BAPA SURGAWI

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA VIII [TAHUN A], 26 Februari 2017  

560jesus“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Karena itu, Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir tentang hidupmu, mengenai apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula tentang tubuhmu, mengenai apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu di surga. Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambah sehasta saja pada jalan hidupnya? Mengapa kamu khawatir mengenai pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi, jika demikian Allah mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Karena itu, janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Karena itu, janganlah kamu khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Mat 6:24-34) 

Bacaan Pertama: Yes 49:14-15; Mazmur Tanggapan: Mzm 62:2-3,6-9; Bacaan Kedua: 1Kor 4:1-5

Betapa sering Yesus mengatakan kepada para murid-Nya (termasuk kita) bahwa kita mempunyai seorang Bapa yang mahatahu dan mahakasih. Malah Yesus melangkah lebih jauh lagi dengan mengatakan, bahwa kita tidak perlu merasa khawatir tentang apa yang hendak kita makan, minum atau pakai, karena “Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:32-33).

Pada waktu belajar di sekolah dahulu, barangkali kita diajarkan bahwa “Allah adalah Pengada tertinggi” dan “Roh murni” dan “Pencipta yang mahakuasa.” Yang paling sulit dicerna adalah bahwa Allah adalah “Bapa” kita, yang sungguh-sungguh adalah ‘seorang’ ayah dalam artiannya yang paling riil dan indah. Artinya, Dia – yang adalah Khalik langit dan bumi itu – mengenal diriku dan mengasihiku secara total-lengkap, setiap aspek keberadaanku dan segalanya yang kubutuhkan, jauh lebih baik daripada yang aku sendiri ketahui serta pahami.

Yesus mendesak terus bahwa Bapa-Nya itu adalah Bapa kita semua, “yang ada di surga”. Yesus ingin meyakinkan kita bahwa Bapa surgawi sangat mengasihi kita, seperti Yesus sendiri mengasihi kita (Yoh 17:23). Putera datang untuk menyatakan Bapa-Nya (Yoh 17:6). Ketika mengajar di Bait Allah, Yesus menanggapi salah satu pertanyaan orang-orang Farisi: “Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku” (Yoh 8:19). Dalam salah satu kesempatan Yesus bersabda: “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya (Mat 11:27). Dalam doa-Nya kepada Bapa surgawi sebelum sengsara dan kematian-Nya, Yesus berkata: “Segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari Engkau dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh 17:8). Kepada para pemuka Yahudi, Yesus bersabda: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Yoh 5:24).

Dalam kasih Bapa dan Yesus bagi kita, kita memang dapat menemukan kehidupan yang sejati. “Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri,  bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya” (Yoh 5:20-21). Ke dalam kehidupan dan kasih inilah Yesus telah menerima kita: “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu” (Yoh 15:9).

DOA: Bapa surgawi, kasih dan perhatian-Mu terhadap kami sungguh tak terhingga; sungguh total-lengkap, intim dan mempribadi bagi kami masing-masing – anak-anak-Mu dalam Yesus Kristus. Dosa-dosa kami telah Kaubersihkan, dan Engkau telah melakukan semua dengan kasih-sayang yang hanya dapat diberikan oleh seorang ayah yang sejati. Pulihkanlah kami kepada kehidupan yang sejati – yang benar di mata-Mu, ya Bapa. Jagalah kami agar jangan pernah lupa bahwa dengan kekuatan kami sendiri, kami tidak berarti apa-apa. Kami sungguh membutuhkan tangan-Mu yang kuat untuk menuntun kami berjalan setiap hari. Amin.   

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 6:24-34), bacalah tulisan yang berjudul “BERDOA, BEKERJA DAN BEREKREASI” (bacaan tanggal 26-2-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 23 Februari 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements