SIAPA SAJA YANG INGIN MENJADI BESAR DI ANTARA KAMU, …

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Minggu Biasa XXIX [TAHUN B] – 18 Oktober 2015)

Hari Minggu Evangelisasi 

KONFLIK DGN ORANG FARISI DLL. - YESUS MENGECAM - MAT 23Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, kami harap Engkau melakukan apa pun yang kami minta dari Engkau!” Jawab-Nya kepada mereka, “Apa yang kamu kehendaki Kuperbuat bagimu?”  Lalu kata mereka, “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”  Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum atau dibaptis dengan baptisan yang harus kuterima?”  Jawab mereka, “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka, “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya hal itu telah disediakan.”  Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Lalu Yesus memanggil mereka dan berkata, “Kamu tahu bahwa mereka yang diakui sebagai pemerintah bangsa-bangsa bertindak sewenang-wenang atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”   (Mrk 10:35-45) 

Bacaan Pertama: Yes 53:10-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:4-5,18-20,22; Bacaan Kedua: Ibr 4:14-16

Ini adalah perjalanan-Nya untuk terakhir kalinya ke Yerusalem dan Yesus secara terbuka mempersiapkan ke duabelas rasul/murid-Nya untuk peristiwa-peristiwa penting yang menyangkut hari-hari terakhir-Nya di atas bumi. Yesus bernubuat bahwa diri-Nya “akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa lain, dan Ia akan diolok-olok, diludahi, dicambuk dan dibunuh, tetapi sesudah tiga hari Ia akan bangkit” (Mrk 10:33-34). Sekarang, Yesus siap untuk menjawab pertanyaan apa saja dari para murid-Nya tentang “nasib”-Nya yang kelihatan tragis ini. Pada momen yang sensitif ini, Yesus juga mencari dukungan dari mereka, yaitu para sahabat terdekat-Nya.

Kemudian, kesunyian penuh ketegangan dirusak oleh dua orang bersaudara anak-anak Zebedeus, yaitu Yakobus dan Yohanes, hal mana menunjukkan bahwa mereka berdua sungguh belum mampu menangkap pesan dari Mesias yang menderita dan hanya memikirkan dan memandang Dia sebagai seorang raja penakluk yang penuh kejayaan.  Mereka berdua meminta tempat-tempat kehormatan (mungkin sebagai “menko perekonomian” dan “menko hankam”) dalam Kerajaan-Nya yang didirikan tidak lama lagi – yang satu duduk di sebelah kanan-Nya dan yang lain duduk di sebelah kiri-Nya. Permintaan mereka yang diajukan secara mendadak dan didorong oleh ambisi yang tidak sehat tentunya menyedihkan bagi Yesus, yang selama itu telah menempatkan diri-Nya sebagai seorang pelayan/hamba, namun sekarang diminta untuk memberikan posisi kehormatan dan bermartabat kepada para murid-Nya. Sepuluh orang murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tidak mengherankanlah apabila Lukas tidak memasukkan insiden tidak sedap ini dalam Injilnya. Di lain pihak, dalam Injilnya, Matius menyebut bahwa ibunda dari dua bersaudara itulah yang mengajukan “permohonan kurang ajar” tersebut kepada Yesus, jadi bukan mereka berdua (lihat Mat 20:20-28).

Apa pun yang sesungguhnya terjadi, dan siapa pun yang mengajukan permohonan itu kepada Yesus, satu hal yang jelas. Yesus memberitahukan Yakobus dan Yohanes dan para rasul/murid yang lain bahwa mereka dipanggil untuk menderita bersama-Nya.

Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan-Nya itu berbeda apabila dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan di dunia.  Mereka yang diakui sebagai pemerintah bangsa-bangsa bertindak sebagai tuan atas rakyatnya, dan para pembesarnya bertindak sewenang-wenang atas mereka. Namun di dalam Gereja orang-orang besarnya adalah justru mereka yang melayani orang-orang lain. (Mrk 10:42-43). Yesus bersabda: “Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan siapa saja yang ingin menjadi yang pertama di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya” (Mrk 10:43-44).  Jadi, satu-satunya cara bagi kita untuk dapat ikut serta dalam kemuliaan Yesus adalah pertama-tama ikut ambil bagian dalam penderitaan sengsara-Nya.

Berlawanan dengan beberapa pandangan modern, penderitaan bukanlah hukuman, demikian pula kehormatan bukan selalu merupakan karunia dari Allah. Kita harus secara konstan terus membuat jelas standar-standar yang mana yang kita ikuti. Seperti Yakobus dan Yohanes, kita mungkin menjadi tidak sensitif terhadap jalan-jalan Allah dengan mencoba menjadi sangat penting dalam cara-cara duniawi. Bukankah kita kadang-kadang bersenandung “I’m number one”, paling sedikit secara diam-diam? Di mana kita dapat menemukan “orang-orang nomor satu” dari Tuhan? Tidak perlu mereka duduk dalam posisi-posisi tinggi dan memegang otoritas, tetapi justru mereka adalah para pelayan yang bekerja keras dalam masyarakat. Renungkanlah hidup pribadi-pribadi seperti S. Fransiskus dari Assisi, S. Vincentius a Paolo, S. Damien dari Molokai, B. Ibu Teresia dari Kalkuta dlsb.

DOA: Tuhan Yesus, buatlah hatiku seperti hati-Mu. Anugerahilah aku cintakasih dan keberanian untuk mampu melihat melampaui diriku sendiri dan untuk melayani orang-orang lain dengan penuh kemurahan hati, seperti Engkau sendiri telah lakukan. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 10:35-45), bacalah tulisan yang berjudul “DAPATKAH KAMU MEMINUM CAWAN YANG HARUS KUMINUM?” (bacaan tanggal 18-10-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2015. 

Cilandak,  15 Oktober 2015 [Peringatan S. Teresia dr Avila, Perawan & Pujangga Gereja] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements