Posts tagged ‘YOHANES PEMBAPTIS’

LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH!

LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH!

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA II [Tahun B], 18 Januari 2015)

PEMBUKAAN PEKAN DOA SEDUNIA UNTUK PERSATUAN UMAT KRISTIANI 

LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAHKeesokan harinya Yohanes berdiri di situ lagi dengan dua orang muridnya. Ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah!” Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka, “Apa yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya, “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Ia berkata kepada mereka, “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan dia, waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula menemui Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata, “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” (Yoh 1:35-42) 

Bacaan Pertama: 1Sam 3:3b-10,19; Mazmur Tanggapan: Mzm 40:2,4,7-10; Bacaan Kedua: 1Kor 6:13-15,17-20 

Marilah kita mencoba suatu pendekatan yang berbeda terhadap bacaan Injil hari ini. Marilah kita memohon Roh Kudus untuk membimbing kita (anda dan saya) selagi kita membayangkan ceritanya seakan terjadi di depan kita. Bayangkanlah Andreas. Dia adalah seorang murid dari Yohanes Pembaptis, namun dia juga adalah seorang nelayan. Kiranya Andreas adalah seorang yang sangat sibuk, namun dia masih menyediakan waktu untuk memelihara kehidupan spiritualnya karena dia dengan penuh semangat menanti-nantikan kedatangan sang Mesias. Itulah sebabnya mengapa Andreas begitu tertarik kepada Yohanes Pembaptis. Walaupun untuk itu dibutuhkan pengorbanan waktu dan juga upaya-upaya, Andreas merangkul ajaran Yohanes Pembaptis tentang pertobatan dalam rangka mempersiapkan suatu kunjungan istimewa dari Allah.

Sekarang, apa yang dikejarnya sudah semakin terasa dekat selagi Yohanes mendeklarasikan: “Lihatlah Anak Domba Allah!”  (Yoh 1:36). Dengan seorang murid Yohanes lainnya, Andreas lalu pergi mengikut Yesus (Yoh 1:37). Ia ingin menyediakan waktu bersama Yesus sehingga dengan demikian ia dapat mengkonfirmasikan dalam pikirannya apa yang telah dideklarasikan oleh Yohanes.

Marilah kita melanjutkan imajinasi kita selagi kita membayangkan Yesus berbincang-bincang sampai larut malam dengan Andreas dan murid Yohanes yang lainnya itu tentang ajaran Yohanes Pembaptis. Bayangkanlah Yesus mengkonfirmasi kata-kata yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis, namun Ia juga menyatakan kepada mereka berdua secara mendalam dan dengan kuasa, hal-hal yang belum pernah dipahami oleh mereka. Andreas dan kawannya kelihatannya telah diyakinkan oleh kata-kata Yesus, oleh sikap-Nya, dan oleh kehadiran-Nya. Barangkali masih banyak lagi yang harus dipelajari oleh Andreas dan kawannya, namun kiranya sudah cukuplah bagi mereka untuk diyakinkan bahwa Yesus memang layak dan pantas untuk diikuti.

the-holy-lamb-of-god-with-the-seven-rivers-tempera-on-wood-42-x-30cm-salesians-church-turin-italy-2002Sekarang, marilah kita membayangkan diri kita (anda dan saya) sedang berbicara dengan Yesus. Baiklah kita memformulasikan beberapa pertanyaan kita sendiri dan menuliskan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam buku catatan kita, lalu membayangkan Yesus menjawab pertanyaan-pertanyaan kita itu. Marilah kita menggunakan Kitab Suci untuk menambah “panas” imajinasi kita. Misalnya, bayangkanlah bahwa Yesus mengatakan kepada kita tentang segala janji Allah yang ada dalam Kitab Suci; tentang pembebasan dari dosa; atau tentang karunia Roh Kudus. Agar dapat mendengarkan kata-kata-Nya kita harus membuat hening pikiran kita. Segala sesuatu yang dialami oleh Andreas dan kawannya pada saat-saat mereka bersama Yesus dapat kita alami juga bila kita “datang dan melihat” (Yoh 1:39) dalam Perayaan Ekaristi dan dalam doa kita.

