rendah hati aku memohon kepenuhan hidup yang Engkau berikan melalui Roh Kudus-Mu. Aku berikan kepada-Mu seluruh masa depanku. Aku tidak menahan-nahan apa pun untuk diriku sendiri. Aku bahkan menaruh kematianku sendiri dalam tangan-tangan-Mu yang penuh kasih. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:5-11), bacalah tulisan yang berjudul “APAKAH ROH KUDUS BEKERJA DALAM HIDUP KITA?” (bacaan tanggal 27-5-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2014.

Bacalah juga tulisan-tulisan yang berjudul “AKU PERGI KEPADA DIA YANG TELAH MENGUTUS AKU” (bacaan tanggal 7-5-13) dan “DUNIA YANG SALAH” (bacaan tanggal 15-5-12), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 26 Mei 2014 [Peringatan S. Filipus Neri, Imam]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KEHADIRAN YESUS KRISTUS SECARA BARU

KEHADIRAN YESUS KRISTUS SECARA BARU

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH VI [Tahun A], 25 Mei 2014)

THE LAST SUPPER - 101

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Sesaat lagi dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu akan melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukan-Nya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yoh 14:15-21)

Bacaan Pertama: Kis 8:5-8,14-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 66:1-7,16-20; Bacaan Kedua: 1Ptr 3:15-18

Yohanes Penginjil mempunyai kesukaan khusus untuk memperbandingkan dua hal yang saling berlawanan, misalnya: kegelapan vs terang (Yoh 1:5; 3:19;12:46); hidup vs mati (Yoh 11:25); daging vs roh (Yoh 3:6). Namun kehebatan Yesus Kristus adalah kenyataan bahwa dalam Dia segala konflik dapat diatasi, dan hal-hal yang saling bertentangan seperti disebutkan diatas dapat direkonsiliasikan.

Jadi, ketika Yohanes menulis tentang Yesus yang akan ditinggikan seperti Musa meninggikan ular di padang gurun (Yoh 3:14-15; bdk. Bil 21:9), sebenarnya pesan yang ingin disampaikannya adalah pesan bahwa Yesus akan ditinggikan di kayu salib untuk mati dan juga untuk kebangkitan-Nya kepada kehidupan baru. Maut (kematian) tidak lagi berkontradiksi dengan kehidupan, akan tetapi membawa kepada suatu kehidupan kekal. Misi yang dilihat mata manusia sebagai suatu “kegagalan” menjadi suatu momen kemenangan. Pohon kejatuhan kita menjadi pohon keselamatan. Dan, perpisahan Yesus dari kehadiran fisik diubah menjadi suatu kedatangan kehadiran-Nya yang lebih besar dan lebih dinamis.

Yesus berbicara mengenai “seorang” Penolong yang lain, seorang Penasihat [Yunani: Parakletos], yang akan tinggal bersama para murid-Nya selama-lamanya. Para murid tidak ditinggalkan tanpa pemimpin, pembimbing atau ayah: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Sesaat lagi dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu akan melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup” (Yoh 14:18-19). Ini adalah janji Yesus yang sangat mengejutkan tentang syering “relasi-Nya sendiri dengan Bapa surgawi” dengan kita. “Pada waktu inilah kamu akan tahu bahwa kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yoh 14:20).

ROH KUDUS - 000

Bacaan-bacaan Misa untuk masa Paskah terus membawa ke hadapan kita perubahan dari cara berpikir lama kepada cara berpikir yang baru: dari hidup lama yang ditinggalkan pada bejana air baptisan (ketika kita dibaptis) kepada hidup baru karena ikut ambil bagian dalam kebangkitan Yesus Kristus. Bagi rasul rasul atau murid-murid yang pertama, hal itu berarti berubah dari kontak mereka yang lama dengan Yesus secara fisik menjadi kontak-iman yang baru: perubahan dari melihat secara eksternal (seperti dunia melihat) kepada percaya dalam iman (jadi bersifat batiniah). Hal itu berarti bahwa mereka harus berubah, harus mengubah paradigma, dari mengikut seorang manusia yang mereka kagumi, kepada posisi sebagai anggota-Nya yang hidup dengan Roh-Nya dan misi-Nya.

Pertanyaan besar di balik cerita-cerita Paskah adalah: “Di mana Yesus dapat ditemukan?” Jawabnya adalah: “Janganlah mencari hal-hal yang eksternal atau tubuh fisik dari kehadiran-Nya. Ia tidak lagi ada di sana untuk dilihat mata kita, melainkan Ia sekarang hadir dalam komunitas umat beriman dan dalam diri setiap orang yang menjadi anggota komunitas tersebut.

Rahasia dari perubahan yang sedemikian adalah Roh Kudus, yaitu Roh Allah atau Roh Yesus sendiri. Kata “roh” berarti nafas (ruah dalam bahasa Ibrani). Udara yang kita hirup tidak dapat dilihat dengan mata, namun mutlak diperlukan. Kita dapat mati bila berada dalam situasi tanpa udara segar. Oleh karena kita selalu mencari ruangan di mana kita tidak akan merasa sesak dan susah-bernafas. Dengan udara segar kita dapat memperbaharui vitalitas kita.

Nah, nafas hidup Allah diberikan kepada kita dalam Roh Kudus. Kita menerima suatu panggilan untuk tidak lagi sekadar menjadi insani, Kita dipanggil untuk memperkenankan Allah hidup dalam diri kita, bekerja dalam diri kita dan mengasihi orang-orang lain lewat diri kita. Seperti kita ketahui, dalam pembaptisan kita memperoleh identitas baru: kita berada dalam relasi mendalam dengan ketiga Pribadi Ilahi dalam Allah Tritunggal Mahakudus.

DOA: Bapa surgawi, aku sangat dikasihi oleh Roh Kudus-Mu yang berdiam dalam diriku sehingga dibawa oleh-Nya ke dalam suatu hidup baru. Aku ikut ambil bagian dalam hidup Yesus Kristus, sabda-Mu sendiri yang sangat Kaukasihi, dengan demikian aku boleh berdoa bersama Dia, sabda-Mu sendiri yang sangat Kaukasihi, kepada Engkau sebagai Bapaku. Terima kasih Bapa, Engkau yang hidup dan berkuasa bersama Yesus Kristus dalam persekutuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:15-21), bacalah tulisan yang berjudul “SEORANG PENOLONG YANG LAIN” (bacaan tanggal 25-5-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2014.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 8:5-8,14-17), bacalah tulisan yang berjudul “PENTAKOSTA BAGI ORANG-ORANG SAMARIA” (bacaan tanggal 29-5-11), dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 21 Mei 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 141 other followers