TIDAK MUNGKIN BAGI KAMI ……

TIDAK MUNGKIN BAGI KAMI ……

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah – 26 April 2014)

Peter_and_John_boldness_C-1025Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. Setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka, dan berkata, “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem bahwa mereka telah mengadakan suatu mukjizat yang mencolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersebar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama ini.” Setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka, “Silahkan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar.” Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang itu tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena orang banyak memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi. (Kis 4:13-21)

Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1,14-21; Bacaan Injil: Mrk 16:9-15

“Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar” (Kis 4:20).

Walaupun mereka telah melihat dan mendengar – dari Yesus sendiri dan sekarang dari para rasul-Nya – para tua-tua Israel (para pemuka agama dlsb.) tetap saja menolak Injil. Mereka memperlakukan Petrus dan Yohanes sebagai orang-orang yang menjijikkan karena mereka tahu bahwa kedua rasul ini tidak pernah sekolah dengan benar, tidak pernah memperoleh pelatihan istimewa di bidang teologi maupun spiritualitas, dan jelas mereka juga tidak memiliki status profesional apa pun. Jelas mereka tidak mempunyai status politik maupun sosial dalam masyarakat …… “wong cilik”. Para rasul Yesus itu hanyalah para nelayan dari Galilea. Bagaimana mungkin mereka dapat berbicara dan bertindak untuk Allah? (Apalagi atas nama Allah!)

Akan tetapi, justru inilah inti persoalannya. Allah dalam hikmat-Nya seringkali memilih orang-orang kecil untuk mengajar orang-orang sombong dan berkuasa agar mau merendahkan diri mereka (termasuk para teolog). Tidak ada seorang pun yang dapat menyangkal bahwa seorang lumpuh yang setiap hari duduk di dekat Gerbang Indah Bait Allah minta dikasihani, telah disembuhkan dalam nama Yesus, namun tetap saja para tua-tua Yahudi itu ingin membungkam dua orang rasul Kristus tersebut.

PETRUS AND Y0HANES DI HADAPAN SANHEDRINDi hadapan Mahkamah Agama, Petrus dan Yohanes menjadi semakin berani. Mereka menyatakan ini: “Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis 4:12). Tindakan dua orang rasul ini bukanlah suatu tindakan pemberontakan terhadap otoritas agama, melainkan suatu tanggapan-iman dan ketaatan kepada Allah. Petrus, yang sebelumnya telah menyangkal Yesus sampai tiga kali karena dilanda rasa takut, sekarang dengan berani memproklamasikan Dia at all costs, artinya tanpa hitung-hitung untung-ruginya atau konsekuensi-konsekuensinya. Keberanian Petrus tidak berasal dari kekuatannya sendiri, melainkan dari kerja Roh Kudus dalam dirinya. Pada hari Pentakosta Kristiani yang pertama, ketika Allah mencurahkan Roh Kudus-Nya, Petrus menjadi sadar bahwa dia pantas menanggung risiko yang betapa besar sekali pun (termasuk kehilangan nyawanya) demi Yesus. Tidak ada ancaman apapun atau penganiayaan apa pun yang dapat membungkam dirinya atau menghancurkan kepercayaannya.

Kita pun dapat menaruh kepercayaan penuh pada kuat-kuasa kasih Allah dan rahmat-Nya yang bekerja dalam kehidupan kita. Yesus ingin memberikan kepada kita Roh-Nya guna menolong kita bertumbuh dalam iman dan berbuah dalam melayani-Nya. Santa Teresia Kecil (Theresia dari Lisieux [1873-1897]) sangat senang menggambarkan cara Allah memanifestasikan kuat-kuasa-Nya. Orang kudus ini berkata: “Yesus tidak membutuhkan siapa pun untuk melakukan pekerjaan-Nya. Namun Ia menggunakan instrumen-instrumen yang paling lemah untuk membuat mukjizat-mukjizat.” Oleh karena itu, mengherankankah apabila Yesus memilih para nelayan untuk menjadi rasul-rasulnya? Mengherankankah apabila Yesus akan terus bekerja dengan cara yang sama juga pada hari ini? Yesus –Tuhan dan Juruselamat kita – sangat senang untuk memanggil pribadi-prabadi yang rendah hati, bejana-bejana yang retak-retak seperti kita, untuk bergabung dalam karya pelayanan-Nya. Melalui Roh Kudus-Nya, Yesus ingin menjadikan kita duta-duta pengharapan dan kasih bagi sebuah dunia yang berada dalam kondisi sangat membutuhkan penebusan.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah batu-karangku dan tempat perlindunganku. Dengan penuh rasa syukur atas kasih-Mu, aku mohon agar – lewat Roh Kudus-Mu – Kaujaga diriku agar tidak pernah berhenti mewartakan Kabar Baik-Mu kepada orang-orang lain dengan keberanian yang berasal dari-Mu. Amin.

Catatan: Saya menganjurkan anda untuk membaca buku tulisan John Wijngaards, I Have No Favorites – Jesus Accepts Followers Unconditionally, New York: 1992, Paulist Press. Pater John Wingaards MHM adalah seorang keturunan Belanda yang tinggal di London dan lahir di Surabaya.

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 16:9-15), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS INGIN MELANJUTKAN PENAMPAKAN DIRI-NYA KEPADA KITA” (bacaan tanggal 26-4-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-04 BACAAN HARIAN APRIL 2014.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “YESUS MENCELA KETIDAKPERCAYAAN DAN KEKERASAN HATI PARA MURID-NYA” (bacaan tanggal 14-4-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 4:13-21), bacalah tulisan yang berjudul “KITA MENERIMA ROH KUDUS YANG SAMA” (bacaan tanggal 6-4-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 23 April 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KITA PUN DIPANGGIL UNTUK MEMPROKLAMASIKAN YESUS

KITA PUN DIPANGGIL UNTUK MEMPROKLAMASIKAN YESUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Jumat dalam Oktaf Paskah – 25 April 2014)

PETRUS DAN YOHANES DENGAN ORANG LUMPUHKetika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki mendatangi mereka. Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Mereka ditangkap dan dimasukkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.

Keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dari Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini, “Dengan kuasa mana atau dalam nama siapa kamu melakukan hal itu?” Lalu Petrus, yang penuh dengan Roh Kudus, menjawab mereka, “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu perbuatan baik kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa mana orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati – bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dalam keadaan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan – yaitu kamu sendiri – namun ia telah menjadi batu penjuru. Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis 4:1-12)

Mazmur Antar-bacaan: Mzm 118:1-2,4,22-27; Bacaan Injil: Yoh 21:1-14

Petrus dan Yohanes tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan untuk berkhotbah dan memproklamasikan kebangkitan Yesus dari alam maut karena mereka mengetahui bahwa pesan ini mengandung kuat-kuasa kehidupan. Kita dapat melihat kuat-kuasa pesan mereka dengan mempertimbangkan jumlah orang yang menjadi percaya setelah mendengar khotbah Petrus. Lukas (pengarang “Kisah Para Rasul”) menceritakan kepada kita bahwa setelah Petrus berkhotbah di Serambi Salomo (Kis 3:11-26), banyak orang yang “menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki” (Kis 4:4). Ini sungguh merupakan bukti nyata bahwa khotbah Petrus berisikan pesan yang penuh kuat-kuasa.

KEBERANIAN PETRUS DAN YOHANES -  KIS 4Sekarang, digiring bersama Yohanes ke hadapan Sanhedrin, Petrus bersikukuh untuk mengumumkan pesan keselamatan yang sama, “kerygma Yesus”, yaitu proklamasi tentang kehidupan, penderitaan sengsara, kematian dan kebangkitan Yesus. Dan kita harus camkan benar-benar bahwa proklamasi oleh Petrus ini tidak bersumber pada kekuatannya atau keyakinannya sendiri, akan tetapi sebagai instrumen Tuhan dia menyampaikan pesan Injil melalui kuat-kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam dirinya (Kis 4:8). Nah, Roh Kudus yang aktif bekerja dalam diri Petrus juga aktif bekerja dalam hati semua orang, yang berdasarkan kekuatan sabda-Nya, mengarahkan hati mereka kepada Kristus pada hari itu dan bergabung dengan umat yang percaya kepada Kristus.