Allah sungguh ingin membuka hati kita bagi kasih-Nya sehingga dengan demikian kita – seperti Andreas dan kawannya – akan didorong untuk menemui para saudari-saudara kita lainnya dan berkata: “Kami telah menemukan Mesias” (Yoh 1:41), kemudian membawa mereka yang kita temui itu kepada Yesus. Untuk perbandingan, baiklah saudari-saudara mengingat apa yang dilakukan oleh perempuan Samaria setelah bertemu dengan Kristus di dekat sumur Yakub (Yoh 4:28-29). Allah dapat memberdayakan kita menjadi pewarta-pewarta Kabar Baik, asal saja hati kita terbuka bagi sentuhan-Nya yang penuh kasih.

DOA: Yesus, Engkau bertanya kepadaku mengapa aku mencari-Mu. Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam diriku sekarang dan tunjukkanlah kepadaku jawaban dari jiwaku. Sembuhkanlah aku di mana saja aku perlu disembuhkan sehingga aku dapat mengikut Engkau dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatanku, kemudian membawa orang-orang lain kepada-Mu. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Yesus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 1:35-42), bacalah tulisan yang berjudul “MARILAH DAN KAMU AKAN MELIHATNYA” (bacaan tanggal 18-1-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 11 Januari 2015 [Pesta Pembaptisan Tuhan] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PEMBAPTISAN TUHAN YESUS

PEMBAPTISAN TUHAN YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta Pembaptisan Tuhan – Minggu, 11 Januari 2015) 

BAPTISAN YESUS DI S. YORDAN  - 2Ia memberitakan demikian, “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripada aku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, langsung Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari surga, “Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.”(Mrk 1:7-11) 

Bacaan Pertama: Yes 55:1-11 atau Kis 10:34-38; Mazmur Tanggapan: Yes 12:2-6; Bacaan Kedua: 1Yoh 5:1-9 

Mengapa Yesus yang tanpa noda dosa itu “menyerahkan” diri-Nya untuk dibaptis-tobat oleh Yohanes? Karena pada saat baptisan itu Yesus menerima misi/perutusan-Nya sebagai hamba Allah yang menderita atas nama semua orang berdosa. Dengan menyerahkan diri-Nya penuh kerendahan hati untuk menerima pembaptisan oleh Yohanes, sebenarnya Yesus memberikan kepada kita suatu pertanda akan “baptisan” kematian-Nya yang penuh darah di kayu salib kelak, di mana demi cinta kasih-Nya, Dia memberikan hidup-Nya guna menebus dosa-dosa kita (Mrk 10:38,45).

Karena Yesus merendahkan diri-Nya sedemikian totalnya, maka Bapa-Nya mempermaklumkan dengan suara yang dapat didengar manusia, betapa berkenan Dia akan Yesus (Mrk 1:11). Roh Kudus pun hadir dan mengurapi Yesus untuk karya yang akan dimulai-Nya. Pada saat pembaptisan, Yesus menjadi sumber Roh Kudus bagi semua orang yang mau percaya kepada-Nya. Langit terkoyak, Roh Kudus turun dan ciptaan baru pun di-inaugurasi-kan.

BAPTISAN YESUS OLEH YOHANESKalau kita ingin mengalami kekuatan dan rahmat ciptaan baru ini dalam kehidupan kita sendiri, maka kita harus mengikuti contoh yang diberikan oleh Yesus. Santo Gregorius dari Nazianzen, seorang Bapa Gereja di abad IV memberikan kepada kita nasihat ini: “Marilah kita dikuburkan bersama Kristus oleh baptisan agar dapat bangkit bersama Dia. Marilah kita bangkit bersama-Nya agar dapat dimuliakan bersama Dia.”  Maka kalau kita ingin diubah, baiklah kita minta Roh Kudus untuk menempa diri kita masing-masing agar dapat terisi dengan kerendahan hati  sama, yang telah ditunjukkan Yesus pada saat pembaptisan-Nya. Kalau kita melakukannya, maka surga pun akan terbuka bagi kita.

Sesungguhnya Yesus selalu siap untuk memperbaharui kita dalam Roh-Nya dan mengurapi kita untuk misi/perutusan-Nya. Dia ingin sekali menjadikan kita “terang” dan “garam” bagi orang-orang di sekeliling kita (Mat 3:13,14). Yesus ingin agar cinta kasih-Nya dan kebenaran-Nya bersinar melalui diri kita sehingga orang-orang lain akan tersentuh oleh kebaikan-Nya. Marilah kita mohon kepada Tuhan agar memenuhi diri kita masing-masing dengan Roh Kudus agar kita dapat memancarkan sinar sukacita Injil kepada orang-orang di sekeliling anda.

DOA: Tuhan Yesus, penuhilah diriku dengan Roh Kudus-Mu. Perkenankanlah aku menemukan sukacita yang sejati selagi bekerja guna menyenangkan-Mu, seperti Engkau menemukan sukacita dalam berusaha menyenangkan Bapa di surga. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Midsa Misa hari ini (Mrk 1:7-11), bacalah tulisan dengan judul “YESUS DIBAPTIS” (bacaan untuk tanggal 11-1-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 9-1-12 dalam situs/blog PAX ET BONUM) 

Cilandak, 6 Januari 2015 [Peringatan B. Didakus Yosef dr Sadiz, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SEPERTI YOHANES PEMBAPTIS, KITA JUGA DIPANGGIL

SEPERTI YOHANES PEMBAPTIS, KITA JUGA DIPANGGIL

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Masa Natal – Sabtu, 3 Januari 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan Nama Yesus Yang Tersuci 

002-john-baptistKeesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksudkan ketika kukatakan: Kemudian daripada aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiri pun dulu tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”

Selanjutnya Yohanes bersaksi, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun dulu tidak mengenal-Nya, tetapi dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku. Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (Yoh 1:29-34) 

Bacaan Pertama: 1Yoh 2:29—3:6; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1,3-6 

Bayangkanlah bagaimana Yohanes Pembaptis dipenuhi dengan rasa sukacita ketika dia melihat Roh Kudus turun dari langit seperti merpati dan tinggal di atas-Nya. Janji Allah kepada Yohanes telah dipenuhi, dan ia pun digerakkan untuk membuat pernyataan: “Lihatlah  Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29,33). Panggilan hidup Yohanes, misi yang diberikan kepadanya oleh Bapa surgawi adalah untuk menjadi bentara Kristus, menunjukkan jalan kepada orang-orang untuk sampai kepada Yesus. Kristus telah dinyatakan kepadanya, dengan demikian Yohanes dapat memenuhi panggilan Allah tersebut.

Yohanes membaptis dengan air, dan dia mengetahui bahwa hal itu hanya dapat membersihkan untuk sementara saja. Kita hanya dapat membayangkan bagaimana Yohanes – setiap kali dia membaptis orang dengan air – menantikan dengan penuh pengharapan, Dia yang akan menghapus dosa dunia. Yohanes mengetahui bahwa dirinya memiliki kemampuan terbatas. Di sisi lain, Yesus adalah Putera Allah yang ilahi dan mahakuasa. Yohanes juga mengetahui bahwa Yesus telah datang tidak hanya untuk mengampuni dosa-dosa, melainkan juga untuk membaptis dengan Roh Kudus, sehingga dengan demikian memampukan semua orang untuk ikut ambil bagian dalam kehidupan ilahi.

YOHANES PEMBAPTIS MEWARTAKAN PERTOBATANSebagaimana halnya dengan Yohanes Pembaptis, kita semua juga dipanggil untuk menjadi pewarta-pewarta Injil Yesus Kristus. Dalam banyak hal, panggilan kita juga serupa dengan panggilan Yohanes. Lewat pewahyuan, kita pun sampai mengenal dan mengalami Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan sekarang telah diutus untuk membawa orang-orang kepada Yesus. Seperti Yohanes, kita pun dipanggil untuk menunjukkan orang-orang jalan kepada Yesus, dan untuk dan mengatakan kepada mereka bahwa melalui Dia semua dosa mereka dapat diampuni. Seperti halnya Yohanes, kita pun dipanggil untuk menerangkan tentang kuat-kuasa Roh Kudus untuk mengubah hidup mereka.

Baiklah kita (anda dan saya) menanggapi secara positif panggilan Allah tersebut, namun untuk itu kita membutuhkan rahmat-Nya untuk mengasihi dan memperhatikan dengan penuh bela rasa orang-orang yang kita jumpai, dan menceritakan kepada mereka siapa sebenarnya Yesus itu. Kita dapat memberi kesaksian tentang “seorang” Allah yang berbelas kasih dan mahasetia, dan Dia adalah Allah yang hidup. Kita dapat mendorong dan menyemangati orang-orang untuk mencari Tuhan. Namun kita tidak memiliki kuasa untuk mengampuni dosa-dosa, memberikan hidup baru, atau menyatakan Yesus. Hanya Allah yang dapat melakukan hal-hal ini.

Dengan keyakinan penuh dalam hasrat Allah untuk membawa setiap orang ke dalam Kerajaan-Nya, marilah kita menjadi instrumen-instrumen yang rendah hati melalui siapa Allah dapat bekerja untuk merestorasi anak-anak-Nya yang dikasihi-Nya. Marilah kita mendoakan mereka yang kita Injili dan percaya bahwa Allah dapat bekerja melalui diri kita. Jika kita melakukan hal ini, maka kita akan menolong banyak orang untuk berjalan menuju suatu suatu hidup yang sepenuhnya baru.

DOA: Datanglah, ya Roh Kudus! Ajarlah dan berdayakanlah diriku selagi aku  menunjukkan kepada orang-orang lain jalan untuk bertemu dengan Yesus, sang Anak Domba Allah. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Yoh 2:29-3:6), bacalah tulisan yang berjudul “RENCANA ALLAH YANG SEMPURNA DIPENUHI MELALUI YESUS” (bacaan tanggal 3-1-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 30 Desember 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YOHANES PEMBAPTIS

YOHANES PEMBAPTIS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Basilius Agung & S. Gregorius dr Nazianze, Uskup-Pujangga Gereja – Jumat, 2 Januari 2015) 

john-baptist-lds-art-parson-39541-print

Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia, “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias.” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapa? Apakah engkau Elia?” Ia menjawab, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Karena itu kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawabnya, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan!’ seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.”

Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, “Kalau demikian, mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab mereka, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”

Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, tempat Yohanes membaptis. (Yoh 1:19-28) 

Bacaan Pertama: 1Yoh 2:22-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4

Apabila kita berpikir tentang Yohanes Pembaptis, kita cenderung untuk membayangkan seorang nabi bermata liar yang berseru-seru dengan suara keras tentang dosa dan kebenaran. Namun kita ketahui bahwa Yohanes bukanlah seorang pertapa di padang gurun yang berkhotbah melawan segala macam dosa manusia. Dia sama sekali tidak out of touch dengan situasi di sekelilingnya. Dia tahu benar peristiwa-peristiwa apa saja yang sedang atau baru saja terjadi, misalnya skandal Raja Herodus Antipas dengan Herodias, atau cara-cara para serdadu dan pemungut cukai masa itu menyalahgunakan kekuasaan mereka. Jelas, Yohanes Pembaptis memahami apa artinya hidup di dalam “dunia nyata”.

Yohanes belum memisahkan dirinya secara penuh dari dunia. Sebaliknya, keprihatinan-keprihatinan orang-orang Yahudi memperoleh tempat yang penting dalam hatinya. Sungguh benar bahwa Yohanes dibimbing oleh Roh Kudus ke padang gurun, di mana dia berdoa berjam-jam lamanya dan memeditasikan sabda Allah dalam Kitab Suci. Sesungguhnya, keseluruhan hidupnya berakar pada sabda Allah dan menyesuaikan diri dengan Roh Kudus. Dibakar oleh kasihnya kepada Allah dan keprihatinannya terhadap siatuasi-situasi yang terjadi di sekelilingnya, Yohanes mewartakan sabda Allah dengan jelas dan dengan penuh keberanian.

Karena dia berdoa dan mendengarkan suara Roh Kudus, Yohanes diberdayakan untuk dapat menafsirkan secara profetis (kenabian) peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Dia mewartakan pembaptisan tobat dan conversion moral karena dia tahu bagaimana Allah ingin bertindak dalam situasi-situasi yang dibawakan kepada-Nya dalam doa. Inilah sebabnya mengapa orang banyak datang berduyun-duyun untuk mendengar khotbahnya dan menerima untuk dibaptis olehnya. Jika Yohanes hanya menyampaikan pesan yang tidak jelas tentang dosa dan kebutuhan untuk melakukan yang lebih baik, maka kiranya dia tidak akan membawa efek yang sedemikian penuh dengan kuat-kuasa atas diri orang banyak.

Seperti telah dilakukan-Nya atas diri Yohanes, Allah kadang-kadang akan membawa kita kepada saat-saat hening di mana kita dapat menggumuli sabda-Nya. Namun Allah juga akan menunjukkan kepada kita sikon sesungguhnya yang kita hadapi sehingga kita pun dapat berbicara secara profetis dan spesifik kepada orang-orang di sekeliling kita. Bukankah Yohanes merupakan “model” sempurna untuk evangelisasi? Oleh karena itu, kita tidak boleh mundur! Kita tidak boleh merasa jauh dari dunia di sekeliling kita! Kita harus melibatkan diri dan tetap mempunyai informasi yang up-to-date.

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, marilah kita (anda dan saya) mulai memusatkan pandangan kita pada Yesus, dan kita mohon agar Roh Kudus memberikan kepada kita hati yang memiliki kerinduan untuk mensyeringkan Injil-Nya dengan orang-orang lain. Selagi kita melakukan hal itu, kita pun membawa dunia ke dalam terang dan hikmat Kristus.

Santo Basilios Agung, uskup di Kaisarea (330-379) dan Santo Gregorios, uskup di Nazianze (329-389) yang kita peringati hari ini adalah dua orang sahabat yang merupakan para teolog dan pujangga Gereja yang tersohor. Tugas pelayanan mereka sehari-hari, termasuk membela ajaran-ajaran Gereja terhadap serangan-serangan dari kelompok bid’ah, semua berkenan di mata Allah, karena mereka tetap tinggal di dalam Kristus pada situasi apa pun yang dihadapi.

DOA: Tuhan Yesus, bukalah mataku agar dapat melihat seperti Engkau melihat segala sesuatu. Berikanlah kepadaku sebuah hati yang berbela rasa dan penuh kasih, sehingga dengan demikian aku dapat dengan berani mewartakan Injil-Mu kepada mereka yang berada di sekelilingku. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 1:19-28), bacalah tulisan yang berjudul “KARUNG YANG PENUH DENGAN ULAR-ULAR” (bacaan untuk tanggal 2-1-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 29 Desember 2014 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PERSIAPKANLAH JALAN UNTUK TUHAN

PERSIAPKANLAH JALAN UNTUK TUHAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Rabu, 24 Desember 2014)

Zechariah and ElizabethZakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia datang untuk menyelamatkan umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,  – seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus – untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapak leluhur kita bahwa ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di dihadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, yang dengannya Ia akan datang untuk menyelamatkan kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang tinggal dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.” (Luk 1:67-79)

Bacaan pertama: 2Sam 7:1-5,8b-12,16; Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-5,27,29

“Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya” (Luk 1:76).

Di sini Zakharia berbicara mengenai anaknya – Yohanes Pembaptis – dan kita tidak-bisa-tidak – akan langsung membayangkan seorang laki-laki muda yang tinggal di padang gurun, kulitnya kiranya berwarna kecoklat-coklatan karena teriknya matahari dan juga cuaca yang khas di sana, seorang laki-laki yang kelihatan memiliki fisik yang kuat dan berotot …… kelihatannya agak aneh namun penuh wibawa …… dia memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit  …… makanannya belalang dan madu hutan. 

Yohanes datang ke seluruh  daerah Yordan dan memberitakan baptisan tobat untuk pengampunan dosa, seperti ada tertulis dalam kita nubuat-nubuat Yesaya: “Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang  berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan” (Luk 3:3-6).

john-baptist-lds-art-parson-39541-printJalan-jalan dibersihkan dan dilebarkan guna menyambut kedatangan sang Raja Mesias. Sungguh sang Raja sudah tiba! Namun apakah orang-orang sudah siap untuk bertemu dengan sang Raja? Santo Gregorius Agung mengamati bahwa negeri tempat tinggal umat Allah kelihatannya tidak siap. Dari hal-hal yang khasat mata saja, sementara kekaisaran Roma mempunyai seorang penguasa, tanah Palestina yang kecil pada waktu itu mempunyai empat orang penguasa dengan daerah kekuasaan masing-masing. Secara spiritual, mereka tidak ada kaitannya dengan sang Mesias. Seperti dikatakan Yohanes dalam Injilnya: “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan melalui Dia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya” (Yoh 1:10). Tidak ada penyambutan bagi kedatangan-Nya, apalagi penyambutan dengan karpet merah sebagaimana layaknya menyambut seorang VVIP.

Berbahagialah mereka yang hatinya sudah siap untuk menerima Allah mereka, mereka yang membuat lurus jalan Allah ke dalam kehidupan mereka.

DOA: Tuhan Yesus, apabila Engkau datang ke dalam hatiku dalam Sakramen Ekaristi, Engkau barangkali akan tersandung karena terdapat banyak potongan-potongan ubin yang hilang dalam bagian lantai jiwaku, namun Engkau akan melihat sebuah rumah yang sedang mengalami reparasi. Aku tahu bahwa Engkau akan banyak melakukan pekerjaan reparasi: menutup lubang-lubang yang ada, dan membersihkan segala kotoran yang ada dalam rumah jiwaku. Aku mengetahui bahwa Engkau adalah seorang tukang kayu handal dari Nazaret, dan berabad-abad lamanya Engkau mengunjungi umat-Mu dan telah berhasil membersihkan dan memperbaharui banyak sekali rumah jiwa mereka sehingga mencapai kondisi yang sangat mengagumkan. Dengan demikian mereka pantas disebut saudari-saudara-Mu dan anak-anak Bapa surgawi. Amin

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 1:67-79), bacalah tulisan yang berjudul “UNTUK MEMPERSIAPKAN JALAN BAGI-NYA” (bacaan tanggal 24-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (2Sam 7:1-5,8b-12,16), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “MEMPERKENANKAN JANJI ALLAH MEMENUHI DIRI KITA” (bacaan tanggal 24-12-13) dan “ISRAEL SELALU ADA DALAM HATI ALLAH” (bacaan untuk tanggal 24-12-11), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 19 Desember 2014 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MEMBUAT BANYAK ORANG ISRAEL BERBALIK KEPADA ALLAH

MEMBUAT BANYAK ORANG ISRAEL BERBALIK KEPADA ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Jumat, 19 Desember 2014)

stdas0276Pada zaman Herodes, raja Yudea, ada seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya hidup benar di hadapan Allah dan menuruti segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Pada suatu kali, waktu tiba giliran kelompoknya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk  ke dalam Bait Suci dan membakar dupa di situ. Pada waktu pembakaran dupa, seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Lalu tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran dupa. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan dia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus sejak dari rahim ibunya dan ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka. Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati para bapak berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar. Dengan demikian ia menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu, “Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.” Jawab malaikat itu kepadanya, “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara kepadamu untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai hari ketika semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya kepada perkataanku yang akan dipenuhi pada waktunya.” Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, dan ia tetap bisu. Ketika selesai masa pelayanannya, ia pulang ke rumah.

Beberapa lama kemudian Elisabet, istrinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (Luk 1:5-25)

Bacaan pertama: Hak 13:2-7.24-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 71:5-6,16-17

“Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka” (Luk 1:16).

john-baptist-lds-art-parson-39541-printDari sejak kelahirannya, Yohanes Pembaptis sudah dipisahkan untuk menjadi seorang nabi dan bentara sang Mesias. Selagi dia bertumbuh dalam relasinya dengan Tuhan, Yohanes Pembaptis menjadi simbol hidup dari pengharapan bagi semua orang yang berjumpa dengan dirinya. Walaupun dia berbicara secara agresif tentang keadilan dan kekudusan Allah, panggilan Yohanes Pembaptis kepada orang-orang untuk bertobat secara spesifik memusatkan perhatian pada belas kasih Allah. Melalui pertobatan, Yohanes Pembaptis mengajak/mengundang mereka untuk melepaskan beban berat dosa-dosa mereka dan kembali dengan penuh sukacita kepada Tuhan Allah.

Selama pelayanan Yohanes Pembaptis, banyak orang masih belum sadar dan tidak memahami bahwa janji-janji Allah akan segera dipenuhi dan jalan satu-satunya bagi mereka untuk dapat menerima belas kasih Allah adalah melalui pertobatan. Itulah sebabnya mengapa Yohanes mempersiapkan jalan dengan memanggil Israel agar mengakui dosanya dan menerima pengampunan. Allah senantiasa siap untuk membebaskan umat-Nya dari beratnya beban-beban mereka. O betapa Dia rindu melihat kita melepaskan apa saja yang menghalangi kita untuk mendekat kepada-Nya dan menerima berkat-berkat-Nya.

Apakah aneh apabila kita melihat orang-orang menjadi penuh sukacita disebabkan oleh khotbah Yohanes Pembaptis tentang pertobatan? Seringkali tanggapan kita ketika melihat dosa dalam dunia atau dalam kehidupan kita sendiri adalah ketiadaan pengharapan. Namun, apabila diinspirasikan oleh Roh Kudus, maka panggilan untuk melakukan pertobatan menjadi suatu undangan untuk memulihkan relasi kita dengan Bapa surgawi. Kelekatan kita pada dosa-dosa dan kelemahan-kelemahan kita dapat memblokir penerimaan kita akan karunia yang paling berharga, yaitu pengampunan mutlak dari Bapa surgawi yang penuh belas kasih, yang sangat mengasihi kita. Dengan karunia indah ini, kesedihan kita dapat digantikan dengan pengharapan.

Pengakuan dosa lewat sakramen rekonsiliasi adalah suatu cara yang mempunyai kuat-kuasa guna mempersiapkan kedatangan Tuhan dalam masa Adven ini. Ketika kita mengambil keputusan untuk kembali kepada Allah, maka diri kita dibersihkan secara lengkap. Tidak ada sedikit pun noda yang tersisa. Belas kasih Allah hampir tidak berarti apa-apa bagi kita, jika kita tidak mengalaminya secara pribadi. Sekarang, apa lagi yang kita nantikan? Marilah kita mendatangi kamar pengakuan dan berjalan keluar dalam persekutuan dengan Allah. Kita dapat mengandalkan rahmat-Nya selagi kita mencari pengampunan-Nya. Allah dapat menyatakan kasih-Nya yang besar secara paling baik dalam hati yang bertobat.

DOA: Bapa surgawi, Engkau adalah Allah yang berbelas kasih. Aku telah meninggalkan kebaikan-Mu dan sekarang ingin kembali kepada-Mu dengan mengakui segala dosa-dosaku. Aku sungguh rindu agar dapat direkonsiliasikan secara penuh dengan Engkau, dan aku sadar bahwa inilah yang Kaukehendaki dari diriku. Ya Bapa, ampunilah aku orang berdosa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 1:5-25), bacalah tulisan yang berjudul “MENARUH KEPERCAYAAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH” (bacaan tanggal 19-12-14) dalam situs/blog  PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 14-12  PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Cilandak, 16 Desember 2014

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SIAPAKAH ENGKAU ??? [2]

SIAPAKAH ENGKAU ??? [2]

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN III [Tahun B], 14 Desember 2014)

images (15)Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk bersaksi tentang terang itu, supaya merelalui dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus bersaksi tentang terang itu.

Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia, “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias.” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapa? Apakah engkau Elia?” Ia menjawab, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Karena itu kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawabnya, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan!’ seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.”

Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, “Kalau demikian, mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab mereka, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”

Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, tempat Yohanes membaptis. (Yoh 1:6-8,19-28)

Bacaan Pertama: Yes 61:1-2a,10-11;Mazmur Tanggapan: Luk 1:46-50,53-54; Bacaan Kedua: 1Tes 5:16-24 

YOHANES PEMBAPTIS - 3Para petinggi agama Yahudi di Yerusalem kelihatannya risau memikirkan Yohanes Pembaptis. Apakah yang dikhotbahkan oleh “orang  aneh ini”? Apa yang dilakukannya sejak ia muncul di padang gurun? Menurut Yohanes siapakah dirinya sebenarnya? Pertanyaan besar yang ada dalam pikiran mereka adalah tentang sang Mesias, Kristus. Apakah zaman Mesianis sudah dimulai? Oleh karena itu mereka mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepada Yohanes Pembaptis untuk menanyakan dia, “Siapakah engkau?” Jawaban akhir Yohanes: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan!’ seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya” (Yoh 1:23).

Duabelas abad kemudian pertanyaan yang sama diajukan kepada Fransiskus dari Assisi. Dia baru saja memulai “petualangan” rohaninya, baru saja meninggalkan “dunia uang” dari ayahnya, Pietro Bernardone. Pada waktu itu Fransiskus sedang melakukan perjalanan seorang diri (sesuatu yang tidak pernah dilakukannya lagi begitu Tuhan Allah memberikan kepadanya saudara-saudara) melalui hutan, sambil melambungkan lagu-lagu pujian bagi Allah dalam bahasa Perancis, ketika tiba-tiba dia diserang oleh beberapa orang penyamun. Ternyata mereka salah hitung karena orang yang bersosok kecil korban perampokan itu benar-benar miskin – tak memiliki apa-apa yang pantas untuk dirampas dari dirinya. Mereka bertanya kepada si kecil-miskin itu, “Siapakah engkau?”  Ini adalah pertanyaan mengenai identitas! Diinspirasikan oleh Roh Kudus, Fransiskus menjawab: “Aku adalah bentara sang Raja Agung.”  Kemudian Fransiskus dipukuli para penyamun itu dan ia pun dilemparkan ke dalam lubang yang dalam penuh salju (lihat 1Cel 16).

Yohanes Pembaptis dan Fransiskus (nama permandiannya juga Yohanes Pembaptis) merasa berbahagia untuk mengidentifikasikan diri mereka dalam kaitannya dengan Yesus Kristus. Patut dicatat di sini bahwa semua orang yang telah dibaptis diidentifikasikan sebagai orang-orang Kristiani – pengikut Kristus, sang Terurapi, Mesias yang telah dijanjikan itu.

Yesus ada di tengah-tengah kita …… Dia ada di dalam diri kita …… akan tetapi Dia tetap tidak dikenal apabila kita tidak memandang diri kita sebagai bentara-Nya dan menjadi saksi-Nya lewat kehidupan kita. Sesungguhnya kita semua yang telah dibaptis dipanggil untuk menjadi saksi-saksi-Nya.

Bayangkanlah keberadaan orang-orang Yahudi zaman kita ini. Apakah kiranya yang ada dalam pikiran mereka tentang kita dan iman-kepercayaan yang kita hayati? Adalah adil jika kita berpikir bahwa setiap orang Yahudi berhak untuk melihat perikehidupan kita dan komunitas Kristiani kita dan bertanya kepada kita apakah tanda-tanda sang Mesias sungguh ada di tengah-tengah kita. Ingatlah selalu bahwa Yesus ada di tengah-tengah kita …… tak dikenal …… kalau kita tidak bersaksi tentang diri-Nya.

stf01010Oleh karena itu, selagi kita menyiapkan diri untuk Sakramen Rekonsiliasi dalam masa Adven ini, marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, “Siapakah engkau?” Apakah aku sungguh merupakan suara yang menyiapkan jalan Kristus bagi orang-orang lain? Apakah aku seorang saksi Kristus dalam keluargaku sendiri, di tempat aku bekerja, dalam kehidupan sosialku, dalam tutur-kataku ketika berkomunikasi dengan sesamaku, dalam sikap politikku, prasangka yang kumiliki? Apakah aku merasa malu akan identitas Kristianiku ketika menghadapi tantangan dari luar? Apakah aku bangga untuk diketahui orang lain bahwa aku sungguh berniat untuk menghayati nilai-nilai Injili? Apakah aku sungguh merasakan kehadiran Allah yang membuat Fransiskus dengan penuh sukacita melambungkan puji-pujiannya bagi-Nya? Kemudian, ketika kita melihat kualitas kehidupan kita sebagai umat Kristiani dalam masyarakat, dapatkah kita menunjukkan kepada para penanya Yahudi itu bahwa kita memiliki semua tanda kehadiran Mesias: (a) sebuah komunitas yang membawa terang ke tengah kehidupan yang penuh kegelapan ini; (b) yang membawakan suara Allah yang penuh sukacita bagi telinga-telinga yang tuli terhadap kebaikan; (c) yang membawa pengharapan bagi semua orang yang terpenjara atau diperbudak oleh salah satu bentuk kecanduan, apakah seks, narkoba dlsb.; (d) yang membawa kesembuhan bagi mereka yang menderita sakit dan luka, baik fisik maupun batin; (e) yang membawa kehidupan bagi mereka yang mengalami depresi dan hampir mati; (f) dan yang membawa kabar baik keadilan bagi orang-orang miskin?

Menurut Yesus, itulah tanda-tanda kehadiran dan kemenangan sang Mesias. Apakah tanda-tanda itu terlihat dalam hidup kita dan dalam komunitas kita? Yesus ada di tengah-tengah kita …… tidak dikenal …… kalau kita tidak bersaksi tentang diri-Nya!

DOA: Tuhan Yesus, dari zaman ke zaman Engkau telah mengurapi umat-Mu dengan Roh Kudus-Mu agar dapat menjadi saksi-saksi-Mu yang tangguh dalam memberitakan Kabar Baik-Mu ke tengah-tengah dunia. Biarlah lewat karya Roh Kudus dalam diriku pada hari ini,  aku dapat memuliakan nama-Mu, lewat kata-kata dan tindakanku. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Yoh 1:6-8,19-28), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPAKAH ENGKAU ???” (bacaan untuk tanggal 14-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 11-12-11 dalam situs/blog PAX ET BONUM) 

Cilandak, 10 Desember 2014 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 144 other followers