PEMENUHAN JANJI-JANJI BAPA SURGAWI DALAM DIRI YESUS

PEMENUHAN JANJI-JANJI BAPA SURGAWI DALAM DIRI YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Senin, 22 Desember 2014)

The Visitation - Mary and Elizabeth meet - Luke 1:39-45

Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”  Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. (Luk 1:46-56)

Bacaan pertama: 1Sam 1:24-28; Mazmur Tanggapan: 1Sam 2:1.4-8 

Sejak awal mula, Allah telah menyatakan kepada setiap generasi isi hati-Nya yang merindukan suatu relasi yang mendalam dengan umat-Nya. Allah menjanjikan kepada Abraham bahwa turunannya akan banyak sekali seperti bintang-bintang di langit. Allah mendengar keluh kesah dan seruan minta tolong umat-Nya yang hidup dalam perbudakan di Mesir dan kemudian memimpin mereka ke tanah terjanji. Allah mengutus para nabi-Nya guna menyatakan hasrat hati-Nya kepada bangsa Israel. Allah memberkati “wong cilik” yang datang kepada-Nya sambil memohon belas kasih dan kekuatan dari Dia. Pada akhirnya, Bapa surgawi berjanji untuk mengutus Dia yang akan membawa bangsa Israel kembali ke dalam relasi yang akrab/intim dengan diri-Nya. Mengetahui saat pemenuhan janji-janji Allah telah tiba, Maria mendapat privilese untuk memberi kesaksian tentang kulminasi dari semua janji Allah dalam Dia yang telah dikandung dalam rahimnya.

Dalam kidung Magnificat, Maria mengekspresikan kekagumannya atas rencana Allah selagi rencana itu semakin tersingkap di hadapan umat. Sang Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan, Dia yang dicari oleh umat Allah sepanjang sejarah, tidak lama lagi akan datang. Walaupun belum hilang rasa herannya mengapa dirinya dipilih Allah, Maria mengingat bagaimana dalam perjalanan sejarah manusia Allah memilih meninggikan orang rendah/lemah untuk merendahkan “orang-orang yang berkuasa” (Luk 1:52), … “Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa” (Luk 1:53), dst.

visitation-ukraine-450 (1)Selagi kita meninjau kembali hidup kita selama ini, kita dapat melihat banyak cara yang telah ditunjukkan Bapa surgawi kepada kita terkait belas kasih dan bela rasa-Nya. Allah Yang Mahakuasa ingin agar kita masing-masing mengenal-Nya secara pribadi. Kita-manusia yang direndahkan karena dosa-dosa dan Iblis, telah diangkat oleh darah Yesus, Anak Domba Allah yang tak bercacat. Ia telah mengangkat kita sehingga mempunyai martabat sebagai anak-anak-Nya. Dia telah memberikan Roh Kudus kepada kita guna memberdayakan kita untuk melakukan kehendak-Nya. Allah juga sangat menghargai upaya kita untuk menyediakan waktu yang khusus untuk berada bersama-Nya, pada waktu mana Dia dapat berbicara kepada kita dalam doa dan melalui bacaan Kitab Suci. Dia memampukan kita untuk melayani-Nya dan juga melayani satu sama lain antara kita dalam tubuh Kristus, yaitu Gereja. Dia telah memenuhi diri kita masing-masing dengan hal-hal yang baik bagi kehidupan kita.

Kita (anda dan saya) dapat bersukacita dengan Maria dan semua anak Allah karena kita telah melihat terpenuhinya janji-janji Bapa surgawi dalam diri Yesus, sumber kehidupan kita. Selagi kita memandangi imaji Yesus sekarang, baiklah kita membuka hati kita untuk menyembah-Nya. Barangkali kita dapat menyediakan waktu untuk menulis deklarasi kita sendiri terkait denan segala sesuatu yang Tuhan telah lakukan untuk kita. Hal ini sungguh akan membawa sukacita kepada Bapa surgawi dan tentunya kepada kita juga!

DOA: Datanglah ya Tuhan Yesus, Raja segala raja, Raja segala bangsa, sumber persatuan dan iman kami. Selamatkanlah seluruh umat manusia, ciptaan-Mu sendiri. Terpujilah nama-Mu selalu! Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Injil hari ini (Luk 1:46-56), bacalah tulisan yang berjudul “ORANG KRISTIANI YANG PERTAMA” (bacaan tanggal 22-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Cilandak, 18 Desember 2014 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

DENGAN KASIH-NYA YANG SEMPURNA ALLAH INGIN MEMBUANG RASA TAKUT KITA

DENGAN KASIH-NYA YANG SEMPURNA ALLAH INGIN MEMBUANG RASA TAKUT KITA 

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN IV [Tahun B], 21 Desember 2014) 

ANNUNCIATION - MARIA DIBERI KABAR OLEH MALAIKAT TUHAN -1000Dalam bulan yang keenam malaikat Gabriel disuruh Allah pergi ke sebuah kota yang bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu datang kepada Maria, ia berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh anugerah di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapak leluhur-Nya, dan Ia akan memerintah atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”  Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”  Kata Maria, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:26-38) 

Bacaan Pertama: 2Sam 7:1-5,8b-12,14a,16; Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-5,27,29; Bacaan Kedua Rm 16:25-27 

Banyak pelajaran yang dapat kita peroleh dari bacaan Injil hari ini. Salah satunya adalah bahwa pertemuan antara Maria dan malaikat Gabriel juga menunjukkan bahwa oke-lah untuk sekali-sekali merasa takut atau khawatir atau cemas. Lukas mencatat bahwa Maria terkejut mendengar perkataan sapaan salam sang malaikat, lalu bertanya dalam hatinya, apakah arti salam itu (Luk 1:29). Bahkan Yesus pun kadang-kadang mengalami rasa takut. Berbicara mengenai penyaliban atas diri-Nya yang segera terjadi, Yesus mengatakan: “Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini” (Yoh 12:27). Walaupun begitu, Yesus berketetapan hati untuk melakukan kehendak Bapa-Nya dan bukan kehendak-Nya sendiri. Dalam bacaan Injil hari ini kita melihat bahwa Maria pun begitu kaget mendengar pemberitahuan malaikat Gabriel. (Terjemahan Inggris dari bahasa Yunani-nya mungkin lebih akurat: … she was greatly troubled at the saying [RSV]; … she was greatly troubled at what was said [NAB]).

ANNUNCIATION - 1Maria mengalami emosi-emosi yang sama seperti kita. Namun ia juga memperkenankan iman dan rasa percaya pada Allah berada di tempat yang paling atas. Dalam menghadapi kabar yang tidak biasanya dan juga mengejutkan serta terdengar tidak masuk akal sehatnya – termasuk utusan yang tidak biasa ini – dalam iman, Maria menarik kesimpulan bahwa kelahiran ajaib yang dikatakan sang malaikat tetap mungkin karena datang dari Allah sendiri. Maria berpikir bahwa Allah tidak akan meninggalkan dirinya, walaupun panggilan kepada dirinya dari Allah adalah sesuatu yang jauh melampaui ekspektasi manusia rata-rata.

Dari perspektif iman, Maria mampu untuk menjawab Gabriel dalam bahasa iman yang rendah hati: “Jadilah padaku menurut perkataanmu ini” (Luk 1:38). Tanpa sedikit pun meminta suatu tanda konfirmasi, Maria mengambil risiko berkaitan dengan nasib perkawinannya dengan Yusuf dan dia menerima kemungkinan besar dihukum rajam karena alasan perzinahan. Maria telah menyerahkan seluruh kehendaknya kepada kehendak Allah, dengan demikian rasa takut tidak pernah menguasai dirinya.  Bagi Maria, Allah adalah baik, satu-satunya yang baik, sumber segala kebaikan.

Nah, sekarang bagaimana kita (anda dan saya) menangani rasa takut kita? Apakah kita menangani rasa takut kita seperti yang dilakukan oleh Maria? Atau, apakah rasa takut itu terasa menindih atau menciutkan iman kita? Apakah rasa cemas atau kekhawatiran kita mengerosi rasa percaya kita pada kebaikan hati Allah? Dalam hal ini baiklah kita merenungkan apa yang ditulis oleh Yohanes dalam salah satu suratnya: “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan siapa yang takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (1Yoh 4:18).

Akan tetapi, Allah ingin membuang rasa takut kita dengan kasih-Nya yang sempurna. Dia ingin menyempurnakan kita dan mengajar kita untuk bertindak seperti yang  dilakukan Maria. Allah ingin memberikan kepada kita segala karunia dan berkat yang telah diberikan-Nya kepada Maria. Allah ingin menyakinkan kita bahwa apa pun yang diinginkan untuk dilakukan-Nya dalam diri kita akan menghasilkan yang terbaik, sepanjang kita bekerja sama dengan Dia. Jadi, oke-lah untuk merasa takut atau gugup. Namun, janganlah pernah kita lupakan bahwa Allah adalah baik, satu-satunya yang baik, sumber segala kebaikan, walaupun kita tidak memiliki kepastian apa yang diinginkan-Nya dari diri kita.

DOA: Ya Allahku, jagalah agar imanku tidak berdiri atas pasir perasaan yang terus bergerak. Buatlah agar aku mau dan mampu menaruh kepercayaan pada kekokohan kebaikan dan kasih-Mu kepadaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 1:26-38), bacalah bacaan dengan judul “ANAK ALLAH YANG MAHATINGGI” dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Cilandak, 17 Desember 2014 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PENYERAHAN DIRI SECARA TOTAL KEPADA ALLAH

PENYERAHAN DIRI SECARA TOTAL KEPADA ALLAH

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Sabtu, 20 Desember 2014) 

ANNUNCIATION - MARIA DIBERI KABAR OLEH MALAIKAT TUHAN -1001Dalam bulan yang keenam malaikat Gabriel disuruh Allah pergi ke sebuah kota yang bernama Nazaret,kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu datang kepada Maria, ia berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh anugerah di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapak leluhur-Nya, dan Ia akan memerintah atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-nya tidak akan berkesudahan.”  Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”  Kata Maria, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:26-38) 

Bacaan Pertama: Yes 7:10-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-6

Sapaan salam dari sang malaikat tentunya mengejutkan Maria. Dia adalah seorang perawan Yahudi yang masih sangat muda (dalam satu acara BBC, diperkirakan umur Maria pada waktu itu adalah sekitar 14 tahun) dan baru saja dipertunangkan dengan seorang tukang kayu saleh yang bernama Yusuf. Barangkali pada saat-saat itu gadis itu sedang disibukkan dengan tugas-tugas persiapan perkawinannya. Secara tiba-tiba Maria disapa oleh “seorang” utusan dari surga!

Maria sangat terusik dengan kata-kata sapaan malaikat Gabriel, namun dengan cepat sang malaikat meyakinkan diri Maria akan anugerah Allah yang diberikan kepadanya. Malaikat Gabriel mengumumkan rencana ilahi di mana Maria akan turut ambil bagian. Dalam keterkejutannya, Maria memberi tanggapan berikut ini: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (Mat 1:34). Namun Maria pada akhirnya mampu untuk menaruh kepercayaan pada kata-kata sang malaikat bahwa “bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Luk 1:37). Kemudian Maria berkata: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38). Inilah yang dikenal sebagai fiat Maria.

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANG - 2Kata-kata apa yang dapat menggambarkan dengan lebih baik  tentang hati dari seorang yang memiliki iman sejati seperti ini? Dalam satu kalimat ini, Maria mengungkapkan penyerahan dirinya  secara total kepada Allah. Allah senantiasa rindu untuk melimpah-limpahkan rahmat-Nya kepada umat manusia. Kita juga dipanggil untuk menaruh kepercayaan pada rencana penyelamatan Allah dan terbuka bagi peranan yang Dia inginkan untuk kita mainkan.

Dalam menyongsong hari Natal tahun ini, marilah kita memohon kepada Allah agar Ia menunjukkan kepada kita hal-hal baru apa saja yang Ia inginkan kita lakukan dalam keluarga kita, lingkungan/komunitas basis kita, paroki kita, sekolah kita, tempat kerja kita, lingkungan di sekitar rumah kita dlsb. Tidak ada hal yang terlalu besar dan sulit bagi Allah. Baiklah kita sungguh memperhatikan dorongan-dorongan Roh Kudus dan taat kepada bimbingan-Nya dengan penuh entusiasme.

Apakah yang diminta Allah adalah pertobatan yang lebih mendalam dan meninggalkan hidup dosa kita? Marilah kita masing-masing menjawab: “Ya, Tuhanku dan Allahku!” Apakah yang diminta-Nya adalah suatu keterbukaan baru untuk syering hidup kita dengan orang-orang lain? Marilah kita masing-masing menjawab: “Ya Tuhan, namun hilangkanlah keragu-raguanku dan berikanlah keberanian kepadaku!” Apakah yang diminta-Nya adalah rasa syukur dapat melihat wajah Yesus dalam diri orang-orang miskin? Marilah kita masing-masing menjawab: “Tingkatkanlah kepekaanku, ya Tuhan! Aku akan menerima tugas dari-Mu ke mana saja aku harus pergi!”

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau  memilih Maria sebagai Bunda Yesus dan Bunda Gereja, Bunda kami semua. Maria adalah contoh sempurna bagaimana kami seharusnya menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak-Mu yang senantiasa baik untuk kami semua. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 1:26-38), bacalah tulisan yang berjudul “MARIA MEMANG DIPILIH OLEH ALLAH SENDIRI”  (bacaan  tanggal 20-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Cilandak, 17  Desember 2014 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MEMBUAT BANYAK ORANG ISRAEL BERBALIK KEPADA ALLAH

MEMBUAT BANYAK ORANG ISRAEL BERBALIK KEPADA ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Jumat, 19 Desember 2014)

stdas0276Pada zaman Herodes, raja Yudea, ada seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya hidup benar di hadapan Allah dan menuruti segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Pada suatu kali, waktu tiba giliran kelompoknya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk  ke dalam Bait Suci dan membakar dupa di situ. Pada waktu pembakaran dupa, seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Lalu tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran dupa. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan dia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus sejak dari rahim ibunya dan ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka. Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati para bapak berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar. Dengan demikian ia menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu, “Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.” Jawab malaikat itu kepadanya, “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara kepadamu untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai hari ketika semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya kepada perkataanku yang akan dipenuhi pada waktunya.” Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, dan ia tetap bisu. Ketika selesai masa pelayanannya, ia pulang ke rumah.

Beberapa lama kemudian Elisabet, istrinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (Luk 1:5-25)

Bacaan pertama: Hak 13:2-7.24-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 71:5-6,16-17

“Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka” (Luk 1:16).

john-baptist-lds-art-parson-39541-printDari sejak kelahirannya, Yohanes Pembaptis sudah dipisahkan untuk menjadi seorang nabi dan bentara sang Mesias. Selagi dia bertumbuh dalam relasinya dengan Tuhan, Yohanes Pembaptis menjadi simbol hidup dari pengharapan bagi semua orang yang berjumpa dengan dirinya. Walaupun dia berbicara secara agresif tentang keadilan dan kekudusan Allah, panggilan Yohanes Pembaptis kepada orang-orang untuk bertobat secara spesifik memusatkan perhatian pada belas kasih Allah. Melalui pertobatan, Yohanes Pembaptis mengajak/mengundang mereka untuk melepaskan beban berat dosa-dosa mereka dan kembali dengan penuh sukacita kepada Tuhan Allah.

Selama pelayanan Yohanes Pembaptis, banyak orang masih belum sadar dan tidak memahami bahwa janji-janji Allah akan segera dipenuhi dan jalan satu-satunya bagi mereka untuk dapat menerima belas kasih Allah adalah melalui pertobatan. Itulah sebabnya mengapa Yohanes mempersiapkan jalan dengan memanggil Israel agar mengakui dosanya dan menerima pengampunan. Allah senantiasa siap untuk membebaskan umat-Nya dari beratnya beban-beban mereka. O betapa Dia rindu melihat kita melepaskan apa saja yang menghalangi kita untuk mendekat kepada-Nya dan menerima berkat-berkat-Nya.

Apakah aneh apabila kita melihat orang-orang menjadi penuh sukacita disebabkan oleh khotbah Yohanes Pembaptis tentang pertobatan? Seringkali tanggapan kita ketika melihat dosa dalam dunia atau dalam kehidupan kita sendiri adalah ketiadaan pengharapan. Namun, apabila diinspirasikan oleh Roh Kudus, maka panggilan untuk melakukan pertobatan menjadi suatu undangan untuk memulihkan relasi kita dengan Bapa surgawi. Kelekatan kita pada dosa-dosa dan kelemahan-kelemahan kita dapat memblokir penerimaan kita akan karunia yang paling berharga, yaitu pengampunan mutlak dari Bapa surgawi yang penuh belas kasih, yang sangat mengasihi kita. Dengan karunia indah ini, kesedihan kita dapat digantikan dengan pengharapan.

Pengakuan dosa lewat sakramen rekonsiliasi adalah suatu cara yang mempunyai kuat-kuasa guna mempersiapkan kedatangan Tuhan dalam masa Adven ini. Ketika kita mengambil keputusan untuk kembali kepada Allah, maka diri kita dibersihkan secara lengkap. Tidak ada sedikit pun noda yang tersisa. Belas kasih Allah hampir tidak berarti apa-apa bagi kita, jika kita tidak mengalaminya secara pribadi. Sekarang, apa lagi yang kita nantikan? Marilah kita mendatangi kamar pengakuan dan berjalan keluar dalam persekutuan dengan Allah. Kita dapat mengandalkan rahmat-Nya selagi kita mencari pengampunan-Nya. Allah dapat menyatakan kasih-Nya yang besar secara paling baik dalam hati yang bertobat.

DOA: Bapa surgawi, Engkau adalah Allah yang berbelas kasih. Aku telah meninggalkan kebaikan-Mu dan sekarang ingin kembali kepada-Mu dengan mengakui segala dosa-dosaku. Aku sungguh rindu agar dapat direkonsiliasikan secara penuh dengan Engkau, dan aku sadar bahwa inilah yang Kaukehendaki dari diriku. Ya Bapa, ampunilah aku orang berdosa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 1:5-25), bacalah tulisan yang berjudul “MENARUH KEPERCAYAAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH” (bacaan tanggal 19-12-14) dalam situs/blog  PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 14-12  PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Cilandak, 16 Desember 2014

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

JANGANLAH ENGKAU TAKUT MENGAMBIL MARIA SEBAGAI ISTRIMU

JANGANLAH ENGKAU TAKUT MENGAMBIL MARIA SEBAGAI ISTRIMU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Kamis, 18 Desember 2014) 

YUSUF BERMIMPI BERTEMU DENGAN MALAIKAT TUHANKelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan tampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya digenapi yang difirmankan Tuhan melalui nabi, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.) Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya. (Mat 1:18-24) 

Bacaan Pertama: Yer 23:5-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 72:2,12-13,18-19 

Orang kudus mana dari para anggota persekutuan para kudus di surga yang memiliki memori-memori yang dapat dibandingkan dengan cerita-cerita keluarga yang penuh kemuliaan, keintiman, seperti yang dapat diceritakan oleh Santo Yusuf tentang Yesus? Yesus yang masih anak-anak, Yesus remaja, Yesus sebagai orang dewasa muda, Yesus sebagai tukang kayu muda, pekerja keras dan seorang Anak yang taat kepada Bapa-Nya di surga dan ayah dan ibu-Nya di dunia. Santo Yusuf dapat saja berjalan sebagai orang kudus yang paling “top”, dan memandang mereka satu persatu dan berkata: “Anda menjadi ternama karena anda memberikan hidupmu untuk karya Yesus, sang Juruselamat dunia. Namun, ingatkah anda siapa yang melatih Anak itu sehingga tumbuh dewasa? Ingatkah anda, Yesus menjadi asisten siapa ketika menjadi tukang kayu? Ingatkah anda siapa yang menjadi guru Yesus? Siapa yang menjawab semua pertanyaan-pertanyaan sulit Anak yang mahacerdas itu?

Ya, Santo Yusuf dapat mendengarkan segala diskusi besar di bidang teologi antara para uskup dan para pengajar sejarah yang saleh-saleh, dan mengatakan kepada mereka, “Tetapi, akulah guru agama Yesus, Tuhan dan Allahmu. Maria dan aku adalah rumah-Nya dan keluarga-Nya, sekolah-Nya dan instruktur-instruktur-Nya. Apa pendapatmu tentang pekerjaan yang kami lakukan terhadap Anak kami satu-satunya ini? Jadi, manakala kita membicarakan memori-memori dari yang menarik dari  kehidupan di dunia yang membahagiakan, kudus dan bermakna, maka tidak ada seorang pun yang  mempunyai memori-memori seperti Santo Yusuf.

THE HOLY FAMILY - 2Ah, sebenarnya Santo Yusuf samasekali bukanlah seorang pribadi yang akan “menyombongkan” diri seperti saya tulis di atas. Jauh di belakang layar, Santo Yusuf bekerja menopang keluarganya dan melindungi mereka dari mara-bahaya, terutama pada masa kecil Yesus. Misteri inkarnasi dan Imanuel tidak pernah akan ia pahami sepenuhnya sampai akhir hayatnya, namun hal itu tidak menahan atau menghalanginya untuk melakukan tugasnya sebagai kepala keluarga yang baik. Santo Yusuf adalah seorang man of action yang rendah hati dan sederhana. Dia adalah seorang pemimpin dalam artian sebenarnya!

Sambil memandang lukisan-lukisan indah para kudus dengan pakaian atau jubah mereka yang indah cemerlang, Santo Yusuf dapat berkata: “Kalau anda mau melukis diriku, lukislah aku yang mengenakan jubah berwarna coklat yang kotor penuh debu, atau baju kerja yang kelihatan jorok, sambil memegang gergaji dan palu, berdiri di atas lantai yang penuh debu dan serpihan kayu….” Namun Santo Yusuf mempunyai satu permintaan untuk lukisan tersebut: “Hanya satu permintaanku terkait lukisanku. Dapatkah anda menempatkan istriku dan Anakku yang masih kecil dalam lukisan itu juga? Aku tidak dapat menceritakan tentang hidupku tanpa mereka yang sangat kukasihi: keluargaku – Maria dan Yesus!”

Dalam bacaan hari ini kita belajar bahwa Santo Yusuf sungguh adalah seorang yang benar, yang takut akan Allah. Ia berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya (Mat 1:24). Santo Yusuf adalah seorang yang dipenuhi semangat dan cintakasih kepada Allah, dengan suatu hasrat mendalam untuk melakukan kehendak-Nya.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah memberikan kepadaku Santo Yusuf sebagai “model iman”. Oleh kuasa Roh Kudus-Mu, ajarlah aku bagaimana bagaimana mendekati man of action yang sederhana ini sebagai satu contoh ketaatan. Berilah kepadaku sebuah hati seperti hati Santo Yusuf – sebuah hati yang sepenuhnya percaya kepada-Mu dan siap melakukan kehendak Bapa di surga. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yer 23:5-8), bacalah tulisan yang berjudul “JANJI TENTANG TUNAS DAUD YANG ADIL” (bacaan tanggal 18-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Cilandak, 16 Desember 2014

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SILSILAH YESUS KRISTUS (4)

SILSILAH YESUS KRISTUS (4)

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Rabu, 17 Desember 2014 

GEMBALA YANG BAIK - 01Inilah daftar nenek moyang Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham mempunyai anak, Ishak; Ishak mempunyai anak, Yakub; Yakub mempunyai anak, Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda mempunyai anak, Peres dan Zerah dari Tamar, Peres mempunyai anak, Hezron; Hezron mempunyai anak, Ram; Ram mempunyai anak, Aminadab; Aminadab mempunyai anak, Nahason; Nahason mempunyai anak, Salmon; Salmon mempunyai anak, Boas dari Rahab, Boas mempunyai anak, Obed dari Rut, Obed mempunyai anak, Isai; Isai mempunyai anak, Raja Daud. Daud mempunyai anak, Salomo dari istri Uria, Salomo mempunyai anak Rehabeam; Rehabeam mempunyai anak, Abia; Abia mempunyai anak, Asa; Asa mempunyai anak, Yosafat; Yosafat mempunyai anak, Yoram; Yoram mempunyai anak, Uzia; Uzia mempunyai anak, Yotam; Yotam mempunyai anak, Ahas; Ahas mempunyai anak, Hizkia; Hiskia mempunyai anak, Manasye; Manasye mempunyai anak, Amon; Amon mempunyai anak, Yosia; Yosia mempunyai anak, Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya mempunyai anak, Sealtiel; Sealtiel mempunyai anak Zerubabel; Zerubabel mempunyai anak, Abihud; Abihud mempunyai anak, Elyakim; Elyakim mempunyai anak, Azor; Azor mempunyai anak, Zadok; Zadok mempunyai anak, Akhim; Akhim mempunyai anak, Eliud; Eliud mempunyai anak, Eleazar; Eleazar mempunyai anak, Matan; Matan mempunyai anak, Yakub; Yakub mempunyai anak, Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Jadi, seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Mat 1:1-17) 

Bacaan Pertama: Kej 49:2,8-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 72:3-4,7-8,17 

Mulai tanggal 17 Desember pada masa Adven bacaan-bacaan liturgis dipusatkan pada kedatangan Putera Allah sebagai anak manusia di tengah dunia, …… Natal. Hari ini kita merenungkan silsilah Yesus Kristus.

Pada awal Injil-nya, Matius berupaya untuk menunjukkan bagaimana Allah telah membimbing seluruh sejarah manusia kepada kedatangan Yesus. Dengan menyajikan  silsilah Yesus seperti kita lihat di atas – ada tiga kelompok  besar yang masing-masing terdiri dari 14 generasi – Matius sebenarnya memberi penekanan atas karya Allah yang rumit dari zaman ke zaman guna mempersiapkan kedatangan Putera-Nya. Hanya setelah semua persiapan telah sepenuhnya dijalankan – 14 generasi setelah pembuangan Babel dan 42 generasi setelah Abraham – maka Yesus hadir di atas bumi. Ini bukanlah hal yang kebetulan karena semua itu sesuai dengan rencana Allah dan hikmat-Nya yang tanpa batas.

Sepanjang sejarah manusia, Allah meletakkan pekerjaan dasar bagi inkarnasi. Dari abad ke abad, Ia memberikan kepada umat-Nya perjanjian dan hukum. Ia berbicara melalui para nabi. Ia membentuk mereka menjadi sebuah bangsa yang kudus. Ia melindungi dan menopang umat-Nya, termasuk mereka yang dipanggil untuk menjadi para pendahulu sang Mesias. Dan, melalui itu semua, Dia tidak pernah melupakan janji-Nya untuk menyelamatkan semua orang dari dosa-dosa mereka.

Betapa mengagumkan juga adalah tokoh-tokoh yang dipilih Allah untuk menjadi pribadi-pribadi yang berada dalam garis keluarga Yesus. Ada beberapa orang dari mereka yang pantas diberikan tempat-tempat kehormatan dalam warisan Israel: Abraham, Rut, dan Daud. Banyak di antara mereka adalah orang-orang biasa saja. Ada pula beberapa nama yang memiliki latar belakang dan karakter yang dapat dipertanyakan, misalnya Rahab, Manasye dan Ahas. Ini adalah sebuah daftar nama yang sangat bervariasi, hal mana menunjukkan hikmat Allah yang luarbiasa, bahwa mereka yang dipilih Allah untuk dimasukkan ke dalam daftar nenek-moyang Yesus tidak boleh berbeda dengan mereka yang dipilih Allah untuk menjadi anak-anak angkat-Nya. Untuk berada dalam garis darah Yesus, baik secara fisik maupun secara spiritual, adalah suatu privilese, suatu warisan yang sepenuhnya diberikan dengan bebas oleh Allah kepada kita, jadi bukan karena usaha kita sendiri.

Hikmat Allah sungguh dapat membuat kita terkejut dan merasa terheran-heran disertai rasa kagum. Dengan bebas Ia memanggil orang-orang lemah, orang-orang berdosa, dan orang-orang tidak berpendidikan untuk menjadi instrumen-instrumen-Nya.  Tentu saja banyak dari mereka yang namanya ada dalam daftar itu akan kaget juga jika mengetahui bahwa Putera Allah akan dilahirkan dari salah seorang turunan mereka. Namun begitu, marilah sekarang kita berhati-hati untuk tidak berpikir bahwa kita memahami bagaimana Allah akan bergerak di tengah-tengah umat-Nya. Rencana-rencana Allah dan tindakan-tindakan-Nya selalu mengandung suatu element of surprise. Baiklah kita tetap rendah hati dan terbuka bagi segala cara yang dipilih oleh Allah untuk bekerja dalam diri kita, dan di sekitar kita.

DOA: Datanglah, ya Hikmat dari Allah Allah Yang Mahatinggi, yang memimpin segala ciptaan dengan kuat-kuasa dan kasih. Ajarlah kami untuk melangkah di atas jalan pengetahuan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 1:1-17), bacalah tulisan yang berjudul “SILSILAH YESUS KRISTUS (3)” (bacaan tanggal 17-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12  PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Cilandak, 15 Desember 2014

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

APAKAH PENDAPATMU TENTANG PERUMPAMAAN INI?

APAKAH PENDAPATMU TENTANG PERUMPAMAAN INI?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Adven – Selasa, 16 Desember 2014) 

YESUS SEORANG PEMIMPIN YANG TEGAS“Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal dan pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Anak itu menjawab: Baik, Bapa, tetapi ia tidak pergi. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, “Yang pertama.” Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan pelacur percaya kepadanya. Meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”      (Mat 21:28-32) 

Bacaan pertama: Zef 3:1-2,9-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-3,6-7,17-19,23 

“Sesungguhnya aku berkata kepadamu, pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Mat 21:31).

Sungguh mengagetkan kiranya bagi banyak pendengar pengajaran-Nya, ketika Yesus mengucapkan kata-kata ini, yaitu bahwa para pemungut pajak dan pelacur (perempuan sundal) lebih fit bagi Kerajaan Allah daripada para pemuka agama Yahudi (lihat perikop sebelumnya, yaitu Mat 21:23-27). Namun Yesus mengindikasikan, bahwa para “pendosa” ini telah belajar sebuah pelajaran yang sungguh crucial, yaitu kedalaman kebutuhan mereka. Kehidupan dosa para pemungut pajak, pelacur dll. membuat diri mereka tidak ragu-ragu lagi tentang ketiadaan kebenaran dalam diri mereka. Ketika Yesus datang mengajar tentang pertobatan dan pengampunan, banyak dari para pendosa itu tidak mempunyai masalah untuk mengakui kebutuhan mereka akan suatu kehidupan yang baru. Akan tetapi,  bagi banyak pemuka agama Yahudi, pesan Yesus mempunyai efek yang berlawanan. Para pemuka agama Yahudi ini telah berhasil mencapai posisi-posisi berstatus dalam masyarakat, dan kesombongan mereka telah lama menyaring bisikan-bisikan suara hati. Mereka bertanya – dalam hati paling sedikit –  siapakah sebenarnya Yesus ini? Hak apa yang dimiliki Yesus sehingga dia berani mengabaikan “senioritas” dan menantang tatanan masyarakat yang sudah rapih tersusun dan mapan?

Apakah kita selalu harus jatuh dalam-dalam dahulu sebelum kita mengakui akan kebutuhan-kebutuhan kita? Apakah kita perlu melompat ke dalam kegelapan yang teramat kelam, seperti para pemungut pajak/cukai dan pelacur, sebelum kita berteriak-teriak mencari terang cahaya? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini merisaukan banyak orang, teristimewa para orangtua. Apakah anak-anak kita harus mengalami “musim dosa” terlebih dahulu sebelum mereka sadar bahwa mereka membutuhkan seorang Juruselamat?

Hanya Allah-lah yang mengetahui jalan apa yang akan dipilih secara bebas oleh anak-anak kita, dan kita harus percaya kepada-Nya. Namun demikian, kita dapat bantu membentuk mereka menjadi orang-orang Kristiani yang biasa berdoa. Kita dapat menjelaskan kepada anak-anak kita siapa sesungguhnya mereka dan martabat agung yang dianugerahi Yesus atas diri mereka masing-masing. Kita dapat merangsang imajinasi mereka dengan menceritakan kepada mereka tentang cara-cara Allah manakala berurusan dengan manusia: tentang kelahiran Samuel yang penuh keajaiban, tentang misi Musa, tentang keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan-kegagalan Daud ketika masih muda. Kita dapat bercerita kepada mereka tentang pengabdian Rut dan keberanian Yudit. Kita bahkan dapat menunjuk pada sifat impulsif dari Petrus dan kelancangan Paulus. Walaupun tidak ada yang sempurna, masing-masing mereka hidup untuk melakukan kehendak Allah.

Lebih baik lagi tentunya, marilah kita menceritakan kepada anak-anak kita mengenai perjalanan iman kita sendiri: Bagaimana Allah telah memimpin kita, mendisiplinkan kita, dan mengampuni kita. Baiklah kita mendorong serta menyemangati mereka agar membuka hati bagi Allah dan segala kemungkinan hidup bersama Dia. Hidup Kristiani adalah sebuah petualangan, dan Yesus memanggil anak-anak kita untuk berada bersama-Nya!

DOA: Tuhan Yesus, aku mengangkat ke hadapan-Mu semua keluarga di seluruh dunia. Kunjungilah mereka oleh kuasa Roh Kudus-Mu, dan mampukanlah semua orangtua agar dapat menjadi saksi-saksi hidup dari kemulian kehidupan bersama Engkau. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Pertama hari ini (Zef 3:1-2,9-13),  bacalah tulisan yang berjudul “MARILAH KITA BERBALIK DARI KEHIDUPAN DOSA” (bacaan tanggal 16-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014.

Cilandak, 14 Desember 2014 [HARI MINGGU ADVEN III] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 140 other followers