Proklamasi Kristus ini berada pada pusat pesan Injil, dan kita pun dipanggil untuk memproklamasikan Yesus Kristus dengan kata-kata dan juga hidup kita. Adalah Roh Kudus dalam diri kita yang menyatakan Pribadi Yesus dan menyulut pikiran kita, imajinasi kita dan hati kita agar kita dapat berbicara mengenai Yesus dengan penuh kasih dan keyakinan. Selagi kita memperkenankan Roh Kudus menyalakan api cinta-Nya dalam diri kita, maka kita pun akan dimampukan untuk berbicara dengan kuat-kuasa dan otoritas seperti ditunjukkan oleh Petrus dan Yohanes.

Umat Gereja Perdana di Yerusalem dan di tempat-tempat lain sangat menggantungkan diri pada kuat-kuasa Roh Kudus. Oleh karena itu adalah penting bagi kita untuk memahami bahwa kita juga tergantung pada Roh Kudus yang memberdayakan kita dalam aktivitas pelayanan kita bagi Allah. Begitu sering dalam keluarga dan gereja kita menggantungkan diri pada energi kita sendiri dan mencoba untuk mencapai tujuan-tujuan spiritual, terutama dengan menggunakan sumber daya manusia, bertindak sebagai instrumen-instrumen manusia dengan menggunakan kekuatan manusia.

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus, marilah kita – khususnya pada hari ini – membuka diri kita bagi Roh Kudus selagi kita berupaya memproklamasikan dan menghayati sendiri pesan dari Kristus yang bangkit.

DOA: Bapa surgawi, ciptakanlah dalam diri kami semangat berapi-api yang dimiliki para rasul-Mu yang pertama. Penuhilah diri kami masing-masing dengan Roh Kudus sehingga dengan demikian kami pun dapat turut serta mewartakan Kabar Baik Yesus Kristus dan membangun Kerajaan-Mu, bukan dengan kekuatan kami sendiri, melainkan dengan kuat-kuasa dan otoritas-Mu sendiri. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 21:1-14), bacalah tulisan yang berjudul “DENGAN MEMATUHI SABDA YESUS, KITA PUN AKAN MENGHASILKAN BUAH BERLIMPAH” (bacaan tanggal 25-4-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 1404 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2014
Bacalah juga tulisan-tulisan yang berjudul “YESUS SENANTIASA HADIR UNTUK MENGUATKAN IMAN KITA” (bacaan tanggal 5-4-13) dan “MARILAH DAN SARAPANLAH” (bacaan tanggal 13-4-12), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 4:1-12), bacalah tulisan yang berjudul “TIDAK ADA NAMA LAIN YANG DAPAT MENYELAMATKAN KITA, KECUALI YESUS KRISTUS” (bacaan tanggal 9-4-10) dalam situs/blog SANG SABDA.

Cilandak, 22 April 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KHOTBAH PETRUS DI SERAMBI SALOMO

KHOTBAH PETRUS DI SERAMBI SALOMO

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Kamis dalam Oktaf Paskah – 24 April 2014)

PETER BERKHOTBAH - 01 Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. Ketika Petrus melihat hal itu, ia berkata kepada orang banyak itu, “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-oleh kami membuat orang itu berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus memutuskan untuk melepaskan Dia. Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh untuk diberikan kepada kamu. Kamu telah membunuh Perintis Kehidupan, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Karena kepercayaan kepada Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di hadapan kamu semua. Nah, Saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena tidak tahu apa yang kamu lakukan, sama seperti semua pemimpin kamu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang sejak semula ditetapkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi bahwa setiap orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibinasakan dari tengah-tengah umat. Lagi pula, semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan yang datang sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Melalui keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan membuat kamu masing-masing berbalik dari segala kejahatanmu.” (Kis 3:11-26)

Mazmur Antar-bacaan: Mzm 8:2,5-9; Bacaan Injil: Luk 24:35-48

“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang sejak semula ditetapkan bagimu sebagai Kristus” (Kis 3:19-20).

PETER PREACHINGTidak sulit bagi Petrus (yang dipenuhi Roh Kudus) untuk mendapatkan perhatian dari orang banyak. Bagaimana pun juga penyembuhan atas seorang lumpuh di dekat pintu gerbang Bait Allah yang bernama Gerbang Indah (baca: Kis 3:1-10) oleh Petrus tentunya telah menimbulkan rasa ingin tahu tidak sedikit orang. Jelaslah bahwa Allah sedang bekerja dengan penuh kuat-kuasa, dan orang-orang berduyun-duyun datang untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

Secara relatif cepat Petrus mengarahkan perhatian orang banyak kepada sumber kuat-kuasa yang dimilikinya, yaitu Allah, kepada siapa orang-orang itu telah lama menyampaikan doa-doa mereka, namun barangkali tidak pernah mengalami perjumpaan dalam jalan yang memberikan hidup. Menurut Petrus, suatu perjumpaan dengan Allah hanya mungkin dapat terjadi lewat “pintu sempit pertobatan”: “Karena itu sadarlah dan bertobatlah!” (Kis 3:19).

Pintu pertobatan membuka jalan bagi kita kepada kepenuhan hidup juga. Petrus tidak ragu-ragu membeberkan berbagai dosa orang yang mendengarkan khotbahnya: menolak Yang Kudus dan Benar (Yesus), membunuh-Nya (Kis 3:14-15). Akan tetapi, Petrus juga mengingatkan orang banyak itu bahwa mereka adalah anak-anak Bapa surgawi – Dia yang telah mengutus Yesus, bukan untuk menghukum melainkan untuk memberkati mereka, menebus dosa-dosa mereka, dan memberi hidup-baru bagi mereka.

Kita pun adalah para pewaris janji-janji perjanjian yang sama, mengalami godaan-godaan yang sama, dan membutuhkan pertobatan yang sama pula. Petrus menyebutkan beberapa dosa yang ada pada zaman modern dalam bacaan di atas. (1) Ada dosa “kesombongan” (keangkuhan), seakan kita dapat melakukan apa saja dengan kekuatan kita sendiri (lihat Kis 3:12). (2) Menyangkal atau menolak Yesus di depan orang-orang lain, bukannya mengakui Dia sebagai Tuhan (Kis 3:14). (3) “membunuh” hidup ilahi dalam diri kita dengan membuat pilihan-pilihan yang berakar dalam budaya kematian (Kis 3:15). (4) mengabaikan pelajaran-pelajaran dari masa lalu kita dan sejarah Gereja; tidak mendengarkan para utusan Allah yang diutus kepada kita (Kis 3:23). (5) Balik menyusut dari keberanian yang diinspirasikan oleh Allah dalam diri kita (lihat Kis 3:16). (6) Menjadi gelisah dan takut seperti para murid Yesus dalam bacaan Injil hari ini (Luk 24:37-38).

Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus melakukan pertobatan dan kembali – lagi dan lagi – kepada Yesus, sumber kuat-kuasa dan penyegaran bagi diri kita. Allah itu baik dan mahapengampun. Ia tidak akan meninggalkan kita!

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahabaik, sumber segala kebaikan, dikuduskanlah nama-Mu. Terangilah kegelapan hatiku dan berikanlah kepadaku kerendahan-hati agar dapat berbalik kepada-Mu untuk memperoleh pengampunan-Mu dan pemulihan relasiku dengan Engkau, ya Allahku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 24:35-48), bacalah tulisan yang berjudul “KETIDAKPERCAYAAN DALAM HATI KITA” (bacaan tanggal 24-4-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2014.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “YESUS MENEBUS TOTALITAS KEMANUSIAAN KITA” (bacaan tanggal 4-4-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Pertama (Kis 3:11-26), bacalah tulisan dengan judul “YESUS MASIH TERUS MENYEMBUHKAN DAN MEMBUAT MUKJIZAT” (bacaan tanggal 12-4-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 22 April 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PETRUS MENYEMBUHKAN SEORANG LUMPUH

PETRUS MENYEMBUHKAN SEORANG LUMPUH

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RABU DALAM OKTAF PASKAH – 23 April 2014)

KIS 1 PETRUS DAN YOHANES MENYEMBUHKAN ORANG LUMPUHPada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu jam tiga sore, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata, “Pandanglah kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, bangkit dan berjalanlah!” Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan pergelangan kaki orang itu. Ia melompat berdiri lalu berjalan ke sana ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, sambil berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Semua orang melihat dia berjalan sambil memuji Allah, lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya. (Kis 3:1-10)

Mazmur Antar-bacaan: Mzm 105:1-4,6-9; Bacaan Injil: Luk 24:13-35

Dari abad ke abad, sudah menjadi kebiasaan bagi para pengemis untuk duduk di tempat-tempat umum guna meminta-minta sedekah kepada orang-orang yang lewat. Tempat-tempat ibadat merupakan tempat-tempat yang paling populer karena orang-orang yang lewat cenderung lebih merupakan para pendoa dan lebih berkecenderungan untuk memberi sedekah dengan murah hati. Inilah gambaran pada awal bacaan di atas, yaitu ketika Petrus dan Yohanes naik ke Bait Allah.

Ketika memasuki “Gerbang Indah”, dua orang rasul ini bertemu dengan seorang pengemis yang lumpuh sejak lahirnya. Kebanyakan orang yang melewati gerbang itu paling-paling memandang dengan rasa kasihan dan kemudian memberikan sedekah berupa beberapa keping uang logam (drakhma), namun dua orang rasul Yesus memandang dengan cara yang sungguh lain. Mereka melihat melampaui kondisi eksternal orang lumpuh itu berupa cacat tubuh dan kemiskinannya, dan mempersepsikan keindahan yang berbeda. Dengan mata Yesus, mereka melihat seorang anak Allah yang diciptakan dan sangat dikasihi oleh Bapa di surga. Visi ini menggerakkan mereka untuk melakukan sesuatu yang akan memperkenankan keindahan yang memancar dari orang itu menjadi lebih termanifestasikan: Petrus menyembuhkan orang lumpuh itu dan membawanya ke dalam iman yang lebih mendalam.

peter_john MASUK KE BAIT ALLAHCerita dari “Kisah Para Rasul” ini menunjukkan kepada kita betapa Allah ingin membuka mata kita, seperti yang dilakukan-Nya atas diri Petrus dan Yohanes. Dua orang murid Yesus ini tidak dibuat sedemikian terpesona dengan gerbang yang mereka lewati sehingga mereka luput melihat keindahan yang memancar dari si orang lumpuh yang sedang duduk di dekat gerbang itu. Dengan memusatkan pandangan mata mereka pada Yesus, maka mereka dimampukan untuk melihat apa yang tersembunyi dari mata yang memusatkan pandangan hanya pada dunia ini. Dan apa yang mereka lihat menggerakkan mereka kepada bela rasa dan kemudian mengambil tindakan – suatu tindakan yang secara radikal mengubah hidup orang lumpuh itu dan membawa dia kepada iman akan Kristus.

Allah ingin memberikan kepada kita semua kemampuan untuk melihat keindahan yang memancar keluar dari orang-orang di sekeliling kita: kaya dan miskin, sahabat dan musuh, kawan dan lawan. Ia ingin mengajar kita untuk menghormati dan merangkul keindahan ini sehingga dengan demikian kita dapat menjadi instrumen-instrumen kasih-Nya yang menyembuhkan dan memiliki daya transformasi.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu, karena Engkau telah menyatakan jalan-jalan-Mu kepada kami. Berikanlah kami mata rohani seperti yang dimiliki oleh Yesus, agar kami dapat melihat melampaui hal-hal yang bersifat eksternal bilamana kami memandang orang-orang di sekeliling kami. Jadikanlah kami instrumen-instrumen-Mu guna menyembuhkan dan melakukan restorasi dalam dunia ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 24:13-35), bacalah tulisan yang berjudul “KEJUTAN-KEJUTAN” (bacaan tanggal 23-4-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2014.
Bacalah juga tulisan-tulisan yang berjudul “MEREKA MENGENAL DIA DALAM PEMECAHAN ROTI” (bacaan tanggal 3-4-13) dan “EKARISTI ADALAH EMAUS KITA” (bacaan tanggal 11-4-12), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM

Untuk mendalami Bacaan Pertama (Kis 3:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “NAMA YESUS YANG PENUH KUAT-KUASA” (bacaan tanggal 27-4-11) di situs/blog SANG SABDA.

Cilandak, 21 April 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PERTOBATAN YANG BERSIFAT TERUS-MENERUS

PERTOBATAN YANG BERSIFAT TERUS-MENERUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI SELASA DALAM OKTAF PASKAH – 22 April 2014)

PETRUS BERKHOTBAH PADA HARI PENTAKOSTA“Jadi, seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”

Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka tersayat, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, “Apa yang harus kami perbuat, Saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia, yaitu Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” Dengan banyak perkataan lain lagi ia bersaksi dan mendesak mereka, katanya, “Berilah dirimu diselamatkan dari orang-orang yang jahat ini.”

Orang-orang yang menerima perkataannya itu dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (Kis 2:36-41)

Mazmur Tanggapan: Mzm 33:4-5,18-19,20,22; Bacaan Injil: Yoh 20:11-18

“Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka tersayat” (Kis 2:37).

Apakah yang dimaksudkan dengan “hati mereka tersayat”? Hati kita tersayat apabila Roh Kudus mengambil sabda Allah yang sedang dikhotbahkan oleh seorang pelayan sabda, atau sabda Allah yang kita baca dalam Kitab Suci, atau pemikiran-pemikiran kita dalam doa, dan menggunakan semua itu untuk diserapkan ke dalam hati kita. Hati kita tersayat bilamana kita menerima pesan yang disampaikan, merangkul kebenarannya, dan digerakkan untuk bertindak. Hati kita tersayat bilamana segala sesuatu dalam diri kita berkata, “Ya” terhadap apa yang kita dengar tersebut.

Orang-orang yang mendengar khotbah Petrus mengalami pertobatan batin. Pertobatan batin atau conversio dapat diartikan menerima kuat-kuasa Yesus untuk menyelamatkan umat manusia dan menjadi murid-murid-Nya. Namun jenis conversio yang berakar dari hati yang tersayat itu bukanlah sebuah peristiwa yang sekali-jadi, melainkan rangkaian peristiwa-peristiwa yang terjadi secara berkesinambungan. Allah ingin membuat hati kita tersayat dengan kasih-Nya “lagi dan lagi” sehingga dengan demikian kita akan menjadi semakin serupa dengan Putera-Nya, Yesus Kristus. Dengan kata lain, pertobatan yang bersifat terus menerus (Inggris: ongoing conversion).

Kita semua mempunyai “area-area” dalam kehidupan kita yang belum sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan. Dalam beberapa kasus, kita belum menyediakan waktu untuk mengurus hal-hal tersebut karena kita masih belum mau menyerahkan atau melepaskan hal-hal tersebut. Namun dalam banyak kasus sebenarnya kita belum siap untuk membuat perubahan. Untunglah bahwa Allah sabar dan baik hati, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kita dan akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus (lihat Flp 1:6). Bapa surgawi sangat mengasihi kita sehingga tidak akan melupakan dan membuang kita.

Setiap hari Allah ingin memenuhi diri kita dengan pengalaman baru dan segar akan kasih-Nya dan kerahiman-Nya. Dia ingin terus menyentuh kita agar pekerjaan baik yang dimulai-Nya pada saat pembaptisan kita dapat menjadi lebih mendalam dan membawa kita kepada transformasi yang lebih besar dan besar lagi. Namun agar hal ini terjadi, kita perlu memperkenankan rahmat-Nya untuk membuat hati kita tersayat. Kita perlu memusatkan perhatian kita pada kasih Allah Bapa bagi kita yang tak mengenal batas. Lalu, dengan hati yang telah dilembutkan oleh kasih-Nya, kita akan terbuka bagi kuasa Roh Kudus untuk membuat hati kita tersayat, lagi dan lagi.

DOA: Tuhan Yesus, sekarang dan di sini, aku membuka diriku bagi-Mu. Datanglah dan penuhilah diriku dengan hidup-Mu dan kasih-Mu. Ciptakanlah dalam diriku sebuah hati yang bersih, ya Tuhanku dan Allahku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, sebuah hati seorang anak yang setia, sehingga aku dapat menjadi murid-Mu yang baik. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 20:11-18), bacalah tulisan yang berjudul “BERJUMPA DENGAN YESUS YANG TELAH BANGKIT” (bacaan tanggal 22-4-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2014.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “MARILAH KITA MENGASIHI YESUS KRISTUS SEPERTI MARIA MAGDALENA MENGASIHI-NYA” (bacaan tanggal 2-4-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Pertama (Kis 2:36-41), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH TELAH MEMBUAT YESUS TUHAN DAN KRISTUS” (bacaan tanggal 10-4-12) dalam blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 21 April 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KUAT KUASA ROH KUDUS

KUAT KUASA ROH KUDUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI SENIN DALAM OKTAF PASKAH – 21 April 2014)

PETRUS BERKHOTBAH - 100Lalu Petrus bangkit berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka, “Hai orang-orang Yahudi dan semua orang yang tinggal di Yerusalem, perhatikanlah perkataanku ini dan ketahuilah. ……
Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yesus dari Nazaret adalah orang yang telah ditentukan Allah dan dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda ajaib yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu ketahui. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh melalui tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia:
Aku memandang Tuhan senantiasa di hadapan-Ku karena Ia berada di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan lidahku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dalam pengharapan, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. [Mzm 16:8-11]
Saudara-saudara, aku dapat berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapak leluhur kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan bersumpah bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri diatas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. (Kis 2:14,22-32)

Mazmur Tanggapan: Mzm 16:1-2,5-7,8-11; Bacaan Injil: Mat 28:8-15

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANG - 2Kitab “Kisah Para Rasul” – yang akan menjadi bacaan dalam masa Paskah ini – bukanlah sekadar suatu catatan sejarah Gereja awal. “Kisah Para Rasul” adalah mengenai kuat-kuasa Roh Kudus, …… “Kisah Roh Kudus”! Halaman lepas halaman, kita membaca bagaimana Roh Kudus bekerja melalui orang-orang biasa dan membuat mereka rasul-rasul dan saksi-saksi Kristus yang berani dan tangguh. Karena “Kisah Para Rasul” berbicara mengenai begitu banyak hidup pribadi yang ditransformasikan dengan penuh kuasa, kitab ini pun memberikan kepada kita pengharapan dan dorongan untuk kehidupan kita. Apa yang terjadi pada para rasul dapat terjadi juga pada diri kita.

Bacaan hari ini menggambarkan salah satu peristiwa dari sekian banyak peristiwa dalam “Kisah Para Rasul” di mana Roh Kudus memberdayakan para rasul untuk membangun Gereja di atas bumi. Bacaan hari ini juga menggambarkan pemenuhan pertama nubuatan Yesus sebelum Ia diangkat ke surga: “… kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria “dan sampai ke ujung bumi” (Kis 1:8). Di sini, di Yerusalem, Petrus berkhotbah, dan ribuan orang datang …… dan percaya.

Dengan bergerak majunya “Kisah Para Rasul”, kita akan membaca bagaimana Petrus dan para murid lainnya, seperti Stefanus, mewartakan Injil di Yerusalem dan daerah-daerah lainnya di Yudea. Lalu fokusnya akan bergeser kepada Filipus, yang menyebarkan Kabar Baik Yesus Kristus lebih jauh lagi, yaitu sampai di Samaria. Akhirnya kita akan menyaksikan Paulus yang membawa pesan dan kuasa penyelamatan di seluruh Asia Kecil, kemudian ke Yunani, dan akhirnya Roma “dan sampai ke ujung dunia” (Kis 1:8). Dalam setiap peristiwa yang diceritakan dalam “Kisah Para Rasul”, Roh Kudus bekerja dengan penuh kuat-kuasa melalui pribadi-pribadi yang telah diurapi ini.

Cerita-cerita seperti yang dicatat dalam ”Kisah Para Rasul” terus saja terjadi bahkan sampai hari ini melalui khotbah-khotbah dan kesaksian-kesaksian tentang Yesus Kristus oleh para pelayan sabda-Nya yang telah diurapi Roh Kudus. Kita masing-masing telah menerima Roh Kudus guna menjadi saksi Kristus dan turut serta menyebarkan Kabar Baik-Nya. Dengan demikian, pada masa Paskah ini baiklah kita (anda dan saya) memohon kepada Yesus untuk memenuhi diri kita dengan Roh-Nya dan membuat diri kita menjadi saksi-saksi-Nya yang tangguh. Yesus sungguh menghasrati permohonan kita dan tentu Dia akan menolong kita untuk memenuhi panggilan kita.

DOA: Bapa surgawi, Engkau senantiasa mencari orang-orang yang dapat Kauutus sebagai saksi-saksi Putera-Mu, Yesus Kristus. Buatlah diriku agar dapat menjadi saksi-Nya yang tangguh. Inilah aku, ya Allahku. Utuslah aku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 28:8-15), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS TELAH MENGALAHKAN MAUT” (bacaan tanggal 21-4-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2014.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “ALLAH SENANTIASA MEMENUHI JANJI-JANJI-NYA” (bacaan tanggal 1-4-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 2:14,22-32), bacalah tulisan yang berjudul “PETRUS YANG SUDAH DIUBAH” (bacaan tanggal 9-4-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 20 April 2014 [HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

DENGAN ROTI YANG TIDAK BERAGI

DENGAN ROTI YANG TIDAK BERAGI

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN – 20 April 2014)

KEBANGKITAN - AKU ADALAH KEBANGKITAN DAN HIDUPKemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu bahwa sedikit ragi membuat seluruh adonan mengembang? Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebagaimana kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita, yaitu Kristus, juga telah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (1Kor 5:6-8)

Bacaan Pertama: Kis 10:34a,37-43; Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1-2,16-17,22-23; Bacaan Kedua (alternatif): Kol 3:1-4; Bacaan Injil: Yoh 20:1-9

Betapa “exciting” kiranya apabila kita dapat mengembalikan sejarah dan hadir pada pagi hari Paskah yang pertama, ketika para rasul sampai ke kubur Yesus. Kita dapat ikut merasa terkejut dan heran seperti para rasul ketika mereka menyadari bahwa jenazah Yesus tidak dipindahkan oleh siapa pun, melainkan telah dibangkitkan oleh Bapa surgawi. Kita dapat mengalami juga sukacita para rasul selagi realitas-realitas indah mengendap dalam hati dan pikiran mereka – betapa Yesus mengasihi mereka; bagaimana Allah telah merencanakan segalanya sejak sediakala guna menebus kita oleh salib-Nya; bagaimana Iblis yang mengharapkan kematian-Nya sebagai kemenangannya malah pada kenyataannya telah dikalahkan oleh kematian-Nya. Kita dapat bersukacita karena semakin jelaslah bahwa di dalam Kristus setiap orang dapat diangkat dari dosa dan maut dan dibawa ke dalam Kerajaan Allah.

“Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus” adalah hari sukacita tertinggi dalam Gereja. Hari ini adalah hari kemenangan berjaya – hari dikalahkannya Iblis, dosa dan maut. Dalam Kristus, segala kegelapan yang selama ini telah memisahkan kita dari Allah telah dihancurkan. Surga dan bumi dipersatukan; ciptaan dan sang Pencipta kembali bersama; kutukan atas manusia telah dibatalkan; kita telah diperdamaikan dengan Allah.

ST. PAULUS - 016Paulus menasihati jemaat di Korintus untuk merayakan kebangkitan Yesus, “bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran” (1Kor 5:8). Penggunaan imaji/gambaran “ragi” memang cocok untuk menggambarkan kehidupan-lama yang penuh dosa yang telah dihancurkan oleh Yesus. Seperti ragi, dosa cepat atau lambat akan merusak seluruh pribadi kita, yang menyebabkan kita menjadi angkuh …… sombong dlsb. Dosa begitu merembes dalam diri kita sehingga hanya Yesus – dengan kepenuhan kuasa Allah – yang dapat membuang dosa itu dari diri kita.

Pada hari ini kita semua bersukacita karena Yesus telah mati terhadap dosa dan sekarang telah bangkit ke dalam hidup baru. Yesus adalah “roti yang tidak beragi” dari Perjanjian Baru, dan dalam Dia, kita dibebaskan dari ragi kehidupan lama. Sekarang, dengan kuat-kuasa Roh Kudus, kita dapat menyerahkan hidup kita kepada-Nya dan dibebaskan dari kehidupan-lama yang dipenuhi dosa. Kristus telah menang-berjaya, dan dalam Dia kita adalah para pemenang! Marilah pada hari yang agung ini kita bersukacita dalam Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita!

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahakuasa, Mahaperkasa dan Maharahim. Pandanglah seluruh Gereja-Mu dengan penuh belas kasih. Bawalah keselamatan kekal kepada umat manusia, agar dunia dapat melihat “yang jatuh” dibangkitkan, “yang tua” dibuat baru, dan segala sesuatu dibawa kepada kesempurnaan, melalui Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 20:1-9), bacalah tulisan yang berjudul “KEBANGKITAN YESUS KRISTUS” (bacaan tanggal 20-4-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-04 PERMENUNGAN ALKITABIAH APRIL 2014.

Bacalah juga tulisan yang berjudul “HARI MINGGU DARI SEGALA HARI MINGGU” (bacaan tanggal 8-4-12), dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (Kol 3:1-4), bacalah tulisan yang berjudul “CARILAH HAL-HAL YANG DI ATAS, DI MANA KRISTUS ADA” (bacaan tanggal 31-3-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 17 April 2014 [HARI KAMIS PUTIH]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 122 other followers