HATI YESUS YANG PENUH DENGAN BELA RASA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa V – Sabtu, 11 Februari 2017)

HARI ORANG SAKIT SEDUNIA, Peringatan SP Maria dari Lourdes 

1-pppas0108Pada waktu itu ada lagi orang banyak jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini, karena sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” Murid-murid-Nya menjawab, “Bagaimana di tempat yang terpencil ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Yesus bertanya kepada mereka, “Kamu punya berapa roti?” Jawab mereka, “Tujuh.” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya mereka menyajikannya, dan mereka pun menyajikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan kecil, dan sesudah mengucap syukur atasnya, Ia menyuruh menyajikannya pula. Mereka pun makan sampai kenyang. Kemudian mereka mengumpulkan potongan-potongan roti yang lebih, sebanyak tujuh bakul. Jumlah mereka kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pergi. Ia segera naik ke perahu bersama murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta. (Mrk 8:1-10) 

Bacaan Pertama: Kej 3:9-24; Mazmur Tanggapan: Mzm 90:2-6,12-13 

Yesus dan para murid-Nya sudah berada di daerah orang non-Yahudi (kafir) untuk sekian lamanya. Di sana Dia mencurahkan perhatian-Nya pada orang-orang yang dipandang sebagai pendosa dan termarjinalisasikan oleh masyarakat. Kendati demikian, Yesus memperlakukan setiap orang dengan penuh kasih dan mengundang mereka semua agar memperoleh keselamatan. Kabar yang tersebar tentang bagaimana Yesus telah mengusir roh jahat dari puteri perempuan keturunan Siro-Fenisia (Mrk 7:24-30) dan penyembuhan seorang yang menderita gagap-tuli (Mrk 7:31-37) telah berhasil menarik orang-orang dalam jumlah yang banyak, untuk mengikuti Dia sampai ke tempat yang jauh dari keramaian kota di mana mereka dapat mendengar Dia mengajar. Sekarang sudah tiga hari lamanya orang banyak itu bersama Yesus, dan mereka sudah kehabisan makanan.

Dari sedikit roti dan ikan yang tersedia, Yesus memberi makan 4.000 orang yang boleh makan sampai kenyang. Orang-orang menjadi “hepi” dan ujung-ujungnya masih ada sisa sebanyak tujuh bakul. Sebelumnya Markus menarasikan cerita penggandaan makanan untuk 5.000 orang laki-laki (jadi totalnya tentu lebih banyak) yang terjadi di daerah orang Yahudi (lihat Mrk 6:34-44). Dengan menggambarkan pemberian makan kepada 4.000 orang di daerah orang “kafir”, Markus ingin mengatakan bahwa Yesus tidak hanya datang kepada orang-orang Yahudi, melainkan juga kepada orang-orang non-Yahudi. Markus ingin mengatakan, bahwa Yesus mengasihi semua orang, semua sama pentingnya bagi diri-Nya.  Laki-laki atau perempuan, rohaniwan atau awam, kaya atau miskin, sehat atau sakit – Yesus mengasihi kita dan sangat berhasrat untuk menyelamatkan kita. Kita semua penting di mata-Nya dan dari atas kayu salib Dia menumpahkan darah-Nya bagi kita masing-masing.

Cerita mukjizat penggandaan roti dan ikan ini oleh Markus dimaksudkan sebagai suatu penggambaran awal dari Ekaristi, Roti Kehidupan. Seperti apa yang dilakukan-Nya pada perjamuan akhir, di sini juga Yesus mengucap syukur, memecah-mecahkan  roti dan memberikannya kepada para pengikut-Nya (lihat Mrk 8:6; 14:22). Dalam Ekaristi, Yesus memberi makan kepada kita secara spiritual, memberikan diri-Nya kepada kita dan menyegarkan kita, seperti Dia menyegarkan orang banyak itu.

Yesus mengasihi kita masing-masing. Kita seharusnya tidak pernah boleh merasa “tidak penting” atau “tidak diinginkan” untuk hadir pada meja perjamuan-Nya. Kita semua berharga di mata-Nya dan Ia berhasrat untuk mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua secara berlimpah, memberi makan dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita. Kita tidak perlu merasa khawatir tentang posisi kita. Yang harus kita lakukan hanyalah dengan tulus membuka hati kita dan memperkenankan Dia masuk ke dalam hati kita. Dia pasti akan memuaskan hati yang paling haus dan lapar.

DOA: Tuhan Yesus, tariklah kami agar mendekat pada-Mu dan segarkanlah kami dengan makanan surgawi dari-Mu. Lipat-gandakanlah rahmat-Mu dalam diri kami semua sehingga kami diberdayakan untuk berbagi kasih-Mu dengan orang-orang di sekeliling kami. Tuhan Yesus, jadikanlah hati kami seperti hati-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 8:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “SISA ROTI SEBANYAK TUJUH BAKUL” (bacaan tanggal 11-2-17), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2010)

Cilandak,  8 Februari 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements