YESUS KRISTUS TETAP SAMA, BAIK KEMARIN MAUPUN HARI INI DAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa IV – Jumat, 3 Februari 2017)

1-0-jesus_christ_image_219

Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu lalai memberi tumpangan  kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang tanpa diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. Ingatlah orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Ingatlah juga orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab Allah akan menghakimi orang-orang sundal dan pezina. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah yang berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata, “Tuhan adalah Penolongku, aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan teladanilah iman mereka. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibr 13:1-8) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1,3,5,8-9; Bacaan Injil: Mrk 6:14-29

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr 13:8).

Yesus Kristus: penuh hikmat, penuh kebaikan, penuh kuasa, tidak pernah berubah! Dalam dunia di mana nilai-nilai dan moral berubah-ubah sesuai “tiupan angin perubahan”. Yesus tetap merupakan batu karang kestabilan dan permanensi kita. Sebagai umat Kristiani kita hidup di dalam dunia, namun Allah memanggil kita untuk memusatkan pandangan kita pada sebuah dunia lain – sebuah dunia yang kebenaran-kebenaran abadinya telah mencerahkan jalan para kudus yang tak terbilang banyaknya sepanjang masa. Para perempuan dan laki-laki memberikan hati mereka kepada Allah dan mereka diberi amanat oleh-Nya untuk melakukan pelayanan kasih-Nya. Karena percaya kepada Yesus, mereka menaruh pengharapan mereka dalam janji-Nya: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr 13:5).

st_john_boscoTermasuk kelompok itu adalah seorang laki-laki yang bernama Santo Yohanes Bosco yang kita peringati tanggal 31 Januari yang baru lalu. Yohanes Bosco dilahirkan di tengah keluarga Italia miskin pada tahun 1815. Diinspirasikan oleh sebuah mimpi pada masa mudanya, Rm. Yohanes Bosco, yang juga anggota Ordo III-Sekular Santo Fransiskus, mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengurusi anak-anak lelaki yang keras, tak terdidik dan berasal dari kelas rendahan dalam masyarakat. Orang Kudus ini mendirikan Serikat Salesian Don Bosko (SDB). Kisah hidupnya dipenuhi dengan contoh-contoh indah bagaimana Allah menolongnya selagi dia berjuang untuk mengatasi berbagai penghalang yang merintangi misinya – kemiskinan, oposisi dari pihak para klerus (Gereja) dan oposisi dari pihak pemerintah juga.

ddsq10Pada awal abad ke-20 di Amerika Serikat ada seorang perempuan yang bernama Dorothy Day. Perempuan ini merasakan dirinya dipanggil Yesus untuk mengurusi para imigran miskin dan para tuna wisma di New York City. Sebagai seorang jurnalis, Dorothy menulis laporan-laporan yang bermutu tentang kehidupan para imigran miskin dan tuna wisma, namun dia sendiri merasa tidak puas. Oleh karena itu dia kemudian hidup di tengah-tengah mereka dan mendirikan sebuah tempat penampungan yang dipenuhi damai-sejahtera,kasih dan perhatian di tengah-tengah kemiskinan yang begitu menggerogoti martabat manusia. Dengan menunjukkan hospitalitas Kristiani yang sejati kepada begitu banyak orang, maka sesungguhnya Dorothy “tanpa diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibr 13:2).

Bagaimana kita menanggapi panggilan kasih Kristiani pada masa kini? Hanya dalam kekuatan Tuhan. “Tuhan adalah Penolongku, aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Ibr 13:6; bdk. Mzm 118:6). Apabila kita memperkenankan diri kita dipenuhi setiap hari dengan kasih Tuhan, maka kasih itu tentunya akan mengalir juga ke orang-orang lain yang kita temui. Ini adalah tugas dan privilese kita. Apabila kita mohon kepada Roh Kudus untuk menunjukkan kepada kita bagaimana menjadi setia setiap hari terhadap perintah-Nya untuk mengasihi, maka kita akan takjub pada kebutuhan-kebutuhan yang akan kita lihat – dan pada rahmat yang akan kita miliki untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan itu. Kita sungguh mempunyai Allah yang Mahalain dalam segala sesuatu yang baik. Allah kita ini memperkenankan kita untuk saling bekerja sebagai para pelayan rahmat-Nya: satu terhadap yang lain. Jadi, “peliharalah kasih persaudaraan! (Ibr 13:1).

DOA: Yesus yang baik, panggilan-Mu sepanjang masa adalah sama. Aku menyerahkan diriku kepada panggilan-Mu – untuk mengenal Engkau, dan melalui Engkau kepada orang-orang lain. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil  hari ini (Mrk 6:14-29), bacalah tulisan yang berjudul “KITA JUGA DIPANGGIL ALLAH SEPERTI YOHANES PEMBAPTIS” (bacaan tanggal 3-2-17), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 1 Februari 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements